Aug 17
Femi Adikubikel investasi, KONTAN, media, online, situs, website

www.kontan.co.id
“sudah up fem!” teriak web developer situs ini, semalam. kemudian kami mencoba. klak-klik sana-sini, mencicipi citarasa baru kontan. legit.
ramuan bumbu-bumbu konten, css, desain, ditambah sedikit rasa panik, kegusaran yang amat sangat, speed lari yang lebih kencang demi mengejar tenggat, ke-legowo-an dan gelak yang membuncah tak urung membikin adonan ini selesai dimasak. ada yang mau ikut mencicipi?
ini wajah baru www.kontan.co.id versi beta; probably the best business and investment media in the world.
ada begitu banyak yang berubah disini.
kontan klasik menyuguhkan berita-berita bisnis, investasi, keuangan, politik, nasional, dengan desain lawas. ke-lawas-an ini berarti kesimpelan (kalau tidak ingin disebut tidak-komplit). berita-berita andalan menggelontor di kanal investasi, bisnis, nasional, keuangan dan internasional. selebihnya, panduan berinvestasi, kamus ekonomi, indeks bursa dan juga reksadana maupun rekomendasi saham.
sementara itu, kontan citarasa baru menyediakan perangkat investasi yang lebih mumpuni (*dahswyat mode on*) seperti personal finance. juga ada yang inspiring seperti executive corner, plus gagasan peluang usaha.
siap ngintip?
Aug 12
Femi Adicerita cinta, renanda celana, jeans, jepang, levi's, padang, renanda, size, tokiko onose, ukuran

nomernya 82. puasss?
cerita soal jeans tak pernah usai. iya, cerita diantara saya dan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah.
pun, saya berhutang kejujuran: potret ukuran celana jeans.
ah. kami selalu menggelak bila membincangkan angka; apapun itu. dus, bukan hanya soal uang yang sensitif, tetapi apapun yang mengerami angka, selalu membikin kami geram dan menudingkan fitnah.
termasuk, soal ukuran celana jeans ini.
dalam sebuah perbincangan panjang di serat-serat elektronik, topik ini menjadi topik yang tak pernah usai dan lalai untuk dibincangkan. kalaupun kelewatan, pasti ada saja yang mengingatkan.
saya mengklaim, ukuran jeans saya lebih mini ketimbang miliknya. bisa saya pastikan, lingkaran tangan saya merapat hangat di tubuhnya yang tinggi dan besar, itu sudah menunjukkan ukuran jeans nya yang lebih besar ketimbang saya.
“ternyata ukuran celananya 82 ya?” katanya, mengomentari foto yang saya kirim. sial.
Aug 07
Femi Adicerita cidodol residence, ragam cuatan cidodol, jakarta, kaki kram, sirosis hati, tidur

aw aw aw!
tidur meringkuk rasanya lebih nikmat. ac 16 derajat, kasur empuk dengan bebantalan yang menumpuk. duh.
kendati terbangun karena suara kendaraan yang melintas sebentar, atau dering pesan pendek yang secuil, saya kembali menarik selimut, memeluk si teddy dan kembali meringkuk.
tapi, kram mendadak menyergap tanpa permisi. dan sepagi ini, bolak balik saya harus terbangun, memijit betis sebentar, dan kembali tidur. satu-dua-tiga-empat kali dalam sepagi. letih, saya pun bangun dan mulai menggeber srengenge yang berarak malas.
Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui (idiopatik). Sementara ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.
aih, itu salah satu penjelasan yang saya dapati dari mesin pencari google. wah, terima kasih terima kasih terima kasih. hanya saja, saya agak mak-greng saat disana tertera salah satu penyebabnya adalah: sirosis hati. duh.
saya buru-buru mengecek kalender. kapan terakhir cek ya?
Aug 04
Femi Adikubikel, ragam cuatan jakarta, sahabat, tarot, teman

it shocking me!
perjumpaan kecil semalam membikin hati ini meranggas, siang ini.
seperti terempas. saya mengintp kecil apa yang terjadi besok pada kehidupan saya. ya, dari kartu tarot dan kemampuannya yang bisa membaca saya.
dan molen yang saya bungkus dari pak kue pak ini pun tidak terasa enak. bahkan, menelannya pun tidak mudah.
ini soal hidup. apapun hasilnya, nyatanya membikin saya tidak happy. tapi, saya tidak bisa menolaknya.
seperti membuka jendela yang diusung doraemon, saya melihat besok. dan saya tidak bisa menarik ujung bibir ke atas.
“is it my life, tomorrow?” sergah saya.
saya meminggir sejenak. merenung.
barangkali saya harus melihatnya dari sisi yang lain. saatnya berbenah diri.
Older Entries