so thanks to si uduk

minggu lalu, saya cukup dikejutkan dengan setting komputer yang 100% berubah. sial.

remote untuk bloomberg hilang. folder Z untuk images juga raib. kamus andalan saya entah kemana. browser hanya firefox. asyem. :( alhasil, saya menelpun si uduk semalaman, dan merayu-rayu untuk mengembalikan semua jagoan saya. huhuhu … kemelekatan ini nyatanya belum hilang juga.

dan yaps!

setelah gadis berbaju merah yang setiap saat menyapa saya tergantikan oleh pemandangan yang sama sekali engga cihuy dari microsoft, akhirnya saya menggantinya dengan seporsi plain hamburger.

sesudahnya, saya mendapatkan kembali remote bloomberg, folder Z, dan kamus (yang ini masih harus diganti lagi). tentu saja, dari si uduk. :) *pelukpeluk si uduk*

sembari mengembalikan semuanya, kami juga berbincang tentang penggalan cerita yang hilang usai kepindahan kubikel saya ke bawah. ya, menyambung perbincangan malam yang melarut itu. juga, tentang mimpi yang belum bisa terpenuhi dari balik kubikel di pabrik kata-kata ini.

humh.

eniwei, terimakasih untuk mengembalikan saya. nasi uduknya lain waktu ya. :p

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

aw!

saya menuliskan selarik kata: kangen.

sial. ya, saya sungguh kangen dengannya. dengan omongannya yang tak pernah berhenti. dengan ceritanya yang membuas. dengan pertanyaan dan tudingannya yang tidak pernah berhenti.

saya kangen, sungguh saya kangen dengannya.

dan saya sebentar mengabaikannya karena pekerjaan, kesenangan yang lain dan rasa pedih yang masih menyisa.

rupanya ia juga menuliskan selarik kata: rindu.

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

nangis bombay di bandara

sudah gede begini, tapi sesungguhnya saya masih cengeng.

apalagi, jika menghadapi perjumpaan-yang-entah-kapan-ketemu-lagi dengan esti, kakak saya. dah, di bandara isinya cuma speechless, guyon garing dan nangis. :p

dan perpisahaan adalah sesuatu yang engga enak. sumpah, engga enak.

saya masih ingat betul saat saya menjemputnya di bandara beberapa waktu lalu. saya memeluknya hangat, dan ketawa tidak ada habisnya. saya sungguh senang melihatnya di sini, di tempat yang sama dengan yang saya pijak. :) dan kini saya harus memeluknya kembali, menciumnya hangat, dan membisik pelan, “see you cik, …”

ah, perut rasanya mules. pertahanan juga jebol. butiran bening menitik pelan dari sudut mata. “sudah, engga usah nangis. tengah tahun, atau tahun depan, aku kan balik …” katanya, menghibur.

kami memang hanya berdua, dan hanya berdua. kerabat yang mengitari kami adalah energi lain yang memberikan warna dalam setiap pijakan kaki. tapi, kami sungguh hanya berdua, dan mendesain hidup ini hanya berdua, dan menggelindingkannya bersama.

hanya dia yang saya punya, dan hanya saya yang dia punya.

dan saya tetap menangis sekeluar bandara.

Tags: , , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments

mbak menur pindah solo

saya sedih.

mbak menur, di nakamura jogja, pindah solo. padahal, hanya dia yang bisa menyentuh punggung saya dengan begitu nyamannya. masa harus ke nakamura solo sih untuk mendapatkan pijitan enaknya???

humh …

Tags: , , ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Read Comments
 Page 1 of 344  1  2  3  4  5 » ...  Last »