terimakasih untuk tahun 2004

Comments Off

menanti peruntungan tahun 2005

Dear Femi Adi,
There is no better word to say: Merry Christmas and Happy New Year 2005…and good by 2004 with memory

hasril

begitu bunyi pesan pendek di emailkuyang dikirim oleh pak hasril nuzahar, nara sumber dari DJLPE. jadi ingat, 2004 segera ditutup dan akan ada kalender baru dengan angka bulan, hari dan tanggal yang berbeda. ‘2004 with memory?’ what kind of memories do I have? buanyak.

januari 2004, aku melewatkan malam thun baru di kereta argolawu, dalam perjalanan ke jakarta dari jogja. rasanya kesepian banget, ga merasai hiruk-pikuknya new year’s eve dengan terompet dan alkohol. di jakarta, kawasan gambir tampak lengang dan sampah berserakan di mana-mana. ga berasa kalau sudah berganti tahun.

februari 2004, ada eliminasi di kantor. maklum, cawu ke-2 sudah habis untuk masa percobaan kedua. aku belanja-belanji dengan tanti, wiwied dan dhani. paginya, aku mendapati 2 teman harus out, wiwied dan dhani. rasanya sedih banget …

maret 2004, suntuk di kantor karena menggarap di desk bisnis. begak juga. mmm …

april 2004, usiaku sudah 24. tua juga. artinya, jatah hidupku juga semakin berkurang. terimakasih Tuhan, untuk 24 tahun bisa menghirup hidup yang penuh dengan keisengan, kejahilan, kenakalan …

mei 2004, broken vow-nya josh groban menemani hari-hariku. wakakakakaka … thanks josh, sudah menginspirasi untuk tetap hidup meski hati sudah patah-patah …

juni 2004, aku lulus di kantor untuk magang setahun, 3 cawu. thanks god, aku sudah punya hidup yang ‘rada mapan’, artinya punya pekerjaan gituuuuu … terimakasih papah marga, sudah meluluskan aku di desk bisnis yang mencekam, juga terimakasih untuk BY yang sudah kasih cuti unlimited untuk selesin skripsi. huehehehe … aku kok lupa, sudah kerja tapi skrispi belumj kelar … dikelarin euy!!!

juli 2004, enaknya ada di jogja, hidup dengan tingkat stress yang lebih rendah ketimbang di batavia. tapi jungkir jempalik juga beresin skripsi, harus bekerja keras!

agustus 2004, esti berangkat ke chicago. beresin banyak hal di rumah, dan bulan ini malas banget garap skripsi. setiap hari hanya dolan dan makan, dolan dan makan, dolan dan makan. begitu seterusnya! sepinya rumah tanpa ada esti.

september 2004, akhirnya yudisium juga. lulus. IPK rendah, hanya 3,18. tapi aku bersyukur, aku ga harus antri dalam barisan 4 juta sarjana yang nganggur. thanks God. aku lulus dan sudah punya pekerjaan. ada meja yang menungguku di jakarta.

oktober 2004, kembali ke desk bisnis dengan nuansa yang berbeda. asik juga dengan boss baru, mbak ika! aduh, itu perutnya sudah semakin membesar … di sini suntuknya karena tidak bekerja under the sunshine. jadinya jadi wartel alias wartawan telepon, bekerja di dalam kubus dan mendapat gift banyak dari acara press conference. untungnya masih ingat, banyak orang yang masih membutuhkan kaos-kaos pemberian sponsor press conference. dan bulan ini, aku pake toga alias wisuda!

november 2004, punya pacar, baru, gress, dulu muridnya esti.

december 2004, ujung tahun ini aku tutup dengan bersyukur atas kasihNya karena aku Dia bolehin menghabiskan 2004 dengan semangat yang tinggi untuk beraktivitas tanpa melalaikan ayah. dan juga, kami bikin acara 4 tahun meninggalnya ibu. terimakasih Tuhan.

detik-detik 2004 akan segera berakhir, tentu saja, dengan segenap kenangan yang melekat bersamanya.

kangen mbakyu semata wayang

Comments Off

kangen esti!

waks!
“bbpppppppjjkkllleksjokpdknawqidkejskcccccmmmzldkoridjuya …”

begitu bunyi di ponselku setiap keluar private number. ini telepon dari chicago, dari esti, kakakku. sedih, beberapa kali belakangan bunyi di kupingku selalu begitu. dan ga tau, aku pun buru2 mematikan ponsel itu. di kuping tidak enak. sudah kucoba dengan loudspeaker, tapi tetep aja ga bisa. bah …

esti!

aku kangen sama dia. namanya esti rahayu. aku biasa memanggilnya mbak yayuk. tapi teman-teman lebih biasa memanggil dia dengan sebutan esti saja. rambutnya rada ngriting sepertiku [ga lurus seperti gadis sunsilk gitu lohhh ...]. bibirnya tipis, hidungnya mungil. tengkorak kepalanya juga kecil. dulu badannya kecil, sekarang sudah membesar. jadinya ia tampak lucu dengan badan yang gembul namun tengkorak kepala yang mungil.

kami punya masa kecil yang menyenangkan. dia nakal. jauhhh lebih nakal dari aku. aku cenderung pendiam dan dia cenderung crewet. kalau sudah ada dia, rame banget, soalnya dia selalu bercerita dengan penuh semangat dan suaranya itu lho … menguasai ruangan alias kenceng banget! dulu ayah suka nabokin pantatnya kalau dia nakal. dia ditabokin begitu karena nakalin aku. mmmm … maklum, anak bungsu, jadinya rada disayang-sayang. anehnya, dia ga pernah nangis walo ditabokinnya sampe merah-merah gitu pantatnya, yang nangis malah aku, minta pada ayah agar menghentikan tabokan pada pantat mbak yayuk. dan, dia ga kapok. selalu mengulangi kenakalan yang sama! dasar anak kecil! kami sering gigit-gigitan, sampe kami pernah berdua sama-sama menangis karena saling menggigit.

kami dulu suka pake baju kembar. maklum, anak-anak. kemana-mana bajunya selalu sama. yang beda hanya ukurannya. dulu, dia lebih gede daripada aku. dia jauh lebih tinggi. sekarang, kebalikannya. barangkali kenakalannya pada aku yang bikin dia lebih pendek dariku sekarang! wakakakaka … o iya, dia juga penyuka warna merah juga, sama sepertiku. antik, padahal bintangnya virgo.

sejak TK hingga SMA, kami satu sekolah. TK PPBI, SD tarakanita, SMP Stella Duce I, SMU Van Lith … cuman yang terakhir ini aku drop out, huehehehe … dia kuliah di Sanata Dharma, sedangkan aku di Atmajaya.

dia punya good personality, hidup terjadual, semuanya teratur, rapih … [ga seperti adeknya yang acakadut hidupnya]. dia kocak banget, dan paling pinter bikin orang ketawa. kelakuannya itu lho, malu-maluin, dan kita pasti ga nyangka dia bakal berani ngelakuin itu. misalnya aja, lari-lari diantara kursi satu ke kursi lain demi menirukan orang india menyanyi. dia ga malu pasang muka yang menjijikkan di depan murid-murid-muridnya. dia juga saru banget orangnya, otaknya ngeres abisss …

dia punya kebiasaan yang buruk [buruk???]: uthik-uthik upil! hahahahaha … anytime, tangannya ga pernah absen meliuk-liuk didalam lubang hidungnya. rasanya kalau sudah uthik-uthik upil itu hidupnya sudah aman tentram gemah ripah loh jinawi. wis mulya lahhh! busettt … ga di rumah saat mengkoreksi kerjaan mahasisanya, atau ketika di perempatan menunggu lampu hijau menyala, atau ketika di bus dalam sebuah perjalanan di jakarta, tangganya itu lho, nggrathilnya ke hidung ajah. untungnya, yang diuthik-uthik itu upilnya sendiri, kalau upilnya tetangganya, repot to?

dia di chicago sekarang. mengajar bahasa indonesia di sana. hebat juga, ga nyangka dia bakal ke amrik dan tega ninggalin adiknya yang semata wayang. wakakakakaka … tapi aku seneng, dia sekarang tambah gembul, beberapa waktu lalu aku liat dia di webcam. asik, aku jadi punya temen gembul. soalnya mmm … soalnya … bisa tukeran celana! wakakakakaka … dia dulu ga gembul. dia rada kurusan. dia curang, bisa pinjam celanaku, tapi aku ga bisa pinjam celananya. tapi setahun belakangan ini badannya membengkak dan terus membengkak. aku bersyukur!!!

dia kakak yang perhatian. amin amin amin. aku bersyukur punya kakak sepertinya.

-bungsu- :: miss u, sist!

OBH Combi [apanya VW combi?]

Comments Off

uhukuhuk

POTIO NIGRA CONTRA TUISIN
OBH COMBI

DENGAN RASA MENTHOL SEGAR

PSSSST … KOCOK DAHULU!

begitu bunyi sampul depan botol pipih 100 ml ‘racun’ yang sudah kutenggal sejak kemarin. racun? weleh … weleh … weleh … iya! abisnya aku ga pernah minum obat beginian kalau sakit. aku lebih suka menggelontorkan beliter-liter air putih setiap harinya demi tenggorokanku tetap basah sekaligus mengeluarkan lendir di hidung. karena seorang pacar membujukku untuk minum racun ini … ya wes, aku percaya aja. lagian kata komposisi yang tertulis di botol itu bilang bahwa di setiap 5 ml mengandung 2% alkohol. asikkk! hahahaha …

kepala pening. rasanya isi kepala jauh lebih berat daripada biasanya.

toples kosong

Comments Off

owh, engga ada snacks!

toples itu teronggok dengan bergelimpangan di meja. ada dua buah.

aku suka banget membeli toples. terutama toples yang bentuknya antik, misalnya meliuk-liuk pada bagian badan toples, atau toples yang terkesan kuno seperti toples bu sastro yang menjual kuping gajah di masa kecilku. yang jelas, toples yang kubeli mesti terbuat dari beling alias kaca!

di kos di jakarta, toples ada 5 buah. bentuknya ada yang besar, ada yang kecil. ada yang tinggi, adajuga yang rendah. ada yang tutupnya terbuat dari besi kuning, ada juga yang putih perak. bentuknya antik dan ga terkesan murah. padahal kubeli dengan sangat murah, sekitar 15-25ribu saja per toples. begitu juga toples di rumah jogja, bentuknya ga jauh beda dengan toples disini. biasanya kuisi dngan aneka penganan yang kusuka, dari beng-beng, top, permen, keripik … aku suka dengan toples yang terisi penuh. walo ga termakan, rasanya ayem banget kalo ditungguin oleh toples yang terisi.

tapi tidak toples di meja di kantorku. ada dua buah, keduanya terbuat dari plastik. yang satu, berwarna biru, berbentuk tabung, berukuran pendek dengan diameter sedang. aku membelinya karena ada corak bunganya, sangat feminin. satu lagi berbentuk persegi, bentuknya meninggi, bekas snack bar APOLLO yang kubeli beberapa waktu lalu. aku bingung mau mengisi dengan makanan apa.

bayangin kalau aku bikin transkrip wawancara dengan ditungguin dua toples penuh berisi makanan yang cihuy. waduh, bisa-bisa transkrip tertunda, dan aku semakin menggembul.

tapi aku berencana mengisinya. mungkin dengan keripik singkong, atau juga dengan happy tos atau makaroni goreng pedas kesukaanku. nanti, tunggu yah. boleh comot kok kalau lewat d mejaku …

naik kereta api tut tut tut …

Comments Off

pulang, ketemu ayah

“Naik kereta api tut tut tut … siapa hendak turut …”

gerbong yang biasanya banyak, kemarin menjadi lebih sedikit. Kereta ekspress progo melaju dengan kencang ke arah jakarta. siapa yang peduli ini krerta ekonomi atau bisnis? yang penting sampai di jakarta dengan selamat. Faktor kelelahan, kesehatan, kebersihan, menjadi hal yang diabaikan disini.

menyesal? Tidak. Aku hanya geli dengan diriku sendiri. Aku kini sedang mempelajari bagaimana perilaku orang-orang yang mengendarai angkutan ini. cukup unik, ternyata. Seperti yang kamu lihat, orang-orang itu akan saling berjabat tangan dengan sesamanya ketika bertemu. Jabatan tangan itu rasanya hhangat, bersahabat, merasa senasib, whatever lah. padahal, baru jumat malam lalu mereka bertemu dan berjabat tangan pula. Ada gurauan dan canda pada setiap kesempatan mereka bertemu, entah itu olok-olokan mengenai kereta bapuk ini, juga mengenai habbit mereka di dalam kereta saat kereta itu melaju.

Kursi sudah dikapling-kapling. Setiap satu orang mengapling untuk beberapa temannya yang akan berangkat dari stasiun kecil lainnya. Semuanya sudah saling tahu sama tahu, makanya ga ada yang main sabotase dengan kasar. Ga jarang aku kena gusur. Dari satu bangku ke bangku lain … harus menggotong barang bawaan. Makanya, ga boleh banyak-banyak bawa barang, supaya ga kerepotan. Harus mengalah dengan orang yang beli tiket, dan msti toleran dengan sesama yang ga beli tiket.

di stasiun kecil yang berhenti, misalnya di sentolo atau wates, selalu ‘ngadhang’ temannya di stasiun kecil itu, menyapa hangat dari dalam kereta, berteriak melalui jendela yang sempit. “Ayo bali jakarta …” atau “Kebak … kebak … lungguh ngisor” atau “Kang, nang kene, gerbong ngarep dhewe!” rasanya gerbong ini seperti diserbu pasukan dari negeri antah berantah … di dalam kereta, saling bersalaman lagi, bertegur sapa lagi. di luar kereta, anak dan istri melambaikan salam perpisahan untuk sang ayah yang mengadu nasib di kota besar seperti di jakarta.

“biaya sekolah di jakarta tinggi, ga mungkin saya bawa anak saya sekolah di jakarta,” ujar seorang penumpang. “istri lebih mantep bekerja di jogja, saya kan ga bisa maksa. Konsekuensinya, saya ya yang haus bolak-balik jakarta-jogja setiap weekend” ujar seorang lain.

itu namanya pengorbanan.

kereta terus melaju. Penjaja berdatangan dengan cara iklan yang berbeda. “Dicari pembeli nasi bungkus … 3000 rupiah saja!” teriak penjual nasi bungkus dengan pede-nya, bak iklan lowongan di KOMPAS yang full page. “Ojo ngombe aqua … ojo ngombe aqua …” ujar penjaja lain yang menawarkan dagangan aqua botolnya. Antik juga bentuk advertisement nya.

kursi tidak cukup nyaman untuk tidur dan bersandar. seat ada yang ber-3 dan ber-2. Asik juga kalau lagi pacaran dan berdempet-dempetan disini. tapi cukup gerah bagi yang sekadar menjadikan kereta sebagai armada angkut untuk ke jakarta atau ke jogja. Alhasil, harus ada koran beberapa lembar untuk sekadar meletakkan badan di lantai gerbong.

Lantainya tidak begitu bersih, malah tampak kusam dan kotor. Abaikan itu, karena badan membutuhkan tempat untuk ber-rebah sejenak. Beberapa teman sudah siap dengan bantal kecil yang selalu dibawa kemana-mana, juga selembar karpet tipis berukuran 1,5 meter x 1 meter. Dengan demikian, punggung akan terasa lebih hangat dengan alas karpet tipis itu. aku pun ikut latah beli bantal kecil, sebagai investasi perjalananku ke jogja-jakarta PP setiap minggu. Huehehehe …

di gerbong, ada langganan penjaja nasi bungkus yang menjadi idola teman-teman. entah siapa nmanya. Klau dari jakarta, seorang perempuan yang menakar nasi dan lauk secara terpisah. Kalau dari jakarta, seorang laki-laki yang sudah membungkus nasinya yang hangat, plus ayam goreng dan bungkusan oseng yang nikmat. Satu bungkus, Rp 3000.

kalau untung, gerbong akan sedikit kosong. Artinya, tidak banyak yang melakukan perjalanan ke jogja atau ke jakarta. artinya lagi, badan bisa direbahkan di kursi, tanpa ada rasa kuatir akan digusur, atau dituding tidak toleransi dengan sesama orang yang ga beli tiket. aku pernah merasakan tidur di kolong kursi. Gelap, pengap dan rasanya sumpek banget tapi bisa meluruskan kaki dengan nyaman. Kalau beruntung, kaki tidak akan kena tendang penjaja makanan yang berlalu lalang di sepanjang gerbong. tidur di kursi yang ber-seat 3 orang pun pernah, cukup lega juga. juga tidur di kursi yang ber-seat 2 orang, nah, ini badan harus dilipat-lipat karena space nya terlalu sempit.

Kalau lokomotif mogok, atau ada kerusakan di kereta, mesti sabar dan legowo. Maklum, kereta murah berkelas ekonomi, fasilitas dan daya lajunya juga terbatas to. kalau tidak sabar, jika ada kereta lain, bisa juga pindah ke kereta lain. aku pernah mengangkut barangku dari kereta progo ke logawa dalam perjalanan pulang ke jogja.

begitulah. Tidak jarang aku mendapati punggung ku patah-patah … tapi aku senang berada di jogja, bertemu dengan ayah, dan bertemu denganmu.