your e-card has been viewed

Comments Off

aiiiiii …

maaf, lama banget ga buka email di yahoo. maklum, koneksi di kantor lagi down banget dan itu sebabnya bikin bete kalo mesti nungguin lamaaaa cengok di depan komputer. well. tiba-tiba ada ikon kuning menyembul dari sudut kanan monitor 15″ ini. wah … kok ternyata kamuuuu. ya ampun, apa kabar? sudah berapa lama kita tak bersapa yah? hmmm … rasanya sudah lama sekali. dan waktu-waktu yang tak kuhabiskan bersama kamu, sudah tergantikan dengan pekerjaan rumah yang seabreg-abreg. jangan marah, aku nggak menggantimu dengan yang lain, aku hanya menggantimu dengan aktivitas mencuci baju dan setrika baju aja. eits …. berburu makanan, itu sudah pasti.

lucunya, baru kutahu bahwa subject di yahoo-ku tadi menunjukkan gejala aneh. ya ampun, ada sederet message berlabel ‘your e-card has been viewed’ nongol disana. ya ampun. juga ada satu pucuk email kamu yang selalu pendek dan berbahasa kaku. ehm … beberapa lama menghilang, masih belum bisa tulis surat juga? hehehehe …

kalau begitu, aku batal mengkandangkan kamu. selamat datang kembali.

celengan ayam

Comments Off

mensyukuri rezeki

Pusing kalau milih tempat kongko yang asik.

patungan Rp 10 ribu setiap minggu setiap kepala, penuhlan celengan ayam. nggak banyak sih. tapi cukup lah kalau untuk makan di hard rock cafe, atau nonton film di TIM plus makan nasgor di kedai depan, atau berbondong-bondong memborong pizza di pizza hut. slllurrrp …

beginilah nasib orang yang serba bingung. Nggak punya duit, bingung, nggak bisa ngapa-ngapain. mau jajan nggak punya uang. mau piknik juga nggak bakal bisa bayar ongkos tiket masuk. hasilnya, cuman gigit jari doang. mentok-mentoknya, mencari hiburan di ruang belakang kantor ngobrol sambil nonton teve ri ruang makan.

nah, kalau punya duit, bingung juga mesti diapain. si anu pengen kesini, si anu pengen kesitu, si anu pengen makan ini, si anu pengen makan itu, si anu pengen konko disana, si anu pengen kongko disitu. hmmh. si anu hari ini nggak bisa, si anu lusa nggak bisa, si anu weekend nggak bisa. lalu, enaknya klapan mau mau ngapain dimana sambil makan apa?

ini nih yang bikin diskusi berkepanjangan: ribet dan repot. melelahkan. terlalu banyak perhitungan. maunya begini, maunya begitu. lama-lama, bisa-bisa nggak jadi kongko. dan duit ngendon aja di celengan. kebanyakan diskusi, bisa-bisa makanan keburu basi. ayo, enaknya kemana?

hallo, ada yang kangen kamu!

Comments Off

Tahu tidak, pagi ini aku memikirkanmu.

Coba tengok bagaimana matahari bersinar pagi ini. Sinarnya ramah menyapa bumi. Selamat pagi! Hari ini kelopak mataku sedang tak ingin melirik jarum jam yang tak bisa berhenti. Birunya selimut semakin menghangatkan tubuh yang masih ingin bergumul di atas busa empuk. Yucks … aku masih mengantuk. Aku tak lupa bagaimana kamu bercanda dengan pagimu yang sibuk. Mengesankan.

Coba lihat dahaga yang mengering. Remah pringles semalam seolah masih menempel di dinding tenggorokan. Dan legitnya apollo juga tersisa di dasar lidah. Uwh … aku rindu denga penganan Jogja. Lupis ketan dan tiwul gathot berlapis gula jawa merah membuat tenggorokan ini semakin gersang. Sekalipun aku mendapatkannya di jembatan penyebrangan benhil, tapi tetap saja rasanya tak sedahsyat lupis Jogja. Hmmm … pasti kamu tak pernah lupa dengan Jogja, kan? Semoga, Jakarta-mu masih menyisakan rindu untuk Jogja yang mengenalkanmu pada dunia.

Coba rasakan bagaimana hawa panas mulai menyerbu ruangan kecil ini. Gerah. Barangkali kucuran air dari keran kamar mandi akan sedikit melegakan tubuh yang bersetubuh dengan udara semalam. Tapi semalam kamu tak datang. kemana? oh ya, aku lupa, kamu capai. seabrek pekerjaan sudah menghajarmu sejak pagi buta.

Jika boleh memilih, saat ini aku hanya ingin terdiam dalam sepi. Dan jika boleh memilih lagi, aku ingin menunggumu.

item

Comments Off

saya punya teman baru. namanya ‘item’

sesungguhnya namanya bukan demikian, tapi sigit kurniawan. mustahil kan orang tuanya sengaja memberi nama ‘item’ dan berharap anak laki-lakinya akan tampak seperti besi tua yang legam. hehehehhe … tapi demikian adanya. kulitnya agak gelap, makanya saya suka memanggilnya dengan ‘item’. kalau malam, mustahil saya bisa membedakan antara pekatnya malam dan sigit kurniawan.

whuskejdikolakejsuilpoxnsdhjsutyi … si item ternyata mantan frater. *awwww …* katanya, jubahnya putihnya masih ia simpan untuk kenang-kenangan. wah, tapi kayaknya orang ini rada sakit jiwa, soalnya hawa-nya masih terobsesi sebagai pastur yang punya sejuta umat yang siap menantinya. *yacks …* kalau saya, mmm … kalau dia mengenakan jubah putihnya kembali, saya tetap saja akan memanggilnya dengan “pastur itemmmm …”

biar item, tapi energinya luar biasa. mmm *… uh, jangan porno dunks …*. semangat menulisnya luar biasa. nah, yang ini nih saya rada kalah sama dia. gw dah sedikit meredup nih. hihihihi.

jazz_oke (2:42:00 AM): kata sindhunata, mau nulis itu seperti tukang pembuat keramik di kasongan…pertama kasar, lama kelamaan alus dan layak jual…nah tulisanku masih kasar dan belepotan… begitu tulisnya merendah dalam chat room semalam. tapi au’ ah … walo libido menulisnya tinggi … tetap saja dia item. nggak bisa diputihin dikit, apa?

do it yourself!

Comments Off

saya senang dengan kegiatan ‘prakarya’.

masih ingat prakarya? yah, aktivitas ini bisasa saya, atau kita. lakoni saat kita kecil dulu. bikin kipas, bikin maket, bikin tas … waktu saya SD, saya seneng prakarya soalnya nggak harus ruwet mikirin matematika atau IPA. feel free banget gitu lowh kalo ada prakarya.

tapi kesenangan itu harus terhenti saat SMP. soalnya, ngelem, nggunting, nempel … sudah nggak ada lagi di tingkat ini. sampai kuliahpun, nggak ada to yang namanya mata kuliah prakarya. hehehehe … mestinya ada satu bidang studi spesifik yah, namanya prakaryaologi …

tapi sekarang saya keranjingan prakarya lagi nih. mmm, dua tahun lalu, saya beli maket DIY, yaitu do it yourself. maket itu adalah replika katedral st petrus, italia. saya juga beli DIY-nya beberapa helikopter dan pesawat. satu diantaranya sudah saya rangkai, dan saya pajang di atas sokasi di kamar kos. maket st petrus juga saya rangkai, dan juga saya pajang diatas sokasi yang lain di kamar kos.

bulan lalu, saat reportase ke pasar pagi lama mangga dua, saya menemukan beberapa DIY di sebuah gerai yang mengimpor barang-barang antik dari cina. tentu saja, saya memborong sejumlah DIY untuk saya otak-atik saat pengen iseng. mereka menjadi bulan-bulanan saya saat suntuk.

diatas CPU, ada 8 rumah-rumahan yang merupakan satu paket DIY. mungil banget, sehingga muat diletakkan diatas CPY yang gedenya cuman secuil. ada pemadam kebakaran, ada rumah tinggal, ada bioskop, ada rumah tinggal yang dilengkapi dengan snowman, ada showroom mobil, ada box telepon umum dan ada gedung sekolah, plus rumah dengan kincir anginnya. hmmmhmm … di cina ternyata ada kincir angin yah. uh …

saya gemar memandangi rumah-rumahan itu. juga katedral st petrus, juga helipokter. rasanya asik aja lihat sesuatu yang bisa dibongkar-pasang. pengennya sih mbongkar pasang kamar kos-kosan. tapi pasti dimarahin sama pak kos.