pemanasan

Comments Off

hari sudah beranjak gelap ketika aku harus bergegas pulang ke kos.

yah, masa yang dinanti sudah tiba. aku akan pulang ke rumah di Jogja, malam ini. dengan pak waldi, pak daud, mas anton, mas guido, mas salim dan anggota ‘rombongan’ lain, aku akan menjejakkan kaki di tanah kelahiranku, besok pagi.

gembira membuncah saat kudapati mereka semuanya. hmmh … dua bulan yah, aku nggak balik jogjaaa. wuiiii, kayak apa sekarang? aku rindu dengan bau tanahnya, dan juga aku rindu dengan makanannya!

ini adalah pemanasan. bulan depan, aku juga akan menciptakan rutinitas yang serupa: melelahkan, tetapi menyenangan. bak mencari harta karun yang terpendam, tentu saja segala rintangan dilalui dengan suka hati.

seperti biasa, aksi gusur menggusur pun terjadi. kupikir aku adalah makhluk paling beruntung segerbong, soalnya aku masih bisa menikmati kursi yang empuk saat teman-temanku mesti menggelar koran di bawah. lihat saja, mas anton, pak waldi, mas salim, mas sigit … semuanya menyiapkan bekal tidurnya di lorong gerbong saat aku memompa bantal anginku untuk menyangga leher di kursi gerbong.

tapi tiba-tiba … “maaf, ini kursi saya…” suara laki-laki setengah berteriak melawan deru kereta. hmmh … bak hero, pak waldi pun bergegas mencarikan secuil space buat ku. mau tak mau, aku mojok di ujung bordes d gerbong paling belakang. wuih … ini baru namanya petualangannn!!!

ketika kantuk menyergap, aku pun tak ragu untuk memejamkan mata, dan berharap pagi segera datang. uh, pantat ini sudah pedas. padahal bokong gue udah tebel! hahahaha …

klub wine

Comments Off

saya mengamati kartu yang ada di tangan saya.

disana tertera: Klub Wine, temporary Klub wine membership card. Vin+ wine & more, Jl. Kemang raya 45B Jakarta 12730 telp: 62 21 7179 2577 fax: 62 21 7179 2723. di balik kartu itu, tertulis nama saya: ms femi adi soempeno. mmm, sebuah hadiah kecil bagi diri sendiri. “untuk beberapa event khusus, anda nanti akan mendapat diskon spesial,” ujar si embak sambil menyodorkan kartu iitu.

saya juga mendapatkan sebotol kecil wine casiller del diablo, cabernet sauvignon 2003 chile. saya mendapatkan keduanya sesaat setelah saya mengisi formulir keanggotaan klub wine milik vin+, sebuah kedai wine terbesar dan komplit di indonesia. saya nggak pernah membayangkan bakal masuk ke sebuah toko yang isinya wine semuanya. tentu saja, disana ada pembuka botol wine, gelas, dan asesori lainnya.

seperti mengingkari diri sendiri, saya kok rasanya ogah dibilang maniak dengan alkohol. padahal, saya terbilang rajin minum-minuman yang dikategorikan ‘tidak sehat’ dan ‘tidak disarankan’ oleh para dokter, yaitu bir, wine, dan beberapa minuman ‘berenergi’ bikinan kedai maduma maupun tebet.

di beberapa formulir yang saya isi, saya menulis bahwa saya minum untuk kegiatan sosial. misalnya, saat ditraktir teman-teman, saat ada acara khusus di kantor, dan sejenisnya. tentu saja, saya nggak bisa menolak untuk kegiatan yang satu ini. tapi sesungguhnya diluar itu, saya cukup bergairah untuk menenggak beberapa persen alkohol, lho.

di vin+ saya memang mencatatkan diri saya untuk bergabung didalamnya. bukan hanya mencicipi wine, tetapi juga belajar yang bener a-b-c nya wine. pengen?

packing

Comments Off

malam ini mau ngapain?

saya mau mengepak semua barang yang nanti pada weekend saya bawa pulang ke jogja. saya sudah rindu dengan ayah. sudah lebih dari sebulan –hampir 2 bulan– ini saya nggak ketemu dengan beliau. sudah seperti apa ya bentuknya sekarang? sudah pasti, tambah gendut. dan pasti, tetap menjadi ayah yang menyenangkan. saya sudah nggak sabar untuk melihatnya.

saya juga akan emmberesi kamar saya yang sudah acakadut selama dua malam ini. kabel-kabel yang menjukur kemana-mana, saya harus mengikatnya dengan kawat hijau yang sudah saya beli di mangga dua beberapa waktu lalu. juga, saya ingin setrika baju. uh, baju-baju saya sudah menumpuk. bisa-bisa lemari nanti akan kosong dan saya bugil. hiiiyy … yang jelas, saya sudah mencuci baju. paling hanya 2-3 potong bbaju kotor yang mesti dicuci lagi.

saya juga akan mengepak semua barang yang semala ini saya simpan untuknya. untuknya? ya, saya akan mengepaknya, dan menempatkannya di tempat yang saya tidak bisa menjangkaunya lagi. saya sudah putus asa. menunggunya … rasanya kok lelah. tak ada kabar secuilpun. hmmh … tapi saya cukup bersyukur, saya bisa menghadapinya dengan cukup legowo. nggak ada air mata. hanya mencoba berpikir secara rasional saja. uwwh … resep yang mujarab! tentu saja, ini harus didukung dengan pekerjaan yang menumpuk yang bikin saya gila.

saya juga akan memberesi tumpukan koran dan majalah yang bikin kamar saya menjadi lebih sumpek. uh, dodol. kamar kok kayak gudang. ada setumpuk buku-koran-majalah, ada lemari yang isinya panci-kecap-gelas-indomi, juga ada softex-pantyliners-kaos kaki. <p saya nggak sabar pulang ke rumah, dan nggak sabar menanti weekend tiba!

hampa

Comments Off

pernah merasa hampa?

saya membuka inbox saya di yahoo. saya girang mendapati bahwa e-card yang saya kirim untuknya telah ia buka. setelah saya naik turunkan mouse saya, ternyata dalam urutan email yang belum saya baca, tak ada satu email pun yang dia kirim. hoaks … rasanya hampa. tiba-tiba saja suasana hati berubah menjadi lengang dan kosong.

saya kok merasa hampa.

jikalau

Comments Off

Jikalau elah datang waktu yang dinanti
Ku pasti bahagiakan dirimu seorang

Kuharap dikau sabar menunggu
( Kupasti akan datang untukmu)
Kuharap dikau sabar tuk menunggu ku
Berilah daku waktu ‘tuk wujudkan semua
Janji ini untukmu ku tak akan lupa

Untaian kata-kata yang kuucapkan untukmu
Tak seindah kata cinta yang dia berikan padamu
Namun kau selalu ada di hatiku