batal pulang jogja

Comments Off

malam itu, aku sudah niat mau balik jogja. sudah niat mau bayar diatas. sudah niat pake kaos baru dari mbak rini yang diiri-in sama mas anton dan mbak ria. uwh. sampe di tanah abang, ternyata gerbong yang mangkal di ujung stasiun, belum di tarik ke lintasan kereta nomer 3.

nah, mestinya itu kereta berangkat jam 8.40. tapi ternyata hingga jam 9, kereta juga belum ditarik ke arah penumpang yang kian menumpuk. baru setelah ada kereta jakarta-rangkasbitung, lokomotipnya dipinjam sebentar untuk menggeret gerbong kereta bengawan. tapi sesudah kereta tersedia di jalur 3, lokomotip itu pergi dan menarik kereta ke rangkasbitung kembali. tinggallah si gerbong bengawan tanpa lokomotif.

aku langsung nge-cim seat di paling belakang di gerbong paling belakang. deket bordes. tentu saja, tanpa tiket di tangan. aku langsung ngawu-awu, tidur. aku terjaga jam 10.30 karena kegerahan. rupanya kereta belum jalan juga. lalu aku tidur lagi, dan terjaga lagi jam 11.30. ada suara lokomotif. kupikir ini yang bakal menarik gerbong bengawan. ternyata enggak.

ya sudah. aku langsung mbanyaki. capek menunggu keberangkatan. kegerahan. akhirnya aku putuskan untuk kembali ke kantor. “paling apes berangkat jam 12 malam. paling apes lagi sampai di jogja jam 12 siang besok,” kata seorang teman. wadawwww … deadline tulisan jam 6 sore yang udah kujanjiin ke mas cis, rasanya bakal menguap sia-sia nih kalau begini caranya. sementara itu si petugas kereta api bolak-balik teriak “maaf, bagi penumpang bengawan, masih harus menunggu sebentar karena lokomotif sedang pengisian BBM di jatinegara.” dodol.

telpon sana-sini, ternyata masih ada orang di kantor. ya sudah. balik saja. “tanggung mbak, kereta sudah ditarik dari jatinegara,” kata petugas peron. tapi teman yang mengantarkan aku keluar untuk cari ojek, membisiki, “jangan dengerin fem, dari tadi dia ngomong begitu melulu!.” ya sudah. pulang dengan kesal, sumuk, mangkel dan penuh pisuhan.

“mbak, tiketnya dipotong 2000 nggak?” tanya penumpang mikrolet yang juga membatalkan perjalanannya ke klaten. karena sebenernya aku nggak beli tiket, ya aku pura-pura saja seolah beli tiket. “iya, dipotong 2000,” kataku sambil sedikit kegelian. oke oke … kalo sudah nggak bayar, mestinya ya nggak boleh protes to ya. “lagi ini saya tahu ada gerbong nggak ada lokomotif nya,” kata supir mikrolet sambil ketawa nggak brenti-brenti.

sabtu sore, setelah tulisan beres, aku beli tiket taksaka. kali ini aku beli yang first class! wah, ngawu-awu tenanan. semalam mau beli 40 ribu saja buat kereta bengawan rasane eman-eman, sekarang malah menguras 185 ribu! nggaya tenan! tapi ya sudah. tetap harus pulang jogja.

“bagi penumpang taksaka, kami mohon maaf ada sedikit keterlambatan, lokomotif masih dilansir di manggarai …” kata loudspeaker di gambir pada sabtu malam. sedianya yang berangkat jam 8.15, jadinya molor sampai jam 9 malam. masalahnya sama: lokomotif. asu tenan.

menghabiskan kenangan, dan sudah

Comments Off

saya sudah menguburnya dalam-dalam, jauh dalam benak dan memori saya.

dan kemarin, saya sudah membuang semua kemeja dan pakaiannya yang masih tertinggal di lemari saya, termasuk jumper hitam kesayangannya. rasanya lega.

13 agustus 2005

Comments Off

majalengka, jawa barat.

senja ada di sebelah kiriku. jauh, jauh di belakang sana. kilau keemasan, dengan semburat jingganya tampak indah. sementara, kotak sabun bermerek blue bird ini terus melaju dengan kencang dan gesit. jalannya tak ada yang lurus, sekelokan hidup yang kini tengah kujalani. bantingan setir ke kanan dan kekiri, membuat kantukku hilang.

rasanya aku seperti melintasi jalanan di jogja. di kanan kiri, rumah beratap rendah berbaris tak rapi dengan cat warna-warni. sesekali, kulihat pabrik genteng dari tanah liat di kawasan ini, Jatiwangi.

bocah berkerudung putih itu mengamati gerobak yang aku tumpangi. seolah tak pernah melihat angkutan ini sebelumnya. matanya tak lepas, seperti mataku yang juga tak lepas menatapnya. sementara itu, bocah laki-laki bertubuh legam tampak berkecipak di sungai kecil di daerah Banjaran. yang tampak dari kejauhan adalah giginya yang putih bersih, dengan celana cokelatnya yang warnanya hampir sama gelapnya dengan kulitnya.

terimakasih, sudah boleh melewati senja yang indah. senja di kota lain dalam perjalanan ke cirebon.

astaga. dia muncul lagi

Comments Off

apakah waktu berjalan?

jarum jam terus melajukan detiknya ke kanan, dan terus ke kanan. tak mau kompromi ia beritsirahat barang sedetik-dua detik, kecuali batere yang menjadi nyawa nya mati. dan ia terus terbang, secepat lesatan bintang jatuh. dua malam ini, saat alunan musik susan wong dan maliq d’essentials menggema di sudut rumah, saya kok teringat dengan sesuatu.

ingat apa? rasa apa? jangan ditanya. rasanya campur aduk saat mengingat itu semua. kesedihan itu menggelayut, berbaur bersama buncahan rasa rindu yang tiba-tiba menyergap. tadinya saya pikir setelah ia menghilang, hati saya akan pecah berantakan dan menyisakan serpihan kecil yang kelabu dan mengharu-biru. nyatanya sebaliknya. orang jawa bilang: legowo. tadinya saya pikir saya akan mengkandangkan satu paper bag berwarna hitam, komplit dengan beragam isi di dalamnya: topi, T-shirt, postcards, mails, DVD, books, b’day gift.

untunglah ia datang dengan pesan pendeknya, yang amat pendek:

hallo sayang aku sehat aja ngga kemana mana kok cuma lagi sibuk aja. mulai besok liburan musim panas sampai tanggal 17 agus aku ngga kemana mana di rumah aja cuma tanggal 16 mau main golf dulu . ok. dadah sayang i love u

dengan atau tanpanya, bukankah hidup saya tak berhenti?

sosoknya memang sempat menyadi pusat ketenangan dan kenyamanan, dan sedikit kebahagiaan. tapi tanpa dia disini, hidp terus berjalan: deadline, wawancara, jalan-jalan dan ngopi bersama Hendra, tidur seharian di kamar kosan, menulis, kongko dengan pak bun, belanja minuman dan ‘minuman’, nakal rame-rame dengan teman sekantor, bertemu dengan teman SMU. ada hidup selain dia.

tapi aku pun masih menantinya. (please deh, femi. menantinya???) inilah susahnya menjadi femi, senantiasa setia sembari berharap. mudah-mudahan dia tahu, ketulusan ini adalah bentuk cinta saya untuknya. bentuk cinta dan rasa kasih saya yang dalamm …

courtesy image: sxchng

gondongan

Comments Off

pernah nggak lehermu bengkak? itu pembengkakan kelenjar, atau di jawa istilahnya dikenal sebagai ‘gondongan’. konon, mitos yang beredar di lingkunganku mengatakan, penyakit ini bisa sembuh kalau si penderita mengalungi buah pace.

kebetulan, 2 hari ini aku mengidap penyakit itu. sialan. ini penyakit menular dan setiap orang pasti akan terkena penyakit ini sekali seumur hidup. kalo udah pernah kena, maka dengan sendirfinya akan membentuk antibodi. next time, nggak akan kena lagi dah.

awalnya, teman kosku sakit gondongan ini. karena aku merasa dekat dengan dia, maka setiap aku pulang, aku menengok ke kamarnya. aku nggak takut ketularan. buatku, kalo memang jatahnya sakit ya sakit aja. aku nggak terlalu repot mikirin ketularan ini-itu. lhah, beneran. sekarang aku sakit gondongan. leherku bengkak, kanan-kiri, jadi wajahku terlihat menggendut dan bulat. ugh!

saat pulang ke kos semalam, temanku yang menulari aku itu malahan ketawa ngakak saat dia tahu aku kena gondongan. sialan. dia ngetawain aku yang gondongan. sialan.

pagi tadi aku ke carolus. tapi aku kaget setengah mati, poli umum tutup pada hari minggu. dodol.

jangan sakit-sakitan kayak femi.