jeritan lokomotif

Comments Off

bukan main terperanjatnya saya saat mendengar lokomotif itu menjerit. entah, tiba-tiba dada ini berdesir.

seperti ada kupu-kupu yang menggesek bulu mata dengan sangat cepat. membuat mata ini berkedip dan mengatup dengan cepat. gatal. risih. perih. meninggalkan keterkejutan akibat ditingkahi si kupu-kupu nakal. atau, seperti kapur yang diguratkan pada papan tulis, dengan pasir yang membuatnya berdecit dan berderit. ngilu tertinggal di telinga. membikin tengkuk bergidik. cepat-cepat, ingin menutup kuping.

sama dengan bunyi lokomotif yang menjerit, pagi tadi. jeritan lokomotif itu seperti mengiringi ayunan langkah kaki saya. meninggalkan stasiun. mengambil titipan kendaraan. dan pulang. tapi jeritan lokomotif yang menjadi backsound kala rasa atis menggigit kulit itu tetap saja membuat saya sedih. seperti ada banner yang buru-buru melintas di benak saya: “fem, kowe bali ki ngulihi sopo?” (fem, kamu pulang itu mem-pulang-i siapa?)

saya tahu, tidak ada seorangpun di rumah. tetapi saya tetap menyapa, “hello dad?” seperti yang biasa saya lakukan. saya menjumpainya di meja, bersama dengan mawar merah dan putih yang mengering diatas cobek batu. bersamanya, terdapat lilin merah yang meleleh dengan sempurna dan buku berjudul ‘To A Very Special Dad’.

setiap kepulangan saya adalah spesial. bukan hanya badan ini yang sudah ‘terlatih’ untuk berkereta setiap jumat malam tiba, tetapi di setiap senin hingga jumat ada tabungan rindu yang harus saya pecah di ujung minggu.

saya jadi ingat obrolan dengan kawan lama, beberapa hari yang lalu.

+ kamu pintar sekali, fem …
- pintar apaan?
+ pintar menyembunyikan sesuatu …
- sesuatu apaan? nggak ada rahasia apapun kok.
+ hati kamu …
- hatiku? memangnya ada masalah dengan hatiku?
+ seua orang pasti menyangka kamu sudah bisa menerima keadaan ini, sepeninggal ayahmu … tapi, sebenernya belum kan?
- menmagnya ada yang salah dengan itu?
+ oooh … enggak, enggak salah.
- lalu kenapa kamu masih mengungkitnya?
+ karena aku membaca semua tulisanmu di blog. mana keceriaan femi yang biasanya mengobral cerita apapun? dari sepatu merah sampai kemarahan kamu dengan pintu yang tak pernah ditutup?
- …

dan bulir itu pun menetes.

tetesan dari sudut mata itu seperti desiran yang pagi tadi saya rasakan. saat sepasang kaki yang dibalut sepatu warna merah ini mengayun. melewati penjual salak, bakpia, nasi bungkus dan pedagang rokok. kereta masih berjaga di lintasa nomor dua, menunggu peluit yang ditiup oleh PPKA untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun berikutnya.

saya mendengar lokomotif itu menjerit. langkah saya tak bergegas. saya tahu ayah tidak lagi di rumah dan menyambut saya dengan nasi hangat dan lantai rumah yang licin.

kompartemen-lag

Comments Off

hendra, karib saya, sakit. mulutnya ngoceh nggak karuan. badannya berkeringat dingin. otaknya saling slip antara item satu dengan item lainnya. lagaknya sih masih sama, pecicilan dan biyayakan. sepertinya dia mengalami kompartemen-lag. alias, agak stress setelah pindah kompartemen.

menjemput senja

Comments Off

terima kasih ya. senja yang kamu bagikan sangat indah. salah satu senja yang kamu bingkai, sudah saya letakkan di desktop saya.

mengingatkan saya pada selembar senja yang indah. mm, bukan, bukan. sepiring senja yang nikmat. eh, bukan! sekeranjang senja yang bundar. ah, bukan juga. senja. iya, senja saja. senja yang membagi rona merah jambu. senja yang membuat celoteh ini tak bisa menghentikan keriangannya. senja yang menggesek nostalgia.

senja yang … senja yang kamu bagikan pada saya.

courtesy image: reuters

nadine yang malang

Comments Off

seorang teman mengirimkan website pemilihan miss universe. nadine chandrawinata ada di dalamnya.

tahun lalu, langkah valerina novita daniel dari metro tv dan rahma alia dari antv terhadang oleh nadine chandrawinata. valerina melangkah ke ajang miss asean, sedangkan rahma menjadi putri pariwisata 2005. selebihnya, nadine, meneruskan langkahnya menuju miss universe.

nadine yang kelahiran jerman tahun 1984 ini berhasil menyisihkan 33 peserta putri indonesia. bahkan, ia menyisihkan valerina yang terbilang cantik dan pintar dengan jawaban yang logis dan runut. sebaliknya, nadine justru terlihat gugup dan supergrogi.

tetapi rupanya cantik saja belum cukup. kelahiran luar negeri saja juga belum cukup. tengok saja website itu. jelas mengumbar sosok nadine yang tak bisa menyusun kalimat dalam bahasa inggris sesuai dengan grammar yang semestinya. bahkan, menyebut ‘his’ atau ‘her’ saja meski berpikir dulu.

gitu jadi putri indonesia ya. cacat.

hitam putih

Comments Off

+ aku nggak bisa mengitung, tapi aku memperhatikan
- menghitung apa, memperhatikan apa?
+ itu fem … baju yang kamu pakai!
- ada masalah?
+ kamu selalu begitu. enggak. maksutnya, baju yang kamu pakai! nggak ada warna lain apa selain hitam dan putih?
- nggak ada. semuanya sudah kugudangkan.

percakapan itu kemudian saya alihkan pada mobil yang kini tengah diincarnya. dia bukan orang pertama yang menuding pakaian yang saya kenakan berwarna putih dan hitam saja. dia orang ke … dua belas! iya, sudah 12 orang yang (ternyata) memperhatikan apa yang saya kenakan. kaos atau kemeja, hitam atau putih. selebihnya, tak ada.

tak ada yang mengesan dari kedua warna itu bagi saya. tentu saja, saya tak mengalihkan pilihan saya pada warna merah sebagai satu-satunya warna kesukaan saya. hitam dan putih? itu warna nomor kesekian dan kesekian.

hitam adalah suram. rasa sedih. bulir hangat. isak tangis. potret yang ditutup. kubur. lamunan. permenungan. sedangkan putih adalah dekapan hangat. hiburan. pengharapan. rasa kasih.

sudah empat puluh hari saya mengenakan ini, kaos dan kemeja hitam dan putih. kalau sudah teteg, saya akan kembali mengenakan kaos dan kemeja warna pink, merah, hijau, marun, ungu, kuning …

semoga tidak ada orang ketigabelas yang menudingkan telunjuknya dan bilang. “hitam lagiiii …”