selalu saja mules

Comments Off

perut saya sangat sensitif.

seperti semalam, saat saya menunggu esti,  kakak saya, muncul dari pintu kedatangan. perut saya mules. mual. ini adalah penanda kecil stress. uwh. mbakyu datang kok ya stress.

saya tak bisa membayangkan bagaimana bentuknya. bagaimana ukurannya. bagaimana bawelnya. sudah hampir dua tahun kami tak berjumpa. kangen. rimdu. telepon dan ruang maya menjadi ruang celotehan kami. selebihnya, kami menyimpan kerinduan untuk bertemu pada tahun 2009. lha, datang 2008, rimdu dua tahun ini juga sudah menggunung.

jadi saya berlarian ke toilet.

berjumpa dengan esti tahun ini adalah kecelakaan kecil. harusnya masih tahun depan. tahu, apa yang dia bilang? “sama-sama habis banyak, daripada aku liburan ke yerusalem, lebih baik aku ketemu kamu dan menengok bapak ibu …” uwh. ini juga yang saban mengingatnya saya menjadi mual.

menghitung bintang

Comments Off

saya menghitung bintang.

dalam perjalanan dari jogja ke bali. satu, dua, tiga … banyak! sungguh, saya menikmati perjalanan dengan beratap bintang. kelamnya membasuh jiwa. adem. dinginnya malam juga tak merobek asa. iya. saya tahu, perjalanan ini sangat mengesankan buat saya.

perjalanan malam memang lebih indah daripada perjalanan siang. perahu yang membawa saya di hamburg pada siang hari, masih kalah cantik dibandingkan pemandangan semalam dari ketapang ke gilimanuk. bintang. bintang. awan gelap. awan hitam. bintang. bintang.

saya jadi tak ingin merapat ke gilimanuk. sudah, disini saja. terombang-ambing oleh laut yang mengombak kecil. terima kasih untuk tidak menjadi ganas. goyangan kapal ini membikin saya akan datang kembali. besok.

satu … dua … tiga …

seandainya ada seseorang yang menghangatkan saya semalam.

kunto, si kompor mleduk

Comments Off

saya selalu belajar dari kunto untuk menjadi kompor mleduk.

menularkan semangat, keinginan dan secuil cita-cita, bukankah hal yang tak buruk? dan, saya tahu, saya barusaja melakukannya. pada laki-laki tinggi, tegap, botak, dan sangat narsis.

ayo, mulailah menulis. ada komputer. ada waktu. ada tenaga. ada cita-cita. ayo, menulis. saya ada di sini. bukan, bukan untuk memandu dia dari depan dan menuntun jalannya. saya hanya ingin menabok bokongnya dan memecutnya sembari bilang, “ayo, terus menulis. jangan patah semangat!”

saya sendiri paling ahli mengompori diri sendiri untuk menulis. menulis dan tetap menulis. sudah saatnya memecut orang lain untuk mulai menulis.

saya tunggu ya!