kurang regang
Jun 04
friends from heaven, isu indonesia, pal224 kos-kosan, pal224, palmerah, palmerah224, rumah sewa, teman 3 Comments
takdir membawa saya berjejalin dengan orang-orang batak.
sejak menghuni palmerah 224, tak lagi bisa dihitung berapa banyaknya orang-orang batak dan jawa yang membikin relasi batak-jawa ini mau tak mau harus menggelak bersama. utuh. tak tercuil. pun di kubikel kantor. jumlah orang-orang bersuku batak ini menggemuk.
perih tak bisa dihindarkan saat kami bertukar tutur. bertukar aksen. kami selalu terbahak kegelian.
seperti semalam, saat saya bilang, “mauliate … ” sontak, mereka terdiam. “aduh femi, bukan begitu bilang ‘mauliate’ … ” ujar rebecca. lalu bagaimana? “mauliate! e-nya kamu ini kurang regang, eeeeee …” katanya. lalu rebecca menuding saya yang keliru menirukan aksen dari ruth yang notabene orang batak-rantau yang lama tinggal di jawa.
lalu, bagaimana mengatakan ’sama-sama’? katanya, tidak ada. lhah, bagaimana ini?
“bilang saja, ‘olo-olo’ …” ujar rebecca. wah, antik sekali kosakatanya. asing bagi telinga saya.
dan, melafalkan ‘o’ pun saya masih kurang regang.
olala … butet, butet!
RSS