Aug 07
Femi Adicerita cinta, renanda jepang, renanda, tokiko onose

ya, i love you, renanda
jauh sebelum cecelia ahern menulis novel ps: i love you, saya sudah membubuhkan kalimat itu dalam setiap kartu pos yang saya kirimkan untuk laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah itu. iya, ps: i love you.
bubuhan ini memang bermakna dalam. sangat dalam. tahu kenapa? karena saya sangat mencintainya.
ah, cinta memang mampu menggerakkan pena dan menarikan jemari diatas papan kunci. cinta adalah energi.
tapi kartu pos itu kini kosong. ruang cinta itu tak lagi menggerojogkan kata ps: i love you. hanya saya tumpuk, tanpa tinta.
Aug 07
femi adi soempenotokoh hai, ilustrator, pop art, seni, seniman, wedha
pras, teman dari jogja, mengingatkan saya pada sebuah ilustrasi unik di majalah hai. saat kami ABG dulu, ilustrasi itu ada di halaman depan majalah hai. entah, sampai saat ini masih ada atau tidak. sebuah mozaik cantik. yang ada di kepala saya sejak dulu adalah, ” wah, ini bisa dibikin jendela kaca, menarik pastinya!”
pras menunjukkan namanya. yaitu wedha abdul rasyid. pendeknya, wedha. hasil lukisannya mirip andy warholl. tetapi, ini bukan andy, melainkan wedha, yang mengusung kekhasannya sendiri. ia menamai dirinya sendiri sebagai wedha’s pop art.
yang dilukis adalah wajah orang-orang. sangat manusiawi, dengan warna kental dan coretan yang tegas. hasilnya, sebuah cita rasa baru akan sebuah seni. awalnya adalah menggambar wajah orang yang ia sebut sebagai Foto Marak Berkotak. berevolusi lagi, ia mengubah coretannya. dan mengubah terus, hingga ia menemukan wedha’s pop art. tentu, ini bukan hasil kemarin sore. tapi perjalanan panjang dan pencarian selama bertahun-tahun.
tak kurang dari 40 lukisan sedang dibuatnya kini dengan cat akrilic diatas kanvas. nantinya ia akan memamerkannya di bentara budaya jakarta. mari kita tunggu saja.