tidak ada cekungan lagi

Comments Off

Masalahnya adalah cekungan yang muncul saban pagi di kasur busa.

Akibatnya, di bagian kaki dan pinggiran kasur busa, sedikit terangkat ke atas lantaran tertarik oleh cekungan yang mencubit gravitasi kasur busa. Akhirnya saya harus sedikit mengeluarkan tenaga agar bisa beranjak dan memulai aktivitas. Tentu saja, kalau sudah begini, muncul kejengkelan yang menumpuk saban pagi. Membikin ujung bibir ini tidak lagi tertarik ke atas.

Awalnya adalah kasur dan dipan besi yang disingkirkan kakak saya ke rumah mbahti (simbah putri). Sebagai gantinya, dipan kayu dan kasur busa yang panas.  Tidur semalam saja, tak masalah jika cekungan itu muncul. Malah, cekungan itu tak muncul saat kyle tinggal di rumah. Cekungan itu hanya ada pada kasur busa saya.

Tapi belakangan saya tinggal untuk lebih dari seminggu. Hasilnya, ya itu tadi. Harus krengkangan untuk bangun menyambut pagi.
 
Mengadu pada kakak saya, esti, akhirnya ia menyetujui agar saya membeli kasur baru. dan pilihan saya jatuh pada kasur pegas. Karena sebuah kasur pegas harus ditukar dengan beberapa lembar ratusan ribu, maka saya memilih untuk nglarik. Dan saya menemukan kasur pegas dengan merek dan ukuran yang sama berlabel harga berbeda. Selisihnya bahkan mencapai ratusan ribu. Wah.

Saya memutuskan untuk membeli kasur pegas Elite dengan ukuran 100 x 200 cm dengan harga Rp 720 ribu. Di gerai lain, seperti Liman, dengan ukuran yang sama dan merek yang sama, harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta dengan diskon 30%, jadinya Rp 1,05 juta. 

Dan semalam saya tidur dengan begitu pulasnya, dan bangun tanpa cekungan lagi. Barangkali, seperti promosinya, hanya Elite yang menggunakan pegas paling banyak. *halah*

kursi malas dan bantal batik, perpaduan yang sempurna

1 Comment

Saya pikir, saya lekas sembuh bukan karena imunos maupun dexaflox dan theragran-m yang diberikan dokter sidharto, tapi karena kenyamanan kursi malas di rumah.

Sungguh, kursi malas itu enggan membuat saya beranjak. Kursi itu terbikin dari pentil berwarna biru. bagian kakinya bisa ditarik memanjang sehingga kaki bisa selonjor dengan nyamannya. Sementara itu bagian punggung kursi bisa disetel hingga landai. Ditambah, ada dua bantal batik yang menyangga punggung agar lebih nyaman, Jadinya, bisa bermalas-malasan dengan sempurna.

Enaknya.

Kursi itu dipesan ayah secara khusus untuk ibu, delapan tahun silam. Ketidakberdayaan ibu untuk merebah di kasur, membikin ayah memesan kursi model jadoel itu. toh, ibu tetap tidak bisa menggunakannya dengan baik. Pentil yang menjadi penopang kursi justru membikin ibu kesulitan untuk mengangkat tubuhnya. Hasilnya, ya si bungsu ini yang pancikan demi menggeret tubuh ibu ke atas.

Dan kini giliran saya yang menggunakannya. Membikin badan ini menyembuh lebih cepat. Bukan karena obat, tapi karena kursi malas ini.

Terima kasih.