jatuh cinta pada madura

Comments Off

Adhok Art & Antique
Jl. Ring Road Utara 14 B
Mancasan Kidul, Condong Caturm Depok, Sleman
Yogyakarta
Ph: 0274-4333914, 0812-2702-2121

 

Tak kurangnya saya bersyukur karena abang mengajak saya untuk menyambangi gerai antik Adhok di Jogja.

Dari situ saya mengenal barang-barang antik dengan segala kejujurannya. Tidak ada barang yang saya tunjuk dalam keadaan yang sudah kinyis-kinyis alias langsung siap angkut saat itu juga. Tidak. Saya masih melihat bentuk aslinya. Yang berlubang. Yang tanpa engsel. Yang warna kayunya memudar. Yang pegangannya sudah berkarat.

Dan begitu saya pilih dan saya bayar, dalam hitungan 2 x 24 jam, datang dalam kondisi yang bagus dan tetap terlihat lawas. Gerobok, kursi panjang dan cermin. “Kalau bosan, boleh ditukar kembali,” kata Adhok. Weleh.

Saban saya menyambangi workshopnya, selalu saja ada barang yang menarik untuk dibawa pulang. Harganya pun sangat masuk akal. Selisihnya bisa hampir dua kali lipatnya dengan yang dijual di gerai besar di Jogja. Misalnya, cermin di Adhok harganya Rp 300 ribu, di gerai besar lain bisa mencapai dua kali lipat lebih mahal.

Dan saya bertandang lagi ke workshop Adhok kemarin. Dan ujung-ujungnya, saya membawa pulang dua peti, kapstok, dan kursi single. Bonusnya: wadah kinangan dan wadah gelas di meja. Sudah lama saya jatuh cinta dengan peti itu, berukuran sedang untuk saya letakkan di sisi tempat tidur. Di dalamnya, bisa untuk menyembunyikan kenangan yang sudah lama tersapu waktu. *wah, dalem banget* Kayu jati, dan engselnya masih utuh. “Ambil dua peti itu, dan garap sekarang ya,” kata Adhok. Hari ini, barang akan terkirim sempurna. Waduh. Hanya 1 x 24 jam saja!

Terima kasih. Adhok membuat rumah saya menjadi lebih ringkas, dan nyaman tentunya.

mashed potatoes, calon perkedel kentang

2 Comments

Terbayang di pelupuk mata saya, seporsi mashed potatoes lembut dengan daging babi yang saya cecap di koln, jerman. Aih.

Saya selalu menebak-nebak ramuan yang membikin mashed potatoes ini terasa yummy. Ada rasa bawang yang samar-samar. Juga ada rasa asin dari garam dan merica yang menyeruak pelan. Capek menebak, saya pun googling. Nyatanya saya menemukan seribu satu racikan yang membikin mashed potatoes terasa menendang dengan lembut di lidah dan kerongkongan.

Dan hari ini saya membuat mashed potatoes dengan bumbu a la femi. Yaps, seadanya saja, asal tetap lembut dan nikmat. Usai merebus kentang dengan kaldu sapi, saya menyisihkannya untuk saya gerus dengan mesin penggerus kentang secara manual. Bukan, bukan ditumbuk, tetapi diperas. Humh. Bagaimana menjelaskan alatnya ya. yang jelas, saya mengangkut alat penggerus kentang itu dari ace hardware.

Agar kentangnya berasa nendang, saya memanaskan margarin di wajan antilengket. Usai lumer, saya membubuhinya dengan bawang putih yang saya rajang dengan halus, blackpepper, whitepepper, garam dan susu beruang. Sesudah berkolaborasi semuanya, saya mengangkatnya dan memasukkannya dalam kentang yang sudah tergerus dengan sempurna. Saya mengaduknya, dan yummy!

Pagi tadi saya memasangkan mashed potatoes dengan tumis ampela-sosis-pakcoy-gambas-wortel. Sementara siang ini saya menjodohkannya dengan daging sapi kecap.

Ada yang mau mashed potatoes bikinan saya?

Saya amat-amati, mashed potatoes ini kalau dicelupkan dalam telur kocok kemudian digoreng, kok mirip perkedel kentang. Tapi enggak ah. Saya suka mashed potatoes ini. begini saja. barangkali bisa disebut sebagai calon perkedel kentang. Bagaimana?