saya sudah membungkus 2008

Comments Off

sebentar lagi, 2008 habis.

saya sudah menyiapkan kalender untuk saya pasang nanti malam, mengganti kalender desember 2008 dengan kalender 2009. penanggalan yang penuh harapan baik. kini saya bersiap untuk berkemas, membungkus 2008.

yah, saya harus mensyukuri tahun ini. ada begitu banyak keriangan muncul di tahun ini.

perjumpaan dengan tokiko onose di awal tahun. lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah yang sudah saya nantikan sejak empat tahun silam. dan padang telah mengantarkan kami pada perjumpaan kecil itu. perjumpaan cinta. juga kejutan yang tak terduga yang saya temukan dalam perjalanan pulang dari padang ke jakarta. ya, saya belajar tentang kejujuran.

dan buru-buru, saya harus menggudangkan hati saya untuknya. membalutnya dengan spons hangat dan meletakkannya dalam kotak kayu yang kokoh. yah, saya tak ingin hati ini merapuh. meski saya tahu saya tak bisa menggariskan senyum lagi bersamanya.

beberapa momen membuat saya mak nyess. mengingatnya. merindukannya. saya tahu persis, saya tak akan pernah bisa meminggirkannya dari hati maupun pikiran saya. ya, ya, ya. saya semakin yakin, saya sungguh menyayanginya.

saya juga belajar tentang persahabatan.

kalau ada ujaran bahwa “temen nggak usah milih-milih”, kini saya harus bilang pada saya sendiri, bahwa “kalau mau temenan, ya harus milih”. saya harus berterima kasih pada kyle, shanti, ina, yoyo, dan danto yang sudah mengajarkan saya pada pemaknaan ini. saya menjadi semakin yakin, perkenalan yang singkat dan pengotomatisan menjadi teman, nyatanya meninggalkan rekam jejak yang buruk.

dan ini membuat saya menyadari bahwa rekatnya persaudaraan dengan teman-teman di atmajaya semakin menempa relasi kami. lebih kokoh. lebih kuat. saya semakin yakin menyebut aan-bram-soe-paimun-bimo-yani-arun sebagai “keluarga”. pun indah, prast, dan munggur.

keriangan dengan sejumlah kerabat juga Dia berikan pada saya melalui teman-teman yang saya temukan di tengah perjalanan singkat ke jogja, bali maupun bandung, karaoke dan permainan ke dufan dengan teman-teman di rumah palmerah, perbincangan di rumah maya.

meski ayah dan ibu tak lagi menemani saya secara fisik di sini, saya harus semakin mensyukuri bahwa ada begitu banyak teman yang mengelilingi saya. terima kasih.

dan banyak hal baru juga datang tahun ini.

saya jatuh cinta pada perkakas dari madura. kayu-kayu jati besar nan kokoh yang membuat saya merasa nyaman untuk duduk. saya harus berterima kasih pada abang yang mengantarkan saya pada gerai adhok di jogja. selebihnya, saya juga mulai betah untuk tinggal lebih lama di rumah, dan memasak. bahkan, saya sudah semakin melengkapi dapur saya dengan perabotan yang memudahkan acara memasak saya menjadi lebih menyenangkan.

saya juga harus berterima kasih pada keluarga joko dan yani, yang sudah membikinkan lemari buku untuk saya. agenda menggudangkan buku dan menyimpan koleksi buku kini menjadi lebih teratur. saya jadi semakin betah di rumah. rancangan joko ini juga yang menjadi kejutan saya untuk esti.

tapi, saya tak bisa meminggirkan rasa mbok-mboken saya pada ayah dan ibu. umur segini, masih juga menangis saat menyambangi rumah mereka, meletakkan dua buket bunga dan mendaraskan doa buat mereka. dan butiran bening terus menitik dari sudut mata. yah.

harusnya mereka melihat bagaimana saya melewati tahun 2008 ini. menulis sejumlah karya. melewatkan fase demi fase acara-menggali-ilmu. tapi saya tetap harus mensyukurinya, ada bb yang memudahkan saya berjejalin dengan esti, real time! membuncahkan gembira dengannya. deg-degan menanti jawaban. dan juga memamerkan karya.

saya juga mulai berjejalin kembali dengan teman lama yang sudah meremukkan senyum dan gairah bekerja saya di pabrik kata-kata ini. tak mudah memaafkan. yah, tapi saya tahu persis, saya harus mencobanya.

terimakasih untuk Si Pemilik Hidup, yang membuat saya melewatkan 2008 ini dengan beragam warna. terima kasih.

makan siang di rumah samuel

Comments Off

undangan itu datang tiba-tiba.

“besok siang lunch di rumahku ya! hanya dengan keluarga dan kerabat saja kok!” begitu pesan pendek yang ditulis samuel buat saya. wah, pasti menyenangkan.

saya datang dengan bingkisan kecil di tangan. yaitu, brownies yang saya bikin sendiri beli dari bakery dalam perjalanan ke rumah samuel.semoga cukup. untuk dessert, atau juga untuk cemilan di lain waktu.

tarrrratatatattaaaaa … sungguh, makan siang yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya!

sungguh, ini adalah keajaiban natal saya yang lain yang harus saya syukuri tahun ini. makan siang bersama keluarga besar yang sungguh besar. anak, menantu, cucu. saya, datang sebagai ‘temannya samuel’. *owh, sam, so thanks!*

christmas lunch dengan keluarga samuel

christmas lunch dengan keluarga samuel

saya sudah mengenal keluarga ini, meski tak sangat dekat. tapi, perbincangan kami selalu hangat, baik dengan orang tua samuel maupun kakak-kakak samuel.

dan saya makan siang dengan babi kecap, sayuran, dan juga wedang secang. meja besar ini sarat dengan piring-piring besar dan makanan yang sungguh bergizi secara energi, maupun rohani. :) kami duduk mengitari meja di ruang tengah. kami semua bergembira.

dan acara tukar kado pun berlangsung. ya, semuanya saling berbagi kado. berbagi kegembiraan. berbagi keceriaan. saya mendapat kado juga dari samuel.

terima kasih. bukan hanya untuk makan siang, tapi juga kehangatan keluarga ini.

nostalgia SMP

Comments Off

saya heran, bisa menemukan teman seperti pury. daya tahan pertemanannya luar biasa.

kami berkenalan saat duduk di bangku SMP. saat itu ada classmeeting antara SMP tarakanita V jakarta dan SMP stella duce 1 jogja. seperti biasa, kami menggelar lomba basket.

dan kami berkenalan. sama-sama lahir di bulan april. sama-sama berbintang aries. sama-sama keras kepala. dan kami sadar betul kini kami juga sama-sama berstatus absofuckinglutely single!

sejak itu bersurat-suratan. berbagi cerita hingga masa SMP usai. dan massa SMA juga terlewati. bahkan, masa kuliah pun kami lampaui. dan kini kami bekerja.

empat belas tahun.

dan kami terus berteman dengan cara yang sangat konvensional: bersurat. suratnya pun masih diantar pak pos. kami masih membubuhkan perangko, dan menulisnya dengan tangan sendiri. tanpa mesin ketik, juga kecanggihan komputer.

dan pury menghabiskan beberapa jam di jogja, dalam perjalanan dari solo menuju kutoarjo. kami menghabiskan sebentar waktu dengan makan es krim, dan berbelanja. kemudian, berbelanja lagi. :)

di jakarta, belum tentu kami bisa membikin temu janji. padahal satu kota. tapi, nyatanya hal ini tak selalu bisa. terima kasih mau sebentar mampir di jogja.

pertemuan dadakan di angkringan

Comments Off

reuni kecil yang tak bakal saya lupakan!

reuni kecil yang tak bakal saya lupakan!

keriangan muncul saat tenny memberitahu akan datang ke jogja, liburan natal ini.

urusannya sudah jelas, pekerjaan. hanya saja, berniat untuk menyempatkan diri mampir sejenak untuk mengenang masa berseragam kotak-kotak, sepuluh tahun silam. *shoot, ini sungguh mengingatkan saya bahwa waktu menggelinding begitu cepatnya!*

maka jadilah kami menghabiskan setengah hari di angkringan lik man di belakang stasiun tugu. berdua dengan tenny saja sudah begitu riuhnya. sembari menunggu lik man merampungkan menata angkringannya, kami sudah mengoceh. maklum, sudah ada peyek dan gorengan anget yang memberi tenaga untuk terus ngrasani si anu, si anu, si anu, juga membicarakan masa muda yang menggejolak.

tini dan ita kemudian bergabung. bertukar cerita. bertukar gelak. letih ngakak-ngikik tak karuan, kami akhirnya mulai membicarakan hal serius. tentang kehidupan. *duh, berat amat topiknya*

tak hanya itu saja. kami juga saling berbisik tentang rahasia hidup kami kemarin, dan rencana esok hari. yah, nyatanya 10 tahun berlalu dengan 1001 satu cerita yang tak bakal tuntas dimuntahkan dalam waktu yang pendek di angkringan likman ini.

kami pun memindahkan tongkrongan ke rumah saya. masih ngobrol serius, tentang apa yang kami lewatkan selama sepuluh tahun kemarin. sesekali, muncul cerita yang menegangkan, tapi juga hal-hal lutju bahkan wagu.

terima kasih. natal kali ini membawa keriangan buat saya. setidaknya, mempelajari kehidupan dari pengalaman kalian.

ngerondo, eh, ngeronde dengan kang kb

1 Comment

saya ingin menuduh, bahwa ngeronde akan dipelesetkan jadi ngerondo oleh kang kb. sumpah! mulutnya sering mengeluarkan bunyi-bunyian yang lucu. jadi, semoga tak keliru bila saya menuduhkan hal itu. *oops, sori tenan kang!*

sore itu, saya merasa seperti salah kostum. saya mengenakan pakaian yang sangat kasual. celana 7/8 buntung hitam, dengan kaos hitam. sepatu sandal hitam, dan tas mungil jeans. sementara, kang kb datang dengan kemeja garis hitam panjang, tanpa ditekuk! kemeja ini dimasukkan, rapi jali, di dalam celana jeans panjangnya. kemudian mengenakan sepatu.

ini adalah peringatan buat saya, dalam pertemuan berikutnya, kami harus bikin janji berpakaian.

setelah menarik napas barang sepuluh menit, kami membelokkan menu untuk cacing di perut kami. yang tadinya berencana menyantap slilite mbok sabar, jadi makan iga bakar di cowmad. frasa ’slilite mbok sabar’ selalu menggelitik indera dengar saya. dan selalu menyisakan buncah gembira. terdengar nggilani, ning kok sajak enak.

dan kami berbagi cerita. dari acara mengupload berita dalam keseharian saya, hingga impian kang kb untuk memiliki saham apple. weleh. kok elok men.

dan kami berpindah posisi. whoops. bukan saru, lo. sungguh. kami hanya memindahkan tongkrongan (pintong) ke alun-alun kecil. kali ini, ngeronde. acara ngeronde ini sempat bubar lantaran gerimis sempat menggertak kami. tak urung, kami beranjak, namun harus kembali duduk lantaran itu gerimis itu hanya godaan Si Pembuat Hujan saja. jadi, total jenderal, kami menghabiskan empat porsi ronde buat berdua! *marai lemu!*

ah, kang. terimakasih untuk pertemuan di ujung tahun ini. berbagi mimpi. berbagi cerita. berbagi harap. terima kasih juga untuk celupan teh nya, dan cokelat ghirardeli nya. :)