on the way to be “30″
Saturday 4 April 2009 - Filed under cerita bumijo + friends from heaven
kini saya bergerak menuju usia 30.
perasaan saya sama persis saat saya berusia 19 tahun, dan merasa sebentar lagi akan mengancik usia 20. gosh. saya hampir melewati satu dekade.

Tumpeng dari keluarga mas offy. So thanks!
usia 20, saat saya kehilangan ibu. usia 21, saat saya harus berjibaku menyusun portofolio untuk curriculum vitae saya. usia 22, saat saya mencoba pacaran, selingkuh, bekerja dan kuliah dalam waktu yang bersamaan. usia 23, saat saya mulai bekerja di pabrik kata-kata. usia 24, saat saya merasakan jatuh cinta dengan begitu banyak laki-laki di waktu yang bersamaan (oops!) dan lolos untuk menjadi pekerja tetap di pabrik ini. selebihnya, esti harus berangkat ke chicago dan saya harus mulai berkendara ke jogja saban minggu untuk menjenguk ayah. usia 25, saya mulai bersahabat dan berjejalin dengan abang, tetap menghormatinya sebagai atasan sekaligus membuatnya sebagai teman yang menyenangkan. usia 26, saya kehilangan ayah. usia 27, saya belajar di jerman dan mulai mempertebal portofolio kembali. usia 28, saya harus mengakhiri jejalin dengan tokiko onose.
usia 29, …
kini saya punya segalanya. pekerjaan yang baik dan menyenangkan, teman-teman yang tak pernah membuat saya kesepian, aktivitas yang rutin dan mengasyikkan, rumah di jogja yang bikin adem, esti yang selalu bisa menjadi rekan, dan halaman putih sebagai catatan kehidupan. selebihnya, saya punya mimpi tentang tokiko onose dan mimpi untuk mempelajari hal baru dalam hidup ini.
saya bersyukur, ada begitu banyak keajaiban yang saya dapatkan dalam perjalanan setahun menuju usia 29 ini. tentang relasi, tentang kolaborasi, tentang memaafkan, tentang rencana hidup. saya juga bersyukur, ada esti yang selalu mendorong hidup saya untuk menjadi lebih baik.
2009-04-04 » Femi Adi