May 31
Femi Adimedia, web 2.0 situs, twitter, website
semuanya terjadi di saat yang hampir bersamaan.
saya mulai rajin meninggalkan catatan kurang dari 140 karakter di twitter, saya memasang twitter di blog saya ini, saya menemukan tulisan mengenai twitter di koran elektronik, dan saya menemukan cuilan tulisan tentang the future IT job: tweet journalist.
saya sendiri tak ingat persis kapan dan bagaimana saya mulai bertwitter. mungkin dua tahun lalu, atau bahkan tahun sebelumnya. yang saya ingat, twitter adalah bagian dari acara mencoba situs jejaring sosial yang jamak digunakan oleh orang-orang. misalnya friendster, facebook, linkdln, myspace, hi5 dan sejenisnya. twitter yang jamak saya jumpai dalam situs-situs di luar Indonesia, begitu menggoda.

sama halnya dengan facebook dulu, saya membikin account di twitter, dan sudah. alih-alih meninggalkan jejak di twitter dengan menulis kurang dari 140 karakter, bahkan menengoknya kembali pun enggan. pasalnya, saat itu, tidak ada satu pun teman yang menggunakan layanan yang sama.
twitter menjadi lebih menggairahkan saat pemilihan umum di amerika tahun lalu. dari koran elektronik, saya menemukan bahwa pengguna bisa mendapatkan informasi mengenai pemilihan umum melalui twitter vote report. jika ingin menyumbang informasi mengenai berita-berita seputar pemilu, bisa saja. caranya, hanya dengan membubuhi hashtag #votereport agar bisa dilacak oleh twitter vote report. sejumlah cara lain juga diperbolehkan.
belum lagi, media online juga kini mulai beroperasi menyebarkan berita dengan menggunakan twitter. salah satunya, usatoday. mereka membikin secuil pengumuman bahwa kini update berita teranyar bisa di ketahui lewat twitter. “If you’re interested in having this blog’s posts fed to you automatically via Twitter — even to your cellphone or by instant message if you like. Don’t worry, it’s free,” katanya. misalnya saja berita-berita politiknya, bisa diakses dari twitter ini, dan tinggal klik follow saja untuk membebek info politik usatoday.
yah, memang hanya ada following untuk membuntuti twitter lain dan followers untuk tahu siapa yang membuntuti kita.
selain berfacebook dan bermyspace, White House juga bertwitter. pengikutnya kini ada sebanyak 215.887 twitter. bukan hanya personal saja, tetapi juga lembaga-lembaga yang mau tahu informasi supercepat dari gedung putih yang ber-tweet di twitter. “Hopefully, these pages will follow the same pattern as the administration’s other web efforts — they start out underwhelming, but improve eventually,” tulis Venture Beat.
twitter twitter twitter. mau tahu bagaimana dapur twitter? ternyata seperti ini.
bahkan sebuah polling yang dilangsungkan selama sebulan untuk oleh read write web menyebutkan bahwa twitter lebih unggul dari LinkedIn. pertanyaannya sederhana saja: what is the most important new platform for brands to master? dengan opsi jawaan facebook, twitter, iphone, digg dan linkedin, nyatanya twitter masih unggul ketimbang linkedin.
saya harus berterima kasih pada jack dorsey, biz stone dan evan williams yang membangun twitter ini. bahkan, ketiganya belum menyelesaikan bangku kuliahnya. bahkan, mereka sudah membiakkan twitter untuk membagi foto lewat twitter dengan membikin twitpic. jika sudah punya account di twitter, maka keduanya akan bersinergi secara otomatis.
bagaimana sih cara kerja twitter? sederhena saja. kalian bisa membagi info lewat komputer yang sudah berjejalin dengan serat-serat elektronik. selebihnya, twitter juga sudah bisa ditanamkan lewat ponsel –yang akan menggerus pulsa karena sistemnya berupa pengiriman SMS– plus TweetDeck maupun TwitterBerry.
yaps, sudah bisa dipastikan, saya menanam TwitterBerry dalam handheld saya. menyenangkan rasanya menemukan ikon huruf ‘t’ yang bersisian dengan bloomberg, AP, sudoku dan facebook. saya meninggalkan jejak meski hanya bilang, “ngeteh berdua.”
o iya, kalian bisa mencari saya di http://twitter.com/femi_adi tentu saja, saya pasti akan membuntuti kalian juga.
nah, di majalah gratisan besutan indosat edisi mei-juni, disana muncul tulisan pendek yang lucu menenai pekerjaan IT di masa yang akan datang. salah satunya: tweet journalist. “di masa depan, penyampaian berita macam rosiana silalahi yang panjang lebar luas sudah tidak laku. twitter memaksa kita menyampaikan berita maksimum 140 karakter saja. o iya, jadi dosen pembimbung tweet report juga boleh dijadikan karier.
catt: gambar twitter diambil dari sini.
May 30
Femi Adicerita bumijo, kegemaran jakarta, jawa, jogja, musik, uyon-uyon
saya sedang mendengarkan uyon-uyon saat ini.
gendhing jawa, yang dilagukan dengan lirik lagu berbahasa jawa dan tabuhan, petikan maupun pukulan alat musik jawa. saya mewarisi ini dari nenek saya, dan juga ayah saya cukup paling sering saya tangkap basah menguping uyon-uyon.
rasanya adem, tenang, dan tak berasa di jakarta. hanya perlu rasa dingin yang menggigit tulang, suara jangkrik yang mengkerik dan daun-daun yang saling bersentuhan di tengah buaian bayu.
sebentar lagi saya akan mematikan lampu, dan mengasup energi untuk minggu yang superpadat: menulis, blogging, riset, menulis, blogging, blogging, blogging, riset, menulis, riset …
dan uyon-uyon ini cukup menyumbang energi malam ini.
May 30
Femi Adifriends from heaven, kuliner jakarta, kopi, starbucks, teman
sofa beludru warna ungu tua itu menenggelamkan saya.
dalam setengah keseriusan, setengah ketiak seriusan, setengah ngantuk, setengah terjaga, setengah gembira, setengah penuh harap, setengah kesepian, setengah …
dan saya pun semakin tenggelam.
orang datang dan pergi, membawa secangkir hot chocolate maupun tazo english breakfast tea, dan juga frapuccino. sesudahnya, meninggalkan sampah beberapa lembar tisue yang kucel, sedotan yang tergeletak dengan berceceran setitik-sua titik minuman, dan juga gelas kosong.
orang datang dan pergi, membualkan sejumlah cerita pada lawan bicara, rindu yang tertahan, kesibukan dibelakang layar komputer jinjing, bahkan lamunan yang kosong.
saya duduk, nyaris tenggelam dalam sofa beludru ungu di pojok starbucks plasa senayan.
(ps: terima kasih untuk datang berkunjung sebentar. rasanya hangat punya lawan bicara sepertimu di kafe ini)
May 24
Femi Adiasupan gizi, cerita cinta, kegemaran, media, renanda jatuh cinta, kangen, rindu, tokiko onose

AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
—Sapardi Djoko Damono
(ps: di salah satu sisi sayap yang lain, kalimat itu sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris. saya mendapatkan becak dengan sayap bertuliskan sajak sapardi djoko damono ini dalam perjalanan ujung minggu saya di jogja. persis di depan mirota batik, becak ini terparkir manis dengan senyum dan tawaran ramah tukang becaknya. konon, si empunya becak ini adalah bule yang tinggal di jogja. si bule tak peduli dengan ongkos sewa harian dan kerusakan yang kadang muncul dari sebuah moda transportasi. semuanya gratis untuk si tukang becak. konon, si bule ini hanya-mau-punya-becak saja. hanya itu saja.
dan saya rindu tokiko onose. karena saya mencintainya dengan sederhana. dengan sederhana)
May 23
Femi Adicerita bumijo, friends from heaven, weekend escape 21, arun, film, jogja
saya dan arun duduk terdiam. dan terdiam.
kami asik dengan pikiran kami sendiri. merampungkan urusan perasaan kami masing-masing. membiasakan penglihatan dengan perempuan-perempuan muda yang tengah menjejakkan flat shoes di karpet empuk XXI. mengisi kuisioner mengenai media untuk anak kuliahan. membayangkan sepaket brondong jagung untuk menonton angels and demons nanti.
sampai mata kami menumbuk perempuan yang melintas di depan kami. “kayaknya tadi temenku waktu di gema dulu …” kata saya, mencoba menyentakkan diri tanpa berusaha untuk memanggilnya. arun pun bergegas. “kayaknya tadi pacarku waktu sma dulu …”
dan kami menunjuk pada sosok yang sama. perempuan berambut cepak, rok span dan kaos polo. tubuhnya kian menghilang dibalik pintu kayu bergagang besi yang bertuliskan: dorong. dia ratna.
sesudahnya, kami mengaduk-aduk emosi dengan tontonan angles and demons di theatre 3 XXI empire. hingga rampung.
kedinginan, saya merengek agar segera keluar untuk menormalkan suhu tubuh. “bentar, siapa tahu masih ada yang menarik di akhir film,” kata arun. saya pun masih memakukan tubuh di kursi hijau. banyak bicara. banyak bergerak.
“feeeemmmiiii ….” kata seorang perempuan muda, sebaya, manis. whoops. santika, teman kuliah. usai bercipika-cipiki, kami berbincang kecil sambil mengenalkan teman nonton film kami. “ini arun … temennya … ehm … temen-temen juga …” kata saya, gugup. gowsh. saya hampir keceplosan. *aan, sialan lo!*
angels and demons mengantarkan saya pada perjumpaan kecil pada teman-teman lama. terima kasih Tuhan, mereka masih mengingat saya.
Older Entries