Content

when writing the story of your life, don't let anyone else hold the pen

17 jam di beji

Saturday 8 August 2009 - Filed under asupan gizi + isu indonesia + tokoh

pesan pendek itu mengusik pagi saya saat saya masih berhangat-hangat di bandung.

“dari rumah 1000 meter, berbukit-bukit. track stap tunggan kuda-kuda kita. dekat, belakang rumah.” aih, seorang kerabat rupanya memberi tembusan sms pada saya; atau kemungkinan juga salah kirim. sesudahnya, ia menelpon.

pada saya, ia berkabar tentang peluru yang mendesik dan peledak yang menggelegar; dengan suasana yang mencekam sepanjang malam. dan dusun beji, desa kedu, kecamatan kedu, kabupaten temanggung, jawa tengah, sontak menjadi mendunia.

saya tak bisa membayangkan bagaimana ibu-ibu, nenek-nenek dan juga bocah cilik merekam suasana semalam dalam benaknya. kemungkinan adalah kengerian dan juga ketakutan yang berkepanjangan. selebihnya, cerita ke-seru-an tentang desa mereka yang mendadak menghiasi seluruh media massa.

dan drama 17 jam telah menciptakan sejarahnya sendiri di desanya.

polisi merangsek ke temanggung dengan membekuk aris dan hendra yang merupakan keponakan mujahri. sementara itu mujahri sendiri adalah si empunya rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian pria misterius itu. noordin m top; otak serangkaian peledakan bom di indonesia itu konon memang bersembunyi di rumah mujahri.

tak ayal, polisi mengerahkan personelnya dari tim Detasemen Khusus 88 Antiteror dibantu tiga tim Gegana dan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jateng untuk menggerebek rumah muhjahri.

menegangkan. bahkan saya tak tidur untuk menguping suara pembawa acara di televisi –tvone– yang melontarkan pertanyaan yang sama setiap saat; bahkan setiap pembawa acara yang berbeda kemudian menanyakan hal yang sama lagi. duh, bukan hanya pria misterius itu yang disergap oleh densus 88, tetapi saya juga disergap rasa bosan.

kalau memang rumah ini tak jauh dari rumah kerabat saya, maka saya pernah melalui desa ini. jalanan beraspal yang cukup mulus dengan jarak yang cukup jauh (1-2 km) dari jalan utama temanggung. desa ini adem, tenang bahkan jauh dari bayangan bakal menjadi tempat persembunyian noordin m top. apalai, rumah kyai desa mereka, mujahri.

yang membikin mual saat menonton adegan penggerebekan ini adalah optimisme dan spekulasi reporter di lapangan yang menunjukkan bahwa mereka tahu persis pria misterius itu noordin m top. bahkan, saat penyergapan belum usai, mereka sudah memastikan bahwa si pria ini sudah tewas. duh duh duh.

ada mazhab baru rupanya dalam jurnalisme indonesia: jurnalisme terorisme.

Tagged: » » » » »

2009-08-08  »  Femi Adi