sandal yang tertukar

Comments Off

yang sebelah milik siapa?

yang sebelah milik siapa?

Kami habis makan siang. Ya, saya dan bleki, sahabat saya. Tiba- tiba dia menyambangi kubikel saya untuk memamerkan sepasang kakinya yang terbungkus dengan sepasang sandal jepit yang  berbeda. awwwww!

“Tadi gue dari sholat. Lalu kita makan dan pas ambil minum gue baru sadar kalau sandal gue ketuker. Gimana dong biar tau sandal ini milik siapa. Di mushola, mana gue tau ini punya siapa…” katanya sambil tergelak.

Saya pun ikut menggelak. Sandal tertukar kanan dan kiri. sementara ia tidak tahu sandal sebelah kanan itu milik siapa.

sebaliknya, saya membayangkan, bagaimana si empunya sandal sebelah kiri dengan temuan sandalnya yang beda sebelah.

Sandal itu menjadi bahan celaan saya padanya saban saya meriung di kolong kubikelnya untuk mengasup energi. “gue keracunan sandal jepit di kolong lo!” tukas saya suatu pagi, mengabarkan keterkejutan saya akan mendadak-ada-sepatu-di-depan-hidung-saya.

Dan kini sandal itu tertukar. Bisa saya pastikan, lebih dari sekadar keracunan, saya bakal mati kaku di dalam kolong kubikel bleki.

#funnypic: any plan B?

Comments Off

OMG!

engga ngebayangin bagaimana kalau tisu habis di toilet saat bener-bener engga ada air buat cebok. gosh!

gambar ini sudah bisa dipastikan engga diambil di indonesia. pasalnya, plan B di indonesia adalah semprotan air di sebelah wc.

inilah istimewanya indonesia!

saya nyaris ketipu. sial!

Comments Off

saya buru-buru mengkopi link URL dan mengirimkannya pada kakak saya, esti.

“beliin dooong ….” tulis saya melalui serat-serat elektronik.

ya, saya mendadak menginginkan sebuah toaster atau pemanggang roti tawar yang bisa dikoneksikan dengan usb. owh, what a nice stuff! saya sudah membayangkan bisa mengiggit roti yang sedikit kemriuk tanpa harus melenggang ke pantry atau dapur. semuanya cukup dilakukan di meja kerja.

esti pun membalasnya segera, “butuh berapa?” ya, sepertinya saya sedang mengganggu liburannya di arizona. :p makanya ia hanya membalasnya begitu singkat.

tapi sebentar sebentar. saya terusik untuk mengintip toaster itu lagi. saya mencermatinya. saya mengintipnya. sialan. ternyata bukan. ternyata mereka hanya menjual kardus. mereka hanya menjual gift box untuk mengejutkan si penerima hadiah lantaran bungkusnya mencerminkan produk yang sangat luar biasa: toaster yang ditenagai oleh koneksi listrik via usb.

sial. saya nyaris ketipu. “batal, engga jadi!” kata saya pada esti.