mabuk asmara
Tuesday 2 February 2010 - Filed under cerita bumijo
haduh, judulnya kok ya lawas banget.
tapi itu yang terlintas di benak saya. dan, meski jadul, saya tetap mensyukurinya.
“… aku lagi gandrung …” katanya, membisiki saya melalui sambungan antaribukota-antarnegara. duh, saya ikut senang. dia sedang jatuh cinta. saya berharap, ini pencariannya yang terbaik. memburu waktu, memburu usia, membungkam perbincangan.
saya menyayanginya, sungguh, saya menyayanginya. saya ingin dia bahagia dengan siapapun yang dipilihnya. dan saya menyimak apa yang dibuncahkannya. tentang tarian diatas papan kunci hingga pagi, mengobrolkan remeh-temeh yang engga begitu penting namun mendadak menjadi penting. ah, ini namanya mabuk asmara.
saya tahu, ia tak akan kenal lelah untuk memburu seseorang meski kadang-kadang menggelikan: ia akan menimbang rasa dengan sedikit logika. ow ow ow. saat itulah ia mengerti apakah asmaranya itu semu, palsu atau justru makin gandrung.
bahkan saya lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. saya juga lupa bagaimana caranya mabuk asmara. sedikit banyak, saya menirunya: menimbang rasa dengan sedikit logika.
ya, ya, ya. semoga bahagia.
2010-02-02 » Femi Adi
