Content

when writing the story of your life, don't let anyone else hold the pen

tercapit kepiting sampai pagi

Sunday 6 June 2010 - Filed under friends from heaven + kubikel + kuliner + ragam cuatan

tau-tau sudah pagi

awalnya adalah hujan lebat yang membikin saya enggan memesan makanan. juga, tenggat yang nyaris habis.

hingga saya menahan untuk tetap lapar; berharap di rumah menemukan kentang untuk saya goreng, dengan irisan sosis babi maupun telur acak.

rupanya ada perut yang sama laparnya. :)   “… naaa, bubur kepiting itu kayaknya menarik …” ooouch! thanks gosh, akhirnya bubur kepiting itu ditunjuk! menu default usai deadline rupanya sudah terbaca olehnya. :) bagoooooooossss …

dan kami memulai perbincangan yang engga jelas ujung pangkalnya. membincangkan si anu, menyoal kepiting, perjalanan hidup yang menyenangkan, mimpi yang harus dicapai, rasa malu yang amat sangat, dan juga sepetak meja di kubikel anyar.

tuturnya menawarkan persahabatan yang menyenangkan, dan hangat. sehangat bubur kepiting yang kami santap malam itu; tentu saja dengan potongan cakwe yang besar-besar *engga biasanya* dan irisan telur asin.

ya, nyatanya saya belajar sesuatu darinya: bahwa hidup mengantarkan saya, dia, dan siapapun juga, pada perjumpaan-perjumpaan kecil dan pengalaman-pengalaman berharga yang tidak akan pernah terduga sebelumnya.

“rokokku sudah habis … pulang yuk …” katanya.

ya. saya juga sudah habis tiga gelas minuman. malu untuk memesan gelas keempat; khawatir si mas pelayan akan bilang perut saya menyerupai lubang resapan biopori. :p

Tagged: » » » » »

2010-06-06  »  Femi Adi