Content

when writing the story of your life, don't let anyone else hold the pen

katanya, saya butuh sentuhan

Thursday 11 November 2010 - Filed under kubikel

yaps ...

saya berbincang dengannya, di sebuah sore.

di tengah perbincangan itu, sederet pertanyaan muncul secara acak: kamu masih menulis buku? kamu punya pacar? …

oh my goodness! saya tak pernah membayangkan mendapatkan pertanyaan sebegitu personalnya. kalau saya masih menulis, so what? dan bagaimana pula kalau tidak? kalau saya punya pacar, so what? dan bagaimana kalau saya tidak punya pacar?

ya, tahun ini memang saya tidak menulis buku. sejumlah pekerjaan menyedot perhatian saya setahun belakangan. kepindahan kakak saya, running website dan kegembiraan kecil dengan sejumlah kolega lebih menyita perhatian saya.

relasi dengan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah juga masih menggelinding tahun ini. jarak jakarta-ibaraki sering membikin relasi kami lengah; pun kesibukan dan kubangan ego kami.

” … itulah fem, kamu sepertinya butuh sentuhan … kekosongan itu yang membikin kamu jenuh, bosan. pikiran menjadi tidak sinkron dengan hati karena kurang sentuhan disana. pikiran yang mestinya punya kapasitas 2 giga, hanya terpakai sekian mega saja …  ” katanya.

“ow, saya bersyukur karena meski saya sendiri tapi saya masih dikelilingi oleh teman-teman dan juga kakak saya yang membikin weekend saya tak pernah sepi …” saya mencoba menerangkan padanya.

“tapi sentuhan teman-teman, dan juga saudara, itu berbeda dengan sentuhan pasangan, atau seseorang … tunggu deh fem, saya akan bikin kelas, grup-grup kecil begitu untuk memberi sentuhan-sentuhan, motivasi, semangat … untukmu akan aku bikinkan private lesson …” katanya.

saya ingin terbahak. whoops, tapi saya tahan.

rupanya benaknya sudah menancap sebuah kertas dengan tulisan: femi single. femi tidak punya pasangan. femi butuh sentuhan.

dem.

dan perbincangan sore itu menjadi perbincangan omong kosong yang sarat dengan basa-basi, penuh ujaran tipu-tipu, sekaligus membuang waktu. analisanya mencerminkan siapa dia: zero touch to the worker. well .. yah, saya menikmatinya.

saya tahu betul apa yang saya butuhkan bila saya memang butuh sentuhan. saya tahu betul apa yang saya butuhkan bila saya memang kesepian. bukan private lesson motivasional; melainkan kesibukan, tumpukan pekerjaan, travelling sembari bekerja, …

saya sedih. bertahun-tahun saya berkubang disini, nyatanya dia tidak tahu bahwa saya workaholic.

Tagged: » »

2010-11-11  »  Femi Adi