<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; Femi Adi</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/author/femi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>dari im2 ke flexi speedup</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[flexi]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6923</guid>
		<description><![CDATA[laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu memamerkan kebisaan flexi mobile broadband di hunian mungil saya. wah, lumayan cepat; begitu pikir saya waktu itu. janji kecil pun dibikin: jangan lupa beli modem anyar flexi kalau mampir di ambasador. hanya saja, janji itu tak pernah terpenuhi. saya hampir tidak pernah ke ambasador. selama ini saya menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu memamerkan kebisaan flexi mobile broadband di hunian mungil saya.</p>
<p>wah, lumayan cepat; begitu pikir saya waktu itu. janji kecil pun dibikin: jangan lupa beli modem anyar flexi kalau mampir di ambasador.</p>
<p>hanya saja, janji itu tak pernah terpenuhi. saya hampir tidak pernah ke ambasador.</p>
<p>selama ini saya menggunakan indosat m2 untuk wifi device saya, yang menawarkan akses internet yang lumayan kencang di jam-jam tertentu di dinihari. owh my gosh; bahkan saya jarang berselancar di dunia maya pada dinihari saat ini.</p>
<p>setelah menghanguskan satu im2, lebih dari 4 bulan saya tak membiarkan diri saya tenggelam dengan internet di rumah, akhirnya saya membungkus im2 lain yang sejenis, dengan ongkos internet setengah dari yang saya pernah bayar. lumayan, dulu yang bayarnya 200,000 sebulan, kini hanya 100,000.</p>
<p>hanya saja, saya masih terus penasaran dengan flexi. laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu menancapkan modem speedup flexi di komputer supermini saya, dan was-wis-wus, internet melaju cukup kencang di siang hari, sore hari.bukan di dini hari saja.</p>
<p>dan saya sudah membungkusnya kemarin. postingan di blog ini adalah postingan pertama dengan menggunakan flexi speedup fun, yang hanya berbiaya 50,000 per bulannya.</p>
<p>sedap.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setahun dengan krasnaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[krasnaya]]></category>
		<category><![CDATA[satria FU]]></category>
		<category><![CDATA[suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6931</guid>
		<description><![CDATA[satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee! krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee!</p>
<p>krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di jalanan sudah kelewat sesak dan jamak dibawakan dengan ngawur. hanya saja, jarak rumah-kantor yang lumayan jauh dan harus ditempuh dengan menguras ongkos taksi-mikrolet-metromini-ojek, akhirnya saya memilih untuk membungkus si merah krasnaya pulang dari showroom-ya di ciledug.</p>
<p>terimakasih untuk bleki dan bang beb yang sudah mensponsori pencarian si merah melalui mas rohim. terimakasih terimakasih. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>setahun ini, saya sudah jatuh dengan krasnaya. saya juga sudah menungganginya dengan sejumlah kerabat yang gila roda dua. terimakasih untuk melce yang mau berepot-repot menguruskan pembuatan pelat, membelikan olie, mau dititipi si krasnaya saat saya pergi keluar kota, dan mengajari saya menyimpan kanebo dibawah jok motor.</p>
<p>saatnya ambil BPKB. sayangnya, tetap saja, bukan nama saya yang ada di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ager-ager lumer di ager-ager</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/02/ager-ager-lumer-di-ager-ager/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/02/ager-ager-lumer-di-ager-ager/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[ager-ager]]></category>
		<category><![CDATA[jelly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6934</guid>
		<description><![CDATA[saya suka ager-ager. dan saya lebih suka membikinnya sendiri ketimbang membeli jelly yang sudah masak dan terkemas apik di supermarket. entah, bisa jadi karena saya tahu takaran gula yang saya pakai di ager-ager dan juga karena saya tahu berapa banyak ager-ager yang saya inginkan, plus kesegaran dari ager-ager itu sendiri. selain buat pencuci mulut, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya suka ager-ager. dan saya lebih suka membikinnya sendiri ketimbang membeli jelly yang sudah masak dan terkemas apik di supermarket.</p>
<p>entah, bisa jadi karena saya tahu takaran gula yang saya pakai di ager-ager dan juga karena saya tahu berapa banyak ager-ager yang saya inginkan, plus kesegaran dari ager-ager itu sendiri. selain buat pencuci mulut, saya jamak menggunakan ager-ager untuk kudapan.</p>
<p>ada yang aneh dari proses pembuatan ager-ager di rumah kemarin. sebenernya saya membikinnya seperti biasa, hanya saja saya menambahkan jelly motif binatang pada ager-ager saya. jelly motif itu saya bungkus dari lotte mart; saya tergoda dengan bentuknya yang lucu, rasanya yang plain.</p>
<p>saya berharap jelly yang saya masukkan dalam gelas, akan tetap berbentuk kura-kura, bintang laut, dan motif binatang lainnya di gelas itu. layaknya lidah buaya serut maupun kolang-kaling yang juga acapkali saya masukkan sebagai tambahan tekstur ager-ager di dalam, nyatanya kali ini jelly  itu lumer, menjadi tak berbentuk!</p>
<p>iya, lumer-selumer-lumernya!</p>
<p>jadinya ager-ager di gelas saya berbentuk mengerikan. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tapi tak apalah, saya masih bisa mengudapnya. tetap enak. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/02/ager-ager-lumer-di-ager-ager/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jahe merah, obat batuk mujarab</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 06:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[jahe merah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[serambi botani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6937</guid>
		<description><![CDATA[tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan. saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus. &#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan.</p>
<p>saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus.</p>
<p>&#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di tiki, tak jauh dari rumah saya. beberapa kali saya terbatuk di depannya, saat menunggu paket saya dicetakkan receipt-nya.</p>
<p>jahe merah? saya tak pernah tahu khasiat jahe itu.</p>
<p>&#8220;jahe merah itu lebih kuat pedesnya daripada jahe yang biasanya &#8230; itu pasti manjur deh. lebih cepet ketimbang pakai obat &#8230;&#8221; katanya lagi.</p>
<p>oke. saya mencatatnya.</p>
<p>kebetulan, laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya, juga batuk. enam sachet jahe merah pun dia bungkuskan untuk saya. wow, adayang instan! bentuknya bubuk atau butiran halus, ditambah dengan sejumlah rempah-rempah. saya hanya butuh menyeduhnya dengan air panas mendidih saja. owh, rasanya &#8216;nylekit&#8217;.</p>
<p>saya meminumnya sampai habis. much much much much better!</p>
<p>ketagihan, saya mencoba membeli jahe merah di serambi botani, di gandaria. kali ini berbeda dari jahe instan yang dibungkuskan oleh laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya. kali ini, jahe merah dari serambi botani dicetak seperti gula jawa: bundar, pipih dengan ketebalan sekitar 0,5 centimeter.  jahe merah ini bergula jawa merah. saya hanya perlu menyeduhnya dengan air panas mendidih dari ketel bunyi milik saya.</p>
<p>sama panasnya, meski tidak senylekit jahe merah instan bubuk.</p>
<p>thanks. saya menyukai jahe merah sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>main monopoli lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/01/main-monopoli-lagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/01/main-monopoli-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 04:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[catur]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[monopoli]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[ular tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6926</guid>
		<description><![CDATA[beberapa waktu lalu saya menebus mainan monopoli di toko buku gramedia di jatinegara seharga 39,000 rupiah. selain monopoli, set yang ada dalam permainan ini adalah catur, halma, ular tangga. ah, saya tak ingat lagi kapan terakhir bermain monopoli. mungkin SD,  atau mungkin SMP. wah, itu sudah lama, lamaaaaa sekali. ajakan untuk kembali bermain monopoli ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>beberapa waktu lalu saya menebus mainan monopoli di toko buku gramedia di jatinegara seharga 39,000 rupiah.</p>
<p>selain monopoli, set yang ada dalam permainan ini adalah catur, halma, ular tangga.</p>
<p>ah, saya tak ingat lagi kapan terakhir bermain monopoli. mungkin SD,  atau mungkin SMP. wah, itu sudah lama, lamaaaaa sekali. ajakan untuk kembali bermain monopoli ini membikin saya happy. well, itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu saya terakhir bermain monopoli.</p>
<p>yang paling asik dari permainan ini adalah pembagian uang dari bank dan mendapat tambahan duit saban lewat start. yang paling engga enak adalah saat harus masuk penjara. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dulu, dari monopoli lah saya mengenal kota-kota &#8216;asing&#8217; di indonesia. contohnya: brastagi. sayangnya, di permainan monopoli yang tampaknya sudah diperbarui ini, brastagi tak ada lagi.</p>
<p>yah, saya menyukainya. saya menyukai permainan ini, meski saya sangat tak suka kalau harus membayar denda, atau membayar ongkos mampir di rumah atau hotel milik lawan main.</p>
<p>yuk, main monopoli &#8230; <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/01/main-monopoli-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nyuci kiloan di d&#8217;londri</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/30/nyuci-kiloan-di-dlondri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/30/nyuci-kiloan-di-dlondri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 08:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bendungan hilir]]></category>
		<category><![CDATA[benhil]]></category>
		<category><![CDATA[d'londri]]></category>
		<category><![CDATA[pejompongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6940</guid>
		<description><![CDATA[esti, kakak saya, yang mengenalkan saya pada d&#8217;londri, cucian kiloan di bilangan benhil. esti terbilang cukup tangguh untuk mencari tempat-tempat yang asik, murah, dan bagus. salah satunya, ya d&#8217;londri ini. nyuci kiloan dengan harga 7,000 sekilo termasuk gosok, atau 4,500 untuk nyuci saja. esti, dan juga saya, memilih yang nyuci saja. untuk gosok, kami bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>esti, kakak saya, yang mengenalkan saya pada d&#8217;londri, cucian kiloan di bilangan benhil.</p>
<p>esti terbilang cukup tangguh untuk mencari tempat-tempat yang asik, murah, dan bagus. salah satunya, ya d&#8217;londri ini. nyuci kiloan dengan harga 7,000 sekilo termasuk gosok, atau 4,500 untuk nyuci saja. esti, dan juga saya, memilih yang nyuci saja. untuk gosok, kami bisa melakukannya sendiri. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yah, kami menyukainya. setidaknya untuk musim hujan begini, cucian terasa lebih ringan. kami hanya nyuci pakaian dalam saja di rumah. sementara, untuk seprei, selimut tebal hingga kaos-kaos, d&#8217;londri yang akan membereskannya.</p>
<p>berbeda dari cucian yang lain, di d&#8217;londri, kiloan sungguh-sungguh kiloan. pasalnya, di tempat lain yang tak jauh dari rumah saya, cucian kiloan hanya untuk kaos dan baju aja. sementara untuk sprei, celana panjang, jaket, harus bayar satuan. wah.</p>
<p>d&#8217;londri juga menyediakan opsi untuk cuci kilat, hari ini dimasukan, dan besok sudah jadi. ongkosnya dua kali dari harga awalnya. well, great option.</p>
<p>ada yang mau nyuci di d&#8217;londri?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/30/nyuci-kiloan-di-dlondri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menyerah mencari maxim cook</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 08:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[happy-call]]></category>
		<category><![CDATA[maxim]]></category>
		<category><![CDATA[panci]]></category>
		<category><![CDATA[wajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6944</guid>
		<description><![CDATA[saya menyerah mencari maxim cook. itu, wajan buka-tutup seperti happy-call. bedanya, harganya sepertiga dari harga happy-call, dan ini dibikin oleh maxim. not bad. esti, kakak saya, membelinya di hypermart di thamrin city. saya yang agak malas ke thamrin city, akhirnya memburunya ke sejumlah tempat, mulai dari sogo, lotte, giant, hero. hasilnya, nihil. rupanya saya memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menyerah mencari maxim cook. itu, wajan buka-tutup seperti happy-call. bedanya, harganya sepertiga dari harga happy-call, dan ini dibikin oleh maxim. not bad.</p>
<p>esti, kakak saya, membelinya di hypermart di thamrin city. saya yang agak malas ke thamrin city, akhirnya memburunya ke sejumlah tempat, mulai dari sogo, lotte, giant, hero. hasilnya, nihil.</p>
<p>rupanya saya memang harus mencarinya di hypermart.</p>
<p>tapi, ah tidak. setelah pencarian panjang itu, saya jadi agak malas berburu maxim cook. sudah, biar saja begini. begini saja, pakai yang ada. kelak, kalau mood saya sudah kembali lagi, saya akan mencarinya kembali, sudah pasti di hypermart.</p>
<p>kali ini, saya sudah menyerah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kobul, kobang, kopram</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bar]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kobul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6949</guid>
		<description><![CDATA[istilah itu muncul begitu saja dari mulut saya, saat kami membincangkan bule laki-laki dan seorang perempuan indonesia. kobul. kobokan bule. istilah itu memang terdengar kasar, tajam, sadis. itu hanya istilah. saya tahu persis, cinta memang tak berbatas wilayah, kontinen, suku dan sejenisnya. hanya saja, &#8216;pemandangan tak asik di bar, tempat dimana saya jamak melihat bule [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>istilah itu muncul begitu saja dari mulut saya, saat kami membincangkan bule laki-laki dan seorang perempuan indonesia.</p>
<p>kobul. kobokan bule.</p>
<p>istilah itu memang terdengar kasar, tajam, sadis.</p>
<p>itu hanya istilah.</p>
<p>saya tahu persis, cinta memang tak berbatas wilayah, kontinen, suku dan sejenisnya. hanya saja, &#8216;pemandangan tak asik di bar, tempat dimana saya jamak melihat bule laki-laki dan perempuan indonesia yang berperilaku tak wajar demi mendapatkan perhatian si bule&#8217; membikin selorohan itu muncul. entah, siapa yang menciptakan istilah menggelikan itu.</p>
<p>dan paimun pun berseloroh: kobang.</p>
<p>saya tak kalah: kopram.</p>
<p>hahahahahahaha &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ayam goreng, tempe glepung bu koyo</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/14/ayam-goreng-tempe-glepung-bu-koyo/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/14/ayam-goreng-tempe-glepung-bu-koyo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 09:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6919</guid>
		<description><![CDATA[saya sedang meng-ungkep ayam saat saya tiba-tiba teringat oleh bu koyo. bu koyo adalah tetangga saya, rumahnya hanya berjarak dua bangunan dari rumah saya, persis di pertigaan gang kecil di rumah bumijo. ia menjual makanan yang tidak cepat saji, yang membutuhkan pengolahan yang cukup lama. dua makanan andalannya adalah tempe glepung dan ayam goreng. ah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sedang meng-ungkep ayam saat saya tiba-tiba teringat oleh bu koyo.</p>
<p>bu koyo adalah tetangga saya, rumahnya hanya berjarak dua bangunan dari rumah saya, persis di pertigaan gang kecil di rumah bumijo. ia menjual makanan yang tidak cepat saji, yang membutuhkan pengolahan yang cukup lama.</p>
<p>dua makanan andalannya adalah tempe glepung dan ayam goreng.</p>
<p>ah. saya ingat tempe glepungnya, dan ayam gorengnya. keduanya digoreng garing dengan bumbu yang meresap dahsyat. irisan tempenya berbentuk segitiga, dan dibalut dengan tepung yang cukup tebal, namun tetap terasa kering kemripik. sementara potongan ayamnya lebih kecil, tapi rasa asin-gurihnya pas.</p>
<p>warung bu koyo tidak besar, dan ia harus berbagi dengan anaknya, mbak tutik, yang juga berjualan makanan ringan. mereka menghuni rumah yang bagian depannya dijadikan warung makan. ruangannya gelap; mata saya harus menyesuaikan diri dengan cahaya saat masuk ke dalam warung yang bereternit pendek itu.</p>
<p>mejanya mepet ke dinding yang terbuat dari tripleks, dan hanya ada beberapa kursi disana. ya, mejanya besar; disana sudah pasti ada satu cething nasi dan satu mangkuk sayur, dan juga tempe dan gorengan lainnya. jangan bayangkan ada etalase layaknya warung makan padang. satu-satunya etalase yang dimiiki bu koyo adalah lemari makan yang tak transparan yang terbuat dari kayu jati lawas, yang bagian atasnya terdapat satu bagian yang ditutupi kaca, dibuka dengan cara menggeser kacanya itu.</p>
<p>kadang bu koyo menyisihkan lauk di lemari itu. pada yang lain, dia kadang bilang makanannya habis; sementara tangannya sibuk memasukkan tempe ke dalam plastik untuk saya, dan saya melihat masih ada beberapa yang sebenernya masih tersisa.</p>
<p>ya, orang yang sudah tau lezatnya masakan bu koyo, akan datang untuk menyambanginya, dan kembali lagi untuk merasakan masakannnya. guru-guru saya di SD tarakanita dulu sering mengenyangkan perut di warung bu koyo.</p>
<p>tak jauh dari meja itu, di bagian ujung ruangan, disanalah dapur bu koyo yang terbuka. dindingnya tak lagi putih bersih, melainkan hitam karena asap yang keluar dari pengolahan makanan. kami semua yang datang ke warungnya bisa melihat secara jelas masakan yang tengah diolah oleh bu koyo. sayuran favorit dari warung ini adalah lodeh.</p>
<p>rasanya tempe glepung dan ayam goreng bikinan bu koyo jauh lebih enak ketimbang bikinan ibu. **oops, maaf ibu** keluarga kami sering membelinya untuk sarapan pagi.</p>
<p>saya terakhir membungkus tempe glepung bikinan bu koyo mungkin sekitar tiga tahun lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/14/ayam-goreng-tempe-glepung-bu-koyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>parkiran gandaria ga punya gope&#8217;an</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 15:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6899</guid>
		<description><![CDATA[ini bukan yang pertama kalinya. parkiran di gandaria city tidak menyediakan kembalian 500 rupiah. dan berakhir selalu sama: mas-mas tukang parkir membiarkan saya tak membayar parkir. dia yang menombokinya. entah, kenapa parkiran di gandaria city itu tidak menyediakan pecahan 500 rupiah dalam jumlah yang cukup banyak. padahal, ada pecahan 500 rupiahan yang dia gunakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini bukan yang pertama kalinya.</p>
<p>parkiran di gandaria city tidak menyediakan kembalian 500 rupiah. dan berakhir selalu sama: mas-mas tukang parkir membiarkan saya tak membayar parkir. dia yang menombokinya.</p>
<p>entah, kenapa parkiran di gandaria city itu tidak menyediakan pecahan 500 rupiah dalam jumlah yang cukup banyak. padahal, ada pecahan 500 rupiahan yang dia gunakan untuk pungutan ongkos parkir pada si empunya kendaraan.</p>
<p>kalau memang tak punya pecahan gope&#8217;an, knapa tak membikin bulatan ongkos parkiran menjadi 1,000 rupiahan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya tetap tertinggal jauh di belakang</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6903</guid>
		<description><![CDATA[kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah. perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra. om heru dan sejumlah teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=2uqnqqx" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/2uqnqqx.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="223" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">si dengkul letoy</p></div>
<p>kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah.</p>
<p>perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra.</p>
<p>om heru dan sejumlah teman gowes yang lain sudah bolak-balik memberi kursus tidak singkat mengenai cara gowes yang tepat dan tak memboroskan napas. mulai dari pijakan kaki yang harus terus konsisten, genjotan yang harus ditenagai dengan kaki, hingga permainan tangan maupun bokong saat mengayuh sepeda. satu-dua berhasil saya serap, sementara saya masih harus mengusahakan sisanya.</p>
<p>saya masih saja tertinggal di belakang. ambil shortcut. sedikit curang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

