nangis bombay di bandara
sudah gede begini, tapi sesungguhnya saya masih cengeng.
apalagi, jika menghadapi perjumpaan-yang-entah-kapan-ketemu-lagi dengan esti, kakak saya. dah, di bandara isinya cuma speechless, guyon garing dan nangis. :p
dan perpisahaan adalah sesuatu yang engga enak. sumpah, engga enak.
saya masih ingat betul saat saya menjemputnya di bandara beberapa waktu lalu. saya memeluknya hangat, dan ketawa tidak ada habisnya. saya [...]







