<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; friends from heaven</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/category/friends-from-heaven/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya tetap tertinggal jauh di belakang</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6903</guid>
		<description><![CDATA[kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah. perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra. om heru dan sejumlah teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=2uqnqqx" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/2uqnqqx.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="223" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">si dengkul letoy</p></div>
<p>kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah.</p>
<p>perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra.</p>
<p>om heru dan sejumlah teman gowes yang lain sudah bolak-balik memberi kursus tidak singkat mengenai cara gowes yang tepat dan tak memboroskan napas. mulai dari pijakan kaki yang harus terus konsisten, genjotan yang harus ditenagai dengan kaki, hingga permainan tangan maupun bokong saat mengayuh sepeda. satu-dua berhasil saya serap, sementara saya masih harus mengusahakan sisanya.</p>
<p>saya masih saja tertinggal di belakang. ambil shortcut. sedikit curang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setelah satu tahun</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/03/setelah-satu-tahun/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/03/setelah-satu-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 16:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6906</guid>
		<description><![CDATA[setelah satu tahun, saya menemuinya. kami berpelukan hangat. tepat di sebelah telinganya, saya membisikkan maaf padanya. untuk pernyataan yang tak mengenakkan, setahun lalu. untuk permintaan yang berlebihan, setahun lalu. untuk tuntutan yang terlalu banyak, tahun lalu. saya mengumpulkan keberanian untuk menemuinya, setahun ini. sungguh menyesakkan. kepulangan tengah tahun lalu tak membuat saya cukup punya nyali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setelah satu tahun, saya menemuinya.</p>
<p>kami berpelukan hangat. tepat di sebelah telinganya, saya membisikkan maaf padanya. untuk pernyataan yang tak mengenakkan, setahun lalu. untuk permintaan yang berlebihan, setahun lalu. untuk tuntutan yang terlalu banyak, tahun lalu.</p>
<p>saya mengumpulkan keberanian untuk menemuinya, setahun ini. sungguh menyesakkan. kepulangan tengah tahun lalu tak membuat saya cukup punya nyali untuk menyapa.</p>
<p>pesan singkat yang terlambat, keterkejutan atas keterlambatan pesan singkat, dan pesan-pesa singkat yang berlanjut sesudahnya, membuat saya yakin, setahun ini sudah cukup untuk bersembunyi, menahan diri, menahan malu.</p>
<p>terimakasih. terimakasih.</p>
<p>saya mensyukurinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/03/setelah-satu-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mendadak saya tak bisa membungkuk</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/24/mendadak-saya-tak-bisa-membungkuk/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/24/mendadak-saya-tak-bisa-membungkuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 01:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bersih sehat]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pijet]]></category>
		<category><![CDATA[punggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/26/mendadak-saya-tak-bisa-membungkuk/</guid>
		<description><![CDATA[saya sudah punya temu janji dengan sejumlah kerabat. Menanti pukul 9 malam, saya pun merebahkan tubuh di kasur, melegakan letih. Saya bermain kebut-kebutan dan juga menjodohkan permen satu dengan yang lainnya dengan papan sentuh yang saya punya. Ya, lama tak berjejalin dengan internet di rumah. Lama pula tak bermain dengan perangkat permainan ini. Saya butuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sudah punya temu janji dengan sejumlah kerabat. </p>
<p>Menanti pukul 9 malam, saya pun merebahkan tubuh di kasur, melegakan letih. Saya bermain kebut-kebutan dan juga menjodohkan permen satu dengan yang lainnya dengan papan sentuh yang saya punya. Ya, lama tak berjejalin dengan internet di rumah. Lama pula tak bermain dengan perangkat permainan ini. </p>
<p>Saya butuh mandi, dan juga menyiapkan sejumlah hal. </p>
<p>Saya pun beranjak dari tempat tidur. Tapi saya mengaduh. Sakit. Ada yang sakit di punggung saya. Oh my goodness. Sakit sekali. </p>
<p>Saya tak bisa menjongkok. Saya tak bisa membungkuk. Saya tak bisa mengangkat barang berat. Saya tak bisa &#8230; </p>
<p>Hey, ini bukan perkara umur.</p>
<p>Tapi perkara kemalasan yang saya miliki. Sejak saya berobat ke dokter dua bulan silam, dokter sudah menyarankan saya berenang karena tak ada obat punggung kecuali berenang. Tapi hingga  kini, saya tak melakukannya. </p>
<p>Sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/24/mendadak-saya-tak-bisa-membungkuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dua agama, satu cinta</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 11:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6838</guid>
		<description><![CDATA[perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama. sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama. saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama.</p>
<p>sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama.</p>
<p>saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si ini. si itu. si ini. si itu.</p>
<p>agen asuransi saya bercerita tentang kehidupannya yang harmonis: dia hidup dengan lelaki yang berbeda agama dengannya.  &#8220;kami bikin perjanjian fem.  kalau dia mau agama anak kami ikut dia, ya dia harus konsisten untuk ngajarin agamanya pada anak kami, dan begitu juga sebaliknya,&#8221; katanya. mereka menikah di paramadina.</p>
<p>kolega saya juga menikah dengan cara  yang unik. demi menjaga wasiat orang tua yang anaknya harus menikah dengan cara muslim, maka yang non-muslim pun hijrah ke muslim. sesudahnya, keduanya kembali menjalani hidup dengan agama masing-masing.</p>
<p>teman saya yang lain justru `abangan&#8217;. dia bisa menikahi siapa saja, agama apa saja.</p>
<p>kerabat saya tengah menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang beda agama. tarik ulur siapa yang pindah agama apa pun terus terjadi. keduanya kuat, keduanya taat.</p>
<p>apakah Tuhan pernah jatuh cinta?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selle royal plugin ergogel, gel yang hilang</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[plugin ergogel]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[selle royal]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6863</guid>
		<description><![CDATA[saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya. promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin. tapi saya justru kehilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya.</p>
<p>promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin.</p>
<p>tapi saya justru kehilangan gel itu. entah kemana. perjalanan di gunung tangkub/abang merontokkan gel dari sadel saya. entah kemana.</p>
<p>mungkin terjatuh saat saya membalikkan sepeda. mungkin tersangkut dedahanan saat saya menyandarkan sepeda.</p>
<p>&#8220;mas, gel nya hilang &#8230; &#8221; kata saya pada abang.</p>
<p>&#8220;oowh &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;itu dia nempel disitu &#8230;&#8221; kata om swastika, sambil menunjuk pantat saya. saya pun langsung memegangnya. engga ada.  &#8220;yah, dipegang lagi &#8230; &#8221; katanya, sambil tergelak.</p>
<p>ya sudahlah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RC3 Menjajal Eksotisme Gowes di Bali</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6852</guid>
		<description><![CDATA[Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali. &#8211;Christiantoko Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali.</em> &#8211;Christiantoko</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 305px"><a href="http://tinypic.com?ref=a4wzna" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/a4wzna.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="295" height="196" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">memamerkan kekuatan dengkul</p></div>
<p>Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Patut diketahui, hajatan RC3 untuk gowes bareng di Bali kali ini sudah direncanakan sejak acara gowes Merapi bulan Juli silam. Seperti biasa, setiap kali acara gowes ke luar kota berakhir, kami langsung menentukan destinasi gowes berikutnya.</p>
<p>Namun karena acara kali ini hamper berbarengan dengan KTT Asean yang juga diadakan di Bali, jadwal penerbangan sedikit kacau. Beberapa peserta gowes pun terpaksa menanggung sial karena jadwal pesawatnya delay. Jadwal kedatangan dan keberangkatan di bandara yang kacau pun membuat bandara yang tengah direnovasi itu terasa makin sesak, penuh antrean panjang pengambilan bagasi maupun menunggu jemputan. Namun salah satu peserta gowes, yaitu Femi yang notabene adalah wartawan Bloomberg, sempat mengambil hikmah. “Aku sempat memotret Air Force One, pesawat kepresidenan Obama,” katanya.</p>
<p>Malam itu, sebagian besar peserta menginap di rumah Darjoto Setyawan, salah seorang Managing Director RC di daerah Tanjung Benoa. Sehari sebelumnya, truk pengangkut sepeda telah tiba dan sepeda sudah di setting oleh salah seorang panitia, yaitu Om Swastika. Selain mekanik professional, Om Swastika adalah authorized dealer sepeda titanium merek berlogo merah-putih, PITTS. Hingga pukul 24.00 WIT di mana kami memutuskan untuk beristirahat, masih ada dua dari 16 anggota RC3 yang belum tiba, yaitu Mia (PML) dan Nur Rachman (PDS).<span id="more-6852"></span></p>
<p><em>H-1, Berbasah-Basah di Trek Berpasir</em></p>
<p>Jam 6 pagi, peserta sudah mulai bangun. Dari cerita teman-teman, dua orang yang datang terakhir baru tiba di rumah sekitar jam 1.30 dinihari. Walau demikian, tak ada waktu untuk bangun siang. Semua harus sudah siap sebelum jam 7.00 WIT karena waktu itulah yang kami tentukan untuk berangkat menuju Gn. Abang, di sekitar Danau Batur, daerah bagian atas Kintamani. Bermodal sarapan nasi kucing –nasi bungkus dengan lauk tempe orek, abon dan sambal—akhirnya kami berangkat 15 menit lebih lambat.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><a href="http://tinypic.com?ref=1zz1bwi" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/1zz1bwi.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="297" height="222" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute lorong naga</p></div>
<p>Jam 9.20 WIT kami tiba di tempat start. Beberapa orang tak sabar menurunkan sepeda dari truk dan mulai melakukan pemanasan bersama sepedanya. Sebagian lainnya sibuk memasang body protector,  memkai sarung tangan, mengencangkan tali sepatu, meng-adjust ketinggian sadel hingga mencari tempat untuk buang air kecil. Satu hal yang pasti, kami sudah disuguhi pemandangan indah begitu turun dari mobil karena letak start yang berada di atas Danau Batur. Oleh sebab itu kami mahfum saat sebagian besar peserta langsung memulai sesi narsis alias foto-foto tanpa diberi komando.</p>
<p>Setelah briefing dan berdoa, etape pertama pun dimulai. Marshall sudah memberi tahu, tanjakan-tanjakan ringan akan mendominasi etape pertama. Oleh sebab itu, kendati diawali dengan jalan menurun, kami tidak mau terburu-buru. Dan benar saja, begitu selesai turunan pendek, kami disambut tanjakan. Karena tak mau menghabiskan tenaga di awal, kami pun menuntun sepeda bersama-sama untuk melibas tanjakan pertama. Setelah tanjakan pertama, rombongan masih segar dan segera melibas turunan yang cukup tajam. Beberapa senior RC3 masih rajin memberi instruksi teknis kepada beberapa newbie. Satu-dua orang masih terlihat ragu menghadapi turunan yang tajam, tapi berkat bimbingan yang baik, mereka bisa melewatinya tanpa hambatan berarti. Setelah melewati beberapa kali turunan tajam, peserta mulai menikmati gowes dengan rute Gn. Abang-Tangkub ini.</p>
<p>Satu per satu goweser mulai tune in dengan rute yang cenderung berpasir. Rombongan besar yang semula bergerak bersama, mulai terbagi dua. Rombongan pertama adalah mereka yang tak kuat menahan libido untuk menikmati turunan yang memicu adrenalin. Kami menyebutnya kelompok FSA (full speed ahead) Sementara rombongan kedua yang lebih besar, dapat dibagi menjadi empat, yaitu para instruktur yang rajin mendampingi newbie, para safety player, para newbie dan penganut aliran narsis.</p>
<p>Kami disodori pemandangan indah di rute H1 ini. Di sebelah kiri tampak Gn. Agung (3.142 mdpl) berdiri megah. Sementara di sebelah kanan adalah area hutan dan kebun di lereng Gn. Abang. Sayang, cuaca cerah saat start berubah dengan cepat menjadi mendung dan kemudian hujan deras sepanjang perjalanan. Walau demikian, toh banyak peserta yang merasa beruntung, dengan hujan yang turun cukup deras, track berpasir menjadi tidak licin dan stamina tidak terkuras.</p>
<p>Etape kedua, yang oleh para marshall disebut lorong naga merupakan jalan sempit berpasir di antara dua tebing. Keindahan alam Bali makin terasa ketika kam mendekati garis finish etape kedua. Terpampang batu-batu besar seukuran city car yang tampak menggantung di tebing. Sungguh keindahan yang hanya bisa kami rasakan dan nikmati dalam hati namun sulit untuk diceritkan. Apalagi kami tidak dapat mengabadikan pemandangan ini lantara hujan yang mengguyur semakin deras sehingga kami tidak berani mengeluarkan kamera. Pitstop etape kedua adalah warung kecil di pinggir jalan di mana kami menikmati teh panas yang terasa nikmat diminum di tengah hujan deras dan badan yang basah kuyub. Kenikmatan makin bertambah karena kami sempat menyantap durian Bali yang legit di warung kecil ini.</p>
<p>Gowes hari pertama akhirnya ditutup di sebuah restoran bernama “Lereng Agung” yang terletak di tebing, di mana di bawahnya terdapat sawah nan hijau dan berlatar belakang Gn. Agung. Setelah berganti pakaian, kami menyantap menu prasmanan nan sederhana namun terasa seperti makan di hotel bintang lima. Adapun malamnya, kami beramai-ramai makan seafood di Jimbaran.</p>
<p><em>H-2, Menjaga Keseimbangan di Pematang Sawah</em></p>
<p>Hari kedua diawali dari Ubud. Setelah berfoto-foto sebelum start, etape pertama adalah melewati singletrack area persawahan nan eksotis karena ada satu-dua galeri lukisan yang terletak di tengah sawah. Asal tahu saja, Julia Robert juga pernah singgah di salah satu galeri ini dalam filmnya yang kondang, Eat, Pray and Love.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=adond4" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i42.tinypic.com/adond4.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute menggosongkan kulit</p></div>
<p>Setelah melewati kelak-kelok sawah, kami menuju sebuah pura. Di sekitar pura, masih banyak penduduk –laki-perempuan—yang memanfaatkan sungai untuk mandi setiap hari. Bahkan, bukan hal yang aneh kalau penduduk di sekitar sini laki-perempuan mandi bersama di satu area. “Untung kita kesiangan sehingga ngga pengen mandi di sungai,” kata Heru Prijono (HHM) berkelakar.</p>
<p>Di sini kami sempat berfoto-foto dan melihat-lihat pemandangan di sekitar pura, lalu melanjutkan perjalanan melewati pinggir monkey forest. Tak lupa, beberapa peserta gowes sempat menyapa saudara tua yang banyak terlihat di atas pohon.</p>
<p>Keindahan desa adat Bali yang tertata dengan rapi menjadi pemandangan berikutnya. Area ini juga sempat menjadi bagian film Eat, Pray and Love. Celakanya, matahari yang semakin terik serta begitu banyaknya spot foto yang bagus membuat kami tak berlama-lama melewati desa adat ini. Apalagi, perjalanan masih jauh dan stamina mulai menurun.</p>
<p>Perjalan masih dilanjutkan dengan melewati singletrack pematang sawah yang panjang. Kendati bukan rute yang ekstrem, namun keseimbangan dan penguasaan sepeda diuji untuk dapat melewati rute ini dengan baik. Kami sempat mampir di warung kecil di tengah sawah sebelum menutup etape kedua di sebuah warung untuk memborong minuman dan makanan kecil. Warung Wardani di Denpasar adalah pilihan kami menyantap makan siang di hari kedua.. Nyaris tak ada yang tersisa di piring karena kami makan bak orang kelaparan..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Water bladder bag pengganti termos air</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[deuter]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</guid>
		<description><![CDATA[Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. &#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa. Ya, ya. Menarik! Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. </p>
<p>&#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa.</p>
<p>Ya, ya. Menarik! </p>
<p>Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. Mau posisi horisontal atau vertikal, tetap saja tak meninggalkan kekhawatiran akan ngglimpangnya gelas di sekitar kubikel, atau tersenggolnya termos air. Asik kan? </p>
<p>Saya sendiri membayangkan saya akan bekerja di depan layar komputer, dan meletakkan bladder di sisi kiri saya, tepat diatas tumpukan buku dan kertas-kertas press conference yang menggunung. Saya, yang biasanya menjauhkan posisi gelas dan termos dari area papan kunci, pastinya akan lega untuk menaruh water bladder bag dimana saja. </p>
<p>Coba ah ide gila ini. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih, lisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>njengking sebelum gowes</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 16:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6833</guid>
		<description><![CDATA[thanks untuk mas cis untuk potret ini. :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://tinypic.com?ref=140f289" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://i43.tinypic.com/140f289.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="509" height="383" border="0" /></a>thanks untuk mas cis untuk potret ini. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>galau di usia 21</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 11:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6836</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221; &#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221; &#8220;galau &#8230;&#8221; kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;. mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu. &#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221;<br />
&#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221;<br />
&#8220;galau &#8230;&#8221;</p>
<p>kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;.</p>
<p>mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu.</p>
<p>&#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain ya aku umur 21 waktu itu?&#8221; saya mencoba mencari memori saya, sepuluh tahun silam.</p>
<p>sial. isinya memang kuliah, FIAT TV, pacaran, asik berargumentasi, memulai riset untuk bikin film, mencoba berpolitik, dan sejenisnya.  ah, saya harus menggeledah memori saya kembali untuk masa-masa itu.</p>
<p>sebagian besar yang buruk dan menggalaukan hati di usia 21, rasanya saya sudah menguburnya. kini saatnya mentertawakan kegalauan masa itu. tapi itu bukan berarti saya tak galau lagi. soalnya, saat ini saya punya kegalauan yang lain.</p>
<p>saya mendadak rindu kembali ke usia 21 untuk merisaukan hati dan sibuk merancang mimpi.</p>
<p>sayang, usia itu tak akan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ide, dan niat untuk membebek</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 11:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6819</guid>
		<description><![CDATA[ide, sebenernya mahal atau murah sih? sampai sekarang, benak dan hati saya tak cukup akur untuk hal ini. untuk menengahinya, saya biasanya berdamai dengan menyurungkan kalimat ini: tak semua orang kreatif; sebagian besar hanya membebek dan mencari untung dari kekreatifan orang lain. kasihan. miskin ide. dan tak mengupayakan kekreatifan. (kegundahan ini merespons kegundahan yang ditularkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ide, sebenernya mahal atau murah sih?</p>
<p>sampai sekarang, benak dan hati saya tak cukup akur untuk hal ini. untuk menengahinya, saya biasanya berdamai dengan menyurungkan kalimat ini: tak semua orang kreatif; sebagian besar hanya membebek dan mencari untung dari kekreatifan orang lain.</p>
<p>kasihan. miskin ide. dan tak mengupayakan kekreatifan.</p>
<p>(kegundahan ini merespons kegundahan yang ditularkan oleh kerabat saya tentang rebus alias rencana busuk koleganya yang secara terang-terangan membebek gagasannya)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

