<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; isu indonesia</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/category/isu-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>dari im2 ke flexi speedup</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 04:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[flexi]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6923</guid>
		<description><![CDATA[laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu memamerkan kebisaan flexi mobile broadband di hunian mungil saya. wah, lumayan cepat; begitu pikir saya waktu itu. janji kecil pun dibikin: jangan lupa beli modem anyar flexi kalau mampir di ambasador. hanya saja, janji itu tak pernah terpenuhi. saya hampir tidak pernah ke ambasador. selama ini saya menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu memamerkan kebisaan flexi mobile broadband di hunian mungil saya.</p>
<p>wah, lumayan cepat; begitu pikir saya waktu itu. janji kecil pun dibikin: jangan lupa beli modem anyar flexi kalau mampir di ambasador.</p>
<p>hanya saja, janji itu tak pernah terpenuhi. saya hampir tidak pernah ke ambasador.</p>
<p>selama ini saya menggunakan indosat m2 untuk wifi device saya, yang menawarkan akses internet yang lumayan kencang di jam-jam tertentu di dinihari. owh my gosh; bahkan saya jarang berselancar di dunia maya pada dinihari saat ini.</p>
<p>setelah menghanguskan satu im2, lebih dari 4 bulan saya tak membiarkan diri saya tenggelam dengan internet di rumah, akhirnya saya membungkus im2 lain yang sejenis, dengan ongkos internet setengah dari yang saya pernah bayar. lumayan, dulu yang bayarnya 200,000 sebulan, kini hanya 100,000.</p>
<p>hanya saja, saya masih terus penasaran dengan flexi. laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu menancapkan modem speedup flexi di komputer supermini saya, dan was-wis-wus, internet melaju cukup kencang di siang hari, sore hari.bukan di dini hari saja.</p>
<p>dan saya sudah membungkusnya kemarin. postingan di blog ini adalah postingan pertama dengan menggunakan flexi speedup fun, yang hanya berbiaya 50,000 per bulannya.</p>
<p>sedap.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/04/dari-im2-ke-flexi-speedup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jahe merah, obat batuk mujarab</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 06:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[jahe merah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[serambi botani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6937</guid>
		<description><![CDATA[tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan. saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus. &#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan.</p>
<p>saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus.</p>
<p>&#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di tiki, tak jauh dari rumah saya. beberapa kali saya terbatuk di depannya, saat menunggu paket saya dicetakkan receipt-nya.</p>
<p>jahe merah? saya tak pernah tahu khasiat jahe itu.</p>
<p>&#8220;jahe merah itu lebih kuat pedesnya daripada jahe yang biasanya &#8230; itu pasti manjur deh. lebih cepet ketimbang pakai obat &#8230;&#8221; katanya lagi.</p>
<p>oke. saya mencatatnya.</p>
<p>kebetulan, laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya, juga batuk. enam sachet jahe merah pun dia bungkuskan untuk saya. wow, adayang instan! bentuknya bubuk atau butiran halus, ditambah dengan sejumlah rempah-rempah. saya hanya butuh menyeduhnya dengan air panas mendidih saja. owh, rasanya &#8216;nylekit&#8217;.</p>
<p>saya meminumnya sampai habis. much much much much better!</p>
<p>ketagihan, saya mencoba membeli jahe merah di serambi botani, di gandaria. kali ini berbeda dari jahe instan yang dibungkuskan oleh laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya. kali ini, jahe merah dari serambi botani dicetak seperti gula jawa: bundar, pipih dengan ketebalan sekitar 0,5 centimeter.  jahe merah ini bergula jawa merah. saya hanya perlu menyeduhnya dengan air panas mendidih dari ketel bunyi milik saya.</p>
<p>sama panasnya, meski tidak senylekit jahe merah instan bubuk.</p>
<p>thanks. saya menyukai jahe merah sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kobul, kobang, kopram</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bar]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kobul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6949</guid>
		<description><![CDATA[istilah itu muncul begitu saja dari mulut saya, saat kami membincangkan bule laki-laki dan seorang perempuan indonesia. kobul. kobokan bule. istilah itu memang terdengar kasar, tajam, sadis. itu hanya istilah. saya tahu persis, cinta memang tak berbatas wilayah, kontinen, suku dan sejenisnya. hanya saja, &#8216;pemandangan tak asik di bar, tempat dimana saya jamak melihat bule [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>istilah itu muncul begitu saja dari mulut saya, saat kami membincangkan bule laki-laki dan seorang perempuan indonesia.</p>
<p>kobul. kobokan bule.</p>
<p>istilah itu memang terdengar kasar, tajam, sadis.</p>
<p>itu hanya istilah.</p>
<p>saya tahu persis, cinta memang tak berbatas wilayah, kontinen, suku dan sejenisnya. hanya saja, &#8216;pemandangan tak asik di bar, tempat dimana saya jamak melihat bule laki-laki dan perempuan indonesia yang berperilaku tak wajar demi mendapatkan perhatian si bule&#8217; membikin selorohan itu muncul. entah, siapa yang menciptakan istilah menggelikan itu.</p>
<p>dan paimun pun berseloroh: kobang.</p>
<p>saya tak kalah: kopram.</p>
<p>hahahahahahaha &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/kobul-kobang-kopram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>parkiran gandaria ga punya gope&#8217;an</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 15:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6899</guid>
		<description><![CDATA[ini bukan yang pertama kalinya. parkiran di gandaria city tidak menyediakan kembalian 500 rupiah. dan berakhir selalu sama: mas-mas tukang parkir membiarkan saya tak membayar parkir. dia yang menombokinya. entah, kenapa parkiran di gandaria city itu tidak menyediakan pecahan 500 rupiah dalam jumlah yang cukup banyak. padahal, ada pecahan 500 rupiahan yang dia gunakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini bukan yang pertama kalinya.</p>
<p>parkiran di gandaria city tidak menyediakan kembalian 500 rupiah. dan berakhir selalu sama: mas-mas tukang parkir membiarkan saya tak membayar parkir. dia yang menombokinya.</p>
<p>entah, kenapa parkiran di gandaria city itu tidak menyediakan pecahan 500 rupiah dalam jumlah yang cukup banyak. padahal, ada pecahan 500 rupiahan yang dia gunakan untuk pungutan ongkos parkir pada si empunya kendaraan.</p>
<p>kalau memang tak punya pecahan gope&#8217;an, knapa tak membikin bulatan ongkos parkiran menjadi 1,000 rupiahan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/08/parkiran-gandaria-ga-punya-gopean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>angin ribut di lantai 15</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/05/angin-ribut-di-lantai-15/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/05/angin-ribut-di-lantai-15/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 15:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6912</guid>
		<description><![CDATA[pintu di balkon bergetar. esti, kakak saya, memeganginya. &#8220;biasanya tidak begini,&#8221; katanya. hujan deras diluar. deras sekali. saya nyaris tak bisa mendapati atap gedung maupun rumah yang cukup tinggi yang bisa diintip dari lantai 15. semuanya tertutup hujan, menyerupai kabut. saya mendengar dan melihat air yang terus menggerojok terbawa angin, mengarah ke pintu balkon. pigura [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 309px"><a href="http://tinypic.com?ref=aovoxs" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i41.tinypic.com/aovoxs.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="299" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">pintu masuk thamrin city, setelah angin ribut itu</p></div>
<p>pintu di balkon bergetar. esti, kakak saya, memeganginya. &#8220;biasanya tidak begini,&#8221; katanya.</p>
<p>hujan deras diluar. deras sekali. saya nyaris tak bisa mendapati atap gedung maupun rumah yang cukup tinggi yang bisa diintip dari lantai 15.</p>
<p>semuanya tertutup hujan, menyerupai kabut.</p>
<p>saya mendengar dan melihat air yang terus menggerojok terbawa angin, mengarah ke pintu balkon. pigura di dinding kamar juga sedikit bergoyang. suara air yang lain datang dari sudut ruangan.</p>
<p>&#8220;cari makan yuk!&#8221; kata saya, mencoba menenangkan diri, mengajak esti keluar dari apartemennya. tak lama, saya dengar suara pintu di unit sebelah ditutup.</p>
<p>saat mengunci pintu, air sudah masuk di koridor lantai 15 dari jendela di ujung koridor. apartemen, bisa juga banjir ya.</p>
<p>&#8220;anginnya sudah muter-muter sampe cosmo park,&#8221; kata tetangga unit, yang keluar sesaat sebelum kami keluar. ibu mertuanya menggendong bayinya yang baru berumur hitungan bulan.</p>
<p>kami turun lewat tangga darurat. kaki saya gemetaran. perasaan saya tak tenang.</p>
<p>sampai lobi, kami mendapati eternit di thamrin city rubuh.  OMG!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/05/angin-ribut-di-lantai-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>harga mainan othok-othok itu Rp 2,000</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 08:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[blue bird]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6876</guid>
		<description><![CDATA[saya melihatnya. lelaki sepuh berperawakan kecil, mengenakan baju putih dan celana putih yang tak lagi bersih, dengan topi yang melindungi kepalanya, berwarna cokelat muda.  ia menyeka keringat yang menempel di dahi dan sebagian wajahnya. di bahunya, sebilah bambu panjang mengangkut agar-agar dan mainan othok-othok berwarna kuning-merah-hijau. untuk menarik perhatian, ia sesekali mengibaskan tangannya, membunyikan mainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya melihatnya. lelaki sepuh berperawakan kecil, mengenakan baju putih dan celana putih yang tak lagi bersih, dengan topi yang melindungi kepalanya, berwarna cokelat muda.  ia menyeka keringat yang menempel di dahi dan sebagian wajahnya. di bahunya, sebilah bambu panjang mengangkut agar-agar dan mainan othok-othok berwarna kuning-merah-hijau.</p>
<p>untuk menarik perhatian, ia sesekali mengibaskan tangannya, membunyikan mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;kalau mau ke setia budi, arahnya ke mana ya?&#8221; tanyanya pada saya. saya menunjuk jalan seberang, persis ke arah yang akan saya tuju. dia bilang, dia berjalan kaki menjajakan dagangannya dari pulo gadung.</p>
<p>kami berjalan beriringan. menyeberangi jembatan penyeberangan yang tak jauh dari gedung KPK.  padanya saya bertanya berapa harga mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;2,000 rupiah,&#8221; katanya.</p>
<p>hati saya habis.  harga mainan itu  bahkan lebih murah dari harga teh botol.</p>
<p>mainan othok-othok, entah apa nama sebenernya mainan ini, dibikin dari bilahan bambu dan diberi warna terang. bapak itu mewarnani bilahan bambu itu dengan warna hijau. sementara, di bagian ujungnya, dibikin baling-baling, yang juga dibuat dari bilahan bambu yang lebih tipis lagi. benang putih tipis dan kertas minyak warna kuning dan merah menjadi penghias baling-baling itu. diantara gagang bilah bambu dan baling-baling itu ada lempengan seng tipis yang ditempeli lidi dan diikat dengan karet. juga, ada potongan bekas bungkus rokok sebagai genderang lidi itu. sekali othok-othok itu dikibaskan, maka baling-baling akan berputar dan menciptakan suara &#8220;othok&#8230;othok&#8230;othok &#8230;&#8221;</p>
<p>itu mainan saya waktu kecil; 30 tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;orang-orang yang bikin itu biasanya dari cirebon. mereka datang ke jakarta naik bus dengan ongkos 30,000 rupiah. mereka tinggal di emperan toko atau terminal di malam hari, setengah bulan atau sebulan sekali mereka kembali ke rumah. di cirebon banyak pengrajin mainan anak tradisional seperti itu,&#8221; kata pak pengemudi taksi blue bird yang saya tumpangi, tak lama setelah saya dan bapak penjual mainan othok-othok itu berpisah di persimpangan penyeberangan jalan.</p>
<p>dari cirebon? owh, hati saya tambah habis.</p>
<p>kebijakan impor mempermudah pengusaha untuk mengusung mainan dari luar Indonesia sehingga harga mainan menjadi lebih murah dan akan ada begitu banyak orang yang bisa menikmati mainan dari luar negeri. tapi, bagaimana dengan mainan yang dibikin dari pengerajin mainan anak-anak tradisional?</p>
<p>&#8220;anak-anak di jakarta, anak-anak jaman sekarang, apa masih mau mainan seperti itu?&#8221; tanya pak pengemudi. ia bilang, di masa kecilnya, ia pergi ke cirebon setahun sekali dari rumahnya, membeli empal gentong dan mainan othok-othok itu. &#8220;itu saja, saya sudah setengah mati gembiranya &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>iya, sama halnya dengan saya yang juga gembira dengan mainan yang luar biasa itu pada masa kecil saya.  iya, mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;tapi Tuhan itu adil kok mbak, melalui cara apapun &#8230;&#8221; kata pak pengemudi itu. membuat saya makin mengatupkan bibir saya, dan menyadari ada butiran bening merembes dari ujung mata saya.</p>
<p>iya, Tuhan itu adil. Tuhan itu pasti adil.</p>
<p>saya terus mengamati mainan othok-othok yang ada di tangan saya, memainkannya perlahan, melahirkan bunyi &#8221;othok-othok-othok&#8217; .</p>
<p>satu mainan othok-othok-othok seharga 2,000 rupiah itu ada di kubikel saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bapak tua penambal ban di depan apt. shangri-la</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 06:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apartemen shangri-la]]></category>
		<category><![CDATA[ban]]></category>
		<category><![CDATA[ban bocor]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kebanan]]></category>
		<category><![CDATA[tambal ban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6858</guid>
		<description><![CDATA[tubuhnya kecil. kulitnya sudah mengeriput. tangannya tak lagi kekar. dia selalu mengenakan pakaian yang sama: celana hitam yang panjangnya tak lebih dari mata kaki, dan kemeja cokelat muda. sepeda yang digowesnya selalu sama: bmx yang sudah berkarat. ia selalu ada di trotoar di depan apt shangri-la saat jam pulang kerja mulai membanjiri jalanan dengan pengendara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tubuhnya kecil. kulitnya sudah mengeriput. tangannya tak lagi kekar.</p>
<p>dia selalu mengenakan pakaian yang sama: celana hitam yang panjangnya tak lebih dari mata kaki, dan kemeja cokelat muda. sepeda yang digowesnya selalu sama: bmx yang sudah berkarat.</p>
<p>ia selalu ada di trotoar di depan apt shangri-la saat jam pulang kerja mulai membanjiri jalanan dengan pengendara mobil dan motor.  ia menandai keberadaan dirinya dengan ban sepeda motor yang dipajangnya di tepi trotoar. sepeda bmx-nya selalu menyandar dinding pagar apartemen mewah itu.</p>
<p>saya selalu berharap kendaraan saya kempes tak jauh dari tempat nongkrong bapak tukang tambal ban itu. saya ingin berbincang dengannya.</p>
<p>lebih dari setengah tahun saya melajukan kendaraan saya, tak pernah ban motor saya kempes di dekatnya.</p>
<p>keberadaannya selalu mengusik saya. barangkali karena kadang ada lebih dari dua kendaraan yang antri ditambal olehnya dalam waktu yang bersamaan. barangkali karena kekontrasan apartemen mewah dan adanya pak tukang tambal ban ini di satu area yang sama. barangkali karena ia juga tetap bertahan disana, tanpa kompresor besar melainkan dengan pompa angin genjotan dengkul dan tangan, dan api yang menyala kecil untuk memberi tenaga tambalan bannya.</p>
<p>barangkali karena ia tetap bertahan dengan payung hitam lusuh dan berlubang saat hujan mengguyur kawasan itu.</p>
<p>sekali waktu saya melihatnya menggenjot sepedanya. tanpa membawa alat penambal ban yang sederhana itu. lepas maghrib. ia terlihat berasal dari tempat nongkrongnya.</p>
<p>ya, saya sangat ingin berbincang dengannya. dengan bapak bertubuh kecil itu, bapak penambal ban.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>blackberry saya baru</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/02/blackberry-saya-baru/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/02/blackberry-saya-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 06:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[teman jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6860</guid>
		<description><![CDATA[saya menyerah dengan trackball yang sudah sangat payah di blackberry bold generasi pertama yang saya pakai saat ini. hampir setiap hari saya harus menyekanya dengan minyak kayu putih, dan harus terus membawa minyak kayu putih kemanapun saya pergi. bukan untuk menghangatkan tubuh, tapi untuk membersihkan trackball yang sudah sangat payah. dan saya mendapatkan blackberry yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menyerah dengan trackball yang sudah sangat payah di blackberry bold generasi pertama yang saya pakai saat ini.</p>
<p>hampir setiap hari saya harus menyekanya dengan minyak kayu putih, dan harus terus membawa minyak kayu putih kemanapun saya pergi. bukan untuk menghangatkan tubuh, tapi untuk membersihkan trackball yang sudah sangat payah.</p>
<p>dan saya mendapatkan blackberry yang baru minggu ini. yah, blackberry curve. tapi tak apa, setidaknya membuat saya bisa lebih nyaman bekerja, berkirim kabar kepada kolega dan meninggalkan jejak di akun twitter.</p>
<p>terimakasih untuk blackberry baru untuk saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/02/blackberry-saya-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerumunan massa</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 01:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[airasia]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[diskon]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/</guid>
		<description><![CDATA[Saya lega tak ada dalam kerumunan itu. Iya, antrian blackberry dengan diskon 50 persen untuk 1000 pembeli pertama. Saya baca di sejumlah media online, promo agresif itu diserbu konsumen yang jumlahnya amit-amit banyaknya, melebihi dari yang disangkakan. Ada yang patah tulang. Ada yang pingsan. Waduh. Saya nyaris ada dalam kerumunan itu. Saya lebih menyukai kerumunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lega tak ada dalam kerumunan itu. </p>
<p>Iya, antrian blackberry dengan diskon 50 persen untuk 1000 pembeli pertama. Saya baca di sejumlah media online, promo agresif itu diserbu konsumen yang jumlahnya amit-amit banyaknya, melebihi dari yang disangkakan. Ada yang patah tulang. Ada yang pingsan. </p>
<p>Waduh. </p>
<p>Saya nyaris ada dalam kerumunan itu. </p>
<p>Saya lebih menyukai kerumunan di dunia maya. Sama-sama menawarkan promo murah, airasia sama-sama mampu mendatangkan kerumunan massa yang massif, namun tak perlu berkeringat, pingsan hingga patah tulang. Lebih dari itu, tak perlu mendatangkan begitu banyak aparat keamanan untuk menjaga massa yang menderas. </p>
<p>Di jejaring elektronik, airasia kerap menawarkan tiket murah, yang diperebutkan oleh sekian banyak calon penumpang. </p>
<p>Saya mengalaminya saat awal airasia menerbangi langit indonesia. Saya cukup stand by dengan halaman website airasia, dan menyiapkan kartu kredit dan ktp atau paspor. Saya mendapatkan 0 rupiah untuk penerbangan airasia di sejumlah rute. fun. Saya tak sibuk berdesakan. Sebagai gantinya, sever airasia sibuk, padat dan sempat eror. Tapi ya disitulah kerumunan massa terasa, meski tak sepenuhnya terlihat. </p>
<p>Kerumunan massa kemarin untuk memperebutkan 1000 blackberry bold seri bellagio dengan diskon 50 persen, saya beruntung tak jadi kesana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;bajaj saya hilang &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/23/bajaj-saya-hilang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/23/bajaj-saya-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 10:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bajaj]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6842</guid>
		<description><![CDATA[lama tak naik bajaj dari depan rumah. sejak saya punya tunggangan sendiri, saya tidak pernah naik bajaj. naik ojek juga cuma sekali. saya mengenal mereka cukup baik, meski tak sangat akrab. kalau bukan mereka, siapa lagi yang mau menolong saya jika tak ada tumpangan? pagi kemarin, saya pun menyewa tumpangan untuk menuju ke kantor lama. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama tak naik bajaj dari depan rumah.</p>
<p>sejak saya punya tunggangan sendiri, saya tidak pernah naik bajaj. naik ojek juga cuma sekali. saya mengenal mereka cukup baik, meski tak sangat akrab. kalau bukan mereka, siapa lagi yang mau menolong saya jika tak ada tumpangan?</p>
<p>pagi kemarin, saya pun menyewa tumpangan untuk menuju ke kantor lama. supir bajaj-nya adalah mas-mas berlogat jawa, berambut gondrong hitam halus seperti layaknya gadis-gadis sunsilk.</p>
<p>sepanjang perjalanan, kami berbincang.  padanya, saya bertanya soal kesehatannya dan juga keluarganya.</p>
<p>&#8220;sekarang sih sudah baikan mbak. alhamdulillah. tapi bajaj saya hilang sebelum lebaran kemarin. wah, pusing dah. mana kebutuhan buat lebaran kan ada aja. &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>ia dilanggani oleh tetangga depan saya untuk mengantar sekolah anak-anaknya. pagi itu,  kebetulan si bapak ada di rumah, jadi mas bajaj tidak mengantar. yang biasanya keluar jam 5.30, si mas bajaj baru keluar jam 6.30.</p>
<p>&#8220;saya parkirin bajaj di depan kompleks. saya datang, eh, sudah engga ada. padahal ini bajaj sewa. kalau dijual, kayak motor ga ada surat-suratnya itu, cuma 2 juta,&#8221; katanya.</p>
<p>mas bajaj harus nyicil pada si empunya bajaj, sebesar 300,000 dikalikan tiga.  ia hanya diminta bayar separo-nya sebagai ganti rugi bajaj yang hilang.</p>
<p>&#8220;alhamdulillah saya dipercaya sama yang punya. saya juga disuruh jadi montir. jadinya cuma bayar sekalu, lalu sudah engga disuruh bayar. tapi saya tetap disuruh jadi montir, dan tetap dibayar.&#8221;</p>
<p>ia menyewa bajaj sebulan sebesar 500,000.  dengan tambahan pendapatan jadi montir, saat ini ketebalan kantongnya lumayan. sebelumnya, sudah ada montir untuk bajaj-bajaj yang ada. hanya saja, ia dipecat oleh si empunya karena setorannya ada yang ditilep.</p>
<p>&#8220;kepercayaan itu mahal, mbak. alhamdulillah, saya orang biasa. maunya ya yang biasa, bisa dipercaya &#8230;&#8221;</p>
<p>saya terdiam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/23/bajaj-saya-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

