laki-laki yang selalu membagikan pelukan hangat itu memamerkan kebisaan flexi mobile broadband di hunian mungil saya. wah, lumayan cepat; begitu pikir saya waktu itu. janji kecil pun dibikin: jangan lupa beli modem anyar flexi kalau mampir di ambasador. hanya saja, janji itu tak pernah terpenuhi. saya hampir tidak pernah ke ambasador. selama ini saya menggunakan [...]
Comments Off »
Read the rest
tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan. saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus. “minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik …” begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di [...]
Comments Off »
Read the rest
saya menyerah mencari maxim cook. itu, wajan buka-tutup seperti happy-call. bedanya, harganya sepertiga dari harga happy-call, dan ini dibikin oleh maxim. not bad. esti, kakak saya, membelinya di hypermart di thamrin city. saya yang agak malas ke thamrin city, akhirnya memburunya ke sejumlah tempat, mulai dari sogo, lotte, giant, hero. hasilnya, nihil. rupanya saya memang [...]
Comments Off »
Read the rest
kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah. perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya. bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra. om heru dan sejumlah teman [...]
Comments Off »
Read the rest