<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; kuliner</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/category/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>menyerah mencari maxim cook</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 08:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[happy-call]]></category>
		<category><![CDATA[maxim]]></category>
		<category><![CDATA[panci]]></category>
		<category><![CDATA[wajan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6944</guid>
		<description><![CDATA[saya menyerah mencari maxim cook. itu, wajan buka-tutup seperti happy-call. bedanya, harganya sepertiga dari harga happy-call, dan ini dibikin oleh maxim. not bad. esti, kakak saya, membelinya di hypermart di thamrin city. saya yang agak malas ke thamrin city, akhirnya memburunya ke sejumlah tempat, mulai dari sogo, lotte, giant, hero. hasilnya, nihil. rupanya saya memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menyerah mencari maxim cook. itu, wajan buka-tutup seperti happy-call. bedanya, harganya sepertiga dari harga happy-call, dan ini dibikin oleh maxim. not bad.</p>
<p>esti, kakak saya, membelinya di hypermart di thamrin city. saya yang agak malas ke thamrin city, akhirnya memburunya ke sejumlah tempat, mulai dari sogo, lotte, giant, hero. hasilnya, nihil.</p>
<p>rupanya saya memang harus mencarinya di hypermart.</p>
<p>tapi, ah tidak. setelah pencarian panjang itu, saya jadi agak malas berburu maxim cook. sudah, biar saja begini. begini saja, pakai yang ada. kelak, kalau mood saya sudah kembali lagi, saya akan mencarinya kembali, sudah pasti di hypermart.</p>
<p>kali ini, saya sudah menyerah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/28/menyerah-mencari-maxim-cook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bali tanpa babi, perjalanan antiklimaks</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 07:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi guling]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[lawar]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6865</guid>
		<description><![CDATA[bali tanpa babi. bali tanpa babi guling. bali tanpa lawar. ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi. ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bali tanpa babi.</p>
<p>bali tanpa babi guling.</p>
<p>bali tanpa lawar.</p>
<p>ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi.</p>
<p>ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, kini tinggal merencanakan perjalanan serupa, tentu saja, dengan memasukkan warung-warung babi untuk icip-icip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RC3 Menjajal Eksotisme Gowes di Bali</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6852</guid>
		<description><![CDATA[Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali. &#8211;Christiantoko Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali.</em> &#8211;Christiantoko</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 305px"><a href="http://tinypic.com?ref=a4wzna" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/a4wzna.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="295" height="196" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">memamerkan kekuatan dengkul</p></div>
<p>Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Patut diketahui, hajatan RC3 untuk gowes bareng di Bali kali ini sudah direncanakan sejak acara gowes Merapi bulan Juli silam. Seperti biasa, setiap kali acara gowes ke luar kota berakhir, kami langsung menentukan destinasi gowes berikutnya.</p>
<p>Namun karena acara kali ini hamper berbarengan dengan KTT Asean yang juga diadakan di Bali, jadwal penerbangan sedikit kacau. Beberapa peserta gowes pun terpaksa menanggung sial karena jadwal pesawatnya delay. Jadwal kedatangan dan keberangkatan di bandara yang kacau pun membuat bandara yang tengah direnovasi itu terasa makin sesak, penuh antrean panjang pengambilan bagasi maupun menunggu jemputan. Namun salah satu peserta gowes, yaitu Femi yang notabene adalah wartawan Bloomberg, sempat mengambil hikmah. “Aku sempat memotret Air Force One, pesawat kepresidenan Obama,” katanya.</p>
<p>Malam itu, sebagian besar peserta menginap di rumah Darjoto Setyawan, salah seorang Managing Director RC di daerah Tanjung Benoa. Sehari sebelumnya, truk pengangkut sepeda telah tiba dan sepeda sudah di setting oleh salah seorang panitia, yaitu Om Swastika. Selain mekanik professional, Om Swastika adalah authorized dealer sepeda titanium merek berlogo merah-putih, PITTS. Hingga pukul 24.00 WIT di mana kami memutuskan untuk beristirahat, masih ada dua dari 16 anggota RC3 yang belum tiba, yaitu Mia (PML) dan Nur Rachman (PDS).<span id="more-6852"></span></p>
<p><em>H-1, Berbasah-Basah di Trek Berpasir</em></p>
<p>Jam 6 pagi, peserta sudah mulai bangun. Dari cerita teman-teman, dua orang yang datang terakhir baru tiba di rumah sekitar jam 1.30 dinihari. Walau demikian, tak ada waktu untuk bangun siang. Semua harus sudah siap sebelum jam 7.00 WIT karena waktu itulah yang kami tentukan untuk berangkat menuju Gn. Abang, di sekitar Danau Batur, daerah bagian atas Kintamani. Bermodal sarapan nasi kucing –nasi bungkus dengan lauk tempe orek, abon dan sambal—akhirnya kami berangkat 15 menit lebih lambat.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><a href="http://tinypic.com?ref=1zz1bwi" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/1zz1bwi.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="297" height="222" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute lorong naga</p></div>
<p>Jam 9.20 WIT kami tiba di tempat start. Beberapa orang tak sabar menurunkan sepeda dari truk dan mulai melakukan pemanasan bersama sepedanya. Sebagian lainnya sibuk memasang body protector,  memkai sarung tangan, mengencangkan tali sepatu, meng-adjust ketinggian sadel hingga mencari tempat untuk buang air kecil. Satu hal yang pasti, kami sudah disuguhi pemandangan indah begitu turun dari mobil karena letak start yang berada di atas Danau Batur. Oleh sebab itu kami mahfum saat sebagian besar peserta langsung memulai sesi narsis alias foto-foto tanpa diberi komando.</p>
<p>Setelah briefing dan berdoa, etape pertama pun dimulai. Marshall sudah memberi tahu, tanjakan-tanjakan ringan akan mendominasi etape pertama. Oleh sebab itu, kendati diawali dengan jalan menurun, kami tidak mau terburu-buru. Dan benar saja, begitu selesai turunan pendek, kami disambut tanjakan. Karena tak mau menghabiskan tenaga di awal, kami pun menuntun sepeda bersama-sama untuk melibas tanjakan pertama. Setelah tanjakan pertama, rombongan masih segar dan segera melibas turunan yang cukup tajam. Beberapa senior RC3 masih rajin memberi instruksi teknis kepada beberapa newbie. Satu-dua orang masih terlihat ragu menghadapi turunan yang tajam, tapi berkat bimbingan yang baik, mereka bisa melewatinya tanpa hambatan berarti. Setelah melewati beberapa kali turunan tajam, peserta mulai menikmati gowes dengan rute Gn. Abang-Tangkub ini.</p>
<p>Satu per satu goweser mulai tune in dengan rute yang cenderung berpasir. Rombongan besar yang semula bergerak bersama, mulai terbagi dua. Rombongan pertama adalah mereka yang tak kuat menahan libido untuk menikmati turunan yang memicu adrenalin. Kami menyebutnya kelompok FSA (full speed ahead) Sementara rombongan kedua yang lebih besar, dapat dibagi menjadi empat, yaitu para instruktur yang rajin mendampingi newbie, para safety player, para newbie dan penganut aliran narsis.</p>
<p>Kami disodori pemandangan indah di rute H1 ini. Di sebelah kiri tampak Gn. Agung (3.142 mdpl) berdiri megah. Sementara di sebelah kanan adalah area hutan dan kebun di lereng Gn. Abang. Sayang, cuaca cerah saat start berubah dengan cepat menjadi mendung dan kemudian hujan deras sepanjang perjalanan. Walau demikian, toh banyak peserta yang merasa beruntung, dengan hujan yang turun cukup deras, track berpasir menjadi tidak licin dan stamina tidak terkuras.</p>
<p>Etape kedua, yang oleh para marshall disebut lorong naga merupakan jalan sempit berpasir di antara dua tebing. Keindahan alam Bali makin terasa ketika kam mendekati garis finish etape kedua. Terpampang batu-batu besar seukuran city car yang tampak menggantung di tebing. Sungguh keindahan yang hanya bisa kami rasakan dan nikmati dalam hati namun sulit untuk diceritkan. Apalagi kami tidak dapat mengabadikan pemandangan ini lantara hujan yang mengguyur semakin deras sehingga kami tidak berani mengeluarkan kamera. Pitstop etape kedua adalah warung kecil di pinggir jalan di mana kami menikmati teh panas yang terasa nikmat diminum di tengah hujan deras dan badan yang basah kuyub. Kenikmatan makin bertambah karena kami sempat menyantap durian Bali yang legit di warung kecil ini.</p>
<p>Gowes hari pertama akhirnya ditutup di sebuah restoran bernama “Lereng Agung” yang terletak di tebing, di mana di bawahnya terdapat sawah nan hijau dan berlatar belakang Gn. Agung. Setelah berganti pakaian, kami menyantap menu prasmanan nan sederhana namun terasa seperti makan di hotel bintang lima. Adapun malamnya, kami beramai-ramai makan seafood di Jimbaran.</p>
<p><em>H-2, Menjaga Keseimbangan di Pematang Sawah</em></p>
<p>Hari kedua diawali dari Ubud. Setelah berfoto-foto sebelum start, etape pertama adalah melewati singletrack area persawahan nan eksotis karena ada satu-dua galeri lukisan yang terletak di tengah sawah. Asal tahu saja, Julia Robert juga pernah singgah di salah satu galeri ini dalam filmnya yang kondang, Eat, Pray and Love.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=adond4" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i42.tinypic.com/adond4.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute menggosongkan kulit</p></div>
<p>Setelah melewati kelak-kelok sawah, kami menuju sebuah pura. Di sekitar pura, masih banyak penduduk –laki-perempuan—yang memanfaatkan sungai untuk mandi setiap hari. Bahkan, bukan hal yang aneh kalau penduduk di sekitar sini laki-perempuan mandi bersama di satu area. “Untung kita kesiangan sehingga ngga pengen mandi di sungai,” kata Heru Prijono (HHM) berkelakar.</p>
<p>Di sini kami sempat berfoto-foto dan melihat-lihat pemandangan di sekitar pura, lalu melanjutkan perjalanan melewati pinggir monkey forest. Tak lupa, beberapa peserta gowes sempat menyapa saudara tua yang banyak terlihat di atas pohon.</p>
<p>Keindahan desa adat Bali yang tertata dengan rapi menjadi pemandangan berikutnya. Area ini juga sempat menjadi bagian film Eat, Pray and Love. Celakanya, matahari yang semakin terik serta begitu banyaknya spot foto yang bagus membuat kami tak berlama-lama melewati desa adat ini. Apalagi, perjalanan masih jauh dan stamina mulai menurun.</p>
<p>Perjalan masih dilanjutkan dengan melewati singletrack pematang sawah yang panjang. Kendati bukan rute yang ekstrem, namun keseimbangan dan penguasaan sepeda diuji untuk dapat melewati rute ini dengan baik. Kami sempat mampir di warung kecil di tengah sawah sebelum menutup etape kedua di sebuah warung untuk memborong minuman dan makanan kecil. Warung Wardani di Denpasar adalah pilihan kami menyantap makan siang di hari kedua.. Nyaris tak ada yang tersisa di piring karena kami makan bak orang kelaparan..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lumpia semarang dan siomay super theresia, ngawe-awe</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 05:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[csl]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[gereja theresia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia semarang]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[seli sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[siomay super]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[theresia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6773</guid>
		<description><![CDATA[lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini. owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya. siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini.</p>
<p>owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya.</p>
<p>siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak bisa mendapati kerabat yang mengajak saya untuk temu janji pagi ini. ya sudahlah, mungkin dia membutuhkan istirahat yang lebih panjang dari hari biasanya. mungkin mimpinya tak cukup melegakan untuk dihentikan jam 6 pagi di hari minggu. mungkin seseorang tengah memeluknya dengan hangat, tak ingin dilepasnya.</p>
<p>dan seporsi siomay super terus mememenuhi mulut saya.</p>
<p>siomay theresia ini bersisian dengan lumpia semarang, yang gerobaknya tak cukup kompak untuk sama-sama berada pada posisi vertikal maupun horisontal. ya, sementara gerobak si lumpia itu menjejer horisontal, si siomay vertikal. hanya saja, keduanya cukup akur untuk memiliki satu bangku yang sama untuk berbagi.</p>
<p>&#8220;lumpia basah, lima, bungkus ya pak &#8230;&#8221; pesan saya.</p>
<p>sesudahnya, saya berbincang dengan bapak penjual lumpia. tentang kulit lumpia yang dibikinnya saban pagi sebanyak 300-400 lembar sehari, tentang kulit lumpia yang tak boleh kena angin, tentang kulit lumpia yang tak bisa menggunakan kulit lumpia bikinan &#8216;kemarin&#8217;. entah, kenapa saya banyak bertanya tentang kulit lumpia saja, dan tak bertanya soal isinya.</p>
<p>saatnya pulang. entah, ada perasaan bahagia membuncah setelah memenuhi lambaian siomay super dan lumpia semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bike trip: tangkuban perahu, wangi hutan pinus dan hujan romantis</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[bike trip]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali corporation]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6791</guid>
		<description><![CDATA[terimakasih untuk abang yang menebalkan portfolio bersepeda saya di jalur yang tak biasa: tangkuban perahu. setelah jogja-borobudur yang membikin saya mandek di tanjakan juminten, dan niteride di cibubur-cibinong, saya kembali ikut gowes dengan abang dan koleganya. saya tak pernah tahu medan di kawasan ini. tapi saya bersyukur, ketidaktahuan ini justru membikin nyali saya tidak ciut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih untuk abang yang menebalkan portfolio bersepeda saya di jalur yang tak biasa: <a href="http://femiadi.com/2011/10/09/terlanjur-basah-ya-sudah-gowes-sekalian%E2%80%A6/" target="_blank">tangkuban perahu</a>.</p>
<p>setelah jogja-borobudur yang membikin saya mandek di tanjakan juminten, dan niteride di cibubur-cibinong, saya kembali ikut gowes dengan abang dan koleganya.</p>
<p>saya tak pernah tahu medan di kawasan ini. tapi saya bersyukur, ketidaktahuan ini justru membikin nyali saya tidak ciut. dus, saya mengiyakan saja tawaran abang. &#8220;ga usah dibayangin track-nya. liat besok aja. pokoknya asik dah,&#8221; katanya, sesaat sebelum kami berangkat ke bandung.</p>
<p>ya, sepertinya itu lebih baik. jauh lebih baik.</p>
<p>hanya tiga dari kami yang perempuan, termasuk saya. sementara yang lainnya adalah laki-laki dengan jam terbang yang sudah mencapai level FSA alias full speed ahead. owh, dem. dan dari ketiga perempuan ini, tentu saja hanya saya yang selalu ada di barisan paling belakang, dan paling sering dibantu marshall. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>wangi hutan pinus. teman-teman baru. gelak tawa.</p>
<p>adakah yang lebih asik ketimbang itu? saya rasa tidak ada.</p>
<p>kelengkapan perkakas bersepeda seperti bodi protektor yang dipakai pegowes, sempat membikin saya jiper. wah, saya engga pake. saya hanya komat-kamit, ya, cuma doa saja yang akan menopang siku, lutut, kaki, tangan dan tubuh agar tidak lecet-yang-berlebihan. huwashawusblahblahblah, terjadilah padaku menurut kehendakMU, amin-amin-amin.</p>
<p>lagu yang diperdengarkan dari blackberry, seperti kata abang, membuat gowesan kami terasa seperti naik odong-odong. haduh. di sela itu, saya bersyukur, ada begitu banyak orang baik yang berbagi teknik bagaimana bersepeda dengan tepat: bagaimana mengendalikan sepeda di turunan, bagaimana menggowes di tanjakan, bagaimana menyelinap diantara akar-akar pohon dan juga batang-batang pohon yang berusia puluhan, bahkan ratusan tahun. aih.</p>
<p>&#8220;trek &#8230; trek &#8230; trek &#8230;&#8221; begitu teriak om heru, saat saya menggowes di depannya. haduh, sial. saya langsung menepi, dan kapok berada di depannya. cilaka kalau menghadapi pegowes-tangguh-berusia-diatas-limapuluh. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   tak cuma diajari, saya juga dikerjai.</p>
<p>sekitar 98% tanjakan yang saya lalui, saya memilih untuk menuntun sepeda saya. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  kalau mas rufus bilang, &#8220;saya engga cocok di tanjakan &#8230;&#8221; oops. &#8216;engga cocok&#8217; itu sebenernya dibaca &#8216;engga mampu&#8217;, dalam istilah yang lebih cool. baiklah. saya pun mengiyakan, dengan anggukan yang begitu mantapnya.</p>
<p>hujan membikin hutan di tangkuban perahu terasa lebih romantis. **uhuy** wangi tanah dan hutan terasa lebih tajam, dan gelap terasa lebih menyandera.  **ehm**</p>
<p>kecelakaan terjadi saat medekati jayagiri. sayang, saya tak menjadi saksi matanya. pak darjoto terpeleset saat menggelinding di turunan di tanah yang basah. ah, saya yakin, kecelakaan ini tak akan menyurutkan niat dan nyalinya untuk bersepeda, setelah enam sepeda plus satu double cab dia bungkus untuk memuaskan rasa penasarannya.  **semoga lekas sembuh**</p>
<p>terimakasih untuk dua marshall dari tangkuban perahu, yang menyurung sepeda dan menemani saya di garis paling belakang. juga, terimakasih untuk mas erry yang menantang, &#8220;di bali, ikut kan?&#8221;</p>
<p>ya, saya pasti ikut. saya akan ikut di bike trip selanjutnya, di bali.</p>
<p>terimakasih untuk om ijay, yang sudah memberikan tumpangan pp jakarta-bandung-jakarta dan menginspirasi saya mengangkut 100 ml spray ethylchloride untuk kram saat menggowes. sudah pasti, terimakasih untuk abang yang mengajak saya ke tangkuban perahu, dan rekaman tertulisnya untuk fun-trip ini.</p>
<p>sampai ri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya belum makan angry birds itu</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/29/saya-belum-makan-angry-birds-itu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/29/saya-belum-makan-angry-birds-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 12:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[angry birds]]></category>
		<category><![CDATA[cupcake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6746</guid>
		<description><![CDATA[angry birds itu masih ada di atas meja. saya belum memakannya. rasanya kasihan. rasanya sayang. rasanya eman. duh. padahal harusnya sudah saya habiskan selasa kemarin. itu hari kadaluarsanya! **lirik hari, hari ini sudah hari kamis!** terimakasih untuk fin harini yang sudah menyisihkan dua cupcake karakter angry birds untuk saya. katanya, sudah ada yang mau minta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 301px"><a href="http://tinypic.com?ref=24cyzyo" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i55.tinypic.com/24cyzyo.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="291" height="218" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">angry birds cupcake</p></div>
<p>angry birds itu masih ada di atas meja.</p>
<p>saya belum memakannya. rasanya kasihan. rasanya sayang. rasanya eman. duh. padahal harusnya sudah saya habiskan selasa kemarin. itu hari kadaluarsanya! **lirik hari, hari ini sudah hari kamis!**</p>
<p>terimakasih untuk fin harini yang sudah menyisihkan dua cupcake karakter angry birds untuk saya.</p>
<p>katanya, sudah ada yang mau minta. &#8220;kubilang aja, itu buat anaknya temanku &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>hah, sejak kapan fin kenal ibu? hahahaha &#8230;</p>
<p>ah, terimakasih. bahkan saya menyukainya. menyukai game-nya. menyukai cupcake nya.</p>
<p>bohong kalau saya bilang bikin beginian gampang. nyatanya, sampai saya menghabiskan si babi mata juling saja saya belum punya niat untuk belajar bikin cupcake!</p>
<p>bahkan, saya belum memakannya sampai sekarang, saking eman-eman-nya.</p>
<p>ah, terimakasih fin!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/29/saya-belum-makan-angry-birds-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kastengel dari healthy choice</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 10:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[cookies]]></category>
		<category><![CDATA[healthy choice]]></category>
		<category><![CDATA[kastengel]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6694</guid>
		<description><![CDATA[saya melihat ada kastengel di rak makanan organik. saya menjumputnya. ini bikinan healthy choice. harganya pun lebih murah ketimbang sekotak kastengel dengan ukuran yang sama yang saya bungkus minggu lalu, hanya 55,000 rupiah. yang ini, sudah jelas lebih sehatnya (konon kata kotaknya sih).  sayang, hanya tinggal sekotak. not bad. ukurannya lebih tebal ketimbang kastengel komersial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=314f8mg" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i54.tinypic.com/314f8mg.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="223" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">ludes dalam wkatu kurang dari 24 jam</p></div>
<p>saya melihat ada kastengel di rak makanan organik.</p>
<p>saya menjumputnya. ini bikinan<a href="http://healthychoiceindonesia.com/menu/home.html"> healthy choice</a>. harganya pun lebih murah ketimbang sekotak kastengel dengan ukuran yang sama yang saya bungkus minggu lalu, hanya 55,000 rupiah. yang ini, sudah jelas lebih sehatnya (konon kata kotaknya sih).  sayang, hanya tinggal sekotak.</p>
<p>not bad.</p>
<p>ukurannya lebih tebal ketimbang kastengel komersial lainnya yang pernah saya makan. besarnya sejari telunjuk orang dewasa. rasanya memang tak lebih manis dari kastengel yang lain, dan ini cenderung agak eneg kalau makan dalam jumlah yang berlebihan sekaligus.</p>
<p>well. good choice. healthy choice. will grab other cookies later, setelah saya menghabiskannya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bukan ronde jogja</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 15:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[ronde]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6629</guid>
		<description><![CDATA[yang membenak di kepala saya tentang wedang ronde adalah semangkok kecil kuah jahe dengan kacang tanah panggang, cuilan roti tawar berbentuk bujur sangkar, cacahan kolang-kaling merah, buletan ronde yang terbuat dari tepung kanji-tepung ketan dan aroma pandan-jahe-serai yang meruyak dari mangkok mini itu. maka, saya langsung menghentikan si krasnaya saya tepat di depan gerobak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><a href="http://tinypic.com?ref=2evu3yp" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i56.tinypic.com/2evu3yp.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="297" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">bukan, bukan. ini jelas bukan ronde jogja</p></div>
<p>yang membenak di kepala saya tentang wedang ronde adalah semangkok kecil kuah jahe dengan kacang tanah panggang, cuilan roti tawar berbentuk bujur sangkar, cacahan kolang-kaling merah, buletan ronde yang terbuat dari tepung kanji-tepung ketan dan aroma pandan-jahe-serai yang meruyak dari mangkok mini itu.</p>
<p>maka, saya langsung menghentikan si krasnaya saya tepat di depan gerobak yang bentuk usungannya menyerupai ronde.</p>
<p>&#8220;komplit?&#8221; tanyanya. saya menggeleng, soalnya saya lihat ada butiran mutiara berwarna pink. kok ada begituannya?</p>
<p>&#8220;buletan putihnya aja, sama kacang, dan kolang-kaling nya,&#8221; kata saya. si abang tampak kebingungan. akhirnya, saya bilang saja, &#8220;komplit dah &#8230;&#8221;</p>
<p>saya mengamati apa yang diciduknya.</p>
<p>kacang ijo.</p>
<p>mutiara pink itu.</p>
<p>kacang tanah panggang</p>
<p>irisan roti tawar berbentuk bujursangkar.</p>
<p>susu kental putih.</p>
<p>dan dia mengguyurinya dengan air jahe.</p>
<p>si abang penjual ronde itu mengaku dari cirebon. saya menduga, ronde ini adalah ronde khas jakarta. setidaknya, ronde khas cirebon, atau di belahan bumi manapun kecuali jogja.</p>
<p>rasanya sih tidak buruk.</p>
<p>hanya saja, sejak saya mengenal ronde bukan dalam bentuk dan isian yang seperti ini, rasa ronde ini menjadi aneh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>wedang uwuh-e cipratke tanggane!</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/31/wedang-uwuhe-cipratke-tanggane/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/31/wedang-uwuhe-cipratke-tanggane/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 08:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[minuman]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wedang uwuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6606</guid>
		<description><![CDATA[wuasyu. gojek kere tenanan. smalam saya menyeduh wedang uwuh untuk kami sruput berdua. wedang uwuh ini racikan dari jahe, gula batu, cengkeh, kapulaga, daun salam, dan secang. saya membungkusnya dari mirota batik jogja, beberapa waktu lalu. uwuh, dalam bahasa jawa artinya sampah. dari bahan yang dipotong/diserut tak beraturan, bungkusan teh uwuh ini memang menyerupai sampah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wuasyu. gojek kere tenanan.</p>
<p>smalam saya menyeduh <a href="http://kesehatan.kompas.com/read/2009/06/24/14584061/wedang.uwuh.sampah.yang.menyehatkan" target="_blank">wedang uwuh </a>untuk kami sruput berdua. wedang uwuh ini racikan dari jahe, gula batu, cengkeh, kapulaga, daun salam, dan secang. saya membungkusnya dari mirota batik jogja, beberapa waktu lalu.</p>
<p>uwuh, dalam bahasa jawa artinya sampah. dari bahan yang dipotong/diserut tak beraturan, bungkusan teh uwuh ini memang menyerupai sampah. apalagi kalau sudah di dalam gelas. wah, memang seperti uwuh beneran.</p>
<p>di kemasan seharga 2,000 rupiah itu, tertera penjelasan soal komposisi, dan juga cara penyajian. &#8220;semua bahan sudah dicuci. jahe digepuk, kapulaga dikupas. masukkan semua bahan ke dalam gelas, seduh dengan air panas. wedang uwuh siap diminum.&#8221; begitu bunyi sticker kecil yang menempel di kemasan.</p>
<p>dan kami terus membincangkan teh uwuh ini, dan juga beberapa hal lain yang remeh-temeh.</p>
<p>&#8220;lihat kemasannya &#8230; lho, piye to iki petunjuke &#8230; jahe digepuk, kapulaga dibuang, masukkan bahan ke dalam gelas, diseduh dengan air panas. wedang uwuh-e cipratke tanggane&#8230; &#8221;</p>
<p>sampai sore ini pun, kalau ingat ujarannya, saya masih tetap menggelak.</p>
<p>wuasyu tenan. wedang uwuhe cipratke tanggane (wedang uwuh-nya diguyurkan ke tetangganya) &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/31/wedang-uwuhe-cipratke-tanggane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pagi menyempurna dengan bubur kambing</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/17/pagi-menyempurna-dengan-bubur-kambing/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/17/pagi-menyempurna-dengan-bubur-kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 02:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6578</guid>
		<description><![CDATA[baru ini saya tahu ada bubur kambing. **kemana aja, femi???** itu pesanan saya di koptiam oey di bilangan sabang, plus segelas wedang uwuh. usai bubur itu datang, saya agak mengerenyitkan dahi. yang saya bayangkan, daging kambing itu akan menghiasi bagian atas permukaan bubur kambing, sebelah menyebelah dengan taburan bawang merah goreng dan irisan telur rebus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a href="http://tinypic.com?ref=2vuleon" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/2vuleon.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="320" height="241" /></a><p class="wp-caption-text">bubur kambing @ kopitiam oey</p></div>
<p>baru ini saya tahu ada <a href="http://www.kopitiamoey.com/daftar-menoe/" target="_blank">bubur kambing</a>. **kemana aja, femi???**</p>
<p>itu pesanan saya di <a href="http://www.kopitiamoey.com/" target="_blank">koptiam oey</a> di bilangan sabang, plus segelas wedang uwuh.</p>
<p>usai bubur itu datang, saya agak mengerenyitkan dahi. yang saya bayangkan, daging kambing itu akan menghiasi bagian atas permukaan bubur kambing, sebelah menyebelah dengan taburan bawang merah goreng dan irisan telur rebus. tapi tidak ada. sementara, bubur itu tidak berwarna putih, tetapi kekuningan.</p>
<p>oww &#8230; selamat berpetualang!</p>
<p>cidukan pertama, yah &#8230; not bad. karena ini  bubur kambing pertama yang saya cicip dalam 31 tahun usia saya hidup, saya meyakini bahwa benar bubur kambing ya rasanya begini.</p>
<p>cidukan kedua, ketiga, keempat, ternyata cuilan kambing menjadi bagian dari &#8216;treasure hunt&#8217;. asik gila.</p>
<p>terimakasih. saya kenyang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dan orisinalitas wedang uwuh, menjadi penggenapnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/17/pagi-menyempurna-dengan-bubur-kambing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pork chop, and you</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 02:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[porkchop]]></category>
		<category><![CDATA[ya udah bistro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6570</guid>
		<description><![CDATA[awalnya adalah ajakan untuk makan mendoan di barito. rasanya lama sekali tak menyambangi warung yang emplek-emplek di sudut jalan itu. &#8220;pork chop aja, di ya udah bistro &#8230;&#8221; katanya, dengan sedikit memaksa. yah, dan saya pun mengiyakan paksaannya mencicipi pork chop di ya-udah bistro. **makan babi, dipaksa, masa menolak sih** seporsi porkchop datang dengan irisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 329px"><a href="http://tinypic.com?ref=wtu26c" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/wtu26c.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="319" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">pork chop @ ya-udah bistro</p></div>
<p>awalnya adalah ajakan untuk makan mendoan di barito. rasanya lama sekali tak menyambangi warung yang emplek-emplek di sudut jalan itu.</p>
<p>&#8220;<a href="http://www.yaudahbistro.com/cms/2011/06/29/new-pork-specials/" target="_blank">pork chop </a>aja, di ya udah bistro &#8230;&#8221; katanya, dengan sedikit memaksa.</p>
<p>yah, dan saya pun mengiyakan paksaannya mencicipi pork chop di <a href="http://www.yaudahbistro.com/" target="_blank">ya-udah bistro. </a>**makan babi, dipaksa, masa menolak sih**</p>
<p>seporsi porkchop datang dengan irisan yang tebal, berbumbu-entah-apa, dan juga irisan kentang yang dimasak dengan bawang bombay, plus salad dalam ukuran mini.</p>
<p>&#8220;salad-nya dikit &#8230;&#8221; keluh saya.</p>
<p>sambil menggelak, dia pun menyarankan, &#8220;tadi mestinya minta salad-nya dibanyakin, terus babi-nya dikurangin &#8230;.&#8221; dem.</p>
<p>Schweinekotelett, begitu konon menyebut pork chop dalam bahasa jerman.</p>
<p>pork chop di bistro ini digambarkan sebagai &#8216;a fine tender juicy pork chop; pre-pan fried and finished in charcoal grill, served with a side dish of your choice&#8217;.  ah, apapun itu, sekali iris, mantap gila dagingnya. bumbunya ngeresep di dalam olahan pork chop-nya.</p>
<p>yuk, nge-Schweinekotelett yuk &#8230;</p>
<p>ah, ribet banget lidah saya menyebutnya.</p>
<p>yuk, nge-pork chop yuk &#8230;.</p>
<p>yay, sudah lebih mudah menyebutnya.</p>
<p>yuk, mbabi yuk &#8230;.</p>
<p>nah, ini dia yang paling simpel! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

