<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; pit-pitan</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/category/pit-pitan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>livestrong, dan kegembiraan kecil itu</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/04/29/livestrong-dan-kegembiraan-kecil-itu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/04/29/livestrong-dan-kegembiraan-kecil-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 05:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7034</guid>
		<description><![CDATA[saya memesan sejumlah asesoris livestrong tahun lalu, saat ada kolega yang pulang ke kampung halamannya di amerika. semuanya baru terangkut tempo hari. mulai dari wristband, arm warmer, sarung tangan, dri fit dan vest.  semuanya untuk bersepeda. saya menyukai asesoris livestrong ini karena mengingatkan saya pada ayah saya yang meninggal karena kanker, enam tahun silam. saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya memesan sejumlah asesoris <a href="http://www.livestrong.org/" target="_blank">livestrong</a> tahun lalu, saat ada kolega yang pulang ke kampung halamannya di amerika.</p>
<p>semuanya baru terangkut tempo hari. mulai dari wristband, arm warmer, sarung tangan, dri fit dan vest.  semuanya untuk bersepeda. saya menyukai asesoris livestrong ini karena mengingatkan saya pada ayah saya yang meninggal karena kanker, enam tahun silam.</p>
<p>saya senang, lebih dari itu, saya gembira. saya langsung mengenakan satu wirstband, dan menjajal sarung tangan sekaligus arm warmer livestrong. perfect, semuanya nyaman dikenakan.  lebih-lebih, karena asli.</p>
<p>saya memilih ukuran yang pas untuk semua pesanan saya. vest XL, dri fit L, wristband M dan arm warmer L.</p>
<p>saya mulai lebih ngeh dengan livestrong sejak kerabat saya, mas ncis, menggunakan sejumlah produk livestrong, seperti wirstband, helm dan jersey. pun dia banyak bercerita soal keluarganya yang juga mewarisi kanker.</p>
<p>let&#8217;s wear yellow.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/04/29/livestrong-dan-kegembiraan-kecil-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sial, saya salah kostum</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/20/sial-saya-salah-kostum/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/20/sial-saya-salah-kostum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 11:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[garuda indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[saltum]]></category>
		<category><![CDATA[tour de kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6983</guid>
		<description><![CDATA[saya menyimpan rok batik saya untuk acara press conference. saya hanya bawa satu rok batik. selebihnya, celana pendek dan kemeja atau blus.  saya juga tak membawa sepatu tertutup. saya hanya membawa sepatu sandal, sepatu kets dan sandal jepit. untuk sejumlah rangkaian acara, saya memutuskan untuk bercelana pendek, berblus atau berkemeja, dan bersepatu sandal. itu gaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menyimpan rok batik saya untuk acara press conference.</p>
<p>saya hanya bawa satu rok batik. selebihnya, celana pendek dan kemeja atau blus.  saya juga tak membawa sepatu tertutup. saya hanya membawa sepatu sandal, sepatu kets dan sandal jepit. untuk sejumlah rangkaian acara, saya memutuskan untuk bercelana pendek, berblus atau berkemeja, dan bersepatu sandal.</p>
<p>itu gaya mentok saya. super mentok.</p>
<p>pakai high heels? owh, bisa-bisa saya diare dibuatnya. pakai jas? wah, ini bukan acara kenegaraan.</p>
<p>nyatanya, saya salah kostum. sial.</p>
<p>kejutan pertama itu muncul sesaat setelah pintu lift terbuka. semuanya pakai batik dan bersepatu tertutup. rapih sopan. sementara itu, saya hanya mengenakan celana pendek, sepatu sandal dan blus.</p>
<p>kejutan kedua muncul saat saya sudah menukarkan paspor saya pada security check untuk mendapatkan pass masuk, nyatanya saya ditahan di security berikutnya lantaran mustinya pakai sepatu tertutup. wah, padahal saya sudah pakai rok batik. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  alhasil, saya dan dua kolega yang lain harus berbaris di depan security. aduh, makcik &#8230;</p>
<p>olala &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/20/sial-saya-salah-kostum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bike trip: menyerah di tanjakan makcik juminten</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/19/bike-trip-menyerah-di-tanjakan-makcik-juminten/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/19/bike-trip-menyerah-di-tanjakan-makcik-juminten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 16:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[fun-ride]]></category>
		<category><![CDATA[garuda indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[tour de kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6973</guid>
		<description><![CDATA[tanjakan di kilometer-kilometer terakhir itu sungguh bikin patah hati. saya pun memilih untuk menyerah di tanjakan makcik juminten; saya buru-buru  mengepak basikal (sepeda, malaysia) saya ke truk, dan saya duduk manis di belakang pak supir. lihat, saya sudah kesulitan untuk berjalan lantaran kram sudah mendominasi dengkul, paha dan kempol saya. mungkin ada sekitar 40 orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 309px"><a href="http://tinypic.com?ref=dveqc" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i42.tinypic.com/dveqc.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="299" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">the red bike is mine</p></div>
<p>tanjakan di kilometer-kilometer terakhir itu sungguh bikin patah hati.</p>
<p>saya pun memilih untuk menyerah di tanjakan makcik juminten; saya buru-buru  mengepak basikal (sepeda, malaysia) saya ke truk, dan saya duduk manis di belakang pak supir. lihat, saya sudah kesulitan untuk berjalan lantaran kram sudah mendominasi dengkul, paha dan kempol saya.</p>
<p>mungkin ada sekitar 40 orang yang bernasib sama dengan dengkul saya, dan sama patah hatinya dengan saya. saya bisa melihatnya di ambulans yang sesak dan truk yang penuh.</p>
<p>awalnya adalah teriakan<em> `polis-polis`</em> di negeri jiran yang menghela kami di awal tannjakan, agar mempercepat gowesan di jalanan yang menaik itu.  sial. bagaimana bisa ngebut di tanjakan juminten begitu. sejumlah perempuan di depan saya terlihat turun, dan menuntun basikal. ah, saya pun melakukan hal serupa. ada teman. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya tak keberatan untuk berjalan di sepanjang tanjakan. hanya saja, pak pakcik polis itu terus membujuk-bujuk untuk menaikkan basikal ke atas trruk, dan meriung bersama yang lain di dalam kendaraan. masih ada dua bukit lagi, katanya.</p>
<p>ah, kejadian jogja-borobudur lagi dah.</p>
<p>di awal tanjakan, om peksi mengingatkan saya pada om heru, yang selalu menyapa &#8220;hallo femi &#8230;&#8221; saban menyalip saya di tanjakan. saat itu, om peksi juga berujar, &#8220;hai femi &#8230;&#8221;  owh my gosh!</p>
<p>mendekati area finish, beberapa pegowes minta untuk menggowes lagi dan minta sepeda diturunkan. sedap. saya pun ikut menggowes kembali.  <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>makcik, pakcik, jumpa lagi lain waktu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/19/bike-trip-menyerah-di-tanjakan-makcik-juminten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>plesiran tanpa kamera</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/19/plesiran-tanpa-kamera/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/19/plesiran-tanpa-kamera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 12:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[garuda indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[tour de kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6990</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;baru ini aku jalan-jalan tanpa bawa kamera,&#8221; kata saya, pada tirta, kerabat saya. pada saya, dia bilang tak bisa plesiran tanpa kamera. ah, ya. tak apa. entah, saya hanya sedang malas membawa kamera besar. antara membawa dan tidak membawa, pada menit terakhir sebelum saya meninggalkan rumah, saya memilih untuk meninggalkan kamera dslr saya di rumah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;baru ini aku jalan-jalan tanpa bawa kamera,&#8221; kata saya, pada tirta, kerabat saya.</p>
<p>pada saya, dia bilang tak bisa plesiran tanpa kamera. ah, ya. tak apa.</p>
<p>entah, saya hanya sedang malas membawa kamera besar. antara membawa dan tidak membawa, pada menit terakhir sebelum saya meninggalkan rumah, saya memilih untuk meninggalkan kamera dslr saya di rumah. saya membawa kamera saku. dan, tetap saja tak dipakai. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya tak ingin mengatakan malaysia tak menarik. jelas, pemandangan yang &#8216;berbeda&#8217; dari jakarta, tetap saja menarik. hanya saja, kalau destinasinya adalah kampung-nya malaysia, tentu saja, saya akan membawa kamera besar.</p>
<p>&#8220;rasanya ringan!&#8221; kata saya, pada tirta. lagi, pada saya, dia bilang lucu rasanya jalan ga bawa kamera. iya, iya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/19/plesiran-tanpa-kamera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>red-spicy dipasporin ke negeri jiran</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 22:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[garuda indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tour de kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6976</guid>
		<description><![CDATA[ini saat yang tepat untuk menguji ketangguhan bungkus sepeda. saya sudah membungkus red-spicy saya ke dalam kotak sepeda saya.  bungkusan saya memang tak sesempurna pegowes lain yang sangat mlipit mengepak sepeda. tapi bagi saya ini sudah cukup. ubo-rampe sepeda ada disana, mulai dari minyak rantai, kunci-kunci,  hingga pompa. kotak sepeda ini sungguh cihuy. warnanya hitam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini saat yang tepat untuk menguji ketangguhan bungkus sepeda.</p>
<p>saya sudah membungkus red-spicy saya ke dalam kotak sepeda saya.  bungkusan saya memang tak sesempurna pegowes lain yang sangat <em>mlipit</em> mengepak sepeda. tapi bagi saya ini sudah cukup. ubo-rampe sepeda ada disana, mulai dari minyak rantai, kunci-kunci,  hingga pompa.</p>
<p>kotak sepeda ini sungguh cihuy. warnanya hitam, dan dijahit rapi. ada softboard di dalam pembungkus ini sebagai pembentuk kotak kayaknya kardus sepeda.  dibawahnya, ada roda sehingga cukup nyaman untuk mengeretnya dengan energi yang minimal. ah, saya merasa red spicy akan aman.</p>
<p>untuk pertamakalinya, basikal saya akan dipasporkan ke negeri jiran. saya deg-degan, jangan-jangan nanti rodanya hilang satu setibanya di kuala lumpur. mati lah awak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bongkar-pasang sendiri</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/17/bongkar-pasang-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/17/bongkar-pasang-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 11:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6965</guid>
		<description><![CDATA[saya terbilang &#8216;manja&#8217; untuk urusan bongkar-pasang sepeda. yah, saya dikitari oleh begitu banyak orang baik yang membantu membongkar dan memasang sepeda untuk saya. menyenangkan. perjalanan ke bali, tangkuban perahu dan jogja membawa saya pada perjumpaan-perjumpaan kecil dengan mereka, yang banyak membantu saya membereskan urusan kecil hingga besar soal sepeda. dan kini giliran saya harus melakukannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya terbilang &#8216;manja&#8217; untuk urusan bongkar-pasang sepeda.</p>
<p>yah, saya dikitari oleh begitu banyak orang baik yang membantu membongkar dan memasang sepeda untuk saya. menyenangkan. perjalanan ke bali, tangkuban perahu dan jogja membawa saya pada perjumpaan-perjumpaan kecil dengan mereka, yang banyak membantu saya membereskan urusan kecil hingga besar soal sepeda.</p>
<p>dan kini giliran saya harus melakukannya sendiri. tanpa kerabat, tanpa abang.</p>
<p>eh, nyatanya tetap saja sulit membongkar pedal. saya harus punya kunci pedal nomer 15.  pedal dibuka begitu sulitnya.</p>
<p>dan saya menelpon kerabat saya, untuk membantu membongkar pedal. pedal saja.</p>
<p>sementara sisanya, tetap saya bereskan sendiri.</p>
<p>terimakasih, kalian begitu baiknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/17/bongkar-pasang-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya tetap tertinggal jauh di belakang</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6903</guid>
		<description><![CDATA[kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah. perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra. om heru dan sejumlah teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=2uqnqqx" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/2uqnqqx.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="223" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">si dengkul letoy</p></div>
<p>kekuatan dengkul ini masih sama saja: payah.</p>
<p>perjalanan gowes ke bali tak menyisakan kekuatan yang berarti buat dengkul saya. saya masih saja tertinggal di belakang saat gowes di sekitaran cibubur/cimanggis/cikeas. dengan napas terengah. dengan anggukan tanpa ada kata-kata yang mencuat dari bibir saya.  bahkan tersenyum pun saya butuh tenaga ekstra.</p>
<p>om heru dan sejumlah teman gowes yang lain sudah bolak-balik memberi kursus tidak singkat mengenai cara gowes yang tepat dan tak memboroskan napas. mulai dari pijakan kaki yang harus terus konsisten, genjotan yang harus ditenagai dengan kaki, hingga permainan tangan maupun bokong saat mengayuh sepeda. satu-dua berhasil saya serap, sementara saya masih harus mengusahakan sisanya.</p>
<p>saya masih saja tertinggal di belakang. ambil shortcut. sedikit curang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/07/saya-tetap-tertinggal-jauh-di-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selle royal plugin ergogel, gel yang hilang</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[plugin ergogel]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[selle royal]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6863</guid>
		<description><![CDATA[saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya. promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin. tapi saya justru kehilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya.</p>
<p>promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin.</p>
<p>tapi saya justru kehilangan gel itu. entah kemana. perjalanan di gunung tangkub/abang merontokkan gel dari sadel saya. entah kemana.</p>
<p>mungkin terjatuh saat saya membalikkan sepeda. mungkin tersangkut dedahanan saat saya menyandarkan sepeda.</p>
<p>&#8220;mas, gel nya hilang &#8230; &#8221; kata saya pada abang.</p>
<p>&#8220;oowh &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;itu dia nempel disitu &#8230;&#8221; kata om swastika, sambil menunjuk pantat saya. saya pun langsung memegangnya. engga ada.  &#8220;yah, dipegang lagi &#8230; &#8221; katanya, sambil tergelak.</p>
<p>ya sudahlah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RC3 Menjajal Eksotisme Gowes di Bali</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6852</guid>
		<description><![CDATA[Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali. &#8211;Christiantoko Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bali bukan cuma pantai. Gunung, hutan, desa-desa adat dan area persawahan dengan SUBAK-nya menyimpan eksotisme tersendiri. Sungguh kenikmatan tersendiri menggowes sepeda di Bali.</em> &#8211;Christiantoko</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 305px"><a href="http://tinypic.com?ref=a4wzna" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/a4wzna.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="295" height="196" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">memamerkan kekuatan dengkul</p></div>
<p>Akhirnya waktu yang kami tunggu-tunggu itu pun tiba. Jumat, 18 November 2011, satu persatu anggota Rajawali Corpora Cycling Community (RC3) yang ikut acara “RC3 Gowes Bali 2011” mulai berdatangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Patut diketahui, hajatan RC3 untuk gowes bareng di Bali kali ini sudah direncanakan sejak acara gowes Merapi bulan Juli silam. Seperti biasa, setiap kali acara gowes ke luar kota berakhir, kami langsung menentukan destinasi gowes berikutnya.</p>
<p>Namun karena acara kali ini hamper berbarengan dengan KTT Asean yang juga diadakan di Bali, jadwal penerbangan sedikit kacau. Beberapa peserta gowes pun terpaksa menanggung sial karena jadwal pesawatnya delay. Jadwal kedatangan dan keberangkatan di bandara yang kacau pun membuat bandara yang tengah direnovasi itu terasa makin sesak, penuh antrean panjang pengambilan bagasi maupun menunggu jemputan. Namun salah satu peserta gowes, yaitu Femi yang notabene adalah wartawan Bloomberg, sempat mengambil hikmah. “Aku sempat memotret Air Force One, pesawat kepresidenan Obama,” katanya.</p>
<p>Malam itu, sebagian besar peserta menginap di rumah Darjoto Setyawan, salah seorang Managing Director RC di daerah Tanjung Benoa. Sehari sebelumnya, truk pengangkut sepeda telah tiba dan sepeda sudah di setting oleh salah seorang panitia, yaitu Om Swastika. Selain mekanik professional, Om Swastika adalah authorized dealer sepeda titanium merek berlogo merah-putih, PITTS. Hingga pukul 24.00 WIT di mana kami memutuskan untuk beristirahat, masih ada dua dari 16 anggota RC3 yang belum tiba, yaitu Mia (PML) dan Nur Rachman (PDS).<span id="more-6852"></span></p>
<p><em>H-1, Berbasah-Basah di Trek Berpasir</em></p>
<p>Jam 6 pagi, peserta sudah mulai bangun. Dari cerita teman-teman, dua orang yang datang terakhir baru tiba di rumah sekitar jam 1.30 dinihari. Walau demikian, tak ada waktu untuk bangun siang. Semua harus sudah siap sebelum jam 7.00 WIT karena waktu itulah yang kami tentukan untuk berangkat menuju Gn. Abang, di sekitar Danau Batur, daerah bagian atas Kintamani. Bermodal sarapan nasi kucing –nasi bungkus dengan lauk tempe orek, abon dan sambal—akhirnya kami berangkat 15 menit lebih lambat.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><a href="http://tinypic.com?ref=1zz1bwi" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i44.tinypic.com/1zz1bwi.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="297" height="222" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute lorong naga</p></div>
<p>Jam 9.20 WIT kami tiba di tempat start. Beberapa orang tak sabar menurunkan sepeda dari truk dan mulai melakukan pemanasan bersama sepedanya. Sebagian lainnya sibuk memasang body protector,  memkai sarung tangan, mengencangkan tali sepatu, meng-adjust ketinggian sadel hingga mencari tempat untuk buang air kecil. Satu hal yang pasti, kami sudah disuguhi pemandangan indah begitu turun dari mobil karena letak start yang berada di atas Danau Batur. Oleh sebab itu kami mahfum saat sebagian besar peserta langsung memulai sesi narsis alias foto-foto tanpa diberi komando.</p>
<p>Setelah briefing dan berdoa, etape pertama pun dimulai. Marshall sudah memberi tahu, tanjakan-tanjakan ringan akan mendominasi etape pertama. Oleh sebab itu, kendati diawali dengan jalan menurun, kami tidak mau terburu-buru. Dan benar saja, begitu selesai turunan pendek, kami disambut tanjakan. Karena tak mau menghabiskan tenaga di awal, kami pun menuntun sepeda bersama-sama untuk melibas tanjakan pertama. Setelah tanjakan pertama, rombongan masih segar dan segera melibas turunan yang cukup tajam. Beberapa senior RC3 masih rajin memberi instruksi teknis kepada beberapa newbie. Satu-dua orang masih terlihat ragu menghadapi turunan yang tajam, tapi berkat bimbingan yang baik, mereka bisa melewatinya tanpa hambatan berarti. Setelah melewati beberapa kali turunan tajam, peserta mulai menikmati gowes dengan rute Gn. Abang-Tangkub ini.</p>
<p>Satu per satu goweser mulai tune in dengan rute yang cenderung berpasir. Rombongan besar yang semula bergerak bersama, mulai terbagi dua. Rombongan pertama adalah mereka yang tak kuat menahan libido untuk menikmati turunan yang memicu adrenalin. Kami menyebutnya kelompok FSA (full speed ahead) Sementara rombongan kedua yang lebih besar, dapat dibagi menjadi empat, yaitu para instruktur yang rajin mendampingi newbie, para safety player, para newbie dan penganut aliran narsis.</p>
<p>Kami disodori pemandangan indah di rute H1 ini. Di sebelah kiri tampak Gn. Agung (3.142 mdpl) berdiri megah. Sementara di sebelah kanan adalah area hutan dan kebun di lereng Gn. Abang. Sayang, cuaca cerah saat start berubah dengan cepat menjadi mendung dan kemudian hujan deras sepanjang perjalanan. Walau demikian, toh banyak peserta yang merasa beruntung, dengan hujan yang turun cukup deras, track berpasir menjadi tidak licin dan stamina tidak terkuras.</p>
<p>Etape kedua, yang oleh para marshall disebut lorong naga merupakan jalan sempit berpasir di antara dua tebing. Keindahan alam Bali makin terasa ketika kam mendekati garis finish etape kedua. Terpampang batu-batu besar seukuran city car yang tampak menggantung di tebing. Sungguh keindahan yang hanya bisa kami rasakan dan nikmati dalam hati namun sulit untuk diceritkan. Apalagi kami tidak dapat mengabadikan pemandangan ini lantara hujan yang mengguyur semakin deras sehingga kami tidak berani mengeluarkan kamera. Pitstop etape kedua adalah warung kecil di pinggir jalan di mana kami menikmati teh panas yang terasa nikmat diminum di tengah hujan deras dan badan yang basah kuyub. Kenikmatan makin bertambah karena kami sempat menyantap durian Bali yang legit di warung kecil ini.</p>
<p>Gowes hari pertama akhirnya ditutup di sebuah restoran bernama “Lereng Agung” yang terletak di tebing, di mana di bawahnya terdapat sawah nan hijau dan berlatar belakang Gn. Agung. Setelah berganti pakaian, kami menyantap menu prasmanan nan sederhana namun terasa seperti makan di hotel bintang lima. Adapun malamnya, kami beramai-ramai makan seafood di Jimbaran.</p>
<p><em>H-2, Menjaga Keseimbangan di Pematang Sawah</em></p>
<p>Hari kedua diawali dari Ubud. Setelah berfoto-foto sebelum start, etape pertama adalah melewati singletrack area persawahan nan eksotis karena ada satu-dua galeri lukisan yang terletak di tengah sawah. Asal tahu saja, Julia Robert juga pernah singgah di salah satu galeri ini dalam filmnya yang kondang, Eat, Pray and Love.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=adond4" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i42.tinypic.com/adond4.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">rute menggosongkan kulit</p></div>
<p>Setelah melewati kelak-kelok sawah, kami menuju sebuah pura. Di sekitar pura, masih banyak penduduk –laki-perempuan—yang memanfaatkan sungai untuk mandi setiap hari. Bahkan, bukan hal yang aneh kalau penduduk di sekitar sini laki-perempuan mandi bersama di satu area. “Untung kita kesiangan sehingga ngga pengen mandi di sungai,” kata Heru Prijono (HHM) berkelakar.</p>
<p>Di sini kami sempat berfoto-foto dan melihat-lihat pemandangan di sekitar pura, lalu melanjutkan perjalanan melewati pinggir monkey forest. Tak lupa, beberapa peserta gowes sempat menyapa saudara tua yang banyak terlihat di atas pohon.</p>
<p>Keindahan desa adat Bali yang tertata dengan rapi menjadi pemandangan berikutnya. Area ini juga sempat menjadi bagian film Eat, Pray and Love. Celakanya, matahari yang semakin terik serta begitu banyaknya spot foto yang bagus membuat kami tak berlama-lama melewati desa adat ini. Apalagi, perjalanan masih jauh dan stamina mulai menurun.</p>
<p>Perjalan masih dilanjutkan dengan melewati singletrack pematang sawah yang panjang. Kendati bukan rute yang ekstrem, namun keseimbangan dan penguasaan sepeda diuji untuk dapat melewati rute ini dengan baik. Kami sempat mampir di warung kecil di tengah sawah sebelum menutup etape kedua di sebuah warung untuk memborong minuman dan makanan kecil. Warung Wardani di Denpasar adalah pilihan kami menyantap makan siang di hari kedua.. Nyaris tak ada yang tersisa di piring karena kami makan bak orang kelaparan..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/rc3-menjajal-eksotisme-gowes-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>njengking sebelum gowes</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 16:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6833</guid>
		<description><![CDATA[thanks untuk mas cis untuk potret ini. :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://tinypic.com?ref=140f289" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://i43.tinypic.com/140f289.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="509" height="383" border="0" /></a>thanks untuk mas cis untuk potret ini. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/20/njengking-sebelum-gowes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>galau di usia 21</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 11:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6836</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221; &#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221; &#8220;galau &#8230;&#8221; kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;. mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu. &#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221;<br />
&#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221;<br />
&#8220;galau &#8230;&#8221;</p>
<p>kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;.</p>
<p>mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu.</p>
<p>&#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain ya aku umur 21 waktu itu?&#8221; saya mencoba mencari memori saya, sepuluh tahun silam.</p>
<p>sial. isinya memang kuliah, FIAT TV, pacaran, asik berargumentasi, memulai riset untuk bikin film, mencoba berpolitik, dan sejenisnya.  ah, saya harus menggeledah memori saya kembali untuk masa-masa itu.</p>
<p>sebagian besar yang buruk dan menggalaukan hati di usia 21, rasanya saya sudah menguburnya. kini saatnya mentertawakan kegalauan masa itu. tapi itu bukan berarti saya tak galau lagi. soalnya, saat ini saya punya kegalauan yang lain.</p>
<p>saya mendadak rindu kembali ke usia 21 untuk merisaukan hati dan sibuk merancang mimpi.</p>
<p>sayang, usia itu tak akan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lumpia semarang dan siomay super theresia, ngawe-awe</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 05:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[csl]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[gereja theresia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia semarang]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[seli sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[siomay super]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[theresia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6773</guid>
		<description><![CDATA[lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini. owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya. siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini.</p>
<p>owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya.</p>
<p>siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak bisa mendapati kerabat yang mengajak saya untuk temu janji pagi ini. ya sudahlah, mungkin dia membutuhkan istirahat yang lebih panjang dari hari biasanya. mungkin mimpinya tak cukup melegakan untuk dihentikan jam 6 pagi di hari minggu. mungkin seseorang tengah memeluknya dengan hangat, tak ingin dilepasnya.</p>
<p>dan seporsi siomay super terus mememenuhi mulut saya.</p>
<p>siomay theresia ini bersisian dengan lumpia semarang, yang gerobaknya tak cukup kompak untuk sama-sama berada pada posisi vertikal maupun horisontal. ya, sementara gerobak si lumpia itu menjejer horisontal, si siomay vertikal. hanya saja, keduanya cukup akur untuk memiliki satu bangku yang sama untuk berbagi.</p>
<p>&#8220;lumpia basah, lima, bungkus ya pak &#8230;&#8221; pesan saya.</p>
<p>sesudahnya, saya berbincang dengan bapak penjual lumpia. tentang kulit lumpia yang dibikinnya saban pagi sebanyak 300-400 lembar sehari, tentang kulit lumpia yang tak boleh kena angin, tentang kulit lumpia yang tak bisa menggunakan kulit lumpia bikinan &#8216;kemarin&#8217;. entah, kenapa saya banyak bertanya tentang kulit lumpia saja, dan tak bertanya soal isinya.</p>
<p>saatnya pulang. entah, ada perasaan bahagia membuncah setelah memenuhi lambaian siomay super dan lumpia semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

