terpaksa bangun karena kaki kram

Comments Off

aw aw aw!

tidur meringkuk rasanya lebih nikmat. ac 16 derajat, kasur empuk dengan bebantalan yang menumpuk. duh.

kendati terbangun karena suara kendaraan yang melintas sebentar, atau dering pesan pendek yang secuil, saya kembali menarik selimut, memeluk si teddy dan kembali meringkuk.

tapi, kram mendadak menyergap tanpa permisi. dan sepagi ini, bolak balik saya harus terbangun, memijit betis sebentar, dan kembali tidur.  satu-dua-tiga-empat kali dalam sepagi. letih, saya pun bangun dan mulai menggeber srengenge yang berarak malas.

Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui (idiopatik). Sementara ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.

aih, itu salah satu penjelasan yang saya dapati dari mesin pencari google. wah, terima kasih terima kasih terima kasih. hanya saja, saya agak mak-greng saat disana tertera salah satu penyebabnya adalah: sirosis hati. duh.

saya buru-buru mengecek kalender. kapan terakhir cek ya?

tarot, a life and a shock

Comments Off

it shocking me!

perjumpaan kecil semalam membikin hati ini meranggas, siang ini.

seperti terempas. saya mengintp kecil apa yang terjadi besok pada kehidupan saya. ya, dari kartu tarot dan kemampuannya yang bisa membaca saya.

dan molen yang saya bungkus dari pak kue pak ini pun tidak terasa enak. bahkan, menelannya pun tidak mudah.

ini soal hidup. apapun hasilnya, nyatanya membikin saya tidak happy. tapi, saya tidak bisa menolaknya.

seperti membuka jendela yang diusung doraemon, saya melihat besok. dan saya tidak bisa menarik ujung bibir ke atas.

“is it my life, tomorrow?” sergah saya.

saya meminggir sejenak. merenung.

barangkali saya harus melihatnya dari sisi yang lain. saatnya berbenah diri.

kini menjadi lebih hangat

Comments Off

terasa lebih huangat ...

minggu lalu, kunjungan ke hunian ini terasa anyep.

minim perkakas, bahkan boleh saya bilang: sangat minim. gelas-sendok-piring seadanya. beberapa makanan dan kertas-kertas membaur berserakan di meja besar. sementara itu, sabun mandi, bayclin, sabun wajah dan sikat gigi berbaris rapi diatas toilet.

duh!

tapi ya biar saja. saya tak bisa berkomentar banyak. maklum, suara ini keburu tercekat di tenggorokan karena terhadang oleh suaranya yang lebih banter, lebih cepat dan lebih nge-klaim. :) jadinya, saya hanya diam dan iya-iya saja.

tapi, tidak hari ini. kunjungan malam ini terasa lebih menyenangkan. ada televisi besar dan flat. ada lemari makan. ada lemari perkakas. ada rak piring. “maaf ya, aku udah beli lemari, dan lebih murah dari punyamu,” katanya. kami pun terbahak. tidak, tidak. lebih murah, tapi tentu tidak lebih bagus! *engga mau kalah*

apapun itu, saya merasa lebih berasa ‘ada di rumah’ disini. tentu saja, dengan esti, kakak saya.

sesudahnya, kami berguling di kasur, mengunduh keceriaan dari hiburan televisi maupun teh manis dingin.

menikmati hidup, mensyukuri hidup

Comments Off

the colourful of life

awalnya saya memilih untuk diam saja.

punggung yang meletih usai menguarkan keriangan seharian bersama esti membikin saya ingin diam, dan menikmati perjalanan ke cidodol residence dengan taksi blue bird. saya cermati, si pengemudi juga diam saja. jadi, ya ok lah!

tapi pilihannya untuk menyeberang rel tanpa ada order dari saya membikin saya gatal untuk bertanya, “ini pool mana mas?”  kodenya NM, dan dia menjawab bahwa taksi itu pool nya ada di Cakung. ow!  pool cakung dan tahu jalan tikus di bilangan kebayoran lama! saat saya selidiki ke-tahu-annya soal jalan ini, dia hanya bilang, “ya tahu mbak …”

kegatalan lain muncul, saya pun bertanya lagi, “sudah berapa lama di blue bird?” nyatanya, baru setahun. ow! pool cakung, tahu jalan tikus, dan jadi pengemudi taksi baru setahun. dahswat!

maka ada pertanyaan lanjutan, “sebelum di blue bird?”

jawabannya singkat, dan sempat membikin saya tergelak sejenak. “pengusaha …”

oouch!

namanya yusuf. saya taksir usianya sekitar 30-an. masih muda. gaya bicaranya lugas, dan penuh dengan ke-legowo-an. aksen bicaranya tidak biasa; sebagai efek dari bibir yang sumbing. hanya saja, pengucapannya masih normal. dus, masih bisa saya tangkap secara jelas pembicaraannya.

bisnis yang dijalaninya adalah outdoor advertising. memburu titik, memasang billboard. ya, mengingat (alm) pak soegeng di jogja yang bergerak di bidang yang sama, saya tahu ini bukan pekerjaan yang dengan mudah menjadi sukses dalam hitungan hari. “saya merintisnya dari nol, sejak tahun 1998,” katanya.

sebagai subkontraktor dari koleganya sendiri, ia memodali gelindingan bisnis koleganya. kliennya beragam, termasuk operator ponsel. “saya ditipu Rp 1,2 miliar. uang itu dimakan teman saya sendiri. saya modalin, dan uang engga dibayarin ke saya,” katanya.

mobil dan hunian di bilangan kemanggisan miliknya habis. “saya dulu sukses, lalu sekarang jatuh. Suksesnya hampir 10 tahun, dan jatuhnya baru 3 tahun. hidup begini, ya tetap harus disyukuri mbak, hidup tetap harus dinikmati,” katanya. kini keluarganya tinggal di bilangan pasar kemis, sementara ia pulang saban 4 hari sekali saat taksinya tak menggelinding di jalanan.

“saya stress. sudah mau bunuh diri waktu itu. kalau engga ingat anak istri, saya sudah lewat,” bebernya. SIM-nya pun digunakan untuk melajukan taksi berlogo burung terbang berwarna biru itu.

padanya saya bilang, Si Empunya Hidup engga tidur. dus, langkah yang dia ambil saat ini sebagai pengemudi taksi semoga merupakan usaha untuk mebggeliatkan kembali semangat hidupnya; terutama buat keluarganya. “iya mbak, awalnya saya berpikir mau bunuh diri saja. tapi setelah dipikir-pikir lagi, ini hanya ujian saja. Allah mentakdirkan jalan hidup harus begini. apalagi, engga ada kan mbak orang yang mau hidup susah,” katanya.

ya, engga ada yang mau hidup susah memang. kebahagiaan, keriangan, kelegaan, adalah titik-yang-tak-pernah-selesai yang menjadi pengejaran manusia, siapapun itu. “hidup saya begini, ya saya syukuri saja mbak. ini namanya lika-liku kehidupan,” bebernya.

saya tercenung. ini perjumpaan yang cukup berharga buat saya. beberan ceritanya mengajarkan saya tentang perputaran roda kehidupan, sekaligus penerimaan yang luar biasa atas hidup yang sudah digariskan oleh Si Empunya Hidup. mau menawar? jelas engga bisa.

“jam segini kok udah pulang sih mbak … sabtu kan malam panjang …” katanya, usai saya mengulurkan pecahan rupiah untuknya. hayah … malam minggu ini jatahnya minum segelas cokelat panas, blogging dan  menenggelamkan tubuh diantara bantal-bantal empuk di ranjang besar. juga, untuk meresapi tentang hidup yang harus disyukuri dan dinikmati. :)

telepon bila butuh??? please deh!

Comments Off

help!

ah, sebel banget.

saya tahu kesebalan saya bahkan terekam olehnya usai perbincangan singkat di telepon. tapi maaf, saya sungguh sebal. saat saya berusaha berjejalin untuk menyeruput kopi sembari bercerita tentang hidup kami masing-masing kini, ia selalu mengabaikannya. sibuk. jauh. banyak pekerjaan. tidak ada waktu. tidak tahu ada sms dari saya.

dan, telepon maupun sms selalu datang ke ponsel saya saat ia sungguh-sungguh membutuhkan saya. bertubi-tubi. dem.

duh, maaf banget. tapi saya tidak membutuhkan relasi pertemanan macam ini. telepon saat butuh. berkabar saat ada maunya.

menyebalkan, bukan?