<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; babe</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/babe/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>remah-remah dari kubikel berantakan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 10:25:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>bapak dan notes kecil</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/09/16/bapak-dan-notes-kecil/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/09/16/bapak-dan-notes-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 09:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=2505</guid>
		<description><![CDATA[sepasang ibu dan bapak naik ke mikrolet yang saya tumpangi.
tak lama, si bapak pun mengeluarkan notes kecil. mirip dengan notes seukuran buku saku pramuka saat saya bersekolah dulu. cekatan mengintip, isi notes itu adalah tulisan dengan huruf al-quran. mungkin doa. atau, sejenisnya. sejurus, si bapak pun komat-kamit, seperti melafalkan apa yang tertulis dalam buku kecilnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sepasang ibu dan bapak naik ke mikrolet yang saya tumpangi.</p>
<p>tak lama, si bapak pun mengeluarkan notes kecil. mirip dengan notes seukuran buku saku pramuka saat saya bersekolah dulu. cekatan mengintip, isi notes itu adalah tulisan dengan huruf al-quran. mungkin doa. atau, sejenisnya. sejurus, si bapak pun komat-kamit, seperti melafalkan apa yang tertulis dalam buku kecilnya itu.</p>
<p>tiga tahun silam, setelah ayah pindah rumah bersama ibu kembali, saya memberesi lemari dan meja miliknya. waduh, saya menemukan tumpukan notes kecil yang tersebar dimana-mana. yah, mirip-mirip notes si bapak yang saya jumpai di mikrolet pagi tadi. bedanya, isi notes ayah saya adalah kosa kata bahasa inggris, ayat alkitab, agenda pertemuan dengan kerabatnya.</p>
<p>saya tak membuang semuanya. ya, saya masih menyimpan begitu banyak tumpukan catatan kecil milik ayah.</p>
<p>lusa saya pulang, dan ingin segera mengintipnya kembali.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=2505" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/09/16/bapak-dan-notes-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bersyukurlah, kalian masih punya ayah dan ibu</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/09/13/bersyukurlah-kalian-masih-punya-ayah-dan-ibu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/09/13/bersyukurlah-kalian-masih-punya-ayah-dan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 16:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=2496</guid>
		<description><![CDATA[saya sedih jika melihat tabungan saya.
uhm. nilainya banyak; setidaknya lebih banyak dari yang saya perkirakan sebelumnya menegnai isi-tabungan-saya. yaps, saya bersyukur karenanya. karena memiliki semuanya, bahkan bisa membeli apapun yang saya mau.
tapi saya tidak bisa membeli pelukan ayah di ujung minggu. juga masakan mi jowo ibu yang diolah dengan ceblang-ceblung.  saya tidak bisa meriung dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sedih jika melihat tabungan saya.</p>
<p>uhm. nilainya banyak; setidaknya lebih banyak dari yang saya perkirakan sebelumnya menegnai isi-tabungan-saya. yaps, saya bersyukur karenanya. karena memiliki semuanya, bahkan bisa membeli apapun yang saya mau.</p>
<p>tapi saya tidak bisa membeli pelukan ayah di ujung minggu. juga masakan mi jowo ibu yang diolah dengan ceblang-ceblung.  saya tidak bisa meriung dengan hangat bersama mereka, menggelakkan tentang &#8217;si pethuk&#8217; *topik andalan perbincangan ibu* atau juga sok menjadi pengamat politik bersama dengan ayah.</p>
<p>pagi tadi, seorang perempuan manis mengalungkan tas bertali panjang di bahunya. sementara, badan tas tak terlalu besar. owh. tas itu mirip dengan tas milik ibu, dulu. saat tren mulai bergulir dan kembali pada oldies trend, hati saya jadi maknyes rasanya.</p>
<p>jika ibu masih ada, tentu saya akan membungkuskan satu tas cantik untuknya. tas bertali panjang dengan badan tas yang kecil. saya ingat persis, dulu saya dan esti, kakak saya, sempat sebal dengan tas model itu. pasalnya, ibu masih mengenakannya saat tren sudah habis. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>aih, ibu.</p>
<p>pada sejumlah kerabat, saya bilang padanya, agar selalu menghargai setiap pelukan hangat dan gelak tawa yang masih bisa mereka angkut dari ayah maupun ibu mereka. agar selalu membagikan penghiburan pada ayah dan ibu mereka saat keduanya larut dalam isak tangis maupun hentakan kemarahan.</p>
<p>ya. karena kehadiran mereka takkan terbeli dengan tabungan sebanyak apapun yang kita punya. jadi, bersyukurlah dengan ayah dan ibu yang masih kalian punya.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=2496" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/09/13/bersyukurlah-kalian-masih-punya-ayah-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rumah ayah baru</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/02/23/rumah-ayah-baru/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/02/23/rumah-ayah-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan florentina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1742</guid>
		<description><![CDATA[esti dan saya memesankan rumah untuk ayah yang sama persis dengan ibu.
rumah dengan template yang dilapisi keramik esenza berwarna ungu di bagian bawah, dan krem di bagian atas. enam tahun silam, rumah untuk ibu dibungkus oleh esti dari gerai nisan sadjid siswodihardjo di jalan menteri supeno jogja. banderolnya Rp 3 juta. kini, setelah inflasi, gempa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>esti dan saya memesankan rumah untuk ayah yang sama persis dengan ibu.</p>
<p>rumah dengan <em>template </em>yang dilapisi keramik esenza berwarna ungu di bagian bawah, dan krem di bagian atas. enam tahun silam, rumah untuk ibu dibungkus oleh esti dari gerai nisan sadjid siswodihardjo di jalan menteri supeno jogja. banderolnya Rp 3 juta. kini, setelah inflasi, gempa dan krisis finansial global, harganya masih sama, yaitu Rp 3 juta. wow.</p>
<p>kami sudah meletakkan rumah untuk ayah sejak sabtu, 22 februari 2009 lalu. kini, giliran memasangkan batu granit nama ayah.</p>
<p>kami tak hanya berdua. ada sekitar tiga puluh orang menemani kami, memasangkan nama ayah di nisannya. ya, mereka kerabat yang senantiasa berjejalin dengan keluarga kami.  kami melangsungkan ibadat kecil untuk mensyukuri segala kerberkahan dariNya.</p>
<div id="attachment_1743" class="wp-caption aligncenter" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-1743" title="makam-semua" src="http://femiadi.com/wp-content/uploads/2009/03/makam-semua.jpg" alt="terima kasih untuk menyambangi rumah ayah yang baru. :)" width="298" height="137" /><p class="wp-caption-text">terima kasih untuk menyambangi rumah ayah yang baru. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>gayeng juga di dalam mikrobus yang kami sewa. terlebih, saat pembagian makanan kecil sebanyak tiga kloter, plus satu kloter untuk minuman.</p>
<p>&#8220;sampun, maturnuwun,&#8221; ada yang malu-malu. &#8220;lho &#8230; lagi, mbak femi? tadi sudah?&#8221; ada yang berujar begitu. &#8220;kok banyak banget, yang ini aja belum habis &#8230;&#8221;ada juga yang bilang begitu.</p>
<p>setelah empat kloter, masih juga ada yang berteriak, &#8220;mbak femi, habis ini masih ada lagi?&#8221; sontak, seisi bus terbahak.</p>
<p>&#8220;ada, tarikan duitnya, pak &#8230;&#8221; seloroh saya.hahahaha &#8230;</p>
<p>senang rasanya bisa mengusung mereka ke rumah ayah yang baru, bertandang ke rumah ayah, dan menyapa ayah. pasti ayah senang.</p>
<p>terima kasih. kalian telah menemani tahun-tahun terakhir ayah. lebih dari itu, terimakasih untuk bersedia menyambangi rumah ayah yang baru.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1742" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/02/23/rumah-ayah-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>duduk saja, tak perlu banyak cing-cong</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/02/22/duduk-saja-tak-perlu-banyak-cing-cong/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/02/22/duduk-saja-tak-perlu-banyak-cing-cong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 16:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1721</guid>
		<description><![CDATA[saya bersyukur, dikelilingi oleh begitu banyak teman-teman yang mendukung saya.
arun, bram, yani, samuel, soedar, bimo, prast &#8230; terima kasih untuk kalian yang enam bulan terakhir ini berbagi gagasan dan tenaga untuk membuat perayaan 1.000 hari ayah bergulir dengan lantjar djaja.

saya merasa tak membutuhkan kerabat dekat untuk membuat perayaan ini menggelinding sempurna. sudah, sudah cukup. sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya bersyukur, dikelilingi oleh begitu banyak teman-teman yang mendukung saya.</p>
<p>arun, bram, yani, samuel, soedar, bimo, prast &#8230; terima kasih untuk kalian yang enam bulan terakhir ini berbagi gagasan dan tenaga untuk membuat perayaan 1.000 hari ayah bergulir dengan <em>lantjar djaja.<br />
</em></p>
<p>saya merasa tak membutuhkan kerabat dekat untuk membuat perayaan ini menggelinding sempurna. sudah, sudah cukup. sudah ada begitu banyak tangan-tanganNya yang membantu saya. dus, para kerabat dekat itu hanya saya bisiki acara, jam, tempat. titik.</p>
<p>nyatanya, masih ada kerabat dekat yang bisa-bisanya main perintah.</p>
<p>&#8220;nanti kalo pas adzan isya, speaker-nya matiin dulu yah!&#8221; hardiknya. tak cukup itu saja, hardikan lain datang. &#8221; &#8230; heh, nyebar undangannya berapa sih, bisa-bisanya makanannya nggak cukup &#8230;&#8221; masih lagi ada hardikan ketiga. &#8220;pasang tendanya kok begini sih? kalau hujan, nggak ada gunanya nih &#8230;&#8221;</p>
<p>please deh. host juga bukan. bisanya cuma <em>nyacat</em>. bukankah lebih baik datang dan duduk manis saja tanpa banyak cing-cong.</p>
<p>&#8220;aku ga masalah kehilangan satu saudara, teman malah bisa jadi saudara &#8230;&#8221; tegas esti, dengan darah yang kemebul. weh.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1721" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/02/22/duduk-saja-tak-perlu-banyak-cing-cong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ayah dan burung dara</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/02/22/ayah-dan-burung-dara/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/02/22/ayah-dan-burung-dara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 16:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1717</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya kami menggelar pesta ini. iya, pesta untuk 1000 hari ayah. pesta untuk keriangan yang ia cecap bersama dengan ibu dan kerabat lain di rumahNya. saya bergembira, pun esti, kakak saya.
pesta ini dimulai dengan cuatan lagu dari koor kompak yang membikin hati saya dan hati kakak saya bergetar. ciaaah &#8230;
&#8230;
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya kami menggelar pesta ini. iya, pesta untuk 1000 hari ayah. pesta untuk keriangan yang ia cecap bersama dengan ibu dan kerabat lain di rumahNya. saya bergembira, pun esti, kakak saya.</p>
<p>pesta ini dimulai dengan cuatan lagu dari koor kompak yang membikin hati saya dan hati kakak saya bergetar. ciaaah &#8230;</p>
<blockquote><p><em>&#8230;</em></p>
<p><em>Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya<br />
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya<br />
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu<br />
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu</p>
<p>Andaikan detik itu kan bergulir kembali<br />
Ku rindukan suasana basuh jiwaku<br />
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu<br />
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati</em></p>
<p>&#8230;</p></blockquote>
<p>dan ibadat ekaristi itu membincangkan ayah saya. tentang kepulangan setiap sabtu, tentang kerinduan yang ditumpahkan di ujung minggu, tentang pupusnya keinginan esti menjadi wartawan demi memenuhi keinginan ayah untuk menjadi guru, tentang tahun-tahun terakhir yang mengejutkan.</p>
<p>ayah memang hidup kami; saya dan esti. <em>he is the best dad in the world, </em>dan kami menyematkan piala, mengenakan kaos dan menumpuk buku untuk label itu. ayah adalah wajah tiga sejarah negeri ini. ia adalah potret &#8216;45, &#8216;65 dan juga &#8216;98. ayah adalah potret orang yang penuh syukur atas apa yang dimilikinya. dan ayah menutup mata di usia 78 tahun, 1.000 hari lalu.</p>
<p>saya percaya, setiap orang bisa menjadi <em>a father, </em>tapi tak semua bisa menjadi <em>a dad.<br />
</em></p>
<p>kami pun menerbangkan dua burung dara kucir, sepasang syarat untuk peringatan 1.000 hari. satu burung tinggal. ya, tinggal di atap rumah kami. saya sempat khawatir juga, kok burung dara itu enggan pergi. lhah, siapa yang bakalan diajak serta oleh ayah?</p>
<div id="attachment_1718" class="wp-caption aligncenter" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-1718" title="burung-dara" src="http://femiadi.com/wp-content/uploads/2009/03/burung-dara.jpg" alt="is it you, dad?" width="298" height="225" /><p class="wp-caption-text">is it you, dad?</p></div>
<p>ketika saya dan esti menyalami kerabat yang pulang usai mendoakan ayah, burung dara itu ada di atas atap rumah kecil, persis di seberang saya dan esti berdiri.</p>
<p>sesudahnya, hilang. gosh, is it you, dad?</p>
<p>terimakasih untuk kalian yang datang untuk mengantar ayah pergi. terimakasih.</p>
<p><em>(ps: terima kasih untuk mbak marti dan yani, yang menggenapi sesajian untuk ayah. saya juga harus berterima kasih pada ibu, yang sudah pasti melihat dua puterinya )</em></p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1717" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/02/22/ayah-dan-burung-dara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>minta disisain souvenir? no way!!!</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/02/20/minta-disisain-souvenir-no-way/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/02/20/minta-disisain-souvenir-no-way/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 13:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[adalah juhartono, yang membikin keluarga saya geram pada keluarganya.
saat ayah saya meninggal dan saya hectic dengan kepulangan esti, mengabarkan pada anggota keluarga yang lain dan juga juga mengurus tanah untuk ayah, keluarga juhartono mengambil peran sebagai tukang masak untuk keluarga kami.
saat semuanya sudah selesai dan beres, kami semua menghitung kebutuhan hari-hari saat ayah meninggal. pendeknya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>adalah juhartono, yang membikin keluarga saya geram pada keluarganya.</p>
<p>saat ayah saya meninggal dan saya hectic dengan kepulangan esti, mengabarkan pada anggota keluarga yang lain dan juga juga mengurus tanah untuk ayah, keluarga juhartono mengambil peran sebagai tukang masak untuk keluarga kami.</p>
<p>saat semuanya sudah selesai dan beres, kami semua menghitung kebutuhan hari-hari saat ayah meninggal. pendeknya, utang-piutang. salah satunya, ada sodoran dari keluarga juhartono, memuat angka-angka kebutuhan yang begitu banyaknya, begitu besarnya.</p>
<p>hitung punya hitung, nyatanya juhartono memasukkan semua sayur-mayur dan uba rampenya yang dibawa kakak saya, mbak wiwiek, ke dalam anggarannya. shoot!</p>
<p>hal ini menjadi catatan yang tak termaafkan dalam keluarga kami.</p>
<p>dan semalam, juhartono datang ke rumah. ia mengabarkan bahwa ia harus absen saat perayaan 1.000 hari ayah. pasalnya, di hari yang sama ia harus membuka warungnya di bilangan sentolo. itu sebabnya, ia minta agar esti dan saya menyisakan souvenir untuknya.</p>
<p>bisa dibayangkan kan bagaimana respons esti?</p>
<p>jelas, esti menolak dengan tegas namun halus permintaan tersebut. menurutnya, souvenir hanya dibagikan untuk mereka yang datang sebagai ungkapan terima kasih keluarga kami atas doa dan waktu luang yang disempatkan untuk kami.</p>
<p>sesudah juhartono pulang, esti mencak-mencak.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1755" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/02/20/minta-disisain-souvenir-no-way/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kue koboi</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/02/20/kue-koboi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/02/20/kue-koboi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1726</guid>
		<description><![CDATA[banyaknya perkerjaan yang harus kami rampungkan untuk perayaan 1.000 ayah, membuat kami harus menyederhanakan pekerjaan yang bisa kami sederhanakan.
salah satunya, soal kue.
iya, kue. kami harus menyelipkan sekotak kue dalam setiap tas sembako yang kami bagikan sebagai ungkapan syukur kami. tapi, pesan macam-macam, dengan menghitung harga yang njelimet, membikin kami letih secara emosional. maka, dipilihlah satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>banyaknya perkerjaan yang harus kami rampungkan untuk perayaan 1.000 ayah, membuat kami harus menyederhanakan pekerjaan yang bisa kami sederhanakan.</p>
<p>salah satunya, soal kue.</p>
<p>iya, kue. kami harus menyelipkan sekotak kue dalam setiap tas sembako yang kami bagikan sebagai ungkapan syukur kami. tapi, pesan macam-macam, dengan menghitung harga yang njelimet, membikin kami letih secara emosional. maka, dipilihlah satu jalan yang cukup simpel: pergi ke holland bakery, membeli kue untuk 33 kardus, apapun jenis kuenya dan tak harus kembar semuanya.</p>
<p>sederhana?</p>
<p>dan, <em>it works! </em>akhirnya kami menggunakan metode yang sama untuk pembelian kue-kue yang lain. tak harus sama setiap kardusnya. pokoknya terisi.</p>
<p>kami menyebutnya: kue koboi.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1726" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/02/20/kue-koboi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya sudah membungkus 2008</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/12/31/saya-sudah-membungkus-2008/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/12/31/saya-sudah-membungkus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 15:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[akhir tahun]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1510</guid>
		<description><![CDATA[sebentar lagi, 2008 habis.
saya sudah menyiapkan kalender untuk saya pasang nanti malam, mengganti kalender desember 2008 dengan kalender 2009. penanggalan yang penuh harapan baik. kini saya bersiap untuk berkemas, membungkus 2008.
yah, saya harus mensyukuri tahun ini. ada begitu banyak keriangan muncul di tahun ini.
perjumpaan dengan tokiko onose di awal tahun. lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebentar lagi, 2008 habis.</p>
<p>saya sudah menyiapkan kalender untuk saya pasang nanti malam, mengganti kalender desember 2008 dengan kalender 2009. penanggalan yang penuh harapan baik. kini saya bersiap untuk berkemas, membungkus 2008.</p>
<p>yah, saya harus mensyukuri tahun ini. ada begitu banyak keriangan muncul di tahun ini.</p>
<p>perjumpaan dengan <a href="http://femiadi.com/2008/01/06/csl-padang-1/" target="_blank">tokiko onose </a>di awal tahun. lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah yang sudah saya nantikan sejak empat tahun silam. dan padang telah mengantarkan kami pada perjumpaan kecil itu. perjumpaan cinta. juga <a href="http://femiadi.com/2008/01/05/perjalanan-pagi-ke-jakarta/" target="_blank">kejutan yang tak terduga </a>yang saya temukan dalam perjalanan pulang dari padang ke jakarta. ya, saya belajar tentang kejujuran.</p>
<p>dan buru-buru, saya harus menggudangkan hati saya untuknya. membalutnya dengan spons hangat dan meletakkannya dalam kotak kayu yang kokoh. yah, saya tak ingin hati ini merapuh. meski saya tahu saya tak bisa menggariskan senyum lagi bersamanya.</p>
<p>beberapa momen membuat saya mak nyess. mengingatnya. merindukannya. saya tahu persis, saya tak akan pernah bisa meminggirkannya dari hati maupun pikiran saya. ya, ya, ya. saya semakin yakin, saya sungguh menyayanginya.</p>
<p>saya juga belajar tentang persahabatan.</p>
<p>kalau ada ujaran bahwa &#8220;temen nggak usah milih-milih&#8221;, kini saya harus bilang pada saya sendiri, bahwa<a href="http://femiadi.com/2008/04/29/teman-dan-buah-melon/" target="_blank"> &#8220;kalau mau temenan, ya harus milih&#8221;. </a>saya harus berterima kasih pada kyle, shanti, ina, yoyo, dan danto yang sudah mengajarkan saya pada pemaknaan ini. saya menjadi semakin yakin, perkenalan yang singkat dan pengotomatisan menjadi teman, nyatanya meninggalkan rekam jejak yang buruk.</p>
<p>dan ini membuat saya menyadari bahwa rekatnya persaudaraan dengan teman-teman di atmajaya semakin menempa relasi kami. lebih kokoh. lebih kuat. saya semakin yakin menyebut aan-bram-soe-paimun-bimo-yani-arun sebagai &#8220;keluarga&#8221;. pun indah, prast, dan munggur.</p>
<p>keriangan dengan sejumlah kerabat juga Dia berikan pada saya melalui teman-teman yang saya temukan di tengah perjalanan singkat ke <a href="http://femiadi.com/2008/10/25/pertiwi-fm83039-63/" target="_blank">jogja</a>, <a href="http://femiadi.com/2008/04/20/bali-dan-jatuh-cinta-itu/" target="_blank">bali </a>maupun <a href="http://femiadi.com/2008/11/16/kembar/" target="_blank">bandung</a>, karaoke dan permainan ke <a href="http://femiadi.com/2008/12/20/piknik-keluarga-ke-dufan/" target="_blank">dufan</a> dengan teman-teman di rumah palmerah, <a href="http://femiadi.com/2008/06/26/rumput-tetangga-memang-lebih-hijau/" target="_blank">perbincangan di rumah maya</a>.</p>
<p>meski ayah dan ibu tak lagi menemani saya secara fisik di sini, saya harus semakin mensyukuri bahwa ada begitu banyak teman yang mengelilingi saya. terima kasih.</p>
<p>dan banyak hal baru juga datang tahun ini.</p>
<p>saya jatuh cinta pada perkakas dari madura. kayu-kayu jati besar nan kokoh yang membuat saya merasa nyaman untuk duduk. saya harus berterima kasih pada abang yang mengantarkan saya pada <a href="http://femiadi.com/2008/09/27/jatuh-cinta-pada-madura/" target="_blank">gerai adhok </a>di jogja. selebihnya, saya juga mulai betah untuk tinggal lebih lama di rumah, dan <a href="http://femiadi.com/2008/12/27/sop-hitam/" target="_blank">memasak. </a>bahkan, saya sudah semakin melengkapi dapur saya dengan perabotan yang memudahkan acara memasak saya menjadi lebih menyenangkan.</p>
<p>saya juga harus berterima kasih pada keluarga joko dan yani, yang sudah membikinkan lemari buku untuk saya. agenda menggudangkan buku dan menyimpan koleksi buku kini menjadi lebih teratur. saya jadi semakin betah di rumah. rancangan joko ini juga yang menjadi kejutan saya untuk esti.</p>
<p>tapi, saya tak bisa meminggirkan rasa <em>mbok-mboken </em>saya pada ayah dan ibu. umur segini, masih juga menangis saat menyambangi rumah mereka, meletakkan dua buket bunga dan mendaraskan doa buat mereka. dan butiran bening terus menitik dari sudut mata. yah.</p>
<p>harusnya mereka melihat bagaimana saya melewati tahun 2008 ini. menulis sejumlah karya. melewatkan fase demi fase acara-menggali-ilmu. tapi saya tetap harus mensyukurinya, ada bb yang memudahkan saya berjejalin dengan esti, <em>real time</em>! membuncahkan gembira dengannya. deg-degan menanti jawaban. dan juga memamerkan karya.</p>
<p>saya juga mulai berjejalin kembali dengan <a href="http://femiadi.com/2007/02/09/mesin-ayak-itu-bernama-waktu/" target="_blank">teman lama </a>yang sudah meremukkan senyum dan gairah bekerja saya di pabrik kata-kata ini. tak mudah memaafkan. yah, tapi saya tahu persis, saya harus mencobanya.</p>
<p>terimakasih untuk Si Pemilik Hidup, yang membuat saya melewatkan 2008 ini dengan beragam warna. terima kasih.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1510" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/12/31/saya-sudah-membungkus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kembang buat ayah dan ibu</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/11/23/kembang-buat-ayah-dan-ibu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/11/23/kembang-buat-ayah-dan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 13:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kembangarum]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[nyekar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1381</guid>
		<description><![CDATA[
seperti biasa, tak pernah berubah. ya, selalu begini: dua buket kembang buat ayah dan ibu.
rumah mereka tampak kotor. tak seperti menjelang lebaran yang selalu bersih. kali ini, daun-daun bambu yang mengelinting mengering, menutupi tanah yang menghijau lumut, licin. saya jadi tak khawatir melangkah. beberapa rumah tetangga ayah dan ibu, juga sama kotornya.
dari kejauhan, saya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://img17.imageshack.us/img17/1826/makambabe.jpg" alt="" width="320" height="200" /></p>
<p>seperti biasa, tak pernah berubah. ya, selalu begini: dua buket kembang buat ayah dan ibu.</p>
<p>rumah mereka tampak kotor. tak seperti menjelang lebaran yang selalu bersih. kali ini, daun-daun bambu yang mengelinting mengering, menutupi tanah yang menghijau lumut, licin. saya jadi tak khawatir melangkah. beberapa rumah tetangga ayah dan ibu, juga sama kotornya.</p>
<p>dari kejauhan, saya sudah bisa melihat rumah mereka. mungil. dan sedikit kotor oleh dedaunan yang membaur bersama pekarangan yang basah.</p>
<p>buru-buru saya menjumput daun bambu yang mengering itu. saya juga menyeka pekarangan ibu dengan koran pembungkus dua buket bunga ini.</p>
<p>pada mereka saya bercerita tentang semua kelelahan hidup. tentu saja, dengan penuh syukur. saya yakin, mereka sudah melampauinya. mereka sudah melaluinya. saya juga bercerita tentang secuil mimpi yang kian menggelembung dari hari ke hari. ya, saya tahu, saya tak boleh berhenti bermimpi.</p>
<p>saya meletakkan buket bunga, persis di pekarangan mereka.</p>
<p>saya duduk, dan mendaraskan doa buat keduanya.</p>
<p><em>(ps: saya bersyukur pada si pemilik hidup yang mengantarkan saya pada sore yang adem di rumah ayah dan ibu. belakangan, saya kerap memimpikannya)</em></p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1381" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/11/23/kembang-buat-ayah-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bersih-bersih sampai pagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/11/23/bersih-bersih-sampai-pagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/11/23/bersih-bersih-sampai-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 12:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[weekend escape]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1379</guid>
		<description><![CDATA[namanya juga nggak pernah pulang. debu di lantai menebal. dan kian menebal.
saya harus mensyukuri, lantai di rumah kering, ring. tidak lengket oleh lembap. yah, hanya debu saja yang merata membubuhi lantai di rumah saya. tiga minggu. ya, tinga minggu butiran halus ini menebal.
saya tak menyangka, ada begitu banyak yang harus dibereskan. mulai dari ruang belajar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>namanya juga nggak pernah pulang. debu di lantai menebal. dan kian menebal.</p>
<p>saya harus mensyukuri, lantai di rumah kering, ring. tidak lengket oleh lembap. yah, hanya debu saja yang merata membubuhi lantai di rumah saya. tiga minggu. ya, tinga minggu butiran halus ini menebal.</p>
<p>saya tak menyangka, ada begitu banyak yang harus dibereskan. mulai dari ruang belajar, ruang tengah, kamar. tak cukup itu saja, masih butuh  membersihkan kamar mandi, dapur dan kebon kecil milik ayah.</p>
<p>hmmpff.</p>
<p>saya jadi ingat ayah. yah, saya jadi kangen padanya.</p>
<p>ayah tak pernah mengeluh untuk membereskan rumah. melihatnya wira-wiri kesana-kemari, saya selalu bilang, &#8220;sudah, istirahat dulu &#8230;&#8221; nyatanya, ayah tak pernah berhenti. ada saja yang dibereskannya. kecil-kecil, sedikit-sedikit, tapi banyak!</p>
<p>dan semalam, saya membereskan rumah sampai pagi. ya, sampai pagi.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1379" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/11/23/bersih-bersih-sampai-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>memindahkan memori dari locker</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/10/29/memindahkan-memori-dari-locker/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/10/29/memindahkan-memori-dari-locker/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 10:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[locker]]></category>
		<category><![CDATA[tokiko onose]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[kunci saya berkurang dua. yaitu, kunci dua locker saya.
awal minggu ini, saya sengaja menepikan tubuh di kantor. memberesi dua locker yang penuh dengan kotak-kotak kenangan. perjalanan ke eropa. perjumpaan dengan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah. beberapa bon kunjungan ke luar kota. segepok kartu pos. pakaian, termasuk kutang dan kancut. tagihan halo-halo selama setahun terakhir ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><img src="http://img97.imageshack.us/img97/7706/p1060652resize.jpg" alt="" width="298" height="224" /><p class="wp-caption-text">selamat tinggal kubikel hangat</p></div>
<p>kunci saya berkurang dua. yaitu, kunci dua locker saya.</p>
<p>awal minggu ini, saya sengaja menepikan tubuh di kantor. memberesi dua locker yang penuh dengan kotak-kotak kenangan. perjalanan ke eropa. perjumpaan dengan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah. beberapa bon kunjungan ke luar kota. segepok kartu pos. pakaian, termasuk kutang dan kancut. tagihan halo-halo selama setahun terakhir ini. kalung-kalung dari Bali. pembalut. dan masih banyak lagi.</p>
<p>lewat tengah malam, saya memburu dua kardus besar. semuanya saya atur dengan rapi dalam kardus, serapi gudangan memori ini tersimpan di benak saya. saya harus segera mengirimkan ke jogja.</p>
<p>saya pun buru-buru mengabarkan pada teman saya, yang kini menghuni kubikel saya, novrida. padanya saya bilang, locker sudah bisa dia gunakan. hanya saja, kolongnya yang masih saya pinjam.</p>
<p>kolong itu hangat, menemani saya selama lebih dari lima tahun. dengan gelaran sleeping bag merah dan dua tumpuk bantal mungil, saya mengasup energi.</p>
<p>saya sudah menguras dua locker saya. bahkan kuncinya sudah saya gantungkan di locker tersebut. terima kasih, sudah bersedia menyimpankan catatan-catatan benak selama lima tahun ini.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1266" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/10/29/memindahkan-memori-dari-locker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>februari menjadi semakin dekat</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/10/16/februari-menjadi-semakin-dekat/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/10/16/februari-menjadi-semakin-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 00:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[weekend escape]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[ayah2009]]></category>
		<category><![CDATA[babe]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1243</guid>
		<description><![CDATA[februari 2009.
kini saya menghitung hari. november, desember, januari, februari. hitungan bulan ini menjadi semakin dekat. saya menanti februari 2009. masa yang sudah saya tunggu sejak dua tahun silam. juga esti kakak saya. dan tiga tahun pun bakal menggenap.
saya tak pernah mengira bakal begitu cepatnya.
perbincangan ini tak pernah habisnya. kepulangan ke jogja selalu meninggalkan hangat tersendiri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>februari 2009.</p>
<p>kini saya menghitung hari. november, desember, januari, februari. hitungan bulan ini menjadi semakin dekat. saya menanti februari 2009. masa yang sudah saya tunggu sejak dua tahun silam. juga esti kakak saya. dan tiga tahun pun bakal menggenap.</p>
<p>saya tak pernah mengira bakal begitu cepatnya.</p>
<p>perbincangan ini tak pernah habisnya. kepulangan ke jogja selalu meninggalkan hangat tersendiri. ya, perbincangan itu. dengan ayah dan ibu di rumahnya yang baru. tentang rumah bumijo. tentang jogja yang panas oleh bola raksasa. tentang kompetisi dengan macet di jalanan jakarta. tentang kubikel dan kolong yang membikin saya betah berlama-lama di kantor. tentang hati yang meremuk. tentang &#8230;</p>
<p>dan darasan doa pada Si Pemilik Hidup. untuk semua keriangan yang tetap Dia asung untuk saya.</p>
<p>ya, Dia begitu baiknya. ada keajaiban yang Dia bikin untuk kami. keriangan di ujung minggu. jejalin yang tak putus-putusnya. isak tangis kala jendela pintu tertutup rapat dan gelap menyelimuti ruangan. kerinduan dan penyesalan yang tak ada habisnya.</p>
<p>dua tahun, sejak 2006. saya bisa melampauinya. esti juga. sebentar lagi masa itu akan tiba. persimpuhan padaNya untuk ayah kami.</p>
<p>dan 1000 hari kepindahan ayah ke rumahnya yang baru akan jatuh pada masa itu. februari 2009.</p>
<p><em>ps: untuk semua rencana ini, saya ingin memberi penanda: ayah2009</em></p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1243" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/10/16/februari-menjadi-semakin-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
