<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; bangsat</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/bangsat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>7 tahun, dan ternyata tidak mengenal saya</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/02/04/7-tahun-dan-ternyata-tidak-mengenal-saya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/02/04/7-tahun-dan-ternyata-tidak-mengenal-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 11:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6343</guid>
		<description><![CDATA[kami tinggal satu atap selama tujuh tahun. mulai dari sarapan pagi hingga tidur malam, saya banyak menghabiskan banyak waktu dengannya. dus, saya pikir dia mengenal baik selera saya. selera makan. selera bekerja. selera di ranjang. nyatanya tidak. sedih? tentu saja. perbincangan kecil di pekarangan belakang, acara merokok bersama di ruang makan, hingga ucapan perpisahan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kami tinggal satu atap selama tujuh tahun.</p>
<p>mulai dari sarapan pagi hingga tidur malam, saya banyak menghabiskan banyak waktu dengannya. dus, saya pikir dia mengenal baik selera saya. selera makan. selera bekerja. selera di ranjang.</p>
<p>nyatanya tidak.</p>
<p>sedih? tentu saja. perbincangan kecil di pekarangan belakang, acara merokok bersama di ruang makan, hingga ucapan perpisahan di hari terakhir saya di hunian itu, nyatanya tak membuatnya mengenal dengan baik siapa saya.</p>
<p>hingga akhirnya saya kembali bertandang atas undangan seorang kerabat. ya, perjumpaan dengan sejumlah kerabat masih menyisakan hangat; kecuali dengannya.</p>
<p>saat saya menyebut poertemuan dengan kerabat saya, mendadak ia berseloroh, &#8220;ngintip ya? itu kan rahasia perusahaan &#8230;&#8221;</p>
<p>owh. setelah saya disebut penyusup, kini saya dituduh mengintip.</p>
<p>saya menyesal memberikan begitu banyak hari-hari saya untuknya. untuk halaman putih yang saya bangun dengan penuh cinta dan usaha.</p>
<p>sungguh, saya menyesal membagikan ilmu yang saya punya untuknya. tujuh tahun berlalu, dan ternyata dia tidak mengenal saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/02/04/7-tahun-dan-ternyata-tidak-mengenal-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>handuk, roll on dan privacy</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/14/handuk-roll-on-dan-privacy/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/14/handuk-roll-on-dan-privacy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 20:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6056</guid>
		<description><![CDATA[ada begitu banyak hal yang mengajarkan saya tentang privacy. tentang barang yang boleh saya sentuh dan tidak boleh saya sentuh. tentang barang milik saya dan bukan barang milik saya. bagi saya, barang-barang yang termasuk dalam kategori &#8216;barang pribadi&#8217; diantaranya barang yang jamak saya gunakan dan melekat pada tubuh saya. contohnya, peralatan mandi, kosmetik, gadget, notes, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img704.imageshack.us/i/belokkiri.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img704.imageshack.us/img704/9974/belokkiri.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">sial! </p></div>
<p>ada begitu banyak hal yang mengajarkan saya tentang privacy.</p>
<p>tentang barang yang boleh saya sentuh dan tidak boleh saya sentuh. tentang barang milik saya dan bukan barang milik saya.</p>
<p>bagi saya, barang-barang yang termasuk dalam kategori &#8216;barang pribadi&#8217; diantaranya barang yang jamak saya gunakan dan melekat pada tubuh saya. contohnya, peralatan mandi, kosmetik, gadget, notes, pakaian dalam. barang-barang ini yang tidak bisa saya pinjamkan pada orang lain; atau setidaknya pada orang yang tidak bisa saya percaya.</p>
<p>dan saya menjumpai handuk saya yang basah usai digunakan oleh seorang kerabat. &#8220;kamu habis pakai handukku ya?&#8221; tanya saya. ia menggeleng. sial. &#8220;aku cuma pakai buat lap wajah aja &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>meski cuma-pakai-buat-lap-wajah-aja, tetap saja itu cuma-pakai-buat-lap-wajah-aja.</p>
<p>saya ngamuk.</p>
<p>tak habis pikir, bagaimana bisa menggunakan barang milik orang lain tanpa permisi; meski saya tahu terms and condition itu bisa berubah saat camping atau emergency.</p>
<p>&#8220;punya roll on engga?&#8221; tanyanya lagi.</p>
<p>saya tambah bengong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/14/handuk-roll-on-dan-privacy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hanya bertanya, dan sudah</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/06/09/hanya-bertanya-dan-sudah/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/06/09/hanya-bertanya-dan-sudah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 17:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5778</guid>
		<description><![CDATA[kejengkelan itu menumpuk begitu saja; datang dari teman lama yang selalu datang untuk menjejalkan kesebalan. &#8220;dimana fem? o &#8230; dirumah. eh, ya sudah. lagi sampe rumah ya? beberes dulu, nanti aku telepon lagi &#8230;&#8221; katanya. padahal, saya tidak sedang akan beberes. dan telepon itu tak pernah datang. &#8220;dimana fem? jam segini masih di kantor? ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img412.imageshack.us/i/phonee3.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img412.imageshack.us/img412/6606/phonee3.jpg" border="0" alt="" width="220" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">bangsat!</p></div>
<p>kejengkelan itu menumpuk begitu saja; datang dari teman lama yang selalu datang untuk menjejalkan kesebalan.</p>
<p>&#8220;dimana fem? o &#8230; dirumah. eh, ya sudah. lagi sampe rumah ya? beberes dulu, nanti aku telepon lagi &#8230;&#8221; katanya. padahal, saya tidak sedang akan beberes. dan telepon itu tak pernah datang.</p>
<p>&#8220;dimana fem? jam segini masih di kantor? ya sudah, rampungin dulu kerjaan, nanti aku telepon lagi &#8230;&#8221; katanya. padahal, saya tidak sedang merampungkan pekerjaan. dan telepon itu tak pernah datang.</p>
<p>&#8220;dimana fem? di rumah? o &#8230; kamu pasti capek ya. istirahat dulu, nanti aku telepon lagi &#8230; &#8221; katanya. padahal, saya tidak sedang capek. dan telepon itu tidak pernah datang.</p>
<p>&#8220;dimana fem? mm &#8230; benernya sih aku pengen kesitu. tapi aku baru masuk rumah. next time ya &#8230;&#8221; tulisnya di sms.</p>
<p>robot.</p>
<p>bertanya, otomatis menganalisa, menuduh dan berjanji. dasar kampungan.</p>
<p>hanya bertanya saja, dan sudah. tak ada sapa hangat untuk sekadar bertanya apa kabar dan bagaimana kesibukanmu belakangan, bagaimana pula kabar kerabat terdekat dan bagaimana keriangan dengan kolega lama. bahkan, saya hanya selalu sempat menjawab pertanyaannya. &#8220;aku di rumah. ada apa?&#8221; dan tuduhan, analisa atau apapun itu menghambur begitu saja dari mulutnya.</p>
<p>beruntung, saya tak pernah mengharapkan dering telepon darinya. beruntung, saya bukan perempuannya. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/06/09/hanya-bertanya-dan-sudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#funnypic: oouch!!</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/24/funnypic-oouch-2/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/24/funnypic-oouch-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 06:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[#funnypics]]></category>
		<category><![CDATA[#funnypic]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[man]]></category>
		<category><![CDATA[pecundang]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>
		<category><![CDATA[woman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5238</guid>
		<description><![CDATA[oouch! sebenernya ini bukan gambar lucu, tetapi sepertinya sayang untuk tidak dipasang di hari rabu! #you&#8217;ve done nothing but complain today about the untidy condition of the house &#8230; then you get &#8230; ##i&#8217;m sorry i slapped you dear ugh! forgive me &#8230; please &#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img196.imageshack.us/i/tumblrkooepbawru1qzpg7m.jpg/" target="_blank"><img class="aligncenter" style="border: 0pt none;" src="http://img196.imageshack.us/img196/9619/tumblrkooepbawru1qzpg7m.jpg" border="0" alt="" width="500" height="365" /></a>oouch!<a href="http://olex.tumblr.com/" target="_blank"> sebenernya ini bukan gambar lucu</a>, tetapi sepertinya sayang untuk tidak dipasang di hari rabu! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><em>#you&#8217;ve done nothing but complain today about the untidy condition of the house &#8230; then you get &#8230;</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>##i&#8217;m sorry i slapped you dear ugh! forgive me &#8230; please &#8230; </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/24/funnypic-oouch-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>get out there!</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/13/get-out-there/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/13/get-out-there/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 11:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5245</guid>
		<description><![CDATA[tahu diri itu engga mudah memang. ya, dan itu terus saja terjadi: tidak tahu diri. sejumlah episode cinta telah dibikin, dan selalu saja melenceng dari skenario yang dibikin. sungguh, saya ingin dia keluar dari hidup saya segera. pintu keluar sudah tersedia, bahkan dia sendiri yang menyiapkan pintu keluar itu. sayangnya, ia lupa membikin emergency exit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img715.imageshack.us/i/kuudt6cwbpm65zehz3yddkn.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img715.imageshack.us/img715/3972/kuudt6cwbpm65zehz3yddkn.jpg" border="0" alt="" width="320" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">tahu pintu keluar kan?</p></div>
<p>tahu diri itu engga mudah memang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya, dan itu terus saja terjadi: tidak tahu diri.</p>
<p>sejumlah episode cinta telah dibikin, dan selalu saja melenceng dari skenario yang dibikin. sungguh, saya ingin dia keluar dari hidup saya segera.</p>
<p>pintu keluar sudah tersedia, bahkan dia sendiri yang menyiapkan pintu keluar itu. sayangnya, ia lupa membikin emergency exit alias pintu darurat. alhasil, saya sendiri yang harus membangun emergency exit itu untuknya.</p>
<p>saya sudah mengakhirinya, bahkan jauh-jauh hari sebelum seseorang memintanya dari saya. perbincangan kecil kemarin, hanya perbincangan kecil. kerinduan yang ada, semu dan hanya pepesan kosong.</p>
<p>dia sesekali datang untuk mengusik saat dia merasa sungguh-sungguh membutuhkan saya, lalu menghilang untuk beberapa lama. ya, begitu itu dia. sementara itu, ajakan saya untuk berbincang dan sebentar bertemu, sering ditampiknya.</p>
<p>this is another life lesson.</p>
<p>kini saya tengah membangun rumah, komplit dengan emergency exit. terima kasih untuk mengajari saya banyak hal. please, get out of my life &#8230;</p>
<p><em>(buat kamu, yang membangun rumah namun lupa memasang pintu darurat)</em></p>
<p><em>image courtesy: <a href="http://olex.tumblr.com/" target="_blank">olex.</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/13/get-out-there/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: &#8220;kenapa tidak mempertahankan aku, fem?&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/09/25/kenapa-tidak-mempertahankan-aku-fem/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/09/25/kenapa-tidak-mempertahankan-aku-fem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 17:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=3483</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://femiadi.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-3483">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-3483" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/09/25/kenapa-tidak-mempertahankan-aku-fem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>siap menenggelamkan diri</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/07/02/siap-menenggelamkan-diri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/07/02/siap-menenggelamkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 14:04:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[saya sudah siap menenggelamkan diri. dengan setumpuk catatan penuh angka dan data yang sudah saya siapkan semalaman. dengan pijatan lincah jemari diatas papan kunci. dengan coretan dan sobekan kertas yang menghambur di lantai kamar. dengan perjalanan saban ujung minggu yang menggembirakan. dan bisa jadi, mata saya akan mengabur; jatuh tertidur dengan pakaian kerja yang masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sudah siap menenggelamkan diri.</p>
<p>dengan setumpuk catatan penuh angka dan data yang sudah saya siapkan semalaman. dengan pijatan lincah jemari diatas papan kunci. dengan coretan dan sobekan kertas yang menghambur di lantai kamar. dengan perjalanan saban ujung minggu yang menggembirakan. dan bisa jadi, mata saya akan mengabur; jatuh tertidur dengan pakaian kerja yang masih melekat di tubuh, ponsel yang masih tergenggam di tangan dan kacamata yang tersunggi di ujung hidung. *sigh!*</p>
<p>saya tahu, saya harus menjauhi rasa-letih-yang-berlebihan jika tak ingin ujung minggu berakhir di RS panti rapih. tapi rasanya untuk sementara ini, bahkan berbaring di sal carolus pun bakal saya tandangi.</p>
<p>saya tahu, saya harus tetap menghabiskan 24 jam dalam sehari; dalam beberapa waktu ke depan, tanpa kegetiran dan luapan kesal yang tak berkesudahan. tahu kenapa? ya, karena saya sudah siap menenggelamkan diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/07/02/siap-menenggelamkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kla returns</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/07/01/kla-returns/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/07/01/kla-returns/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 14:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[asupan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kla project]]></category>
		<category><![CDATA[kla returns]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1924</guid>
		<description><![CDATA[saya membungkus dua keping cd dari toko &#8230; hummm &#8230; toko apa ya namanya. satu diantaranya adalah album kla returns. yaps, senangnya melihat ketiganya kembali berkolaborasi. rasanya, suara katon belum berubah dengan sepuluh tahun silam. hangat, romantis dan menggetarkan. *ow ow ow* &#8220;it&#8217;s about you tonight, would you open up your heart. someday you&#8217;ll be [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1926" title="kla-returns" src="http://femiadi.com/wp-content/uploads/2009/07/kla-returns.jpg" alt="kla-returns" width="234" height="245" /></p>
<p>saya membungkus dua keping cd dari toko &#8230; hummm &#8230; toko apa ya namanya.</p>
<p>satu diantaranya adalah album kla returns. yaps, senangnya melihat ketiganya kembali berkolaborasi. rasanya, suara katon belum berubah dengan sepuluh tahun silam. hangat, romantis dan menggetarkan.<em> *ow ow ow*</em></p>
<p><em>&#8220;it&#8217;s about you tonight, would you open up your heart. someday you&#8217;ll be mine, we&#8217;re just waiting for a sign&#8230; &#8221; ~ someday, kla returns</em></p>
<p>saya ingat persis, masih ada tiga kantong plastik besar berisi kaset di sudut ruang tengah di rumah bumijo. saya nyaris tak pernah bisa mampir untuk mengusung satu kotak besar untuk menggudangkan kaset-kaset itu. tidak, tidak. saya tidak ingin membuangnya meski teknologinya sudah lapuk. bagaimanapun juga, ada banyak cerita dari kertas sampul yang membalut pita lagu itu. ada banyak kisah dari wadah yang tercuil dan retak-siap-pecah. masa-masa memanjakan indera dengar dengan kaset-kaset itu adalah masa yang pernah menjadi milik saya. dan beberapa diantaranya adalah umbaran katon bagaskara yang sempat menggejolak di masa muda.</p>
<p>dan kini saya membungkus kla dengan teknologi yang lebih modern. kepingan cd. tentu saja, dengan balutan cerita yang berbeda pula.</p>
<p><em>&#8220;meski banyak bunga lain, mencoba cerahkan hati. namun kenanganku akan dirimu, yang slalu memanggil bahagiaku &#8230;&#8221; ~ tak ingin kuberalih, kla returns.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/07/01/kla-returns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: sayangnya, bukan kami yang membikin ujung ceritanya</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 00:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1920</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://femiadi.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1920">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1920" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gudeg yu djum, gudeg bu widodo dan gudeg fatmawati</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/06/27/gudeg-yu-djum-gudeg-bu-widodo-dan-gudeg-fatmawati/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/06/27/gudeg-yu-djum-gudeg-bu-widodo-dan-gudeg-fatmawati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 08:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg bu widodo]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg fatmawati]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg kebondalem]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg yu djum]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[entah, mengapa saya tak begitu suka gudeg. &#8220;kamu kan orang jogja?&#8221; tuding sejumlah teman maupun kerabat. ya, ya, saya memang orang jogja. sayangnya, saya tak begitu suka dengan pekatnya buah nangka dan rasa legit yang mencuat dari masakan yang diolah berulang, dan berulang. gurih dari suwiran ayam, tahu dan ati ampela, juga rasa pedas yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>entah, mengapa saya tak begitu suka gudeg.</p>
<p>&#8220;kamu kan orang jogja?&#8221; tuding sejumlah teman maupun kerabat. ya, ya, saya memang orang jogja. sayangnya, saya tak begitu suka dengan pekatnya buah nangka dan rasa legit yang mencuat dari masakan yang diolah berulang, dan berulang. gurih dari suwiran ayam, tahu dan ati ampela, juga rasa pedas yang sedikit menyeruak dari krecek, membikin lidah saya tak terasa dizolimi dengan rasa manis gudeg.</p>
<p>nyatanya, gudeg juga meninggalkan beragam cerita mengenai kesetiaan, pertemanan, kehangatan dan kegilaan-di-masa-muda.</p>
<p>&#8220;minggir, minggir sebentar. lapar. beli gudeg, sama minta es jeruk. kepalaku pusing &#8230; &#8221; begitu rengek saya, saat subuh sebentar lagi menjelang dan  keramaian mulai usai. tubuh ini kadung letih, namun lapar mendadak mendera. juga, saya butuh untuk meminggirkan hangover dari kepala saya. pada mereka, teman-teman baik saya, paimun, bram, aan, arun, saya meminta agar kami menepikan kendaraan untuk mampir di warung gudeg.</p>
<p>dan saya tak pernah menyantapnya. sebaliknya, sembari duduk dengan ekstra tenaga agar terlihat baik-baik saja, saya justru menendang es jeruk. sesudahnya, setengah-tertidur dengan kepala yang superpening dan menunduk tanpa bisa tegak kembali. satu kali, dua kali, tiga kali, &#8230; dan selalu seperti itu. pesan gudeg dan es jeruk, dan saya meninggalkannya tanpa menyantapnya. dan ini menjadi olok-olok saban kami mulai memarkirkan kendaraan di kawasan bising ala anak muda. &#8220;habis ini aku nggak mau berhenti beli gudeg dan es jeruk ya &#8230; &#8221; kata mereka.</p>
<p>yang paling suka gudeg yu djum adalah abang. <em>&#8220;mbakyumu biyen kerep banget mbungkuske gudeg yu djum,&#8221;</em> katanya. (kakakmu dulu sering banget membungkuskan gudeg yu djum)</p>
<p>ow ow ow. abang memang suka gudeg. dan, harus gudeg yu djum. lebih dari sekadar kelezatan dari seporsi gudeg dengan ayam dan telor, abang sering bercerita bagaimana perempuan hangat itu juga meladeni semua kesukaannya. termasuk, membawakan gude yu djum saban bertandang ke jakarta.</p>
<p>tapi cerita tentang gudeg-dari-mbakyu-buat-abang kini sudah usai. hanya selorohan getir berbaur dengan geli yang menjejak.</p>
<p>lain dengan gudeg kebondalem bu widodo. gudeg ini bisa dijumpai dua puluh meter dari perempatan tugu di jalan mangkubumi. ibu sering membungkuskan gudeg bu widodo untuk simbah putri, dulu. dan hingga kini, gudeg bu widodo menjadi seperti &#8216;gudeg keluarga&#8217;. beberapa waktu lalu, saya dan esti bahkan meminta bu widodo mengkardusi gudegnya dalam jumlah yang tak sedikit untuk acara keluarga.</p>
<p>seseorang yang pernah bersisian dengan saya satu dekade silam, belakangan sering minta dibawakan gudeg dari jogja; sembari mengingatkan cuilan memori tentang gudeg yang dulu pernah kami cecap di perempatan jokteng. ah, gudeg di perempatan jokteng itu bahkan nyaris sudah minggir dari ingatan saya.</p>
<p>ya, dan gudeg bu widodo inilah yang saya angkut untuknya. sewadah gudeg, telur dan tahu. tanpa suwiran ayam, karena dia bukan pemakan daging-dagingan.  &#8220;gudegnya enak &#8230; makasih ya,&#8221; katanya, tempo hari. padanya saya mengumbar gombal, &#8220;pasti enak, soalnya bawanya dengan penuh cinta.&#8221;</p>
<p>laki-laki yang pernah bersisian dengan saya satu dekade silam ini juga sering membujuk saya sembari mengobral janji untuk mencicipi gudeg bersama saya di bilangan fatmawati, jakarta. &#8220;kata orang-orang, gudeg disana enak. yuk, ke gudeg fatmawati. nanti kamu kujemput,&#8221; katanya.</p>
<p>gudeg. yang paling enak, ya disantap di jogja. bukan di jakarta. dan mungkin, bukan dengan pemburu warta itu.<em> *terus, sama siapa ya?*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/06/27/gudeg-yu-djum-gudeg-bu-widodo-dan-gudeg-fatmawati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>harusnya saya pulang</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/06/15/harusnya-saya-pulang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/06/15/harusnya-saya-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 14:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[weekend escape]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1887</guid>
		<description><![CDATA[harusnya saya pulang di ujung minggu lalu. bertemu dengan arun dan paimun. kami bisa berbelanja bir dan menghabiskan malam dengan menciptakan fitnah kecil yang efeknya besar. atau, yang seperti kami lakukan; berebut kursi karet dengan selonjoran nan nyaman di sudut ruangan. pilihan lain, membikin kopi yang membikin sabtu akan terasa lebih panjang dan menggairahkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>harusnya saya pulang di ujung minggu lalu.</p>
<p>bertemu dengan arun dan paimun. kami bisa berbelanja bir dan menghabiskan malam dengan menciptakan fitnah kecil yang efeknya besar. atau, yang seperti kami lakukan; berebut kursi karet dengan selonjoran nan nyaman di sudut ruangan. pilihan lain, membikin kopi yang membikin sabtu akan terasa lebih panjang dan menggairahkan untuk menggosipkan si anu, atau juga si anu.</p>
<p>atau, menciptakan kebingungan yang biasa kami &#8211;saya dan arun; atau saya dan arun serta paimun&#8211; lakukan. &#8220;makan apa ya? dimana?&#8221; dan roda pun melaju kencang tanpa arah. jika beruntung, kami menjadwalkan untuk makan &#8216;sesuatu&#8217;, jauh hari sebelum kami meriung bersama. selebihnya, mencuatkan kegalauan yang membikin dada ini cukup sesak: peruntungan, pengalaman, keluarga dan kisah cinta.</p>
<p>harusnya saya pulang di ujung minggu lalu.</p>
<p>menyambangi ayah dan ibu di rumahnya untuk &#8211;seperti biasa&#8211; membagikan cerita-cerita letih atas pekerjaan yang harus disyukuri karena keberadaannya, cerita-cerita kekaguman atas nyamannya rumah bumijo yang mereka wariskan untuk esti dan saya, cerita-cerita keriuhan atas beragamnya orang-orang baik yang mengitari saya.</p>
<p>dan saya akan terus begumam, &#8220;harusnya ayah dan ibu ada di sini untuk menikmati semua yang femi sekarang capai &#8230; &#8221;</p>
<p>harusnya saya pulang di ujung minggu lalu.</p>
<p>sebentar bertemu dengan rinto untuk membungkus nasi gudeg anget dengan gorengan ati ampela yang selalu ia sisihkan untuk saya, seporsi. bandeng, ayam, telor; bukanlah menu langganan saban minggu. dan saya bersyukur, rinto selalu menghadang saya dengan sebungkus nasi gudeg anget dan gorengan ati ampela.</p>
<p>dan berlarian kecil atau berjalan cepat menyusuri lorong terang di jalan keluar stasiun senen; mengabaikan tawaran tukang ojek atau tawaran supir bajaj karena saya membonceng (baca: nebeng) mas anton dari stasiun senen ke kantor; sembari menggosipkan si anu, atau juga si anu.</p>
<p><em>tapi saya tidak pulang. saya memilih untuk tetap berada di jakarta; menghabiskan malam untuk mendapatkan kejutan kecil yang menggetarkan pada pagi harinya: jarum jam yang enggan bergerak ke kanan setelah terus berputar selama satu dekade lamanya.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/06/15/harusnya-saya-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sepuluh tahun mengenalnya, dan cukup</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/04/21/sepuluh-tahun-mengenalnya-dan-cukup/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/04/21/sepuluh-tahun-mengenalnya-dan-cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 11:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg fatmawati]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1779</guid>
		<description><![CDATA[saya mengenalnya sepuluh tahun belakangan. ya, sepuluh tahun. lama ya? sayangnya itu tak bisa membuat saya mengenalnya sepenuh hati. mengenalnya sepenuh-penuhnya tentangnya. saya hanya mengenalnya dari anggukan untuk melajukan roda dua di jejalanan jogja. dari senyum hangat dan rasa terimakasih untuk secangkir teh manis di pagi hari. dari lembaran rupiah yang ditukarkan dengan dua buah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya mengenalnya sepuluh tahun belakangan.</p>
<p>ya, sepuluh tahun. lama ya? sayangnya itu tak bisa membuat saya mengenalnya sepenuh hati. mengenalnya sepenuh-penuhnya tentangnya. saya hanya mengenalnya dari anggukan untuk melajukan roda dua di jejalanan jogja. dari senyum hangat dan rasa terimakasih untuk secangkir teh manis di pagi hari. dari lembaran rupiah yang ditukarkan dengan dua buah tiket film di TIM atau Jakarta Theatre. dari cuilan tahu yang kami cecap di pinggiran Harmoni.</p>
<p>sungguhpun, saya tak pernah bisa menyentuh hatinya. meyakinkan diri bahwa ia adalah ia. dan kepercayaan itu tak pernah terbentuk.</p>
<p>&#8220;menikah yuk!&#8221; ajaknya.</p>
<p>seperti main-main. seperti mengajak berbelanja sayur-mayur di pasar kranggan. seperti hendak piknik menghabiskan ujung minggu. seperti obrolan di ujung sabtu yang hanya basa-basi. iya, seperti main-main. seperti tidak serius.</p>
<p>baginya, menikah adalah urusan pelukan yang hangat saat malam sudah merapat. menikah adalah mengantar pagi hari ke kantor, dan menjemput sore hari. menikah adalah memiliki empat anak dan membesarkannya. menikah adalah sebuah umbaran janji, &#8220;aku jamin kamu bahagia.&#8221;</p>
<p>tapi tidak demikian buat saya.</p>
<p>menikah dengannya adalah menghapuskan rekaman hitam atas apa yang ia lakukan pada saya kemarin.</p>
<p><em>di sebuah senja, saya harus bergegas pulang dan menyiapkan makanan untuk ayah di rumah. &#8220;kok buru-buru pulang? nanti saja. kan ayah bisa makan sendiri dirumah. ayah kan bukan anak kecil lagi.&#8221;</em></p>
<p>atau, peristiwa lain. <em><br />
</em></p>
<p><em>sore yang pedih, kami duduk berempat, merundingkan perasaan, dan mencoba berkompromi dengan situasi. ya, saya tak pernah bisa melupakan sore itu. saat perempuan itu berkata sambil meliriknya, &#8220;gue cinta sama dia &#8230; &#8220;</em></p>
<p>atau, peristiwa lain lagi.</p>
<p><em>temu janji dibikin untuk menonton film. di ujung waktu, sebuah pesan pendek masuk dan menjelaskan kalau agenda itu harus dibatalkan karena ia baru masuk rumah untuk istirahat. lelah. tapi beberapa hari kemudian, dalam sebuah perbincangan, &#8220;tempo hari aku kan masih liputan &#8230;&#8221;</em></p>
<p>saya menumpuk lelah. saya menumpuk amarah. saya menumpuk rasa kesal.</p>
<p>ya, saya enggan berjibaku lagi dengan segala omong besarnya. untuk kehidupan yang menyenangkan paska menikah dengannya. pun saya tak bisa menjamin akan menyenangkan hidup dengannya. dan, kali ini saya tengah tak ingin berpetualang dan &#8216;mencoba-coba&#8217; hidup dengannya. ini bukan sebuah percobaan atau acara main-main. ini adalah tentang kehidupan.</p>
<p>sepuluh tahun mengenalnya, dan cukup.</p>
<p>mengiyakan tawaran pernikahan dengannya, sepertinya itu adalah judi besar dalam kehidupan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/04/21/sepuluh-tahun-mengenalnya-dan-cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

