<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; buah</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/buah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>remah-remah dari kubikel berantakan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 10:25:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>belimbing dan kenangan dengan ayah</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 02:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bingkisan]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[panti rapih]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tipes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[jantung saya terasa mau berhenti saat mendapatkan sekeranjang buah dari teman. Belimbing. Ya, belimbing. Bukan belimbing wuluh, tetapi belimbing bintang.
Belimbing selalu mendekatkan saya pada ingatan akan ayah.
Sejak kepindahan kami sekeluarga 20 tahun silam ke Bumijo, ada pohon yang selalu dirawat dengan baik oleh ayah, yaitu belimbing bintang. Pohon ini ada di ‘rumah kecil’, begitu kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jantung saya terasa mau berhenti saat mendapatkan sekeranjang buah dari teman. Belimbing. Ya, belimbing. Bukan belimbing wuluh, tetapi belimbing bintang.</p>
<p>Belimbing selalu mendekatkan saya pada ingatan akan ayah.</p>
<p>Sejak kepindahan kami sekeluarga 20 tahun silam ke Bumijo, ada pohon yang selalu dirawat dengan baik oleh ayah, yaitu belimbing bintang. Pohon ini ada di ‘rumah kecil’, begitu kami biasa menyebut. Pohon ini dulunya kecil, bahkan saya tak pernah mengira akan berbuah manis hingga ayah tutup usia, dua tahun silam.</p>
<p>Ayah rajin merawatnya, memberinya ruang untuk mengokohkan akar. Hingga batangnya mengeras, dedaunan merindang dan membikin pelataran kecil di rumah kecil menjadi teduh. Sesekali, batang pohon belimbing menjadi latar belakang untuk acara potret keluarga.</p>
<p>Belimbing berbuah. Ayah tak pernah sanggup untuk memetiknya sendiri. Dan ayah membikin ‘sengget’ alias bilah bambu panjang dengan pisau di bagian ujung untuk memotong buah belimbing yang matang agar terjatuh dan bisa ditangkap dengan tangan. Selebihnya, ayah juga yang paling rajin memungut belimbing yang berjatuhan, membersihkannya, dan mengiriskannya untuk kami.</p>
<p>Bunga pohon belimbing kecil, dan sangat mengotori pelataran. Dedaunan yang kuning dan mengering usai musim panen belimbing, tak kurangnya membuat ayah bekerja lebih giat agar pelataran tetap terlihat bersih. Dan ayah tak pernah mengeluh.</p>
<p>Belimbing yang ada di tangan saya ini selalu mengingatkan saya pada ayah. Yang setia pada semua tanamannya. Yang mencintai tanamannya. Yang merawat kehidupan untuk semua tetumbuhannya. Termasuk belimbing. Ulat dalam belimbing yang membusuk disingkirkannya agar kami bisa tetap makan buah belimbing dari kebun sendiri. ayah selalu mengiriskan untuk kami.</p>
<p>Ayah pergi, belimbing pun mati. Bulik tidak seperti ayah. Dia benci tanaman. Semua tanaman ayah dimusnahkan, termasuk belimbing.</p>
<p>Semoga ayah tidak marah ya.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1101" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pernah makan kiwi?</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/07/10/pernah-makan-kiwi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/07/10/pernah-makan-kiwi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 04:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[kiwi]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[salad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://behindthecubicle.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[seorang teman pernah menyodorkan buah kiwi (Actinidia chinensis) pada saya. wah, ini dia buah yang saya suka. buah dengan bentuk bulat lonjong, berwana cokelat dengan bulu-bulu halus pada kulit buahnya. dari luar, bentuknya mirip sawo gundul tanpa bulu. daging buah ini berwarna hijau terang dengan biji-biji hitam kecil. kalau mau dimakan begitu saja, juga enak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seorang teman pernah menyodorkan buah kiwi (Actinidia chinensis) pada saya. wah, ini dia buah yang saya suka. buah dengan bentuk bulat lonjong, berwana cokelat dengan bulu-bulu halus pada kulit buahnya. dari luar, bentuknya mirip sawo gundul tanpa bulu. daging buah ini berwarna hijau terang dengan biji-biji hitam kecil. kalau mau dimakan begitu saja, juga enak. seger. kalau mau dibikin salad buah, juga tetap enak. <em>*thanks a bunch!* waktu itu, agak aneh juga dia bawa buah dan beberapa makanan dari rumah. hahahaha &#8230; </em></p>
<p>buah ini juga kondang dengan sebutan Chinese gooseberry ini. owh. padahal tak ada kiwi tumbuh di cina. yang ada, ya di new zealand atau bangladesh. kandungan vitamin C nya dua kali lipat lebih banyak dari buah jeruk. buah ini juga mengandung vitamin A, B1, B2, potasium, niasin dan asam folat dalam jumlah besar. masih ditambah lagi, kaya dengan klorofil dan mempunyai sumber antioksidan yang terbaik. Ia juga tidak mengandungi lemak dan kolesterol.</p>
<p>buah kiwi juga salah satu buah yang bagus untuk <a href="http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/otak031006.htm" target="_blank">perkembangan otak anak</a>, disamping makanan lain seperti buah pisang, sereal, telur, minyak ikan dan keju.</p>
<p>nah, lantas, apa manfaat kiwi? kandungan actinidin-nya bisa melindungi tubuh dari demam dan nyeri persendian. buahnya mengandung vitamin C yang membikin hati bekerja lebih maksimal. dan yang tak kalah penting, kandungan zat lutein-nya bisa mencegah kanker prostat dan kandungan amino arginine-nya membantu peredaran darah sekaligus mengatasi masalah impotensi. </p>
<p>bagaimana ya mengolah buah kiwi? salah satu resep yang pernah saya angkut adalah <a href="http://www.conectique.com/practical_healthy_recipe/" target="_blank">kiwi refresher</a>. sedap deh. anda bisa mencobanya sendiri. o iya, buah ini jangan dicampur dengan susu ya. nanti rasanya jadi pahit.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=1304" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/07/10/pernah-makan-kiwi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>buah naga</title>
		<link>http://femiadi.com/2007/03/26/buah-naga/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2007/03/26/buah-naga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2007 23:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[buah naga]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/2007/03/26/buah-naga/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;betapa berharganya satu buah kata &#8230;&#8221;
ujaran itu terlontar dari lelaki ceking bernama muji. iya, namanya pak muji. saya mengenalnya sebagai kepala pembibitan dan pembuahan buah naga di kulon progo. lontaran itu terucap saat ia membandingkan usaha yang telah saya lakoni demi mencari jalan menuju tempat pak muji berdiri, dengan upaya serupa yang dilakoni oleh pejabat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;betapa berharganya satu buah kata &#8230;&#8221;</p>
<p>ujaran itu terlontar dari lelaki ceking bernama muji. iya, namanya pak muji. saya mengenalnya sebagai kepala pembibitan dan pembuahan buah naga di kulon progo. lontaran itu terucap saat ia membandingkan usaha yang telah saya lakoni demi mencari jalan menuju tempat pak muji berdiri, dengan upaya serupa yang dilakoni oleh pejabat yang tengah mengunjunginya.</p>
<p>&#8220;dia ini tadi mencoba lewat situ (sambil menunjuk samping gubuk), terus nggak bisa, langsung mencoba ke sana, lewat sana 9sambil menujuk samping gubuk yang lainnya). padahal sebenernya bisa lewat ini. coba saja, kalau pejabat, mana mau lewat situ tadi. nggak mau becek. mereka teriak saja. kamu tidak kan, &#8230; betapa berharganya satu buah kata &#8220;ya&#8221; yang saya ucapkan tadi, yang kemudian kamu mencari sumber suaranya &#8230;&#8221;</p>
<p>pak muji bercerita pada dua tukangnya, yang kemudian ujaran sejenis juga diceritakan pada istrinya yang notabene adalah guru matematika saya dulu di sekolah menengah. saya memang terus membujuknya untuk berbicara meski ia menolak-nolak. &#8220;kalau setiap omongan saya dicatat, saya nggak mau omong lo!&#8221;</p>
<p>posisinya kian melemah saat saya bilang bahwa saya sering ke sendangsono. lebih lagi, saat saya menegaskan bahwa dulu lulusan sekolah santa maria di jogja. &#8220;istri saya mengajar matematika disana &#8230;&#8221;</p>
<p>woalah &#8230;</p>
<p>saya tahu, satu dua kata, satu dua kalimat. betapa berharganya sebuah kata. jejalin ini kian erat.</p>
 <img src="http://femiadi.com/wp-content/plugins/wordpress-feed-statistics/feed-statistics.php?view=1&post_id=580" width="1" height="1" style="display: none;" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2007/03/26/buah-naga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
