<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; bumijo</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/bumijo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>bukit bintang: life is great!</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/18/bukit-bintang-life-is-great/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/18/bukit-bintang-life-is-great/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 11:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bukit bintang]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6967</guid>
		<description><![CDATA[saya berhenti sejenak di perempatan bukit bintang, kuala lumpur. saya tersenyum melihat iklan asuransi yang terpasang di bawah jalur monorel: life is great. ya, hidup begitu baiknya pada saya. saya selalu berterimakasih pada si empunya hidup, atas keberkahan ini. saya pernah ada di perempatan ini, lima tahun silam,   bersama dengan ayah saya.  kami sebentar plesiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya berhenti sejenak di perempatan bukit bintang, kuala lumpur.</p>
<p>saya tersenyum melihat iklan asuransi yang terpasang di bawah jalur monorel: <strong>life is great.</strong> ya, hidup begitu baiknya pada saya. saya selalu berterimakasih pada si empunya hidup, atas keberkahan ini.</p>
<p>saya pernah ada di perempatan ini, lima tahun silam,   bersama dengan ayah saya.  kami sebentar plesiran ke negeri jiran, dan menginap di kawasan bukit bintang. di perempatan itu, ayah duduk menunggu saya menukar dollar dengan ringgit <em>di pengurup wang berlesen</em>, untuk sejenak bersenang-senang. jejak yang tertinggal adalah pose foto ayah dengan koran malaysia, di perempatan bukit bintang ini.</p>
<p>life is great.</p>
<p>ada memori apik yang terkemas di setiap sudut di kawasan bukit bintang ini. ya, saya bersama ayah saya. saya ingin selalu merawat memori itu. indah.</p>
<p>life is great.</p>
<p>betapa saya &#8216;baru berani&#8217; kembali ke sini lagi, lima tahun sesudah ayah pindah ke rumahnya yang baru.  nyatanya, masih ada perih dan haru yang menyeruak dalam batin.</p>
<p>life is great.</p>
<p>terimakasih untuk hidup yang begitu baiknya pada saya. terimakasih untuk hidup yang begitu dahsyatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/18/bukit-bintang-life-is-great/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>makanan ini halal semua</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 15:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan esti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6736</guid>
		<description><![CDATA[saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal. &#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay. iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke. saya tak ingin mendebatkan haram [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal.</p>
<p>&#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay.</p>
<p>iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke.</p>
<p>saya tak ingin mendebatkan haram dan tidak haram, halal atau tidak halal, karena itu ada di ranah agama. hanya saja, yang saya tahu pasti, makanan untuk acara di pernikahan ini semuanya halal karena esti tahu persis siapa yang diundang.</p>
<p>dan ia tak bergeming.</p>
<p>ia tak bersegera mengambil makanan.</p>
<p>ia hanya menghabiskan scoop demi scoop es krim. mungkin tiga scoop, atau lebih &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mbrebes mili di hari pernikahan</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/11/mbrebes-mili-di-hari-pernikahan/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/11/mbrebes-mili-di-hari-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 15:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan esti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6731</guid>
		<description><![CDATA[saya melihat keguyuban itu. bulik atik, om alo, bulik utik, om joko, om juni, &#8230; i really wish you were here, mom. to see your sisters and brothers in a togetherness. to see your daughter&#8217;s wedding and surrounded by your family. &#8220;aku mbrebes mili je fem pas nyalami yayuk. aku kelingan ibumi. bulik atik yo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya melihat keguyuban itu.</p>
<p>bulik atik, om alo, bulik utik, om joko, om juni, &#8230; i really wish you were here, mom. to see your sisters and brothers in a togetherness. to see your daughter&#8217;s wedding and surrounded by your family.</p>
<p>&#8220;aku mbrebes mili je fem pas nyalami yayuk. aku kelingan ibumi. bulik atik yo omong: aduh jun, aku pengen nangis kelingan mbak yohana. mulane pas mbak yayuk omong &#8216;nuwun yo om&#8217; kuwi aku ra iso omong, ndak malah nangis tenanan &#8230;&#8221; begitu kata om juni, adik ibu.</p>
<p>sebelas tahun setelah ibu meninggal. lima tahun setelah ayah meninggal. pernikahan ini terjadi.</p>
<p>andai saja mereka mau menunggu sebelas tahun; dan lima tahun untuk hari yang membahagiakan ini.</p>
<p>tapi saya memilih mereka tidak menunggu jika harus dengan kesakitan yang amat panjang dan lama. tahu kenapa? karena saya yakin mereka juga ada di sekitar kami pada acara pernikahan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/11/mbrebes-mili-di-hari-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pak, bu, nyuwun restu</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/11/pak-bu-nyuwun-restu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/11/pak-bu-nyuwun-restu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 14:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan esti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6733</guid>
		<description><![CDATA[esti, kakak saya, bisa menahan isaknya saat mengucap janji pernikahan. suaranya tetap tegar. suaranya tetap lantang. tapi saya tidak. saya menangis. saya berharap ayah dan ibu ada di sini. menyanding esti di pelaminan. melegakan kekhawatiran dengan pelukan hangat. membagi restu untuk esti dan tony. mereka akan memulai hidup tanpa sandingan dan wejangan ayah dan ibu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>esti, kakak saya, bisa menahan isaknya saat mengucap janji pernikahan.</p>
<p>suaranya tetap tegar. suaranya tetap lantang. tapi saya tidak.</p>
<p>saya menangis.</p>
<p>saya berharap ayah dan ibu ada di sini. menyanding esti di pelaminan. melegakan kekhawatiran dengan pelukan hangat. membagi restu untuk esti dan tony.</p>
<p>mereka akan memulai hidup tanpa sandingan dan wejangan ayah dan ibu. mereka memulainya berdua, ya, hanya berdua. tanpa ayah dan ibu.</p>
<p>saya hanya bisa menemaninya, tanpa bisa mewejanginya.</p>
<p>pak, bu, nyuwun restu buat esti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/11/pak-bu-nyuwun-restu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya menjahit lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 22:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6624</guid>
		<description><![CDATA[saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya. toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://tinypic.com?ref=25qemg2" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/25qemg2.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="294" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Sewing for beginner</p></div>
<p>saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya.</p>
<p>toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah besar.</p>
<p>eh, iya, saya akan mulai menjahit.</p>
<p>saya membungkus empat kain batik bercorak warna-warni untuk mengganti korden saya yang sudah lebih dari setahun ini tidak saya cuci. **joroknya**</p>
<p>sesungguhnya dalam darah saya mengalir darah penjahit. simbah kakung saya punya penjahit yang cukup besar di jamannya. omsetnya besar. pegawainya banyak. rumahnya juga sarat dengan mesin-mesin jahit, obras, pembuat kancing, meja besar untuk memotong.</p>
<p>bahkan, saya mengerti betul apa itu &#8216;rader&#8217;.  &#8220;wah, radernya engga ada mbak, lagi kosong,&#8221; kata si penjual.</p>
<p>saya bisa menggoyangkan kaki saya di mesin jahit secara manual, dan saya sangat terbiasa menggunakannya. saya bahkan menjahit celana pendek berwarna oranye bermotif kembang, waktu saya sekolah. saya membikin serbet dan juga membenahi sejumlah pakaian yang rusak. dari kejauhan, ibu yang mengomandoi ini-itu.</p>
<p>saya rindu menjahit.</p>
<p>jam 12 malam, saya merampungkan keriangan jahit-menjahit ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gara-gara saya lahir &#8230;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 11:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6561</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru tahu, kebiasaan &#8216;mencubit ujung bantal&#8217; itu muncul sejak saya lahir. Ya, karena saya lahir. &#8220;Sejak 4 april 1980 &#8230;&#8221; Kata esti, kakak saya. Rupanya ada kekesalan dan kecemburuan karena saya lahir dan mencuil perhatian ibu dan ayah. Terang saja, ibu harus memberi lebih banyak perhatian untuk saya. Menyandingi saya tidur, meninabobokan saya, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru tahu, kebiasaan &#8216;mencubit ujung bantal&#8217; itu muncul sejak saya lahir.</p>
<p>Ya, karena saya lahir. &#8220;Sejak 4 april 1980 &#8230;&#8221; Kata esti, kakak saya.</p>
<p>Rupanya ada kekesalan dan kecemburuan karena saya lahir dan mencuil perhatian ibu dan ayah. Terang saja, ibu harus memberi lebih banyak perhatian untuk saya. Menyandingi saya tidur, meninabobokan saya, dan memberikan ekstra perhatian untuk saya.</p>
<p>Lantas, apa yang dia dapat? &#8220;Biasanya ibu ngeloni aku. Tapi sejak kamu lahir,<br />
ibu ngeloni kamu. Karena kamu lahir lalu ibu bilang, kalau ga bs tidur, aku<br />
disuruh nguyel-uyel ujung bantal,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Sudah lebih dari tiga dekade, dan saya baru mengetahuinya, knapa dan  bagaimana kebiasaan itu muncul, yang bahkan keterusan hingga saat ini.</p>
<p>Sejak 4 april 1980.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keripik daun kenikir dan daun pepaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 11:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. Olala! Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. </p>
<p>Olala! </p>
<p>Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. </p>
<p>Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; sesudah mulut ini mengunyah keripik daun kenikir dan keripik daun pepaya. Tapi apapun itu, tetap nikmat kok; wong saya ino penyuka keripik. </p>
<p>Potongan keripik daun pepaya berbentuk persegi kecil, sebesar jempol tangan orang dewasa. Sementara potongan keripik daun kenikir lebih lembut, seperti daun yang dicacah. </p>
<p>Dalam perjalanan ke jogja berikutnya, keripik daun apa yang akan saya unduh ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ngandong di jogja</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 20:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/</guid>
		<description><![CDATA[saya tak ingat persis, kapan terakhir kali saya naik andong. Mungkin sepuluh tahun lalu, atau bahkan lebih lama dari itu. Ah, sial, begitu lamanyaaa! Dan sejak dari rumah, saya sudah mengimpikan akan naik andong, begitu pulang dari jalan-jalan pagi di malioboro, berburu foto asik dan juga pecel. Andong. 50,000 rupiah dari ngejaman hingga bumijo, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya tak ingat persis, kapan terakhir kali saya naik andong.</p>
<p>Mungkin sepuluh tahun lalu, atau bahkan lebih lama dari itu. Ah, sial, begitu lamanyaaa! </p>
<p>Dan sejak dari rumah, saya sudah mengimpikan akan naik andong, begitu pulang dari jalan-jalan pagi di malioboro, berburu foto asik dan juga pecel. </p>
<p>Andong. </p>
<p>50,000 rupiah dari ngejaman hingga bumijo, tentu itu ongkos yang cukup mahal. Tapi ya sudahlah. Saya sedang plesiran. </p>
<p>Parman, begitu nama supir andongnya, berasal dari bantul. Ia mewarisi pekerjaan ini dari paklik dan simbah-nya yang juga berprofesi sama. Sejak sekitar 10 tahun lalu, ia mulai narik andong. Kudanya berusia 9 tahun, dengan warna cokelat bersih. </p>
<p>&#8220;Ada sekitar 500 andong di jogja, itu menurut catatan yang ada,&#8221; terangnya. </p>
<p>Menurutnya, supir andong di solo banyak yang menjual andongnya ke jogja. Tak heran, populasi andong di solo pun berkurang. Lantaran ukuran andong solo yang lebih besar, banyak pembeli andong di jogja yang menyusutkan ukurannya agar sesuai dengan ukuran andong kebanyakan. </p>
<p>&#8220;andong solo harus ditarik dua kuda. Makanya, ukurannya harus disesuaikan di jogja, agar bisa ditarik satu kuda,&#8221; katanya. </p>
<p>Ah, saya menikmati perjalanan berandong ini. Sumpah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setelah delapan tahun berpisah</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/21/setelah-delapan-tahun-berpisah/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/21/setelah-delapan-tahun-berpisah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 12:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[chicago]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6546</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;sudah berapa lama kita engga hidup bersama? sejak kamu bekerja di jakarta?&#8221; tanya esti, kakak saya. 2003. sejak tahun itu kami tidak hidup bersama. setahun setelah saya meninggalkan rumah bumijo untuk mengunduh cerita di jakarta, gantian esti yang meningalkan jogja, meronce cerita di chicago. dan kami tidak tumbuh bersama selama itu. kami tidak tahu bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;sudah berapa lama kita engga hidup bersama? sejak kamu bekerja di jakarta?&#8221; tanya esti, kakak saya.</p>
<p>2003.</p>
<p>sejak tahun itu kami tidak hidup bersama. setahun setelah saya meninggalkan rumah bumijo untuk mengunduh cerita di jakarta, gantian esti yang meningalkan jogja, meronce cerita di chicago.</p>
<p>dan kami tidak tumbuh bersama selama itu.</p>
<p>kami tidak tahu bagaimana kami memilih pakaian. kami tidak tahu bagaimana kami memasak. kami tidak tahu bagaimana kami menghabiskan hari seharian di rumah, kami tidak tahu bagaimana &#8230;</p>
<p>dan ternyata ada banyak perbedaan diantara kebiasaan-kebiasaan kami. mulai dari bagaimana kami memakai kutang hingga olahan makanan yang terhidang di meja.</p>
<p>saatnya saling mengintip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/21/setelah-delapan-tahun-berpisah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lu lagi, lu lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/18/lu-lagi-lu-lagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/18/lu-lagi-lu-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 12:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6544</guid>
		<description><![CDATA[esti, kakak saya sudah resmi menjadi penghuni cidodol residence. kami mengusung belasan containers beragam ukuran, kulkas, meja makan, dan rak buku. dua kali angkut dari taman palem ke cidodol residence, kami menghabiskan seharian. setelah melakukan adjustment di sana-sini, jadilah rumah mungil saya menjadi hunian yang tetap nyaman meski dihuni berdua dengan perabot yang pada awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>esti, kakak saya sudah resmi menjadi penghuni cidodol residence.</p>
<p>kami mengusung belasan containers beragam ukuran, kulkas, meja makan, dan rak buku. dua kali angkut dari taman palem ke cidodol residence, kami menghabiskan seharian.</p>
<p>setelah melakukan adjustment di sana-sini, jadilah rumah mungil saya menjadi hunian yang tetap nyaman meski dihuni berdua dengan perabot yang pada awalnya sama jumlahnya dari dua rumah yang berbeda.</p>
<p>welcome to cidodol residence.</p>
<p>meski setiap saya memutar tubuh, saya akan mendapatinya. setiap kali saya beranjak, saya akan menemukannya.</p>
<p>lu lagi, lu lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/18/lu-lagi-lu-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>duri dalam sejarah</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/05/21/duri-dalam-sejarah/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/05/21/duri-dalam-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 15:46:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6499</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;aku mau nangis &#8230; owh. aku mau nangis &#8230;&#8221; katanya, mulai mengisak. saya berjalan mengiringinya, usai pertemuan dengan sejumlah kerabat. tak ada raut gembira di wajahnya. yang ada hanyalah kebingungan, kecemasan, dan juga sedikit rasa marah. ada penolakan yang begitu nyata untuk menjadi wali orang tua dalam perhelatan pernikahannya dalam waktu dekat. alasannya sederhana saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;aku mau nangis &#8230; owh. aku mau nangis &#8230;&#8221; katanya, mulai mengisak.</p>
<p>saya berjalan mengiringinya, usai pertemuan dengan sejumlah kerabat. tak ada raut gembira di wajahnya. yang ada hanyalah kebingungan, kecemasan, dan juga sedikit rasa marah.</p>
<p>ada penolakan yang begitu nyata untuk menjadi wali orang tua dalam perhelatan pernikahannya dalam waktu dekat. alasannya sederhana saja saja, yaitu mereka belum menikahkan anak-anak mereka, sehingga pamali untuk menjadi wali orang tua untuk pernikahan kerabat yang lain; konon, anak-anaknya akan terlambat menikah kelak bila mereka menjadi wali untuk pernikahan kerabat.</p>
<p>&#8216;pamali&#8217;, mendadak menjadi sebuah kata yang sangat berbahaya di kepala saya. rupanya, keluarganya mewarisi tradisi pamali tersebut.</p>
<p>tapi, barangkali ini bukan soal pamali. lebih dari itu, ini menyoal rahasia keluarga yang tersimpan dengan rapi selama puluhan tahun, yang kemudian tidak bisa dengan mudahnya lidah itu memuntahkan kejujuran.</p>
<p>silang-sengkarut G30 S/1965, nyatanya masih membeban hingga saat ini. ada duri tipis yang meninggalkan jejak luka pada sebuah keluarga.</p>
<p>keluarga saya.</p>
<p>saya sangat bisa memahaminya. ini adalah konsekuensi logis yang otomatis-akan-melekat-pada-diri-kami-seumur-hidup-kami. dan hidup menjadi tidak mudah.</p>
<p>rekonsiliasi, reformasi, demokrasi, pada akhirnya tidak bisa mengantarkan sebuah kejujuran.</p>
<p>ini luka keluarga. ini luka politik. ini luka sejarah.</p>
<p>barangkali mereka enggan direpotkan untuk menjawab pertanyaan: &#8221; &#8230; sebenarnya, apa hubungan kita dengan dia, sehingga kalian mau menjadi wali orang tua untuk pernikahan mereka?&#8221;</p>
<p>andai ayah dan ibu masih ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/05/21/duri-dalam-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kangen sarapan pagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/02/02/kangen-sarapan-pagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/02/02/kangen-sarapan-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 10:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6339</guid>
		<description><![CDATA[Entah, saya suka sekali dengan gambar ini. Keriangan makan pagi, terasa berlebih dengan banyaknya makanan di meja makan. Pisang, wortel, cupcake, croissant, kiwi, waffle, … duh duh duh, melihat saja sepertinya sudah bikin kenyang. Saya jadi rindu sarapan pagi yang dulu selalu saya unduh bersama dengan ayah, ibu dan kakak saya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah, saya suka sekali dengan gambar ini. Keriangan makan pagi, terasa berlebih dengan banyaknya makanan di meja makan. Pisang, wortel, cupcake, croissant, kiwi, waffle, … duh duh duh, melihat saja sepertinya sudah bikin kenyang.</p>
<p>Saya jadi rindu sarapan pagi yang dulu selalu saya unduh bersama dengan ayah, ibu dan kakak saya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 445px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://www.gaksdesigns.com/#856697/Happy-Breakfast" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img691.imageshack.us/img691/6186/happybreakfast.jpg" border="0" alt="" width="435" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">mari sarapan pagi</p></div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/02/02/kangen-sarapan-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

