kembali bersepeda

Comments Off

keluar kandang

kepindahan ke hunian baru membikin saya harus mulai bersepeda kembali. iya, gowes ewes ewes … :)

lama engga nyepeda, dan hanya diparkirkan di kolong meja saja.  selebihnya, ya menjadi pajangan menarik saat cuatan kalimat dan buncahan paragraf menjadi hal yang menyebalkan.

awalnya adalah soe yang belum kembali dari vietnam. juga, engga ada angkutan bermesin yang mengusung saya dari rumah ke kantor, pp. beli motor baru? mm … sebenernya saya justru menghindari naik motor ini. :p capek, dan ngeri. :) )

jika jalanan engga macet, ternyata hanya butuh sekitar 15 menit dari rumah ke kantor. rute pagi, melalui turunan dan tanjakan yang bebas polisi tidur meski engga bebas mikrolet 09A. sebaliknya, saat malam, melalui turunan dan tanjakan yang engga bebas polisi tidur. alasannya, malas kalau pagi hari harus ngerem-ngerem karena polisi tidur.

pagi hari, pemandangan cukup menarik. mulai dari penjual makanan jajanan, buah-buahan hingga tukang tambal ban. kalau malam, ada tambahan warung pecel lele dan juga sate ayam. duh duh duh …

kring kring … ada yang beriringan cidodol-kebayoran lama?

dahon curve sl di kolong kubikel

Comments Off

supersegar dari kolong kubikel

ada yang sedikit berbeda dengan kubikel saya belakangan ini.

selain bentuknya yang mengkerut, juga isi kolong kubikel saya. tarattaraaatttaraaa … sepeda lipats! *lebay mode on*

engga, engga. engga lebay kok. hanya saja, saya suka dengan tumpangan kedua kaki saya saat letih mendera. ya, bisa saya boncengkan sebentar pada bagasi belakang.

meski tommy dan mas hasbi terlihat geli-geli-jijik lihat sepeda lipat saya yang norak, nyatanya ini sepeda cukup membikin saya gumbira. segarnya bunga membikin kolong saya terlihat ceria dan fresh all the day long!

tas itu adalah postman bag. bagasinya ada di sebelah kanan dan kiri. suatu hari, saya memuatinya dengan begitu banyak barang di sisi kanan dan kiri. dan muat. punggung terasa ringan, dan engga berkeringat oleh sesaknya tas yang membebani punggung.

terimakasih buat irma yang menemani saya berbelanja tas ini di nijmegen. :)

sungguh-sungguh kancut merah

Comments Off

kancut merah polkadot.

kancut merah polkadot.

beberapa waktu lalu saya dikejutkan oleh kolega di pabrik kata-kata ini melalui ruang chat yahoo.

ia mengguggat soal kancut merah milik saya. ow ow ow … awalnya saya menduga dan menuduh ia telah mengintip kancut saya yang saat itu juga berwarna merah. asyem. tapi engga taunya, engga.

ternyata ia mempersoalkan kancut merah polkadot yang menempel di sadel sepeda saya. ia menduga-duga sembari menggoda, itu adalah kancut yang dimodifikasi sebagai tutup sadel. bentuknya sama-sama segitiga, dan sama-sama berwarna merah, warna kesukaan saya.

hewww!

saya membungkusnya bersama dengan irma, di nijmegen belanda saat saya mengunjunginya. kami mampir di toko sepeda dan membungkus satu penutup sadel sepeda dan satu messanger bag. senangnya!

tapi kalau mau dibikin kancut, rasanya bisa juga. corak-corak victoria secret yang menggudang di lemari, rasanya pantas untuk menutup sadel saya.

bagaimana?

ke malang, bawa sepeda lipat

Comments Off

bersepeda sampai ke tembok china

saya masih ingat betul bagaimana eny dan nino tergelak saat saya bilang saya akan bawa sepeda ke malang.

barangkali terdengar lucu, dan aneh. saya belum pernah ke malang, dan dengan pede akan mengusung csl. apalagi, saya juga tidak tahu kontur daerah di malang.

“ica aja kalau akan pulang kerumah selalu teriak, maaaa geret! …” ujar eny, sembari terbahak, jauh-jauh hari sebelum saya berangkat ke malang.

dan saya sungguh mengusung curve sl, sepeda lipat 16″ jagoan saya. seluruh perlengkapan pun saya usung. mulai dari pompa, sarung tangan, tatto, obeng, kunci L dan masih banyak lagi. sewadah, semuanya saya kurung dalam tas hard rock cafe bali.

“jadi siapa yang mau duluan, aku yang naik sepeda dan kamu naik mobil, atau sebaliknya?” todong nino saat saya keluar dari pintu kedatangan bandara malang. ah, sialan. :)

untungnya, saya tak disuruh menggowes. buta. buta. buta. saya tak tahu kanan-kiri malang.

sorenya, saya dan ica menggowes keliling bukit tidar. hanya, sepeda ica terlalu tinggi untuk umurnya. jadinya, jatuh, dan jatuh. jika tidak, “humh, capek!” katanya sambil menjumput sepeda yang menggeletak, jatuh; lantas berjalan mendaki jalanan yang mendaki.

ah, ica! yang ini, baru kalah sama si tante! :)

tiket di tangan, siap liburan

Comments Off

masih ada lima bulan hingga bulan desember 2009.

saya masih memiliki ‘utang’ sejumlah perjalanan singkat. menyambangi sejumlah kerabat. bertandang ke rumah sahabat. dan siang ini, saya sudah membungkus beberapa tiket diantaranya.

saya memang ingin kembali ke Bandung. saya rindu pada Indah. saya menyambanginya tahun lalu, saat indah memamerkan nasi kalong pada saya; dan kami menyantapnya dengan begitu rakus pada tengah malam. owh no! saya ingin lihat bagaimana ia menggelindingkan sepeda lipatnya di kota yang jalannya naik-turun itu. :p

saya juga bakal menjumpai nino-eni-kresna di malang. pada saya, eny mengabarkan bahwa gita juga akan melakukan perjalanan yang sama di akhir bulan depan. great! reuni kecil, perjalanan kecil, kenangan yang akan tinggal lama. dan bromo, akan menjadi salah satu tujuan kami.

bukittinggi akan menjadi perjalanan yang tak boleh dilewatkan. memang, tak seistimewa perjalanan pertama. tapi, ini tetap akan menjadi perjalanan yang menakjubkan. bukan, bukan padang. saya tak akan bermalam di padang. kali ini, saya bakal langsung menuju bukittinggi.

palembang? sejumlah teman akan mengolok-olok saya jika mendengar ‘palembang’. aih. tak masalah. saya tetap akan ke palembang untuk melakukan reuni kecil dengan sahabat lama; dengan obrolan ditemani bir dingin, tentunya.

siap-siap … :)

tiket oke. kamera oke. sepeda oke. duit oke. riset kawasan oke.

sedap.