Jul 23
Femi Adicerita bumijo, ragam cuatan cengkareng, esti, jakarta

terasa lebih huangat ...
minggu lalu, kunjungan ke hunian ini terasa anyep.
minim perkakas, bahkan boleh saya bilang: sangat minim. gelas-sendok-piring seadanya. beberapa makanan dan kertas-kertas membaur berserakan di meja besar. sementara itu, sabun mandi, bayclin, sabun wajah dan sikat gigi berbaris rapi diatas toilet.
duh!
tapi ya biar saja. saya tak bisa berkomentar banyak. maklum, suara ini keburu tercekat di tenggorokan karena terhadang oleh suaranya yang lebih banter, lebih cepat dan lebih nge-klaim.
jadinya, saya hanya diam dan iya-iya saja.
tapi, tidak hari ini. kunjungan malam ini terasa lebih menyenangkan. ada televisi besar dan flat. ada lemari makan. ada lemari perkakas. ada rak piring. “maaf ya, aku udah beli lemari, dan lebih murah dari punyamu,” katanya. kami pun terbahak. tidak, tidak. lebih murah, tapi tentu tidak lebih bagus! *engga mau kalah*
apapun itu, saya merasa lebih berasa ‘ada di rumah’ disini. tentu saja, dengan esti, kakak saya.
sesudahnya, kami berguling di kasur, mengunduh keceriaan dari hiburan televisi maupun teh manis dingin.
Jul 08
Femi Adicerita bumijo AC, apartemen, esti, jakarta, pendingin ruangan, sharp
awalnya, esti engga merasa butuh pendingin ruangan alias AC.
kipas angin saja cukup. soalnya, hanya untuk memberi rasa dingin sementara saat tidur. lagipula, kipas angin rasanya lebih baik ketimbang AC. mulai dari konsumsi listriknya hingga dingin yang menusuk tulang.
ya, ya, ya. kipas angin saja cukup. “yang ini pakai remote mbak, serasa pakai AC,” kata mbak-mbak penjual kipas angin di carrefour, mempromosikan kipas angin miyako dengan remote.
angkut!
“aku harus pasang AC, panas-e ngedap-edapi …” katanya, di sebuah pagi. saya hanya tersenyum, dan kembali meringkuk di kasur hangat sarat bantal yang empuk dan menghangat untuk menenggelamkan tubuh diantara dinginnya AC di rumah sewa.
jadwal pun dibikin. mulai dari beli AC, delivery, hingga pemasangan.
dan saya disini sekarang, menjadi mandor pemasangan AC yang dibungkus esti untuk rumah barunya.
ternyata butuh AC juga.
Jun 27
Femi Adicerita bumijo bumijo, esti, jogja

kenapa engga jujur saja?
mendadak, ingatan itu mencuat begitu saja.
ada cerita kecil yang rupanya tak saya cermati dengan baik pada saat itu.
“mereka tanya, itu siapa yang motret? aku bilang, itu yang satu bekerja di amerika, sedangkan yang satunya dia ini wartawan … ” jelasnya. ya, jelas abang nomor c. mendadak pula, hati ini maknyes.
lidahnya barangkali terasa kelu. dan mengatakan pada orang-orang itu tentang siapa kami, barangkali seperti menelan duri ikan dengan penuh kesengajaan.
belasan atau puluhan tahun, agaknya belum cukup menjadi bekal untuknya untuk membocorkan cuilan rahasia kecil kehidupan kami.
padahal, pada waktu itu adalah momen yang cukup tepat untuk membisiki mereka tentang adik nomer e dan nomer f. tentang ayah dan ibu yang sudah menenggelam bersama dengan kakak nomer b. tentang penggalan kehidupan 9 tahun di wirogunan yang mengubah cerita kehidupan keluarga.
dan ia tidak menggunakannya. ia memilih untuk tetap menyimpannya rapat-rapat.
mm … atau barangkali ia tidak menyebutnya sebagai cuilan cerita yang tersembunyi, tetapi luka. atau, bisa juga: aib.
Jun 22
Femi Adicerita bumijo, ragam cuatan bandara, donat, esti, J.Co, jakarta
Pesanan saya sesungguhanya sangat sederhana: satu donat cheese me up, satu monapisa dan segelas cokelat panas; di bandara soekarno hatta terminal 3.
Yang datanag di hadapan saya, bertambah satu donat cheese me up plus satu donat gratis dari J.Co. Ow ow ow … ini sih berlebihan, kata saya dalam hati.
Saya pun mulai membaca berita sembari menyeruput sedikit demi sedikit cokelat panas yang ternyata engga begitu panas juga. Satu donat. Satu donat lagi … Dan satu donat lagi. Oouch!
Nyatanya tiga donat habis juga.
tiga donat gurih dengan segelas cokelat panas. Dan masih menyisakan satu donat manis; yang saya pastikan tidak akan saya jumput lantaran kemanisannya diatas standar lidah saya yang plain dan prestisius.
Clingak-clinguk saya menanti esti. Sudah habis tiga donat, dan belum muncul juga. Kalau begini, mau pesan lagi kan sungkan.
Jun 18
Femi Adicerita bumijo bumijo, esti, jakarta, jogja

welcome home ...
mari bersulang!
ya, senangnya bertemu esti kembali. bentuknya masih sama. gelaknya masih sama. manyunnya juga masih sama. satu lagi, galaknya juga masih sama. “kita ketemu terakhir maret lalu ya … belum lama … huh, jadinya belum kangen lagi ya!’ tukasnya.
iya, memang begitu. baru maret lalu kami berjumpa. dan juni ini, sudah berjumpa lagi, untuk seterusnya. ‘menyimpan rindu’ adalah hal terbaik bagi kami disaat kami berjauhan, dan sesekali bertemu untuk membongkarnya bersama-sama.
dan kini dia benar-benar sudah ada disini, sampai besok, dan engga kembali lagi ke amerika! yaaay!
senang rasanya. senang.
“aku pulang sungguh-sungguh siap untuk pulang. untuk kembali ke rumah. untuk ngajar. engga ada rasa nyesal atau sejenisnya. aku pulang dengan riang …” katanya.
meski masih banyak pertanyaan yang menggudang di benak tentang kemauannya untuk pulang ke indonesia dan kesediaannya bekerja di jakarta, yang jelas saya sangat senang karena tidak sendirian lagi di sini.
Older Entries