deuter ultra bike, oye!

Comments Off

bukan susu ultra

ah, sebenernya saya engga berencana membeli tas.

topeak yang biasa saya cantelkan di handle bar, dan tumi maupun eddie bauer sling bag yang saya cantelkan di punggung, sudah lebih dari cukup untuk bersepeda dari rumah ke kantor.

ketiganya serupa: mungil, apa adanya, simpel. selebihnya, desain yang cihuy, awet dan mengangkut seperlunya.

gara-gara abang mengajak ke tandike, saya jadi ikutan melirik tas warna kuning-oranye yang mejeng di papan pejengan.

nyatanya, engga banyak bedanya. mungil, apa adanya, simpel. selebihnya, desain yang cihuy, awet dan mengangkut seperlunya.

dan rupanya tas ini didesain untuk para pesepeda. pengait bahunya ringan, transparan. tak bakal menjadi penampung keringat di bahu sepanjang kaki menggowes dari cidodol hingga pabrik kata-kata ini. H20 nya juga bisa memuat satu liter. di bagian depan, ada ekstra lampu kelap-kelip; memberi tanda pada bajaj dan angkot agar tidak menyeruduk sembarangan.

sedappppp … :p

bersepeda, mengurai lelah

Comments Off

gowes maaang ...

saya bosan mendapatkan pertanyaan yang itu-itu saja; kenapa engga pakai motor?

ya, saya memang engga begitu suka melajukan kendaraan bermesin roda dua di jakarta. keriuhan di jalanan, rasa terburu-buru dan desakan untuk misuh membikin saya enggan.

bersepeda, nyatanya lebih menyenangkan.

saya harus beryukur dengan dahon yang saya punya, yang kemudian mengantarkan saya pada ke-legowo-an untuk menggowes di sepanjang pabrik kata-kata di kebayoran lama-cidodol.

tak perlu buru-buru untuk menggowes sepeda. jika jalanan menggelinding turunan, biarlah ban menggelinding lebih cepat; secepat kehidupan yang terus berputar dan terus berputar. jika jalanan menanjak, biarlah pedal menyokong tubuh untuk terus melajukan sepeda; selaju semangat untuk menulis dan berbagi.

sepeda tak bisa mengejar mikrolet 09 yang mendesak jalanan; atau land rover yang gagah menantang jalanan. sepeda menggelinding sesuai kekuatan dan keteguhan semangat.

tak perlu buru-buru. terus mengayuh sepeda, menggowes kehidupan. butuh 15 menit untuk sampai rumah dari pabrik; dan barangkali hanya 7 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermesin.  tak apa, saya menyukai waktu yang berjalan melambat, karena saya menghabiskannya untuk mengurai lelah.

dahon curve sl di kolong kubikel

Comments Off

supersegar dari kolong kubikel

ada yang sedikit berbeda dengan kubikel saya belakangan ini.

selain bentuknya yang mengkerut, juga isi kolong kubikel saya. tarattaraaatttaraaa … sepeda lipats! *lebay mode on*

engga, engga. engga lebay kok. hanya saja, saya suka dengan tumpangan kedua kaki saya saat letih mendera. ya, bisa saya boncengkan sebentar pada bagasi belakang.

meski tommy dan mas hasbi terlihat geli-geli-jijik lihat sepeda lipat saya yang norak, nyatanya ini sepeda cukup membikin saya gumbira. segarnya bunga membikin kolong saya terlihat ceria dan fresh all the day long!

tas itu adalah postman bag. bagasinya ada di sebelah kanan dan kiri. suatu hari, saya memuatinya dengan begitu banyak barang di sisi kanan dan kiri. dan muat. punggung terasa ringan, dan engga berkeringat oleh sesaknya tas yang membebani punggung.

terimakasih buat irma yang menemani saya berbelanja tas ini di nijmegen. :)

salah kostum di cibubur

Comments Off

“kalau lagi pesta, kita ini seperti salah kostum,” ujar encis.

memang, kami salah kostum. hanya saya dan encis. selebihnya, moko dan congli, mereka menggelindingkan sepeda dengan enaknya.  ya, soalnya saya dan encis menggowes sepeda lipat, sementara congli dan moko mantap menjejak pedal mtb. sementara itu, medan yang dilalui sebagian besar adalah tanah bebatuan dengan turunan dan tanjakan curam di atas tanah merah.

ow ow ow.

tapi, ya pedal harus tetap dijejak. cibubur menjadi agenda pagi ini. sedikit berkeringat. sedikit kegerahan. toh, pedal tetap terus dijejak. saya hampir mati genjot di tanjakan pertama berbatu dan diatas tanah merah basah menuju hutan mini di pinggiran tol cibubur-cimanggis. adem, teduh; sementara congli dengan garang namun penuh kasih *halah* mengamati saya yang kepayahan mencari pijakan di pedal dahon 20″ milik encis. sialan. ya, ya, ya, ini bukan sepeda sesuai rute yang ada.

dan pulang. kepanasan. kelelahan. kehausan.

congli dan saya berangkat terlalu siang; tak lama setelah suaranya meneriak di kuping saya, “sabar booooonnnnn …” hehehe … maaf, maaf. saya memang tak terlalu sabar pagi itu, setelah bangun kepagian dan tak lagi bisa mengatupkan mata untuk sebentar sabar menggowes sepeda lipat.

kelak saya akan kembali ke cibubur lagi. mungkin dengan mtb; tetapi tetap sepeda lipat. :)

(ps: terima kasih buat abang yang bersedia bersabar sekaligus meminjami sepeda merah milik nyonya untuk digelindingkan dirute yang keliru)

tiket di tangan, siap liburan

Comments Off

masih ada lima bulan hingga bulan desember 2009.

saya masih memiliki ‘utang’ sejumlah perjalanan singkat. menyambangi sejumlah kerabat. bertandang ke rumah sahabat. dan siang ini, saya sudah membungkus beberapa tiket diantaranya.

saya memang ingin kembali ke Bandung. saya rindu pada Indah. saya menyambanginya tahun lalu, saat indah memamerkan nasi kalong pada saya; dan kami menyantapnya dengan begitu rakus pada tengah malam. owh no! saya ingin lihat bagaimana ia menggelindingkan sepeda lipatnya di kota yang jalannya naik-turun itu. :p

saya juga bakal menjumpai nino-eni-kresna di malang. pada saya, eny mengabarkan bahwa gita juga akan melakukan perjalanan yang sama di akhir bulan depan. great! reuni kecil, perjalanan kecil, kenangan yang akan tinggal lama. dan bromo, akan menjadi salah satu tujuan kami.

bukittinggi akan menjadi perjalanan yang tak boleh dilewatkan. memang, tak seistimewa perjalanan pertama. tapi, ini tetap akan menjadi perjalanan yang menakjubkan. bukan, bukan padang. saya tak akan bermalam di padang. kali ini, saya bakal langsung menuju bukittinggi.

palembang? sejumlah teman akan mengolok-olok saya jika mendengar ‘palembang’. aih. tak masalah. saya tetap akan ke palembang untuk melakukan reuni kecil dengan sahabat lama; dengan obrolan ditemani bir dingin, tentunya.

siap-siap … :)

tiket oke. kamera oke. sepeda oke. duit oke. riset kawasan oke.

sedap.