<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; ibu</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/ibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>saya menjahit lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 22:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6624</guid>
		<description><![CDATA[saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya. toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://tinypic.com?ref=25qemg2" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/25qemg2.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="294" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Sewing for beginner</p></div>
<p>saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya.</p>
<p>toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah besar.</p>
<p>eh, iya, saya akan mulai menjahit.</p>
<p>saya membungkus empat kain batik bercorak warna-warni untuk mengganti korden saya yang sudah lebih dari setahun ini tidak saya cuci. **joroknya**</p>
<p>sesungguhnya dalam darah saya mengalir darah penjahit. simbah kakung saya punya penjahit yang cukup besar di jamannya. omsetnya besar. pegawainya banyak. rumahnya juga sarat dengan mesin-mesin jahit, obras, pembuat kancing, meja besar untuk memotong.</p>
<p>bahkan, saya mengerti betul apa itu &#8216;rader&#8217;.  &#8220;wah, radernya engga ada mbak, lagi kosong,&#8221; kata si penjual.</p>
<p>saya bisa menggoyangkan kaki saya di mesin jahit secara manual, dan saya sangat terbiasa menggunakannya. saya bahkan menjahit celana pendek berwarna oranye bermotif kembang, waktu saya sekolah. saya membikin serbet dan juga membenahi sejumlah pakaian yang rusak. dari kejauhan, ibu yang mengomandoi ini-itu.</p>
<p>saya rindu menjahit.</p>
<p>jam 12 malam, saya merampungkan keriangan jahit-menjahit ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nyadran, menaklikkan doa untuk ayah dan ibu</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/08/01/nyadran-menaklikkan-doa-untuk-ayah-dan-ibu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/08/01/nyadran-menaklikkan-doa-untuk-ayah-dan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 05:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kembang arum]]></category>
		<category><![CDATA[kembangarum]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5931</guid>
		<description><![CDATA[ini bukanlah upaya ekstra. tetapi sebuah kewajiban. ya, saya dan esti, kakak saya, menyambangi rumah ayah dan ibu. untuk menaklikkan doa. mengucap syukur. memohon ampun. pekarangan dengan tumpukan dedaunan kering. dinding yang melumut. aih, ini rupanya rupa rumah mereka setelah tak kami sambangi lebih dari sebulan. &#8220;ini bener-bener nyadran &#8230;&#8221; seloroh esti. bukan hanya bunga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img197.imageshack.us/i/nyadran.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img197.imageshack.us/img197/716/nyadran.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">see you soon, mom, dad!</p></div>
<p>ini bukanlah upaya ekstra. tetapi sebuah kewajiban.</p>
<p>ya, saya dan esti, kakak saya, menyambangi rumah ayah dan ibu. untuk menaklikkan doa. mengucap syukur. memohon ampun.</p>
<p>pekarangan dengan tumpukan dedaunan kering. dinding yang melumut. aih, ini rupanya rupa rumah mereka setelah tak kami sambangi lebih dari sebulan.</p>
<p>&#8220;ini bener-bener nyadran &#8230;&#8221; seloroh esti.</p>
<p>bukan hanya bunga khusus yang kami siapkan untuk mereka; bunga anggrek dengan rerimbunan crysant dan juga sedap malam. lebih dari itu, tangan kami berselancar untuk meminggirkan hijaunya lumut yang membubuhi dinding rumah mereka.</p>
<p>dan sore tak menciutkan nyali kami untuk tetap disini. di rumah ayah dan ibu. untuk menaklikkan doa. mengucap syukur. memohon ampun.</p>
<p>saya rindu mereka.</p>
<p>selaksa peristiwa selalu membayang saban acara kunjungan ini datang. taburan bunga ibu di rumah simbah kakung dan simbah buyut; hingga penyesalan ayah soal ketidakhadiran ibu mengiringi kehidupan kami yang mengancik kedewasaan.</p>
<p>saya rindu mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/08/01/nyadran-menaklikkan-doa-untuk-ayah-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ibo dan tongkang</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/06/04/ibo-dan-tongkang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/06/04/ibo-dan-tongkang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 16:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5764</guid>
		<description><![CDATA[begitu kami saling memanggil:  ibo dan tongkang. saya selalu terbahak bila mendapati teleponnya. tanpa hallo, tanpa hai, tanpa femiiiiiiiii. yang ada adalah suara dari seberang yang berteriak dengan tanpa tanda koma: &#8220;ibo, ibo, ibo, ibo &#8230; &#8221; saya menggelak. sial. lidah dan bibir saya kelu, seolah tak bisa spontan menyebut: &#8220;tongkaaaang &#8230; &#8221; speechles, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img265.imageshack.us/i/alfabetz.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img265.imageshack.us/img265/2435/alfabetz.jpg" border="0" alt="" width="320" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">ada nama untuk kami</p></div>
<p>begitu kami saling memanggil:  ibo dan tongkang.</p>
<p>saya selalu terbahak bila mendapati teleponnya. tanpa hallo, tanpa hai, tanpa femiiiiiiiii. yang ada adalah suara dari seberang yang berteriak dengan tanpa tanda koma: &#8220;ibo, ibo, ibo, ibo &#8230; &#8221;</p>
<p>saya menggelak. sial. lidah dan bibir saya kelu, seolah tak bisa spontan menyebut: &#8220;tongkaaaang &#8230; &#8221; speechles, saya hanya menderai tawa saja.</p>
<p>akhirnya saya menemukan nama itu. ya, nama yang mas untuknya: tongkang. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sama saja kok dengan ibo. keduanya berangkat dari realita yang sama. dari basis masa lalu yang memang menjadi jejak rekam seumur hidup. dan hanya kami yang tahu.</p>
<p>andai saja ayah dan ibu masih hidup. tentu keduanya tertawa hingga menangis kegelian melihat bagaimana kami bercanda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/06/04/ibo-dan-tongkang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya akan pulang naik kereta</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/03/18/saya-akan-pulang-naik-kereta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/03/18/saya-akan-pulang-naik-kereta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 18:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5477</guid>
		<description><![CDATA[saya kangen dengan suara kereta. saya kangen dengan peluit petugas PPKA yang bertopi merah. saya kangen dengan jajanan pecel kembang kecombrang yang jamak saya asup di kereta tahun-tahun yang lalu. kepulangan ke jogja, kini menjadi hal yang sangat mewah. ya, m-e-w-a-h. kini, tak selalu bisa melegakan punggung di kasur empuk semalaman dengan sangat nyenyak. kini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img233.imageshack.us/i/tiket27.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img233.imageshack.us/img233/1196/tiket27.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">tiket usang </p></div>
<p>saya kangen dengan suara kereta.</p>
<p>saya kangen dengan peluit petugas PPKA yang bertopi merah. saya  kangen dengan jajanan pecel kembang kecombrang yang jamak saya asup di  kereta tahun-tahun yang lalu.</p>
<p>kepulangan ke jogja, kini menjadi hal yang sangat mewah. ya,  m-e-w-a-h. kini, tak selalu bisa melegakan punggung di kasur empuk  semalaman dengan sangat nyenyak. kini, tak selalu bisa membincang dengan  keriuhan yang ada dalam sepanjang perjalanan jakarta-jogja-jakarta.</p>
<p>tapi, saya tetap harus mensyukuri apa yang ada pada saya saat ini:  perjalanan ke jogja yang begitu pendek, dan perjumpaan dengan kerabat  yang begitu singkat. tak apa. pun, saya harus mensyukuri, saya masih  tetap bisa berseliweran ke jogja lebih sering ketimbang kolega saya yang  lain.</p>
<p>dan saya akan segera memburu suara itu: suara kereta.</p>
<p>saya sudah mengantongi tiket. yaps, saya akan pulang ke jogja ujung  minggu ini. tentu saja, dengan naik kereta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/03/18/saya-akan-pulang-naik-kereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>piknik, telat bangun dan kangen ayah ibu</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/26/piknik-telat-bangun-dan-kangen-ayah-ibu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/26/piknik-telat-bangun-dan-kangen-ayah-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 01:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[KONTAN]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5440</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya saya masih harus mengakui bahwa saya masih mbok-mboken. pagi ini mestinya berangkat pagi untuk piknik bersama dengan pabrik kata-kata ini dengan bus. hanya saja, saya bangun kesiangan. saya asik bercanda dengan ibu di sekolah tempat ia memburu sebakul nasi untuk kami. ya, saya memimpikan ibu. dalam mimpi itu, saya punya duit IDR 10 juta. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 392px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img528.imageshack.us/i/wineb.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img528.imageshack.us/img528/9753/wineb.jpg" border="0" alt="" width="382" height="176" /></a><p class="wp-caption-text">misyu, mom</p></div>
<p>akhirnya saya masih harus mengakui bahwa saya masih mbok-mboken. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>pagi ini mestinya berangkat pagi untuk piknik bersama dengan pabrik kata-kata ini dengan bus. hanya saja, saya bangun kesiangan. saya asik bercanda dengan ibu di sekolah tempat ia memburu sebakul nasi untuk kami. ya, saya memimpikan ibu.</p>
<p>dalam mimpi itu, saya punya duit IDR 10 juta. hanya saja, saya bingung mau digunakan untuk apa itu duit. pilihannya hanya dua: untuk beli motor atau handset canggih. ow!</p>
<p>ah, saya senang perbincangan sesaat dengan ibu saat itu. ya, hanya mimpi sih. tapi setidaknya cukup melegakan saya untuk bisa sebentar mengintip ibu yang saat itu mengenakan baju yang sama saat ibu berbaring di dalam peti. dan ibu masih sama seperti dulu.</p>
<p>ya, saya kangen sama ibu.</p>
<p>sampai-sampai saya terlambat bangun untuk piknik bersama dengan pabrik kata-kata ini. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/26/piknik-telat-bangun-dan-kangen-ayah-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kangen ayah dan ibu</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/08/kangen-ayah-dan-ibu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/08/kangen-ayah-dan-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 18:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kembangarum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5178</guid>
		<description><![CDATA[agnes yohana dan paulus soempeno. ya, saya begitu menyayangi keduanya. setiap lantunan syukur, adalah rasa terima kasih padaNya atas kehadiran mereka dalam hidup saya. dan mengganti bunga lawas dengan bunga yang segar, adalah salah satu alasan mengapa saya harus menyambangi rumah bumijo. andai ayah dan ibu tahu, betapa saya bosan menjawab pertanyaan atas pertanyaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img39.imageshack.us/i/canon2278.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img39.imageshack.us/img39/2949/canon2278.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">bunga pengantar doa</p></div>
<p>agnes yohana dan paulus soempeno.</p>
<p>ya, saya begitu menyayangi keduanya. setiap lantunan syukur, adalah rasa terima kasih padaNya atas kehadiran mereka dalam hidup saya. dan mengganti bunga lawas dengan bunga yang segar, adalah salah satu alasan mengapa saya harus menyambangi rumah bumijo.</p>
<p>andai ayah dan ibu tahu, betapa saya bosan menjawab pertanyaan atas pertanyaan yang itu-itu saja, &#8220;ngapain pulang sih, kan udah engga ada siapa-siapa di rumah?!&#8221; ya, <em><strong>saya sangat benci pertanyaan itu. </strong></em></p>
<p>pulang ke bumijo, bukan hanya perkara ingin pijat di nakamura atau martha tilaar; atau membabati tanaman tetehan ayah. lebih dari itu, saya butuh duduk bersimpuh, berjejeran dengan mereka, di rumah mereka yang baru; mensyukuri hidup yang begitu menggembirakan dan membahagiakan, semata-mata karena mereka.</p>
<p>barangkali yang bertanya &#8220;ngapain pulang sih, kan udah engga ada siapa-siapa di rumah?!&#8221; adalah orang yang engga pernah dekat atau terlibat secara emosional dengan kedua orang tuanya. atau, barangkali terlalu sibuk sehingga hanya sekali setahun mendaraskan doa untuk kedua orang tuanya. atau, barangkali memang jalan pikirnya terlalu modern. atau, barangkali memang belum meninggal. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tapi saya benci pertanyaan itu. ribuan kali saya mendengarnya, dan ribuan kali pula saya menjawabnya: mengunjungi ayah dan ibu di rumah mereka yang baru.</p>
<p>ya, saya begitu menyayangi keduanya. ayah dan ibu saya. setiap lantunan syukur, adalah rasa terima kasih padaNya atas kehadiran mereka dalam hidup saya. dan mengganti bunga lawas dengan bunga yang segar, adalah salah satu alasan mengapa saya harus menyambangi rumah bumijo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/08/kangen-ayah-dan-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menanti summer 2011</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/01/25/summer-2011/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/01/25/summer-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5082</guid>
		<description><![CDATA[summer 2011. &#8220;aku akan pulang &#8230;&#8221; kata esti, kakak saya. ya. perbincangan panjang mencacah malam saya di ujung minggu ini. saya senang mendengarnya. ya, saya senang mendengarnya. ia membeberkan rencananya yang bakal ia lakukan dalam satu-dua tahun ke depan. ini memang share yang sering kami bagikan tentang hidup yang kami pulas diatas kertas. tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img686.imageshack.us/i/2077639110d365752468.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img686.imageshack.us/img686/3136/2077639110d365752468.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">welcome home, sist!</p></div>
<p>summer 2011. &#8220;aku akan pulang &#8230;&#8221; kata esti, kakak saya.</p>
<p>ya. perbincangan panjang mencacah malam saya di ujung minggu ini. saya senang mendengarnya. ya, saya senang mendengarnya. ia membeberkan rencananya yang bakal ia lakukan dalam satu-dua tahun ke depan. ini memang share yang sering kami bagikan tentang hidup yang kami pulas diatas kertas.</p>
<p>tidak ada alasan untuk berlama-lama lagi di amrik. indonesia adalah periuk nasi dan kehidupan yang sesungguhnya. indonesia adalah rancangan untuk masa tua setelah menggudangkan setumpuk pengalaman.</p>
<p>saya senang mendengarnya.</p>
<p>&#8220;engga tahu mau tinggal dimana. tapi yang jelas di kota yang ada bandaranya,&#8221; katanya.</p>
<p>yewwwww! saya tergelak. sial. penentuan kota-nya lucu bener. bukan berdasarkan kota-kota besar yang ada uni-nya, tetapi yang ada bandaranya. alasannya, biar saya dan esti bisa bertemu untuk liburan tanpa harus bersusah-payah mlantrang naik feeder selama satu, dua atau tiga jam.</p>
<p>saya menunggunya pulang.</p>
<p>nyatanya tumpukan dolar AS tak bisa meminggirkan keinginan untuk mengaktualisasikan diri. &#8220;aku pengen mengajar &#8230;&#8221; katanya. ia mencoba membeberkan bagaimana keinginan-mengajar itu jauh lebih berharga ketimbang hal lain dalam hidupnya saat ini.  &#8220;seperti kamu yang dulu pengen jadi wartawan, kan saat ini cita-cita itu sungguh-sungguh sudah tercapai &#8230; &#8221; katanya, mencari analogi.</p>
<p>saya mengerti bagaimana ia-sangat-ingin-kembali-mengajar. bahkan, meski dengan gaji mini sekalipun!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/01/25/summer-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menenggelam diantara bantal-bantal</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/01/19/menenggelam-diantara-bantal-bantal/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/01/19/menenggelam-diantara-bantal-bantal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 00:42:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5071</guid>
		<description><![CDATA[saya sangat menikmati empuknya kasur di rumah bumijo. hangat, menyenangkan, nyaman. rasanya engga ada yang lebih nyaman dari berlama-lama di kasur, menenggelam diantara bantal-bantal, dan menikmati rumah sehhangat-hangatnya rumah. saya ingin lebih lama bermalas-malasan di kasur hangat ini. sebentar melepas lelah dari layar mungil iPod, blackberry, laptop dan PC. saya hanya ingin memejamkan mata, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat menikmati empuknya kasur di rumah bumijo. hangat, menyenangkan, nyaman.</p>
<p>rasanya engga ada yang lebih nyaman dari berlama-lama di kasur, menenggelam diantara bantal-bantal, dan menikmati rumah sehhangat-hangatnya rumah.</p>
<p>saya ingin lebih lama bermalas-malasan di kasur hangat ini. sebentar melepas lelah dari layar mungil iPod, blackberry, laptop dan PC. saya hanya ingin memejamkan mata, dan enggan memikirkan bagaimana akurasi membidik sapi dengan ketapel, maupun berhahahihi di chatroom.</p>
<p>saya ingin lebih lama bermalas-malasan di kasur hangat ini. sebentar meninggalkan tarian jemari diatas papan kunci. menyembunyikan telapak tangan diantara kasur dan bantal, sangat hangat.</p>
<p>senang berada di rumah lagi. tanpa kekhawatiran. tanpa rasa cemas. tanpa ketakutan.</p>
<p><em>ps: kenyamanan ini harusnya juga diusung oleh ibu. tapi &#8230; humh, ibu pasti lebih nyaman di rumahNya yang baru. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/01/19/menenggelam-diantara-bantal-bantal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kursi malas yang bikin malas semalas-malasnya!</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/12/25/kursi-malas-yang-bikin-malas-semalas-malasnya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/12/25/kursi-malas-yang-bikin-malas-semalas-malasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=4930</guid>
		<description><![CDATA[saya ingin beranjak dari kursi ini, tetapi malas. kursi panjang yang dibikin dari jalinan karet/pentil, ini awalnya didesain untuk ibu yang saat itu sedang sakit. hanya saja, ibu juga tidak bisa menggunakan kursi ini lantaran kelenturan karet membikin ibu sulit berdiri. alhasil, ibu jarang mennggunakannya. sementara itu, ayah juga enggan menduduki kursi ini. jadinya, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img src="http://img94.imageshack.us/img94/3328/1222498puff.jpg" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Stay at home and enjoy the day!</p></div>
<p>saya ingin beranjak dari kursi ini, tetapi malas.</p>
<p>kursi panjang yang dibikin dari jalinan karet/pentil, ini awalnya didesain untuk ibu yang saat itu sedang sakit. hanya saja, ibu juga tidak bisa menggunakan kursi ini lantaran kelenturan karet membikin ibu sulit berdiri. alhasil, ibu jarang mennggunakannya. sementara itu, ayah juga enggan menduduki kursi ini.</p>
<p>jadinya, saya yang betah berlama-lama di kursi karet ini.</p>
<p>seperti hari ini, seharian saya menghabiskan hari natal di kursi. menonton tayangan yang layak tonton di televisi, sambil sesekali mandek untuk menyeruput kopi dan membaca donal bebek. malas. saya sungguh malas.</p>
<p>hingga saya menyerah pada perut yang mengkeriuk kelaparan. membuat saya bergegas beranjak memburu makan malam hasil gabungan sarapan, makan siang dan makan malam di kedai tiga nyonya: rijstaffel. nasi kuning dengan lauk oseng tempe, scrambbled eggs, daging sapi, emping/krupuk dan lauk lain. juga, seteko teh poci.</p>
<p>dan saya ngiri lihat sebelah meja yang membeludak dengan anggota keluarga dari yang paling tua hingga bayi. sekeluarga merayakan makan malam bersama di hari natal. sementara, satu meja besar milik saya, hanya saya habiskan sendiri.</p>
<p>sesudahnya, saya bergegas pulang. kembali ke kursi karet. ya, saya tidak akan beranjak dari kursi ini. saya akan menikmati kemalasan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/12/25/kursi-malas-yang-bikin-malas-semalas-malasnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya berharap mereka ada di sini</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/12/24/saya-berharap-mereka-ada-di-sini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/12/24/saya-berharap-mereka-ada-di-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 16:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=4928</guid>
		<description><![CDATA[keriangan natal? tentu! saya menunggu natal setiap natal sebelumnya usai. lebih dari sekadar memasang pohon natal dengan beragam perniknya, natal adalah bongkaran kerinduan akan pergi ke gereja bersama keluarga, makan bersama keluarga, dan juga chit-chat  tentang banyak hal bersama-sama. saya merindukannya. sungguh, saya merindukannya.semata-mata, karena saya tak lagi memilikinya saat ini. dan menapaki gereja ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><img src="http://img268.imageshack.us/img268/1918/kaoskaki.jpg" alt="ayah dan ibu nyemplungin kado buatku engga ya? " width="212" height="320" /><p class="wp-caption-text">ayah dan ibu nyemplungin kado buatku engga ya? </p></div>
<p>keriangan natal? tentu!</p>
<p>saya menunggu natal setiap natal sebelumnya usai. lebih dari sekadar memasang pohon natal dengan beragam perniknya, natal adalah bongkaran kerinduan akan pergi ke gereja bersama keluarga, makan bersama keluarga, dan juga chit-chat  tentang banyak hal bersama-sama.</p>
<p>saya merindukannya. sungguh, saya merindukannya.semata-mata, karena saya tak lagi memilikinya saat ini.</p>
<p>dan menapaki gereja ini, rasanya sepi. sepi. sepi. saya rindu ayah dan ibu saya. juga kakak saya. harusnya mereka ada untuk melihat tiang gereja kumetiran yang go green dengan desain santa claus, lonceng, snow man yang dibikin dari bunga dan daun.</p>
<p>lewat sepuluh tahun natal tanpa ibu. tanpa baju baru bikinan ibu. tanpa kwetiaw babi spesial yang dipesan dari kedai sebelah. lewat tiga tahun natal tanpa ayah. tanpa perburuan pohon natal dan buku-buku besutan kanisius.</p>
<p>saya rindu mereka.</p>
<p>usai ke gereja dan menghabiskan semangkuk ronde plus seporsi bakmi godog di pasar terban, malam natal saya habiskan dengan memaku diri di kursi malas di rumah, menonton acara televisi secara acak. menggelak sendiri saban ada tontonan yang lucu. juga, selalu bergegas bangun saban ada adegan yang mengerikan. ow!</p>
<p>selamat natal ayah, ibu. semoga kalian merayakannya disana, dirumahNya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/12/24/saya-berharap-mereka-ada-di-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bertemu om juni</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/10/18/bertemu-om-juni/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/10/18/bertemu-om-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 16:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kembangarum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2009/10/18/pertemuan-kecil-dengan-kerabat/</guid>
		<description><![CDATA[Kami tak bertemu lamaaa sekali. Mungkin setahun; bahkan lebih. Ya, saya dan om saya; adik ibu nomer &#8230; Mmm &#8230; Nomer berapa ya? Belokan ke rumah nenek (likban) langsung mengunci mata saya. Bukan om joko, om yanto atau bahkan tetangga sebelah. Tetapi om juni. Ya, om juni. Kurus. Ini adalah pertemuan kedua saya dengannya; setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami tak bertemu lamaaa sekali. Mungkin setahun; bahkan lebih. </p>
<p>Ya, saya dan om saya; adik ibu nomer &#8230; Mmm &#8230; Nomer berapa ya? </p>
<p>Belokan ke rumah nenek (likban) langsung mengunci mata saya. Bukan om joko, om yanto atau bahkan tetangga sebelah. Tetapi om juni. Ya, om juni. </p>
<p>Kurus. </p>
<p>Ini adalah pertemuan kedua saya dengannya; setelah sekian tahun yang lalu. Dia adalah kerabat yang bersembunyi dibalik senja jakarta. Menyepi dari kerumunan sanak-saudara. </p>
<p>Saya tak pernah berharap menjumpainya dengan tulang yang mendominasi tubuh ketimbang daging. Saya tak pernah berharap menjumpainya dengan lara yang menggerogoti senyumnya yang hangat. </p>
<p>Andai ibu ada, dia pasti bahagia bertemu dengan adiknya. Tapi kendati ibu tak ada, dia pasti tetap bahagia karena si bungsu membagi hangat padanya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/10/18/bertemu-om-juni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lembaran baru Rp 2.000</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/09/19/lembaran-baru-rp-2-000/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/09/19/lembaran-baru-rp-2-000/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 14:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[asupan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kembangarum]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=2786</guid>
		<description><![CDATA[saya mengusung beberapa gepok duit anyar; pecahan Rp 2.000. sebenarya saya tak tahu siapa yang akan saya bagi nanti; bila bertandang ke rumah likban di kembangarum. saya tak merencanakan untuk berada di kediaman likban pada hari raya; tetapi sebelum dan sesudahnya. entah, tidak bertemu banyak kerabat adalah pilihan terbaik saat ini. tapi saya tetap mengusung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://img525.imageshack.us/img525/6529/femi2000.jpg" alt="" width="320" height="200" /></p>
<p>saya mengusung beberapa gepok duit anyar; pecahan Rp 2.000.</p>
<p>sebenarya saya tak tahu siapa yang akan saya bagi nanti; bila bertandang ke rumah likban di kembangarum. saya tak merencanakan untuk berada di kediaman likban pada hari raya; tetapi sebelum dan sesudahnya. entah, tidak bertemu banyak kerabat adalah pilihan terbaik saat ini.</p>
<p>tapi saya tetap mengusung gepokan lembaran uang anyar itu. uang kertas Rp 2.000 yang bergambar Pangeran Antasari, pahlawan nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. di bagian belakang berlatar tarian adat Dayak.  <a href="http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/17414/Hari_ini_Uang_Kertas_Pecahan_Rp_2.000_Resmi_Diluncurkan" target="_blank">uang ini sudah mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009 lalu. </a></p>
<p>saya ingat persis bagaimana keriangan yang tercipta di masa kecil dulu dengan uang-uang di masa lebaran seperti ini.</p>
<p>saya, dan juga beberapa saudara sepupu dan tante-om keliling ke rumah tetangga di kembangarum. saat itu kami semua masih menggenp. bahkan, perselisihan yang besar nyaris tak kami temukan dalam keluarga besar kami. ayah, ibu, simbah putri, simbah buyut, &#8230;</p>
<p>banyak sesepuh yang harus kami sambangi untuk sungkem, memohon maaf atas kekhilafan selama setahun terakhir. usai sungkeman, biasanya kami mendapat bingkisan khusus, yaitu koin seratusan, atau limapuluhan. dari setiap rumah yang kami datangi, biasanya kami selalu pulang dengan membawa koin; berapapun jumlahnya. bila dijumlahkan, koin-koin itu bisa dibelanjakan dengan barang-barang yang tak terbeli dengan uang saku.</p>
<p>celakanya, yang bikin ayah dan ibu saya malu, saya dan saudara-saudara sepupu yang berusia sebaya selalu menghitung total koin yang berhasil kami gaet dalam perjalanan pulang sungkeman menuju ke rumah! owh! &#8220;saru &#8230;&#8221; begitu kata ibu. maunya ibu, ya menghitungnya begitu nanti kami tiba di rumah. tapi, aww &#8230; mana tahan!</p>
<p>uang hasil sungkeman menjadi bagian dari keriangan setiap lebaran. dan barangkali ini adalah saatnya berbagi &#8216;koin&#8217; seperti dulu saya mendapatkannya. <a href="http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/21781/Menkeu_Penerbitan_Pecahan_Rp_2.000_Tak_Akan_Kerek_Inflasi" target="_blank">bedanya, kini berupa lembaran; pecahan anyar Rp 2.000</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/09/19/lembaran-baru-rp-2-000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

