<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; imigrasi</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/imigrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>recyle paper</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/08/recyle-paper/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/08/recyle-paper/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 18:17:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[asupan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[go green]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kanwil hukham]]></category>
		<category><![CDATA[paper]]></category>
		<category><![CDATA[paspor]]></category>
		<category><![CDATA[passport]]></category>
		<category><![CDATA[recycle]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5176</guid>
		<description><![CDATA[saya menyukainya, ya, saya sangat menyukainya! lihat kan, bayangan hitam dari amplop di samping? amplop itu dibikin dari kertas bekas. dus, jangan protes bil terlihat adanya bayangan menggaris rapi. amplop itu saya dapat dari kanwil hukum dan ham di jogja, beberapa waktu lalu. itu adalah amplop yang ditujukan pada kepala kantor imigrasi yogyakarta, dari pegawai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img402.imageshack.us/i/canon2274.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img402.imageshack.us/img402/8996/canon2274.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">kertas bekas &#39;cui!</p></div>
<p>saya menyukainya, ya, saya sangat menyukainya!</p>
<p>lihat kan, bayangan hitam dari amplop di samping? amplop itu dibikin dari kertas bekas. dus, jangan protes bil terlihat adanya bayangan menggaris rapi.</p>
<p>amplop itu saya dapat dari kanwil hukum dan ham di jogja, beberapa waktu lalu. itu adalah amplop yang ditujukan pada kepala kantor imigrasi yogyakarta, dari pegawai hukham. isinya, surat rekomendasi agar saya mendapatkan paspor baru.</p>
<p>tapi, ini adalah kemajuan besar.</p>
<p>pemerintah pun tidak membuang kertas bekas, dan justru menggunakannya untuk berurat pada instansi lain.</p>
<p>andai saja semua departemen maupun kantor dinas di daerah juga melakukan hal serupa. <em>recycle. reuse. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/08/recyle-paper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jangan sampai kehilangan paspor!</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/01/18/jangan-sampai-kehilangan-paspor/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/01/18/jangan-sampai-kehilangan-paspor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 10:18:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[imigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan paspor]]></category>
		<category><![CDATA[paspor]]></category>
		<category><![CDATA[passport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5065</guid>
		<description><![CDATA[duh, begini ribetnya bikin paspor anyar setelah ilang! pertama, mesti lapor ke kantor imigrasi dengan membawa surat kehilangan dengan mengisi blanko permohonan paspor anyar dan menyertakan ssemua dokumen untuk membikin paspor. mulai dari ijazah trakir, akte kelahiran, kopi KTP, kopi SPLP (surat perintah laksana paspor), dan C1.  lalu, bikin janji untuk wawancara untuk bikin kronologi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>duh, begini ribetnya bikin paspor anyar setelah ilang!</p>
<p>pertama, mesti lapor ke kantor imigrasi dengan membawa surat kehilangan dengan mengisi blanko permohonan paspor anyar dan menyertakan ssemua dokumen untuk membikin paspor. mulai dari ijazah trakir, akte kelahiran, kopi KTP, kopi SPLP (surat perintah laksana paspor), dan C1.  lalu, bikin janji untuk wawancara untuk bikin kronologi kehilangan. sialnya, saya engga bisa langsung wawancara di hari yang sama, tetapi harus bikin janji besok lusa. gosh!</p>
<p>wawancara tiga jam, rupanya petugas di kantor imigrasi engga gitu-gitu bisa nanya. duh, jagoan saya dah kalo urusan nginterogasi. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  bahkan, bosnya yang entah sengaja atau engga sengaja masuk ke bilik wawancara, ikut nimbrung dan ngajarin doi nanya-nanya ke saya. walah. &#8221; &#8230; ngerti kan bagaimana celah untuk nanyanya? seperti saya sama mbaknya tadi itu, ngobrol &#8230; pasti masih ada yang bisa ditanyakan,&#8221; kata si bos.</p>
<p>saya mesti mengklarifikasi lagi kronologi yang diketik oleh si petugas. kalau ada yang salah, saya mesti benerin.</p>
<p>sesudahnya, saya keluar dari bilik dengan membawa surat yang harus saya antar ke kanwil hukum dan ham. nganter, ya nganter aja. saya harus bikin janji di lain hari untuk wawancara dengan petugas di kanwil hukum dan ham. setelah wawancara di hari yang sudah ditentukan, saya harus mengambil surat untuk saya antarkan lagi ke kantor imigrasi.</p>
<p>selesai? belum!</p>
<p>setelah mengantarkan surat dari kanwil ke imigrasi, saya harus sebentar mengecek semua dokumen, dan membayar Rp 475.000. sesudahnya, antri untuk foto, dan wawancara bikin paspor baru.</p>
<p>saat bikin paspor baru, duh, si petugas yang sama dengan petugas yang mewawancarai saya, lupa bilang kalau saya harus menyertakan surat dari pabrik kata-kata tempat saya bekerja. sial. alhasil, saya harus meminta kantor untuk mengirimkan surat rekomendasi via fax. surat itu menjelaskan bahwa saya pegawai di pabrik ini dan memohon paspor anyar. selebihnya, saya harus membikin surat pernyataan diatas materai Rp 6.000 yang saya teken diatasnya.  isinya, saya akan menjaga paspor saya lebih baik sehingga engga akan hilang lagi.</p>
<p>humpfffffffffffffffffff!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/01/18/jangan-sampai-kehilangan-paspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

