<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; jakarta</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>tesis warna `burung&#8217; untuk warna kulit</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 03:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7024</guid>
		<description><![CDATA[ehm. sungguh, saya tidak bermaksud untuk rasis atau sejenisnya. hanya saja, dalam beberapa jam terakhir ini, saya selalu tersenyum saban mengingat tesis yang diajukan oleh umski, salah satu kerabat saya, tentang bayi dan warna kulit. umski, yang berkulit hitam, menikahi perempuan padang berkulit putih. pertanyaan yang muncul usai anaknya lahir tiga tahun silam adalah: &#8220;umski, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ehm. sungguh, saya tidak bermaksud untuk rasis atau sejenisnya. hanya saja, dalam beberapa jam terakhir ini, saya selalu tersenyum saban mengingat tesis yang diajukan oleh umski, salah satu kerabat saya, tentang bayi dan warna kulit.</p>
<p>umski, yang berkulit hitam, menikahi perempuan padang berkulit putih. pertanyaan yang muncul usai anaknya lahir tiga tahun silam adalah: &#8220;umski, kulit anak lo hitam atau putih?&#8221;  tentu saja, semua mendoakan anaknya berkulit putih.</p>
<p>saat itu, jawaban umski cukup melegakan, &#8220;untung anak gue ikut bini gue, putih &#8230;&#8221;</p>
<p>saya bertemu dengan umski semalam, bersama sejumlah kerabat yang lain. sambil menyeruput susu jahe di angkringan, dia membeberkan kekhawatirannya tentang anaknya makin gede makin hitam kulitnya, tak lagi putih.</p>
<p>&#8220;sebenernya ada cara untuk melihat bayi itu nanti gedenya kulitnya hitam atau putih. lihat aja `barang&#8217; nya, burungnya. kalau burungnya hitam, berarti kalau dia gede nanti kulitnya hitam. kalau merah, itu berarti dia gedenya kulitnya putih&#8230;. &#8221;</p>
<p>dan saya tidak bisa melupakan tesis umski itu.</p>
<p>ah <em>please, come on,</em> umski.</p>
<p>konon, keluarganya selalu heboh saat ada anggota baru lahir; yang dilihat pertama adalah warna burungnya, atau `barang&#8217; nya.</p>
<p>pertanyaan saya padanya sederhana saja, &#8220;umski, berarti waktu bayi burung lo hitam dong &#8230;&#8221;</p>
<p>oops.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menyiapkan perjalanan kecil</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 03:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7013</guid>
		<description><![CDATA[seorang teman baik menemui saya, bertanya hal yang sangat sederhana: bagaimana caranya ke makau, beijing? ia berencana menjumpai mamanya yang ada di belahan bumi yang lain. agendanya cukup besar: konsolidasi keluarga. ia ingin yang terbaik untuk keluarganya; untuk papanya, mamanya, adiknya.  merampungkan perselisihan, mengakurkan hubungan darah. kami berbincang banyak. ia harus menyiapkan perjalanan kecil ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seorang teman baik menemui saya, bertanya hal yang sangat sederhana: bagaimana caranya ke makau, beijing?</p>
<p>ia berencana menjumpai mamanya yang ada di belahan bumi yang lain. agendanya cukup besar: konsolidasi keluarga. ia ingin yang terbaik untuk keluarganya; untuk papanya, mamanya, adiknya.  merampungkan perselisihan, mengakurkan hubungan darah.</p>
<p>kami berbincang banyak. ia harus menyiapkan perjalanan kecil ini sesegera mungkin.</p>
<p>semoga semuanya menjadi lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>140 vs 251</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/03/05/140-vs-251/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/03/05/140-vs-251/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 09:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[glukosa]]></category>
		<category><![CDATA[gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pramita]]></category>
		<category><![CDATA[pramita lab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7003</guid>
		<description><![CDATA[angka itu membuat sepasang kaki ini berhenti melangkah. dua komparasi angka yang tak asing bagi saya, meski deretan angka itu terbilang baru bagi saya.  140 dan 251. saya ingat betul bagaimana dulu saya &#8216;gembira&#8217; mengantarkan ibu ke panti rapih.  cek urine dan darah pagi sebelum makan pagi, lalu ibu akan mengajak saya makan di kantin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>angka itu membuat sepasang kaki ini berhenti melangkah.</p>
<p>dua komparasi angka yang tak asing bagi saya, meski deretan angka itu terbilang baru bagi saya.  140 dan 251.</p>
<p>saya ingat betul bagaimana dulu saya &#8216;gembira&#8217; mengantarkan ibu ke panti rapih.  cek urine dan darah pagi sebelum makan pagi, lalu ibu akan mengajak saya makan di kantin rumah sakit dengan menu makanan pilihan yang saya boleh memilih apapun yang ada disana, lalu menunggu untuk ambil urine kembali dua jam setelah makan. saya tak pernah menggerutu menemani ibu berlama-lama di rumah sakit. sederhana saja, karena saya tak mengerti apa penyakit ibu yang sesungguhnya, yang itu memengaruhi lifestyle seumur hidupnya.</p>
<p>ibu sakit diabetes.</p>
<p>perlahan, saya mengerti mengapa ibu tidak selalu ikut makan bersama kami; ayah, esti dan saya. kadang, ibu hanya makan sesendok nasi putih, dengan lauk dalam porsi wajar. sayur bayam, sayur kesukaan saya, tak pernah dimasaknya dengan gula. selalu hanya brambang-salam saja bumbunya. ibu tak pernah minum manis, selalu tawar. waktu itu, ibu hanya sesekali saja membeli tropicana-slim, atau semacamnya. duitnya lebih banyak digunakan untuk mengongkosi sekolah dua anaknya.</p>
<p>pil putih kecil, berbentuk tablet.</p>
<p>saya selalu ingat obat ibu itu. ibu sering meletakkan obat-obatnya di wadah plastik persegi, di atas lemari. kadang diletakkannya obat itu di dalam lemari di kamarnya. harga obat itu tak murah, sementara ibu harus mengasupnya seumur hidupnya.  strategi yang dilakukan ibu adalah mengkonsumsinya separo dari dosis yang diberikan, supaya lebih awet, supaya tahan lebih lama hingga jatah waktu membeli obat kembali.</p>
<p>140 dan 251. itu angka yang saya peroleh usai cek urine dan darah kali ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/03/05/140-vs-251/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pertanyaan itu muncul lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 12:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[chatting]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>
		<category><![CDATA[ym]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6952</guid>
		<description><![CDATA[pertanyaan itu selalu muncul, dan muncul lagi. membuat saya ingin selalu tergelak, dan malu mengingatnya. bukannya apa-apa, tapi ya kok sudah sekian lamanya, saya masih begini-begini saja. &#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221; tanyanya, sambil tergelak, lalu pura-pura mengingat. tak lama, dia akan menjawab sendiri pertanyaan yang dilontarkannya, &#8220;2004 &#8230;&#8221; teman baik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan itu selalu muncul, dan muncul lagi.</p>
<p>membuat saya ingin selalu tergelak, dan malu mengingatnya. bukannya apa-apa, tapi ya kok sudah sekian lamanya, saya masih begini-begini saja.</p>
<p>&#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221; tanyanya, sambil tergelak, lalu pura-pura mengingat. tak lama, dia akan menjawab sendiri pertanyaan yang dilontarkannya, &#8220;2004 &#8230;&#8221;</p>
<p>teman baik. sahabat baik. abang baik.</p>
<p>pertemuan itu bermula dari perbincangan di chatroom yahoo saat kami saling mencari teman, di tahun 2004. perbincangan seru hingga saru sering muncul diantara kami, dengan gelak yang tak ada habisnya, dengan tawa yang tak ada ujungnya.sebentar-sebentar kami membincangkan isu politik. sebentar-sebentar kami menggosipkan tokoh publik. sebentar-sebentar kami membagi cerita keluarga.</p>
<p>hingga 2012, relasi ini tetap hangat, bersahabat.</p>
<p>tapi sungguh saya geli, sebel, risih, canggung &#8230; saban pertanyaan itu muncul: &#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221;</p>
<p>betapa saya menghargai relasi yang saling-menghormati ini.  tidak ada kepentingan apapun kecuali berbagi, berteman, bersahabat, bersaudara.</p>
<p>tak lebih.</p>
<p>siang ini saya menemuinya, dan mendapatkan pertanyaan yang sama. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>anak-anak itu begitu manisnya</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/10/anak-anak-itu-begitu-manisnya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/10/anak-anak-itu-begitu-manisnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 12:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[panti asuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6954</guid>
		<description><![CDATA[seorang bocah kecil, sangat kecil, berada di depan meja yang sarat dengan tumpukan pakaian di koridor. dihadapannya ada kaos kaki berwarna putih dan hitam yang tengah ia pilah untuk dipasangkan. tinggi mejanya setara degan dadanya. matanya bening. dia tersenyum kecil. jesus christ! anak itu begitu manisnya.  sorot mata itu begitu polosnya. tulus. tangannya terus saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seorang bocah kecil, sangat kecil, berada di depan meja yang sarat dengan tumpukan pakaian di koridor. dihadapannya ada kaos kaki berwarna putih dan hitam yang tengah ia pilah untuk dipasangkan. tinggi mejanya setara degan dadanya.</p>
<p>matanya bening. dia tersenyum kecil.</p>
<p>jesus christ! anak itu begitu manisnya.  sorot mata itu begitu polosnya. tulus. tangannya terus saja memilah satu demi satu kaos kaki yang ada di meja.</p>
<p>saya ingin menangis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>(ayah, ibu, terimakasih sudah merawat masa kecil saya dengan begitu indahnya di rumah, ditengah keluarga yang hangat, ditengah ayah, ibu, dan esti. tak putusnya saya bersyukur atas semua kesempatan untuk bersama ibu selama 20 tahun, dan bersama ayah selama 26 tahun. saya masih punya  esti yang akan selalu saya sayangi.)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/10/anak-anak-itu-begitu-manisnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setahun dengan krasnaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[krasnaya]]></category>
		<category><![CDATA[satria FU]]></category>
		<category><![CDATA[suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6931</guid>
		<description><![CDATA[satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee! krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee!</p>
<p>krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di jalanan sudah kelewat sesak dan jamak dibawakan dengan ngawur. hanya saja, jarak rumah-kantor yang lumayan jauh dan harus ditempuh dengan menguras ongkos taksi-mikrolet-metromini-ojek, akhirnya saya memilih untuk membungkus si merah krasnaya pulang dari showroom-ya di ciledug.</p>
<p>terimakasih untuk bleki dan bang beb yang sudah mensponsori pencarian si merah melalui mas rohim. terimakasih terimakasih. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>setahun ini, saya sudah jatuh dengan krasnaya. saya juga sudah menungganginya dengan sejumlah kerabat yang gila roda dua. terimakasih untuk melce yang mau berepot-repot menguruskan pembuatan pelat, membelikan olie, mau dititipi si krasnaya saat saya pergi keluar kota, dan mengajari saya menyimpan kanebo dibawah jok motor.</p>
<p>saatnya ambil BPKB. sayangnya, tetap saja, bukan nama saya yang ada di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bingkisan, dan hitungan &#8216;mahal&#8217;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/26/bingkisan-dan-hitungan-mahal/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/26/bingkisan-dan-hitungan-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 06:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6895</guid>
		<description><![CDATA[saya menghargai sebuah bingkisan dari senyum yang mengembang, gelak ceria, kegemasan untuk memeluk hadiah kecil itu, dan niat positif untuk membungkus kado kecil itu. dalam sebuah perjalanan shopping, saya mengambil beberapa barang yang sudah jelas itu bukan untuk saya. protes mencuat dari bibirnya. &#8220;itu kemahalan, anak kecl itu kan terus tumbuh. kalau mau ngasih, jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menghargai sebuah bingkisan dari senyum yang mengembang, gelak ceria, kegemasan untuk memeluk hadiah kecil itu, dan niat positif untuk membungkus kado kecil itu.</p>
<p>dalam sebuah perjalanan shopping, saya mengambil beberapa barang yang sudah jelas itu bukan untuk saya. protes mencuat dari bibirnya. &#8220;itu kemahalan, anak kecl itu kan terus tumbuh. kalau mau ngasih, jangan beli disini. beli aja di ITC, jauh lebih murah. nanti deh aku beliin di ITC aja.&#8221;  ia terlihat gusar.</p>
<p>dan saya meletakkan barang itu lagi. harga barang itu tak seberapa selisihnya dengan barang yang dijual di ITC, sekitar lima ribuan. kalau saya harus ngangkot ke ITC, atau harus mengegas kendaraan saya, memarkirkan dengan ongkos 1,000 rupiah per jam, rasanya jatuhnya akan sama saja.</p>
<p>tapi saya tetap meletakkan barang itu. kelak saya akan membelinya sendiri, saat saya tak lagi bersamanya.</p>
<p>entah, apa-apa baginya serba mahal.</p>
<p>bagaimana kalau tak mengukurnya dengan uang. ah, mustahil. baginya selisih 5,000 adalah selisih 5,000.</p>
<p>sampai akhir tahun ini, tak secuilpun saya dengar ceritanya membungkuskan barang di ITC sebagai kado kecil.</p>
<p>tidak sampai akhir tahun ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/26/bingkisan-dan-hitungan-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>harga mainan othok-othok itu Rp 2,000</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 08:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[blue bird]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6876</guid>
		<description><![CDATA[saya melihatnya. lelaki sepuh berperawakan kecil, mengenakan baju putih dan celana putih yang tak lagi bersih, dengan topi yang melindungi kepalanya, berwarna cokelat muda.  ia menyeka keringat yang menempel di dahi dan sebagian wajahnya. di bahunya, sebilah bambu panjang mengangkut agar-agar dan mainan othok-othok berwarna kuning-merah-hijau. untuk menarik perhatian, ia sesekali mengibaskan tangannya, membunyikan mainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya melihatnya. lelaki sepuh berperawakan kecil, mengenakan baju putih dan celana putih yang tak lagi bersih, dengan topi yang melindungi kepalanya, berwarna cokelat muda.  ia menyeka keringat yang menempel di dahi dan sebagian wajahnya. di bahunya, sebilah bambu panjang mengangkut agar-agar dan mainan othok-othok berwarna kuning-merah-hijau.</p>
<p>untuk menarik perhatian, ia sesekali mengibaskan tangannya, membunyikan mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;kalau mau ke setia budi, arahnya ke mana ya?&#8221; tanyanya pada saya. saya menunjuk jalan seberang, persis ke arah yang akan saya tuju. dia bilang, dia berjalan kaki menjajakan dagangannya dari pulo gadung.</p>
<p>kami berjalan beriringan. menyeberangi jembatan penyeberangan yang tak jauh dari gedung KPK.  padanya saya bertanya berapa harga mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;2,000 rupiah,&#8221; katanya.</p>
<p>hati saya habis.  harga mainan itu  bahkan lebih murah dari harga teh botol.</p>
<p>mainan othok-othok, entah apa nama sebenernya mainan ini, dibikin dari bilahan bambu dan diberi warna terang. bapak itu mewarnani bilahan bambu itu dengan warna hijau. sementara, di bagian ujungnya, dibikin baling-baling, yang juga dibuat dari bilahan bambu yang lebih tipis lagi. benang putih tipis dan kertas minyak warna kuning dan merah menjadi penghias baling-baling itu. diantara gagang bilah bambu dan baling-baling itu ada lempengan seng tipis yang ditempeli lidi dan diikat dengan karet. juga, ada potongan bekas bungkus rokok sebagai genderang lidi itu. sekali othok-othok itu dikibaskan, maka baling-baling akan berputar dan menciptakan suara &#8220;othok&#8230;othok&#8230;othok &#8230;&#8221;</p>
<p>itu mainan saya waktu kecil; 30 tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;orang-orang yang bikin itu biasanya dari cirebon. mereka datang ke jakarta naik bus dengan ongkos 30,000 rupiah. mereka tinggal di emperan toko atau terminal di malam hari, setengah bulan atau sebulan sekali mereka kembali ke rumah. di cirebon banyak pengrajin mainan anak tradisional seperti itu,&#8221; kata pak pengemudi taksi blue bird yang saya tumpangi, tak lama setelah saya dan bapak penjual mainan othok-othok itu berpisah di persimpangan penyeberangan jalan.</p>
<p>dari cirebon? owh, hati saya tambah habis.</p>
<p>kebijakan impor mempermudah pengusaha untuk mengusung mainan dari luar Indonesia sehingga harga mainan menjadi lebih murah dan akan ada begitu banyak orang yang bisa menikmati mainan dari luar negeri. tapi, bagaimana dengan mainan yang dibikin dari pengerajin mainan anak-anak tradisional?</p>
<p>&#8220;anak-anak di jakarta, anak-anak jaman sekarang, apa masih mau mainan seperti itu?&#8221; tanya pak pengemudi. ia bilang, di masa kecilnya, ia pergi ke cirebon setahun sekali dari rumahnya, membeli empal gentong dan mainan othok-othok itu. &#8220;itu saja, saya sudah setengah mati gembiranya &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>iya, sama halnya dengan saya yang juga gembira dengan mainan yang luar biasa itu pada masa kecil saya.  iya, mainan othok-othok itu.</p>
<p>&#8220;tapi Tuhan itu adil kok mbak, melalui cara apapun &#8230;&#8221; kata pak pengemudi itu. membuat saya makin mengatupkan bibir saya, dan menyadari ada butiran bening merembes dari ujung mata saya.</p>
<p>iya, Tuhan itu adil. Tuhan itu pasti adil.</p>
<p>saya terus mengamati mainan othok-othok yang ada di tangan saya, memainkannya perlahan, melahirkan bunyi &#8221;othok-othok-othok&#8217; .</p>
<p>satu mainan othok-othok-othok seharga 2,000 rupiah itu ada di kubikel saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/10/harga-mainan-othok-othok-itu-rp-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bapak tua penambal ban di depan apt. shangri-la</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 06:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apartemen shangri-la]]></category>
		<category><![CDATA[ban]]></category>
		<category><![CDATA[ban bocor]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kebanan]]></category>
		<category><![CDATA[tambal ban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6858</guid>
		<description><![CDATA[tubuhnya kecil. kulitnya sudah mengeriput. tangannya tak lagi kekar. dia selalu mengenakan pakaian yang sama: celana hitam yang panjangnya tak lebih dari mata kaki, dan kemeja cokelat muda. sepeda yang digowesnya selalu sama: bmx yang sudah berkarat. ia selalu ada di trotoar di depan apt shangri-la saat jam pulang kerja mulai membanjiri jalanan dengan pengendara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tubuhnya kecil. kulitnya sudah mengeriput. tangannya tak lagi kekar.</p>
<p>dia selalu mengenakan pakaian yang sama: celana hitam yang panjangnya tak lebih dari mata kaki, dan kemeja cokelat muda. sepeda yang digowesnya selalu sama: bmx yang sudah berkarat.</p>
<p>ia selalu ada di trotoar di depan apt shangri-la saat jam pulang kerja mulai membanjiri jalanan dengan pengendara mobil dan motor.  ia menandai keberadaan dirinya dengan ban sepeda motor yang dipajangnya di tepi trotoar. sepeda bmx-nya selalu menyandar dinding pagar apartemen mewah itu.</p>
<p>saya selalu berharap kendaraan saya kempes tak jauh dari tempat nongkrong bapak tukang tambal ban itu. saya ingin berbincang dengannya.</p>
<p>lebih dari setengah tahun saya melajukan kendaraan saya, tak pernah ban motor saya kempes di dekatnya.</p>
<p>keberadaannya selalu mengusik saya. barangkali karena kadang ada lebih dari dua kendaraan yang antri ditambal olehnya dalam waktu yang bersamaan. barangkali karena kekontrasan apartemen mewah dan adanya pak tukang tambal ban ini di satu area yang sama. barangkali karena ia juga tetap bertahan disana, tanpa kompresor besar melainkan dengan pompa angin genjotan dengkul dan tangan, dan api yang menyala kecil untuk memberi tenaga tambalan bannya.</p>
<p>barangkali karena ia tetap bertahan dengan payung hitam lusuh dan berlubang saat hujan mengguyur kawasan itu.</p>
<p>sekali waktu saya melihatnya menggenjot sepedanya. tanpa membawa alat penambal ban yang sederhana itu. lepas maghrib. ia terlihat berasal dari tempat nongkrongnya.</p>
<p>ya, saya sangat ingin berbincang dengannya. dengan bapak bertubuh kecil itu, bapak penambal ban.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/12/03/bapak-tua-penambal-ban-di-depan-apt-shangri-la/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerumunan massa</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 01:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[airasia]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[diskon]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/</guid>
		<description><![CDATA[Saya lega tak ada dalam kerumunan itu. Iya, antrian blackberry dengan diskon 50 persen untuk 1000 pembeli pertama. Saya baca di sejumlah media online, promo agresif itu diserbu konsumen yang jumlahnya amit-amit banyaknya, melebihi dari yang disangkakan. Ada yang patah tulang. Ada yang pingsan. Waduh. Saya nyaris ada dalam kerumunan itu. Saya lebih menyukai kerumunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lega tak ada dalam kerumunan itu. </p>
<p>Iya, antrian blackberry dengan diskon 50 persen untuk 1000 pembeli pertama. Saya baca di sejumlah media online, promo agresif itu diserbu konsumen yang jumlahnya amit-amit banyaknya, melebihi dari yang disangkakan. Ada yang patah tulang. Ada yang pingsan. </p>
<p>Waduh. </p>
<p>Saya nyaris ada dalam kerumunan itu. </p>
<p>Saya lebih menyukai kerumunan di dunia maya. Sama-sama menawarkan promo murah, airasia sama-sama mampu mendatangkan kerumunan massa yang massif, namun tak perlu berkeringat, pingsan hingga patah tulang. Lebih dari itu, tak perlu mendatangkan begitu banyak aparat keamanan untuk menjaga massa yang menderas. </p>
<p>Di jejaring elektronik, airasia kerap menawarkan tiket murah, yang diperebutkan oleh sekian banyak calon penumpang. </p>
<p>Saya mengalaminya saat awal airasia menerbangi langit indonesia. Saya cukup stand by dengan halaman website airasia, dan menyiapkan kartu kredit dan ktp atau paspor. Saya mendapatkan 0 rupiah untuk penerbangan airasia di sejumlah rute. fun. Saya tak sibuk berdesakan. Sebagai gantinya, sever airasia sibuk, padat dan sempat eror. Tapi ya disitulah kerumunan massa terasa, meski tak sepenuhnya terlihat. </p>
<p>Kerumunan massa kemarin untuk memperebutkan 1000 blackberry bold seri bellagio dengan diskon 50 persen, saya beruntung tak jadi kesana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/26/kerumunan-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

