<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; jogja</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/jogja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya menyulam namanya di saputangan biru</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/19/saya-menyulam-namanya-di-saputangan-biru/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/19/saya-menyulam-namanya-di-saputangan-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 22:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[menyulam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6651</guid>
		<description><![CDATA[saya mengambil saputangan berwarna biru, dan membubuhkan namanya di bagian sudut kiri bawah. saya pun mulai meronce, bermodal print-out martha stewart craft inspiration yang saya unduh dari situsnya, tentang how-to-embroidery. perlahan, saya mulai mengikuti lagak langgam sulaman hasil print-out-an itu. dan bisa! saya mulai menggoreskan namanya dengan benang sulaman sungguhan, menimpa pulasan pensil tipis sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya mengambil saputangan berwarna biru, dan membubuhkan namanya di bagian sudut kiri bawah.</p>
<p>saya pun mulai meronce, bermodal print-out martha stewart craft inspiration yang saya unduh dari situsnya, tentang how-to-embroidery. perlahan, saya mulai mengikuti lagak langgam sulaman hasil print-out-an itu.</p>
<p>dan bisa!</p>
<p>saya mulai menggoreskan namanya dengan benang sulaman sungguhan, menimpa pulasan pensil tipis sebagai pola nama di saputangan itu.</p>
<p>saya ingat betul reroncean milik ayah yang saya simpan di rumah jogja. reroncean potret wajah seorang laki-laki yang bercerai dengan istrinya, dan meninggalkan empat anak yang masih terbilang belia. perceraian itu terjadi di dalam penjara di awal tahun 70-an, dan diatas saputangan abu-abu itu, laki-laki itu menggambarkan perceraian itu dengan &#8216;bunga yang patah&#8217;.</p>
<p>reroncean lain adalah prosesi lamaran seorang laki-laki terhadap seorang perempuan, yang mendeskripsikan barang-barang yang dia usung untuk melamar perempuan itu. di ujung sapu tangan berwarna putih itu, ada gambar laki-laki dan perempuan itu. bahagia.</p>
<p>laki-laki itu adalah ayah saya.</p>
<p>saya menyimpan baik-baik saputangan dengan sulaman tanda cinta milik ayah untuk dua istrinya.</p>
<p>dan saya melakukan hal serupa. saya menyulam sebagai tanda cinta untuknya. saya memulainya dengan membubuhkan namanya di sudut kiri bawah saputangan berwarna biru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/19/saya-menyulam-namanya-di-saputangan-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saya menjahit lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 22:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6624</guid>
		<description><![CDATA[saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya. toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://tinypic.com?ref=25qemg2" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/25qemg2.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="294" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Sewing for beginner</p></div>
<p>saya membungkus benang, jarum, gunting, kapur, meteran dan tali dari &#8216;toko konpeksi pare-pare&#8217;, tak jauh dari hunian saya.</p>
<p>toko itu disesaki dengan gantungan benang, tali, spare part mesin jahit, dan masih banyak lagi. di lingkungan saya memang banyak konveksi, eh, konpeksi. toko itu juga acapkali saya lihat jamak disambangi orang-orang yang beli perkakas dalam jumlah besar.</p>
<p>eh, iya, saya akan mulai menjahit.</p>
<p>saya membungkus empat kain batik bercorak warna-warni untuk mengganti korden saya yang sudah lebih dari setahun ini tidak saya cuci. **joroknya**</p>
<p>sesungguhnya dalam darah saya mengalir darah penjahit. simbah kakung saya punya penjahit yang cukup besar di jamannya. omsetnya besar. pegawainya banyak. rumahnya juga sarat dengan mesin-mesin jahit, obras, pembuat kancing, meja besar untuk memotong.</p>
<p>bahkan, saya mengerti betul apa itu &#8216;rader&#8217;.  &#8220;wah, radernya engga ada mbak, lagi kosong,&#8221; kata si penjual.</p>
<p>saya bisa menggoyangkan kaki saya di mesin jahit secara manual, dan saya sangat terbiasa menggunakannya. saya bahkan menjahit celana pendek berwarna oranye bermotif kembang, waktu saya sekolah. saya membikin serbet dan juga membenahi sejumlah pakaian yang rusak. dari kejauhan, ibu yang mengomandoi ini-itu.</p>
<p>saya rindu menjahit.</p>
<p>jam 12 malam, saya merampungkan keriangan jahit-menjahit ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/05/saya-menjahit-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setelah ungkapan itu</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/08/setelah-ungkapan-itu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/08/setelah-ungkapan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 02:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[stella duce dagen]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6590</guid>
		<description><![CDATA[namanya muncul kembali dalam situs jejaring sosial saya. sial, kenapa dia muncul kembali, setelah mengatakan, &#8220;ambil lah asuransi yang paling kecilllll aja preminya. ya, gua tahu lah gaji lo, gaji wartawan itu berapaaa &#8230;  &#8221; katanya. jantung saya rasanya berhenti berdetak usai mendengar ungkapan itu.  tidak seharusnya dia melecehkan pekerjaan lain. kalau itu yang bilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>namanya muncul kembali dalam situs jejaring sosial saya.</p>
<p>sial, kenapa dia muncul kembali, setelah mengatakan, &#8220;ambil lah asuransi yang paling kecilllll aja preminya. ya, gua tahu lah gaji lo, gaji wartawan itu berapaaa &#8230;  &#8221; katanya.</p>
<p>jantung saya rasanya berhenti berdetak usai mendengar ungkapan itu.  tidak seharusnya dia melecehkan pekerjaan lain.</p>
<p>kalau itu yang bilang adalah orang yang sama-sama bekerja di sektor media, ya, saya bisa tersenyum mendengarnya. kalau itu yang bilang adalah pacar saya, saya juga bisa langsung mencubitnya. kalau kalau itu yang bilang adalah keluarga saya, terang saja, saya tak akan mengerenyitkan dahi.</p>
<p>tapi ini adalah teman saya, yang bekerja sebagai agen asuransi, yang sedang mencari nasabah asuransi. sial.</p>
<p>**geregetan, mengepalkan tangan, siap nonjok**</p>
<p>dan saya menolak tawaran asuransinya. dealing dengan agen asuransi macam begitu, yang sejak awal sudah merendahkan calon nasabahnya, saya kok ragu dia akan membantu saya dalam pengurusan klaim.</p>
<p>saya juga membuangnya dalam daftar pertemanan saya di situs jejaring sosial.</p>
<p>dan kini, saya juga tetap memilih untuk mengabaikan undangannya kembali untuk berjejalin dengan saya di situs jejaring sosial.</p>
<p>**I just think you&#8217;re kind of a son of a b*tch**</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/08/setelah-ungkapan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gara-gara saya lahir &#8230;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 11:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6561</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru tahu, kebiasaan &#8216;mencubit ujung bantal&#8217; itu muncul sejak saya lahir. Ya, karena saya lahir. &#8220;Sejak 4 april 1980 &#8230;&#8221; Kata esti, kakak saya. Rupanya ada kekesalan dan kecemburuan karena saya lahir dan mencuil perhatian ibu dan ayah. Terang saja, ibu harus memberi lebih banyak perhatian untuk saya. Menyandingi saya tidur, meninabobokan saya, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru tahu, kebiasaan &#8216;mencubit ujung bantal&#8217; itu muncul sejak saya lahir.</p>
<p>Ya, karena saya lahir. &#8220;Sejak 4 april 1980 &#8230;&#8221; Kata esti, kakak saya.</p>
<p>Rupanya ada kekesalan dan kecemburuan karena saya lahir dan mencuil perhatian ibu dan ayah. Terang saja, ibu harus memberi lebih banyak perhatian untuk saya. Menyandingi saya tidur, meninabobokan saya, dan memberikan ekstra perhatian untuk saya.</p>
<p>Lantas, apa yang dia dapat? &#8220;Biasanya ibu ngeloni aku. Tapi sejak kamu lahir,<br />
ibu ngeloni kamu. Karena kamu lahir lalu ibu bilang, kalau ga bs tidur, aku<br />
disuruh nguyel-uyel ujung bantal,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Sudah lebih dari tiga dekade, dan saya baru mengetahuinya, knapa dan  bagaimana kebiasaan itu muncul, yang bahkan keterusan hingga saat ini.</p>
<p>Sejak 4 april 1980.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/03/gara-gara-saya-lahir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keripik daun kenikir dan daun pepaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 11:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. Olala! Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. </p>
<p>Olala! </p>
<p>Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. </p>
<p>Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; sesudah mulut ini mengunyah keripik daun kenikir dan keripik daun pepaya. Tapi apapun itu, tetap nikmat kok; wong saya ino penyuka keripik. </p>
<p>Potongan keripik daun pepaya berbentuk persegi kecil, sebesar jempol tangan orang dewasa. Sementara potongan keripik daun kenikir lebih lembut, seperti daun yang dicacah. </p>
<p>Dalam perjalanan ke jogja berikutnya, keripik daun apa yang akan saya unduh ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ngandong di jogja</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 20:15:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[andong]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[malioboro]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/</guid>
		<description><![CDATA[saya tak ingat persis, kapan terakhir kali saya naik andong. Mungkin sepuluh tahun lalu, atau bahkan lebih lama dari itu. Ah, sial, begitu lamanyaaa! Dan sejak dari rumah, saya sudah mengimpikan akan naik andong, begitu pulang dari jalan-jalan pagi di malioboro, berburu foto asik dan juga pecel. Andong. 50,000 rupiah dari ngejaman hingga bumijo, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya tak ingat persis, kapan terakhir kali saya naik andong.</p>
<p>Mungkin sepuluh tahun lalu, atau bahkan lebih lama dari itu. Ah, sial, begitu lamanyaaa! </p>
<p>Dan sejak dari rumah, saya sudah mengimpikan akan naik andong, begitu pulang dari jalan-jalan pagi di malioboro, berburu foto asik dan juga pecel. </p>
<p>Andong. </p>
<p>50,000 rupiah dari ngejaman hingga bumijo, tentu itu ongkos yang cukup mahal. Tapi ya sudahlah. Saya sedang plesiran. </p>
<p>Parman, begitu nama supir andongnya, berasal dari bantul. Ia mewarisi pekerjaan ini dari paklik dan simbah-nya yang juga berprofesi sama. Sejak sekitar 10 tahun lalu, ia mulai narik andong. Kudanya berusia 9 tahun, dengan warna cokelat bersih. </p>
<p>&#8220;Ada sekitar 500 andong di jogja, itu menurut catatan yang ada,&#8221; terangnya. </p>
<p>Menurutnya, supir andong di solo banyak yang menjual andongnya ke jogja. Tak heran, populasi andong di solo pun berkurang. Lantaran ukuran andong solo yang lebih besar, banyak pembeli andong di jogja yang menyusutkan ukurannya agar sesuai dengan ukuran andong kebanyakan. </p>
<p>&#8220;andong solo harus ditarik dua kuda. Makanya, ukurannya harus disesuaikan di jogja, agar bisa ditarik satu kuda,&#8221; katanya. </p>
<p>Ah, saya menikmati perjalanan berandong ini. Sumpah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/ngandong-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bandana oranye doreng dari abang</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 11:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih buat abang yang sudah membungkuskan headwear oranye untuk saya. Motifnya oranye doreng, mirip ijo-dorengnya tentara, hanya saja ini oranye. Ah, saya bahkan lupa bahwa saya mengiyakan tawaran abang untuk dibelikan headwear ini. &#8220;Kalo lo nyepeda, keringatnya ga akan jatuh di wajah. Dia akan terserap oleh bandana itu,&#8221; katanya, promosi. Iya iya. Terimakasih. Saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih buat abang yang sudah membungkuskan headwear oranye untuk saya. </p>
<p>Motifnya oranye doreng, mirip ijo-dorengnya tentara, hanya saja ini oranye. Ah, saya bahkan lupa bahwa saya mengiyakan tawaran abang untuk dibelikan headwear ini. &#8220;Kalo lo nyepeda, keringatnya ga akan jatuh di wajah. Dia akan terserap oleh bandana itu,&#8221; katanya, promosi.</p>
<p>Iya iya. Terimakasih. Saat ini tube9 headwear sudah di tangan. &#8220;Windproof, breathable, non-restraining, comfortable, sun &#038; dust protection, all season use,&#8221; begitu promosi di bungkus headwear ini.</p>
<p>Saya akan segera mengenakannya. Tak kurang ada sembilan gaya yang bisa diaplikasikan dari headwear ini. Mulai dari syal, penutup hidung dari debu, bandana, kerudung, gelang, ikat rambut.</p>
<p>Dan saya akan mulai mengenakannya untuk perjalanan gowes ke borobudur, besok pagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gong kecil itu menggemaskan bunyinya</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/12/07/gong-kecil-itu-menggemaskan-bunyinya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/12/07/gong-kecil-itu-menggemaskan-bunyinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 02:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2010/12/10/gong-kecil-itu-menggemaskan-bunyinya/</guid>
		<description><![CDATA[Sumeh. Ramah. Lucu. Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari pertemuan saya dengan Anissa, sepupu aya yang paling mini, awal pekan ini. Saban kali orang menggeleng, ia ikut menggeleng, dan tersenyum. Saban kali orang cilukba, ia tersenyum, dan membahak kecil. Saban kali orang menggodanya, ia tersenyum. Orang-orang memanggilnya: si blere. Lucunya! Ia hadiah terindah untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumeh. Ramah. Lucu. </p>
<p>Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari pertemuan saya dengan Anissa, sepupu aya yang paling mini, awal pekan ini. </p>
<p>Saban kali orang menggeleng, ia ikut menggeleng, dan tersenyum. Saban kali orang cilukba, ia tersenyum, dan membahak kecil. Saban kali orang menggodanya, ia tersenyum. Orang-orang memanggilnya: si blere.  </p>
<p>Lucunya! </p>
<p>Ia hadiah terindah untuk om maryo dan mbak nining, tante saya yang paling bontot, adik ibu nomor 12, setelah penantian yang begitu panjang. Menikah di usia yang tak lagi muda. Dan sebelumnya, bakal calon bayinya meninggal dalam kandungan. </p>
<p>Dan Anissa menjadi gong kecil yang memperdengarkan tabuhan yang begitu lantang. Menggemaskan. </p>
<p>Tak sabar kembali ke jakarta. Membungkuskan satu dua baju mungil untuknya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/12/07/gong-kecil-itu-menggemaskan-bunyinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>monggo pinarak, jogja sudah aman</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/12/04/monggo-pinarak-jogja-sudah-aman/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/12/04/monggo-pinarak-jogja-sudah-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2010 13:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[jogja safe]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merapi meletus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6214</guid>
		<description><![CDATA[beberapa hari belakangan, saya mendapat tagging-an foto di facebook dari pras, kolega saya di jogja. pemberitaan media mengenai gunung merapi yang meletus beberapa waktu lalu tak urung membikin gelindingan perekonomian jogja mandek. media lebay. sesungguhnya, jogja tak seperti yang dibayangkan oleh begitu banyak orang. tidak genting. tidak gawat. merapi yang meletus dengan tontonan tentara-tentara dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 257px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1453581360#!/photo.php?fbid=1677162656269&amp;set=a.1674331745498.90701.1453581360&amp;pid=1705610&amp;id=1453581360" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: teguh prastowo" src="http://img189.imageshack.us/img189/7670/16286716771626562691453.jpg" border="0" alt="" width="247" height="374" /></a><p class="wp-caption-text">monggo pinarak</p></div>
<p>beberapa hari belakangan, saya mendapat <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1614974576#!/album.php?aid=90701&amp;id=1453581360" target="_blank">tagging-an foto di facebook </a>dari pras, kolega saya di jogja.</p>
<p>pemberitaan media mengenai <a href="http://femiadi.com/2010/10/26/bisul-merapi-itu-pecah-juga/" target="_blank">gunung merapi yang meletus </a>beberapa waktu lalu tak urung membikin gelindingan perekonomian jogja mandek. media lebay.</p>
<p>sesungguhnya, jogja tak seperti yang dibayangkan oleh begitu banyak orang. tidak genting. tidak gawat. merapi yang meletus dengan tontonan tentara-tentara dan relawan yang sarat dengan kepanikan, itu merupakan potret natural atas alam yang berkawin dengan kehidupan sosial masyarakat.</p>
<p>dan jogja pun berkampanye. jogja aman. sebuah gerakan pun dibikin: jogja safe.</p>
<p>&#8220;kampanye ini  berusaha mengembangkan kembali senyum Jogja dan membuktikan kepada  kalayak bahwa Jogja benar-benar aman untuk dikunjungi sebagai tempat  perputaran ekonomi, tujuan wisata, ruang belajar, berolah seni, dan  berkarya,&#8221; tulis pras di facebooknya.</p>
<p>mau ikut kampanye juga? monggo kerso.</p>
<p>pras membagikan link yang bisa anda unduh:</p>
<p><a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;dbd21&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/file/e8OmlsEC/jogjas_save_marking.html" target="_blank">http://www.4shared.com/file/e8OmlsEC/jogjas_save_marking.html</a> (format CDR lengkap)<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;dbd21&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/photo/QrWuYxa2/mark_ina.html" target="_blank">http://www.4shared.com/photo/QrWuYxa2/mark_ina.html</a> (JPEG,  indonesia)<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;dbd21&quot;, event);" rel="nofollow" href="http://www.4shared.com/photo/Phk5cAjA/mark_inggris.html" target="_blank">http://www.4shared.com/photo/Phk5cAjA/mark_inggris.html</a> (JPEG, inggris)</p>
<p>monggo pinarak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/12/04/monggo-pinarak-jogja-sudah-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>zus indah dan zus nanik pindah ke jakarta!</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/11/29/zus-indah-dan-zus-nanik-pindah-ke-jakarta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/11/29/zus-indah-dan-zus-nanik-pindah-ke-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 10:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6192</guid>
		<description><![CDATA[kabar itu datang melalui serat-serat elektronik. &#8220;&#8230; mulai Januari 2011 aku akan menambah padat penduduk ibukota. Aku, nanik dan seorang teman dari semarang sudah berencana tinggal serumah di daerah Rawabelong. ya, aku memang jadi nggak bisa jadi tuan rumah lagi saat kamu membandung,&#8221; begitu tulis zus indah. saya sempat mengulang tiga kali untuk membaca larikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img143.imageshack.us/i/contentsx.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img143.imageshack.us/img143/1520/contentsx.jpg" border="0" alt="" width="320" height="388" /></a><p class="wp-caption-text">welcome to jakartahhhh ... </p></div>
<p>kabar itu datang melalui serat-serat elektronik.</p>
<p>&#8220;&#8230; mulai Januari 2011 aku akan menambah padat penduduk ibukota. Aku, nanik dan seorang teman dari semarang sudah berencana tinggal serumah di daerah Rawabelong. ya, aku memang jadi nggak bisa jadi tuan rumah lagi saat kamu membandung,&#8221; begitu tulis <a href="http://obrolansenja.wordpress.com/" target="_blank">zus indah</a>.</p>
<p>saya sempat mengulang tiga kali untuk membaca larikan kalimat yang terlihat kaku itu. dan sontak, bibir saya menggumam ditengah tumpukan bantal dan selimut yang hangat, &#8220;ow &#8230; oh my goodness!&#8221;</p>
<p>ini adalah kabar baik untuk saya. ya, kabar yang sangat baik untuk saya. zus indah dan <a href="http://leonanik.blogspot.com/" target="_blank">zus nanik </a>akan angkut-angkut dari bandung untuk menyesaki ibukota indonesia.</p>
<p>glendam-glendem di bandung, nggosip, haha-hihi engga jelas; sesungguhnya adalah kemewahan yang selalu ingin saya angkut dari bandung, dari zus indah dan zus nanik. tapi apa yang akan terjadi di jakarta nanti? bisa jadi, haha-hihi kami semakin engga jelas, nggosip kami semakin ngawur, dan glendam-glendem kami semakin engga karuan.</p>
<p>selamat datang di ibukota. kota dimana bakpao akan jamak dijumpai di setiap 50 meter jalan yang macet-cet saat jam kerja kantoran usai. kota dimana seluruh penduduknya ingin mencukur kumis pak gubernur karena banjir hanya disebutnya sebagai &#8216;genangan&#8217;. kota dimana geliat jarum jam akan bergerak lebih cepat, dan kalender akan menua dengan ketergesa-gesaan.</p>
<p>bagaimana kalau kita bikin welcome party? <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/11/29/zus-indah-dan-zus-nanik-pindah-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mengganti nama mereka menjadi &#8216;kisanak&#8217;</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/11/21/mengganti-nama-mereka-menjadi-kisanak/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/11/21/mengganti-nama-mereka-menjadi-kisanak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 14:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[de britto]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[JB]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6169</guid>
		<description><![CDATA[paimun. ah. paimun. awalnya adalah si beib yang memulai menularkan aksen khas mister feels like home, dan beberan cerita soal saya yang berulang kali salah memanggil namanya. dem. dan sesudahnya, saya menjadi bulan-bulanan mereka. bimo. paimun. beib. mereka menggelak lebih keras ketimbang biasanya, berbicara dengan aksen yang berbeda, dan mengganti nama mereka dengan nama mister [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img35.imageshack.us/i/smilingkl.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img35.imageshack.us/img35/9130/smilingkl.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">gara-gara kisanak</p></div>
<p>paimun. ah. paimun.</p>
<p>awalnya adalah <a href="http://arungendun.wordpress.com/" target="_blank">si beib </a>yang memulai menularkan aksen khas <a href="http://femiadi.com/2010/09/14/melambai-pada-mister-feels-like-home/" target="_blank">mister feels like home, </a>dan beberan cerita soal saya yang berulang kali <a href="http://femiadi.com/2010/10/19/salah-sebut-nama/" target="_blank">salah memanggil namanya. </a>dem.</p>
<p>dan sesudahnya, saya menjadi bulan-bulanan mereka. bimo. paimun. beib. mereka menggelak lebih keras ketimbang biasanya, berbicara dengan aksen yang berbeda, dan mengganti nama mereka dengan nama mister feels like home. pipi ini rasanya ingin bersemu merah. <a href="http://femiadi.com/2010/11/12/kupu-kupu-itu-ditelan-kartu/" target="_blank">nyatanya tidak</a>. (hei, dimana semu merah, dan rasa malu tapi mau itu?)</p>
<p>karena saya speechless, paimun pun angkat bicara. &#8220;ya sudah, daripada salah sebut nama kita dengan namanya, kamu panggil kami dengan &#8216;kisanak&#8217; saja &#8230; nanti kami panggil kamu dengan &#8216;nyisanak&#8217; &#8230; &#8221; katanya.</p>
<p>hahahaha!</p>
<p>ya, dan saya pun memanggil nama mereka dengan &#8216;kisanak&#8217; layaknya film laga brama kumbara dan sejenisnya. saya pun harus memanggil sedikit jeda, sekitar satu-dua-tiga detik sebelum saya salah menyebut kata &#8216;kisanak&#8217; dan menggantinya dengan nama mister feels like home.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/11/21/mengganti-nama-mereka-menjadi-kisanak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

