surat cinta via google translate
Aug 03
cerita cinta, renanda bahasa, google translate, jakarta, jepang, kangen, padang, renanda, rindu Comments Off
remah-remah dari kubikel berantakan
Aug 03
cerita cinta, renanda bahasa, google translate, jakarta, jepang, kangen, padang, renanda, rindu Comments Off
Jul 26
cerita cinta, renanda cinta, jakarta, jepang, kangen, renanda, rindu, tokiko onose Comments Off
“I hate to turn off the phone and waiting for another calls in the next 2 weeks … ” tulis saya untuknya.
perasaan ini selalu saja sama saban menutup telpon usai berbincang dengannya. mencuatkan ini itu. ngakak sana sini. membual dan merayu yang engga penting. yay … perasaan saya selalu saja tersara bara alias berantakan; antara hepi sekaligus melankolis.
aih. laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah.
saya senang mendengar gelaknya yang begitu lepas. mulai dari bualannya tentang ukuran celana sesuai standar jepang hingga acara mencerling perempuan manis di kantornya. “masih ingat ya punya hitang motretin ukuran celana panjang? disini ukuranku 76,” katanya; usai saya menyebut angka 80 untuk ukuran levi’s saya. sial. tak mau kalah, saya langsung menyebut, “ow, kalo nomermu 76, berarti nomerku 70!”
keriangan dan gelak yang terurai itu selalu membikin hati saya lega. perbincangan berjarak 5782 km ini sebentar, tetapi selalu meninggalkan cacahan ingatan yang menggembirakan untuk dicatat dan diintip kembali kelak.
“aku kangen banget,” katanya. yay, amsal ini jamak tercuat saban perjumpaan kami melalui sesulur ponsel.
“aku juga kangen, tapi engga pakai banget!” seloroh saya. lagi, tawanya menderai. ah, saya suka dengan buncahan gelaknya; rasanya seperti ditenggelamkan diantara tetumpukan bantal dan tubuhnya yang hangat.
hanya saja, kesibukannya belakangan justru lebih menenggelamkan dirinya pada ketidakmampuan-membalas-email. aiyh. barangkali, ditambah dengan sedikit kemalasan dan keinginan-untuk-membalasnya-nanti-saja. hum.
ya, saya bisa memahaminya. sangat bisa memahaminya. tak ubahnya dengan ia yang memahami saya yang menggemari sepeda dan rasa letih yang amat sangat yang saya derita sejak pagi tadi.
“kamu sih mainan sepeda aja …” katanya.
“ya iya dong, abisnya engga ada yang lain yang bisa dimainin … ” seloroh saya. dan kami menggelak bersama. blah-blah-blah ledekan jorok pun mencuat sesudahnya. *terimakasih untuk menemani selonjoran saya kemarin; usai bersepeda 15 km gowes bareng kompas*
dan tidak mudah untuk menutup telepon sesudah perbincangan yang hangat ini. sungguh.
Jun 15
cerita cinta, renanda jakarta, jatuh cinta, jepang, kangen, padang, renanda, rindu, telepon cinta, tokiko onose Comments Off
10.35 wib.
telepon cinta itu datang kembali; dari laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah.
awalannya tak biasa: gelak yang renyah, gembira yang membuncah. tak henti-hentinya, ia terbahak, dan terus menguarkan energi merah jambu untuk saya.
“geli baca emailmu, kamu bilang mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu-nya panjang bener …” katanya. oouch!
dan kami terus membagi cuilan cerita hari-hari kami, setelah butiran bening di sudut mata menggerojok beberapa waktu lalu.
kami membincangkan kesibukan dan juga orang-orang terdekat kami di sini. kami juga membincangkan peterporn. dan sebentar kami bergombal-gambul soal rona merah jambu dan acara berhangat-hangat di beranda hati.
owh, juga soal celana ukuran 85 dan bobot tubuh yang makin bertambah. seperti biasa, klaim ‘aku lebih kurus ketimbang kamu’ itu terus kami desakkan; saling tak mau kalah.
ya, lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah sudah mengawali selasa saya yang menyenangkan. menggembirakan. membahagiakan. entah, berapa lap meja rapat saya kitari untuk membayangkan gelaknya yang liar sekaligus anggukannya yang santun saat saya berucap.
rona merah jambu tak hanya menyapu pipi saya, tetapi juga hati saya.
Mar 25
renanda cinta, jakarta, jepang, kangen, padang, rindu, tokiko onose Comments Off
“aku senang baca emailmu, katanya sedang jatuh cinta …” katanya.
perbincangan sore ini terasa ganjil dan tidak mengenakkan. sial.
andai saya saya bisa menyembunyikan semua yang ada dalam hidup saya rapi, jauh darinya. ternyata tidak. saya tetap membagi cerita kehidupan saya padanya. tentang apaaaaaa saja.
mulai dari cuilan kertas yang hilang di meja kerja, isak tangis saat menonton film melankolis, hingga mimpi-mimpi saya.
ya, sangat menyenangkan berbagi dengannya. tapi, mendengarnya mengatakan demikian adalah hal yang cukup menyakitkan.
saya ingin menebak. barangkali dia sedih. atau, barangkali dia memang sungguh-sungguh senang.
apapun itu, saya tetap tidak bisa menghentikan untuk berbagi cerita cinta ini dengannya.
Mar 11
cerita cinta, renanda cinta, jakarta, kangen, rindu Comments Off
saya menuliskan selarik kata: kangen.
sial. ya, saya sungguh kangen dengannya. dengan omongannya yang tak pernah berhenti. dengan ceritanya yang membuas. dengan pertanyaan dan tudingannya yang tidak pernah berhenti.
saya kangen, sungguh saya kangen dengannya.
dan saya sebentar mengabaikannya karena pekerjaan, kesenangan yang lain dan rasa pedih yang masih menyisa.
rupanya ia juga menuliskan selarik kata: rindu.