Jul 23
Femi Adifriends from heaven, kubikel jakarta, KONTAN, kubikel, online, reporter, sahabat, teman, wartawan, website

mulainya dari sini
ini bukan pertemuan pertama, tetapi kedua. tetapi, ini pertemuan pertama setelah sistem anyar ini menggelinding.
spaghetti, rogohan ponds yang bersembunyi entah dimana, hingga jendela yang dibuka sedikit; adalah pertanda keriangan dan semangat baru. yay, ini dunia baru kami. kami saling meraba. saling membuka. dan mencatatkan sejarah.
nyatanya, banyak yang dikeluhkan. soal ini-itu. soal ini-itu. juga, ada yang dibanggakan. soal ini-itu, soal ini-itu. disinilah saya tahu persis bagaimana belajar menunggu, bersabar dan berhitung.
tapi saya senang melihat mereka terlihat bersemangat; setidaknya mempertahankan semangat mereka untuk tetap terlihat bersemangat. di dalam sana, mereka harus mengubah pola hidup. menggeser kebiasaan. sekaligus mempercepat langkah.
tidak mudah memang; tapi entah darimana keyakinan itu datang, saya yakin mereka akan melampauinya. pun saya.
jika gelindingan hidup anyar yang kami alami saat ini nantinya berbuah bagus, ya berarti ini menjadi hal yang mengesankan dan menakjubkan. sebaliknya, bila nantinya berbuah jelek, ya berarti ini adalah pengalaman berharga yang bisa kami petik.
terimakasih untuk seluruh upaya dua minggu pertama ini.
Jul 18
Femi Adifriends from heaven, kubikel jakarta, kubikel, meja, sahabat, teman, wartawan

monggo, yang kumplit ada di kubikel femi
yes!
melce, kolega saya di pabrik kata-kata ini sudah mengabarkan sebelumnya: kubikel L saya baru. yay, tepatnya, kubikel L kami baru.
terima kasih, terima kasih.
akhirnya saya memiliki kubikel L ini kembali. yah, memang agak berbeda dengan kubikel lain di lantai dua. lebih pendek, lebih mini. tapi apapun itu, tetap harus disyukuri to?
saya memilih kubikel yang dekat dengan jendela. soalnya, biar bisa melihat dunia.
yay, pencakar langit ada di sebelah sana, sana dan sana. sementara itu, saya menghuni lantai tertinggi di pabrik kata-kata ini: lantai tiga!
kepanikan sempat menyergap, saat saya terindikasi tidak menghuni pinggir jendela. usak-usek-usak-usek. yayh! akhirnya saya ada di sebelah sini, persis meja yang berseberangan dengan didi mengabdi, dan bersebelahan dengan alek marelek.
dan lagi-lagi, kubikel saya ini sarat dengan perkakas yang penting dan sangat penting: kunci L sepeda, obeng nomer 9 buat sepeda, mug starbucks, koleksi teh, kentang, kabel data, payung, jas hujan, selimut, alas tidur, saringan kopi dan teh, salib … ow ow ow …
eniwei, terima kasih untuk melce yang men-set up cpu untuk ada di bawah, sembunyi di kolong bersama sepatu merah saya. barusan, saya mengangkut beberapa perkakas kuliner saya yang lain: saringan teh, bandrek hanjuang, sekoteng. selebihnya, bantal gulung untuk meringkuk di kolong meja.
o ya, kubikel L anyar saya ini strategis. meski engga bisa sebentar tidur, tapi saya bisa sebentar ngolong, seperti yang jamak saya lakukan hingga tahun 2008 silam.
bagaimana, ada yang mau ngolong sama saya? :p
Jul 16
Femi Adifriends from heaven, kubikel jakarta, KONTAN, kubikel, online, teman, wartawan, website

ganti baru
saya ingat persis bagaimana kagetnya saya saat mendapati kubikel anyar saya mirip meja pak camat.
meja besar, berkaca, dengan laci di kanan dan kirinya. “haduh …” batin saya, saat itu. rupanya era kubikel L dengan locker besi sudah tamat. saatnya saya menyingkir dari masa-masa kenyamanan.
bersabar, dan bersabar. yaps, kepindahan saya ke divisi online adalah ‘command’. dus, apapun itu, saya harus menadahnya dengan suka cita. yay!
tapi tetap saja, kalau kubikel pak camat ini dibandingkan dengan kubikel L … kubikel L ini memang surganya kubikel. yah, setidanya, buat saya. kolong kubikel bisa untuk menggudangkan perkakas, bahkan sepeda lipat saya. selebihnya, bisa untuk me-recharge energi menghadapi tenggat berikutnya.
sejak 2003, saya mendapatkan kubikel L yang uenak. ada di sudut di dekat pintu keluar masuk. berjumpa dengan begitu banyak orang yang berlalu-lalang dan sering sebentar mampir untuk berbincang dengan saya. mulai bergosip soal kolega, berbagi rahasia, hingga sapuan isak tangis. what a great corner L cubicle! *berbincang dengan manusia, nyatanya tetap lebih menyenangkan ketimbang di dunia maya*
di tahun 2008, saya harus melepasnya untuk ucrit, sahabat saya di pabrik kata-kata ini, karena kepindahan saya ke divisi online; yang kemudian diteruskan kepada bleki, sahabat saya yang lain, pada pertengahan tahun 2009 lalu.
saya? terang saja, harus menikmati kubikel pak camat. oouch!
tapi minggu depan masa berkubikel pak camat ini segera berakhir. tumpukan kubikel anyar sudah menggunung di bagian tengah ruangan ini. “nanti kubikelnya L, hanya sedikit berbeda dengan yang di bawah. engga tinggi, tetapi tetap ada pembatasnya,” kata mas ari, kolega saya di pabrik kata-kata ini.
saatnya berpose! ini histori. tahu kenapa? yomesyojel, era kubikel pak camat sudah berakhir.
Jul 12
Femi Adikegemaran, kubikel, media jakarta, KONTAN, kubikel, online, wartawan

si tangguh
perdebatan ini tak pernah usai. soal wartawan tangguh. wartawan prestisius. wartawan yang mampu mengendus isu panas yang tak bisa diendus oleh wartawan lain.
ah, sesungguhnya saya tak ingin menyebutnya demikian. sebutan baru itu berarti selapis kasta baru, sekaligus kesenjangan baru.
dan hari ini adalah hari pertama ’selapis kasta’ ini beraksi. halaman baru. bos baru. aktivitas baru. rutinitas baru.
semoga semangatnya tetap saja sama. memburu kabar yang masih kabur, dan memperjelasnya. soal kecakapan, aih, saya yakin semuanya cakap. hanya soal jam terbang, dan siapa yang masuk duluan ke pabrik kata-kata ini. selebihnya, adalah soal peluang.
dan saya sendiri tak ingin menciptakan lapisan kasta baru diantara mereka. sebaliknya: melebur lapisan-lapisan yang ada. bersama-sama mengais berita.
mari bekerja bersama di pabrik kata-kata ini. mengisi halaman putih. jangan lupa, saya juga bekerja kok, bukannya makan gaji buta.
Jul 08
Femi Adifriends from heaven, kubikel futsal, kubikel, olah raga, pertandingan, sahabat, sepak bola, teman, turnamen

horey!
seru. pabrik kata-kata menggelar turnamen futsal antar lantai.
hmm … hati saya membagi dua. setengah untuk lantai dua. dan setengahnya untuk lantai tiga. duh. baiknya saya ikut mana?
engga bisa mendua, saya memutuskan untuk mendukung tim lantai tiga.
dan kaos merah menanti saya. merah-nya tim spanyol. yay, merah yang jamak tertempel pada tubuh saya. mulai dari seat cover merah polkadot di sepeda lempit, kaos merah palu arit, hingga kutang dan kancut merah yang saya kenakan. aw!
saya akan jadi tim hore. memandu sorak dari iPad dengan vuvuzula dan tabuhan genderang apps soccer yang didesain untuk memeriahkan piala dunia.
siap menantang lantai tiga?
Older Entries