<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; makan-makan</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/makan-makan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bali tanpa babi, perjalanan antiklimaks</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 07:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi guling]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[lawar]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6865</guid>
		<description><![CDATA[bali tanpa babi. bali tanpa babi guling. bali tanpa lawar. ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi. ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bali tanpa babi.</p>
<p>bali tanpa babi guling.</p>
<p>bali tanpa lawar.</p>
<p>ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi.</p>
<p>ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, kini tinggal merencanakan perjalanan serupa, tentu saja, dengan memasukkan warung-warung babi untuk icip-icip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lumpia semarang dan siomay super theresia, ngawe-awe</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 05:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[csl]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[gereja theresia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia semarang]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[seli sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[siomay super]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[theresia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6773</guid>
		<description><![CDATA[lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini. owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya. siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lumpia semarang dan siomay super di depan theresia kok ngawe-awe (melambai-lambai), saat saya berencana menuju kopitiam oey di sabang, pagi ini.</p>
<p>owh, dem. saya pun memarkirkan sepeda mungil saya di depan keduanya.</p>
<p>siomay super seporsi saya pesan, minus pare. setelah saya mendapatkannya, saya pun tenggelam dalam kelezatan potongan siomay, sambil mengumpat kecil lantaran saya tak bisa mendapati kerabat yang mengajak saya untuk temu janji pagi ini. ya sudahlah, mungkin dia membutuhkan istirahat yang lebih panjang dari hari biasanya. mungkin mimpinya tak cukup melegakan untuk dihentikan jam 6 pagi di hari minggu. mungkin seseorang tengah memeluknya dengan hangat, tak ingin dilepasnya.</p>
<p>dan seporsi siomay super terus mememenuhi mulut saya.</p>
<p>siomay theresia ini bersisian dengan lumpia semarang, yang gerobaknya tak cukup kompak untuk sama-sama berada pada posisi vertikal maupun horisontal. ya, sementara gerobak si lumpia itu menjejer horisontal, si siomay vertikal. hanya saja, keduanya cukup akur untuk memiliki satu bangku yang sama untuk berbagi.</p>
<p>&#8220;lumpia basah, lima, bungkus ya pak &#8230;&#8221; pesan saya.</p>
<p>sesudahnya, saya berbincang dengan bapak penjual lumpia. tentang kulit lumpia yang dibikinnya saban pagi sebanyak 300-400 lembar sehari, tentang kulit lumpia yang tak boleh kena angin, tentang kulit lumpia yang tak bisa menggunakan kulit lumpia bikinan &#8216;kemarin&#8217;. entah, kenapa saya banyak bertanya tentang kulit lumpia saja, dan tak bertanya soal isinya.</p>
<p>saatnya pulang. entah, ada perasaan bahagia membuncah setelah memenuhi lambaian siomay super dan lumpia semarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/23/lumpia-semarang-dan-siomay-super-theresia-ngawe-awe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>makanan ini halal semua</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 15:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan esti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6736</guid>
		<description><![CDATA[saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal. &#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay. iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke. saya tak ingin mendebatkan haram [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal.</p>
<p>&#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay.</p>
<p>iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke.</p>
<p>saya tak ingin mendebatkan haram dan tidak haram, halal atau tidak halal, karena itu ada di ranah agama. hanya saja, yang saya tahu pasti, makanan untuk acara di pernikahan ini semuanya halal karena esti tahu persis siapa yang diundang.</p>
<p>dan ia tak bergeming.</p>
<p>ia tak bersegera mengambil makanan.</p>
<p>ia hanya menghabiskan scoop demi scoop es krim. mungkin tiga scoop, atau lebih &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bukan ronde jogja</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 15:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[ronde]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6629</guid>
		<description><![CDATA[yang membenak di kepala saya tentang wedang ronde adalah semangkok kecil kuah jahe dengan kacang tanah panggang, cuilan roti tawar berbentuk bujur sangkar, cacahan kolang-kaling merah, buletan ronde yang terbuat dari tepung kanji-tepung ketan dan aroma pandan-jahe-serai yang meruyak dari mangkok mini itu. maka, saya langsung menghentikan si krasnaya saya tepat di depan gerobak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 307px"><a href="http://tinypic.com?ref=2evu3yp" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i56.tinypic.com/2evu3yp.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="297" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">bukan, bukan. ini jelas bukan ronde jogja</p></div>
<p>yang membenak di kepala saya tentang wedang ronde adalah semangkok kecil kuah jahe dengan kacang tanah panggang, cuilan roti tawar berbentuk bujur sangkar, cacahan kolang-kaling merah, buletan ronde yang terbuat dari tepung kanji-tepung ketan dan aroma pandan-jahe-serai yang meruyak dari mangkok mini itu.</p>
<p>maka, saya langsung menghentikan si krasnaya saya tepat di depan gerobak yang bentuk usungannya menyerupai ronde.</p>
<p>&#8220;komplit?&#8221; tanyanya. saya menggeleng, soalnya saya lihat ada butiran mutiara berwarna pink. kok ada begituannya?</p>
<p>&#8220;buletan putihnya aja, sama kacang, dan kolang-kaling nya,&#8221; kata saya. si abang tampak kebingungan. akhirnya, saya bilang saja, &#8220;komplit dah &#8230;&#8221;</p>
<p>saya mengamati apa yang diciduknya.</p>
<p>kacang ijo.</p>
<p>mutiara pink itu.</p>
<p>kacang tanah panggang</p>
<p>irisan roti tawar berbentuk bujursangkar.</p>
<p>susu kental putih.</p>
<p>dan dia mengguyurinya dengan air jahe.</p>
<p>si abang penjual ronde itu mengaku dari cirebon. saya menduga, ronde ini adalah ronde khas jakarta. setidaknya, ronde khas cirebon, atau di belahan bumi manapun kecuali jogja.</p>
<p>rasanya sih tidak buruk.</p>
<p>hanya saja, sejak saya mengenal ronde bukan dalam bentuk dan isian yang seperti ini, rasa ronde ini menjadi aneh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/02/bukan-ronde-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pork chop, and you</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 02:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[tingtingndut]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[porkchop]]></category>
		<category><![CDATA[ya udah bistro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6570</guid>
		<description><![CDATA[awalnya adalah ajakan untuk makan mendoan di barito. rasanya lama sekali tak menyambangi warung yang emplek-emplek di sudut jalan itu. &#8220;pork chop aja, di ya udah bistro &#8230;&#8221; katanya, dengan sedikit memaksa. yah, dan saya pun mengiyakan paksaannya mencicipi pork chop di ya-udah bistro. **makan babi, dipaksa, masa menolak sih** seporsi porkchop datang dengan irisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 329px"><a href="http://tinypic.com?ref=wtu26c" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i51.tinypic.com/wtu26c.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="319" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">pork chop @ ya-udah bistro</p></div>
<p>awalnya adalah ajakan untuk makan mendoan di barito. rasanya lama sekali tak menyambangi warung yang emplek-emplek di sudut jalan itu.</p>
<p>&#8220;<a href="http://www.yaudahbistro.com/cms/2011/06/29/new-pork-specials/" target="_blank">pork chop </a>aja, di ya udah bistro &#8230;&#8221; katanya, dengan sedikit memaksa.</p>
<p>yah, dan saya pun mengiyakan paksaannya mencicipi pork chop di <a href="http://www.yaudahbistro.com/" target="_blank">ya-udah bistro. </a>**makan babi, dipaksa, masa menolak sih**</p>
<p>seporsi porkchop datang dengan irisan yang tebal, berbumbu-entah-apa, dan juga irisan kentang yang dimasak dengan bawang bombay, plus salad dalam ukuran mini.</p>
<p>&#8220;salad-nya dikit &#8230;&#8221; keluh saya.</p>
<p>sambil menggelak, dia pun menyarankan, &#8220;tadi mestinya minta salad-nya dibanyakin, terus babi-nya dikurangin &#8230;.&#8221; dem.</p>
<p>Schweinekotelett, begitu konon menyebut pork chop dalam bahasa jerman.</p>
<p>pork chop di bistro ini digambarkan sebagai &#8216;a fine tender juicy pork chop; pre-pan fried and finished in charcoal grill, served with a side dish of your choice&#8217;.  ah, apapun itu, sekali iris, mantap gila dagingnya. bumbunya ngeresep di dalam olahan pork chop-nya.</p>
<p>yuk, nge-Schweinekotelett yuk &#8230;</p>
<p>ah, ribet banget lidah saya menyebutnya.</p>
<p>yuk, nge-pork chop yuk &#8230;.</p>
<p>yay, sudah lebih mudah menyebutnya.</p>
<p>yuk, mbabi yuk &#8230;.</p>
<p>nah, ini dia yang paling simpel! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/14/pork-chop-and-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sambel pecel cap kalkun</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 05:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kalkun]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[sambel pecel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6565</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga saya begitu menyukai &#8216;sambel pecel cap kalkun untuk gado-gado. Merek ini begitu legendaries di keluarga saya. Kalau bukan kalkun, sepertinya racikan gado-gado tidak lagi mantap. Inilah yang terus membenak hingga saat ini; kalau masak gado-gado, bumbu pecelnya harus cap kalkun. Ibu membelinya di dalam pasar kranggan. Ada satu lapak yang sudah menjadi langganan ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 331px"><a href="http://kelompoktony.blogspot.com/2007/08/sambel-pecel-kalkun-warna-orange-yang.html" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i56.tinypic.com/28882md.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="321" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">cap kalkun </p></div>
<p>Keluarga saya begitu menyukai &#8216;sambel pecel cap <a href="http://kelompoktony.blogspot.com/2007/08/sambel-pecel-kalkun-warna-orange-yang.html" target="_blank">kalkun</a> untuk gado-gado.</p>
<p>Merek ini begitu legendaries di keluarga saya. Kalau bukan kalkun, sepertinya racikan gado-gado tidak lagi mantap. Inilah yang terus membenak hingga saat ini; kalau masak gado-gado, bumbu pecelnya harus cap kalkun.</p>
<p>Ibu membelinya di dalam pasar kranggan. Ada satu lapak yang sudah menjadi langganan ibu untuk membeli sambel pecel ini. saat ini, saya sendiri tak ingat persis dimana warung langganan ibu di dalam pasar.</p>
<p>Saya sempat berselingkuh dengan mengganti bumbu pecel itu dengan bumbu-tak-bermerek dari sebuah warung pecel khas Surabaya. Ya, itu home-made bumbu pecel. Hanya saja, saya tetap membeli bumbu pecel cap kalkun.</p>
<p>Seperti kemarin, saat esti dan saya memutuskan untuk membikin gado-gado, esti langsung membongkar harta karunnya dan menjumput satu bungkus bumbu pecel: cap kalkun.</p>
<p>I wish you were here with us, mom.</p>
<p>&#8220;kamu ga pernah beli kalkun ya?&#8221; tanya esti, sesaat sebelum mengolah gado-gado.</p>
<p>saya menggeleng, menegaskan bahwa saya selalu membeli ayam, sapi, atau babi.  &#8220;dimana cari kalkun disini?&#8221; seloroh saya.</p>
<p>sesaat, saya dan esti terdiam.</p>
<p>kami menggelak sesudahnya. rupanya esti membincangkan bumbu pecel kalkun, bukan daging kalkun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keripik daun kenikir dan daun pepaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 11:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. Olala! Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. </p>
<p>Olala! </p>
<p>Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. </p>
<p>Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; sesudah mulut ini mengunyah keripik daun kenikir dan keripik daun pepaya. Tapi apapun itu, tetap nikmat kok; wong saya ino penyuka keripik. </p>
<p>Potongan keripik daun pepaya berbentuk persegi kecil, sebesar jempol tangan orang dewasa. Sementara potongan keripik daun kenikir lebih lembut, seperti daun yang dicacah. </p>
<p>Dalam perjalanan ke jogja berikutnya, keripik daun apa yang akan saya unduh ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mbuntut di cut meutia</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 09:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sop buntut]]></category>
		<category><![CDATA[sop buntut cut meutia]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6529</guid>
		<description><![CDATA[lama sekali saya engga mlantrang ke kawasan masjid cut meutia, jakarta pusat. Seberang pinggir masjid itu, ada jalan kecil berjudul &#8220;jalan menteng kecil&#8221; &#8230; Eh, atau &#8220;jalan menteng dalam kecil&#8221; &#8230;. Pokoknya itulah, satu-satunya jalan supermini yang tembusannya entah-ke-mana. Begitu belok ke jalan kecil itu, menderet warung permanen. Salah satu diantaranya, yang cukup kondang djaja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama sekali saya engga mlantrang ke kawasan masjid cut meutia, jakarta pusat.</p>
<p>Seberang pinggir masjid itu, ada jalan kecil berjudul &#8220;jalan menteng kecil&#8221; &#8230;<br />
Eh, atau &#8220;jalan menteng dalam kecil&#8221; &#8230;. Pokoknya itulah, satu-satunya jalan<br />
supermini yang tembusannya entah-ke-mana.</p>
<p>Begitu belok ke jalan kecil itu, menderet warung permanen. Salah satu<br />
diantaranya, yang cukup kondang djaja, adalah &#8220;sop buntut cut mutia&#8221;. Sop<br />
buntut goreng atau biasa, sama enaknya. Seporsi 30 ribu, dan dijamin pulang dengan hati bahagia.</p>
<p>Siang tadi saya pesan sop buntut goreng untuk aku makan sebagai sarapan,<br />
sekaligus makan siang. Lutut ini sudah gemetar, karena habis marah-marah dengan kurir yang salah kirim barang; padahal tenggorokan ini rasanya sakit banget buat omong, apalagi buat teriak2 marah-marah. Mendadak, tenggorokan ini luwes saja teriak-teriak. Tapi buntutnya, lututku gemetar sesudahnya. Ada rasa marah, sebel, dan juga &#8230; Lapar. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sop buntut goreng datang dengan nasi yang ditakar sangat mungil. Sumpah dah, mungil gila pokoknya! Cawan kuah sop terpisah dengan dua iris buntut goreng ekstra besar. Meski goreng, daging buntut ini tidak manja dengan tulang buntutnya. Jadinya, mudah sekali terlepas.</p>
<p>Sial. Giliran buntutnya besar, knapa nasinya mungil! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi ya sudah lah. Toh kebahagiaan itu juga muncul sesaat setelah sesendok nasi (diusahakan cidukannya sekecil mungkin, agar terkesan telap-telep makannya) dan sruputan kuah serta cuilan buntut goreng itu menggudang di lidah. Nyam.</p>
<p>Dan mendadak, secepat kilat, piring ini kosong, dengan menyisakan kuah di cawan dan irisan buntut goreng yang masih ngawe-awe. Sial.</p>
<p>Tapi, masa mau nambah lagi sih. Di depan saya duduk mas-mas ganteng, pake kacamata &#8230; Mengesankan dia ini sungguh jinak sekaligus cerdas. Lihat barang bagus bgini, masa sih mau nambah lagi. Kalo saya makan dengan zus indah, ato sama kibow, pasti engga jaim buat teriak &#8220;nasinya, nambah tiga lagi donk!&#8221; Tiga porsi nasi itu, terang saja untuk femi, untuk femi adi, dan untuk fransisca femi adi. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan saya perhatikan masnya ga nambah nasi. Jadilah saya teriak, &#8220;pak, minta<br />
diitungin ya!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>berbagi kolesterol</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/04/27/berbagi-kolesterol/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/04/27/berbagi-kolesterol/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 10:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bebek]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6461</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tinypic.com?ref=2m2vu43" target="_blank"><img src="http://i53.tinypic.com/2m2vu43.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="499" height="374" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/04/27/berbagi-kolesterol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tiga lontong, atau tiga porsi lontong?</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/02/03/tiga-lontong-atau-tiga-porsi-lontong/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/02/03/tiga-lontong-atau-tiga-porsi-lontong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 11:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[culinary]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6349</guid>
		<description><![CDATA[selalu ada gelak geli saban pergi dengan kakak saya. pun sore tadi, saat saya dan esti memutuskan untuk menepi di sate djono pejompongan setelah sempat &#8216;halusinasi&#8217; karena kelaparan usai berburu celana panjang di mal ambasador. &#8220;ini tiga lontong, atau tiga porsi lontong?&#8221; tanya mbak sate djono. ah. sial bener. biasanya juga jualnya porsian, kenapa mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>selalu ada gelak geli saban pergi dengan kakak saya.</p>
<p>pun sore tadi, saat saya dan esti memutuskan untuk menepi di sate djono pejompongan setelah sempat &#8216;halusinasi&#8217; karena kelaparan usai berburu celana panjang di mal ambasador.</p>
<p>&#8220;ini tiga lontong, atau tiga porsi lontong?&#8221; tanya mbak sate djono.</p>
<p>ah. sial bener.</p>
<p>biasanya juga jualnya porsian, kenapa mesti ada opsi lontongan?</p>
<p>&#8220;tiga porsi &#8230;&#8221; jawab esti.</p>
<p>saya hanya tersenyum adem saja saat si mbak melirik ke arah kami. setelah ia berbalik, tawa kami meledak tak ada habisnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/02/03/tiga-lontong-atau-tiga-porsi-lontong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kurang dari setahun, sudah harus ganti kompor</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/01/29/kurang-dari-setahun-sudah-harus-ganti-kompor/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/01/29/kurang-dari-setahun-sudah-harus-ganti-kompor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 11:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[cooking]]></category>
		<category><![CDATA[culinary]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6351</guid>
		<description><![CDATA[saya cinta mati pada kompor portabel saya. kenmaster, saya membungkusnya pertengahan tahun lalu, lantaran saya tak menemukan penjual tabung 12 kg dan takut menggunakan tabung 3 kg. baru dua hari sebelumnya esti, kakak saya, mengeluh katup on-off gas nya rusak, kini giliran saya. yaitu, engga bisa dikunci ke arah bawah. &#8220;diservis?&#8221; tanya teman saya. owh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya cinta mati pada kompor portabel saya.</p>
<p>kenmaster, saya membungkusnya pertengahan tahun lalu, lantaran saya tak menemukan penjual tabung 12 kg dan takut menggunakan tabung 3 kg.</p>
<p>baru dua hari sebelumnya esti, kakak saya, mengeluh katup on-off gas nya rusak, kini giliran saya. yaitu, engga bisa dikunci ke arah bawah.</p>
<p>&#8220;diservis?&#8221; tanya teman saya.</p>
<p>owh, nope &#8230; engga ada acara servis untuk kompor beginian. salah-salah meledak, saya engga mau tanggung risiko.</p>
<p>dan saya membungkus satu, warnanya merah (ehm), hi-cook.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/01/29/kurang-dari-setahun-sudah-harus-ganti-kompor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

