tercapit kepiting sampai pagi

Comments Off

tau-tau sudah pagi

awalnya adalah hujan lebat yang membikin saya enggan memesan makanan. juga, tenggat yang nyaris habis.

hingga saya menahan untuk tetap lapar; berharap di rumah menemukan kentang untuk saya goreng, dengan irisan sosis babi maupun telur acak.

rupanya ada perut yang sama laparnya. :)   “… naaa, bubur kepiting itu kayaknya menarik …” ooouch! thanks gosh, akhirnya bubur kepiting itu ditunjuk! menu default usai deadline rupanya sudah terbaca olehnya. :) bagoooooooossss …

dan kami memulai perbincangan yang engga jelas ujung pangkalnya. membincangkan si anu, menyoal kepiting, perjalanan hidup yang menyenangkan, mimpi yang harus dicapai, rasa malu yang amat sangat, dan juga sepetak meja di kubikel anyar.

tuturnya menawarkan persahabatan yang menyenangkan, dan hangat. sehangat bubur kepiting yang kami santap malam itu; tentu saja dengan potongan cakwe yang besar-besar *engga biasanya* dan irisan telur asin.

ya, nyatanya saya belajar sesuatu darinya: bahwa hidup mengantarkan saya, dia, dan siapapun juga, pada perjumpaan-perjumpaan kecil dan pengalaman-pengalaman berharga yang tidak akan pernah terduga sebelumnya.

“rokokku sudah habis … pulang yuk …” katanya.

ya. saya juga sudah habis tiga gelas minuman. malu untuk memesan gelas keempat; khawatir si mas pelayan akan bilang perut saya menyerupai lubang resapan biopori. :p

kwang tung, dan perbincangan hingga pagi

Comments Off

welcome home

mamak ubel-ubel, begitu saya menyebut tetangga rumah, seorang ibu yang sering mengenakan kain di kepala khas orang padang, tertegun melihat kedatangan saya dan kolega saya, melce.

aduh mamak, jangan curiga dulu.

kami datang pagi, dengan kantuk yang membebani kelopak mata dan rasa-ingin-tidur-segera.

semalaman kami meriung di bubur kwang tung, kedai bubur yang saya sambangi dengan pesanan yang selalu saja sama: bubur kepiting, telir asin, cakwe.  ya, menu default sejak kunjungan pertama saya dengan abang.

kami membincang begitu banyak hal. cuilan hidup kami. mimpi kecil. gosip panas.

seolah tak ada orang lain, kami terus bertahan pada kursi dan meja yang sama. menggelak, dan sesekali mengerenyitkan dahi sebagai pertanda serius.

rasanya seperti bertemu teman lama, bicara pada frekuensi yang sama dengan tone yang sama pula. rasanya seperti disambut dua tangan yang terbuka dan pelukan hangat, “welcome home, femi.”

kangen sushi, rindu kamu

Comments Off

oishii ...

makan sushi tak ubahnya seperti mengumpulkan energi yang hilang.

tapi kali ini bukan hanya makan sushi, tetapi juga meninggalkan jejaknya di koran di pabrik kata-kata.  dan ada cuilan harap, semoga rindu yang pongah ini terkikis. semoga ada tumpukan energi yang menggeliatkan hidup di depan sana.

tapi sushi bukan hanya shoyu, itamae, atau wasabi.

sushi adalah kenangan tentang gedung tertinggi di jakarta yang saya injak dengan lelaki berpjamas kotak-kotak merah itu. selebihnya, sushi adalah gelak yang kami ronce seiring dengan matahari yang mulai menenggelamkan langit terang jakarta.

nyatanya, tak mudah untuk membikin paragraf pertama. karena tentang sushi adalah tentang lelaki yang menghujani telepon cinta di ujung minggu.

satu, dua, tiga jam berlalu.

serpihan raga ini seolah kembali. lewat jemari yang menari diatas keyboard; mencoba menggudangkan kembali cuilan memori yang tercerai-berai.

ya, belakangan hidup menggelinding, ya menggelinding begitu saja. ujung bibir ini tertarik keatas, ya tertarik begitu saja. dan ujung minggu terlewatkan dengan adem, tanpa telepon cinta dari lelaki dengan gelak yang menyenangkan itu.

dan kesibukan menenggelamkan saya; hingga dua tahun berlalu.

sushi; dan gumpalan energi itu sepertinya kembali.

keriaan kecil setelah lelah yang begitu panjang

Comments Off

pesta meriah diujung usia 20-an!

entah, saya tak bisa mengingatnya dimana kami berada kemarin.

yang jelas, tempat ini setipe dengan gigglebox. pembedanya adalah: yang ini perfect, makanan dan suasana sama enaknya!

saya memesan homade sosis  yang konon menjadi andalan kafe ini. sedep mantep! sementara itu, indah pesan pancake dan nanik pesan es krim.

ya, kami kekenyangan usai berburu tahu sumedang di pom tahu di lembang. ow ow ow! bahkan saya engga menyangka indah superniat meladeni kami yang hanya duduk manis di dalam mobil, dan dia melajukan roda empat dari bandung selatan ke bandung utara!

dan makanan dengan kafe nan melegakan ini layak mendapatkan bintang.

untuk kelezatan makanannya, untuk kenyamanan suasananya, untuk beban yang luruh dan letih yang menyandar usai perjalanan panjang sehari penuh!

dan saya juga harus berterima kasih pada si tripod mini milik indah yang sudah begitu baiknya meladeni kami bertiga sejak dari tikungan situ patenggang hingga kafe ini; iya, hingga potret ini.

betapa perjalanan ini menyenangkan. betapa liburan ini sangat melegakan! ya, apalagi dengan gosip superpanas dan tebaran impian dengan indah dan nanik!

so thanks!

will write for food

Comments Off

thanks to esti

memang hanya esti yang mengerti saya. :)

lihat saja buah tangan yang dibungkusnya untuk saya: magnet dengan tulisan will write for food. asyem! ini sungguh-sungguh menelanjangi diri saya! hahahaha …

ya, kegemaran makan sebagai lebih-dari-sekadar-kebutuhan-primer memang acap menggoda saya. soal harga, itu pertimbangan nomor 78.654.987,89. yang penting, rayuan dari kerabat dan juga rasa skeptis akibat membaca tulisan soal makanan yang ditulis oleh media.

dan perburuan pun dimulai.

begitulah segala sesuatu bermula, termasuk asal muasal perut saya yang membuncit dan tudingan, “bon, elu tambah gendutan …” dari kolega saya di pabrik kata-kata ini. ah, sial.

tapi saya sungguh mensyukuri ini semua sebagai nikmat hidup yang tiada terperi. bagaimana tidak. sementara ada yang masih mengais rupiah untuk ditukarkan seporsi nasi, saya justru membuang kelebihan saya dengan membelanjakan makanan. ya, ya, ya. saya harus sangat-sangat mensyukurinya.

bahkan, kategori khusus soal kuliner pun saya siapkan di halaman putih ini. semuanya, demi kegemaran makan. aih, andai ayah dan ibu juga bisa saya seret ke kedai maupun restoran yang saya jajal saat ini yah …