Keluarga saya begitu menyukai ‘sambel pecel cap kalkun untuk gado-gado. Merek ini begitu legendaries di keluarga saya. Kalau bukan kalkun, sepertinya racikan gado-gado tidak lagi mantap. Inilah yang terus membenak hingga saat ini; kalau masak gado-gado, bumbu pecelnya harus cap kalkun. Ibu membelinya di dalam pasar kranggan. Ada satu lapak yang sudah menjadi langganan ibu [...]
Comments Off »
Read the rest
selalu ada gelak geli saban pergi dengan kakak saya. pun sore tadi, saat saya dan esti memutuskan untuk menepi di sate djono pejompongan setelah sempat ‘halusinasi’ karena kelaparan usai berburu celana panjang di mal ambasador. “ini tiga lontong, atau tiga porsi lontong?” tanya mbak sate djono. ah. sial bener. biasanya juga jualnya porsian, kenapa mesti [...]
Comments Off »
Read the rest
saya dan esti, kakak saya, mengolok-olok diri saya sendiri. gara-garanya adalah selembar kertas yang memuat hasil laboratorium yang ‘positif’ itu. dem. “so sorry …” katanya. ya, ya, itu ungkapan usai saya mengabarkan sejumlah diet yang harus saya jalani. “aku sudah membayangkan bagaimana aku mati nanti. ya, siap mati di usia lebih muda. dengan komplikasi jantung, [...]
Comments Off »
Read the rest
soto lamongan racikan cak sodik dan cak ngun adalah favorit saya. letaknya ada di seberang terminal lawas umbulharjo, jogja. soto lamongan, kuning, tanpa koya yang jamak saya jumpai di soto-soto lamongan lainnya, irisan dagingnya tebal, dengan tambahan tempe goreng yang tebal, dan garing. kuahnya gurih segurih-gurihnya soto. oouch! dan saya memesan satu soto; sembari mengudap [...]
Comments Off »
Read the rest