<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; makanan</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>bali tanpa babi, perjalanan antiklimaks</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 07:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi guling]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[lawar]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6865</guid>
		<description><![CDATA[bali tanpa babi. bali tanpa babi guling. bali tanpa lawar. ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi. ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bali tanpa babi.</p>
<p>bali tanpa babi guling.</p>
<p>bali tanpa lawar.</p>
<p>ini seperti perjalanan yang antiklimaks. saya menyambangi daerah yang hampir di setiap sudutnya ada warung babi. hanya saja, saya tak makan babi.</p>
<p>ah, saya mengerti. ini bukan perjalanan pribadi saya; tapi bersama begitu banyak orang yang tak semuanya makan babi. saya sangat bisa mengerti. dus, kini tinggal merencanakan perjalanan serupa, tentu saja, dengan memasukkan warung-warung babi untuk icip-icip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/bali-tanpa-babi-perjalanan-antiklimaks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>makanan ini halal semua</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 15:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan esti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6736</guid>
		<description><![CDATA[saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal. &#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay. iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke. saya tak ingin mendebatkan haram [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin menggelak saat dia bertanya apakah makanan ini halal.</p>
<p>&#8220;femi &#8230; ini makanannya halal atau haram? tanyanya. di tangannya tak saya lihat ada piring nasi ataupun sayuran. pun camilan dengan bobot medium seperti siomay.</p>
<p>iya, pada saya ia bertanya soal makanan yang disajikan untuk pernikahan esti di restoran angke.</p>
<p>saya tak ingin mendebatkan haram dan tidak haram, halal atau tidak halal, karena itu ada di ranah agama. hanya saja, yang saya tahu pasti, makanan untuk acara di pernikahan ini semuanya halal karena esti tahu persis siapa yang diundang.</p>
<p>dan ia tak bergeming.</p>
<p>ia tak bersegera mengambil makanan.</p>
<p>ia hanya menghabiskan scoop demi scoop es krim. mungkin tiga scoop, atau lebih &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/09/11/makanan-ini-halal-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kastengel dari healthy choice</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 10:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[cookies]]></category>
		<category><![CDATA[healthy choice]]></category>
		<category><![CDATA[kastengel]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6694</guid>
		<description><![CDATA[saya melihat ada kastengel di rak makanan organik. saya menjumputnya. ini bikinan healthy choice. harganya pun lebih murah ketimbang sekotak kastengel dengan ukuran yang sama yang saya bungkus minggu lalu, hanya 55,000 rupiah. yang ini, sudah jelas lebih sehatnya (konon kata kotaknya sih).  sayang, hanya tinggal sekotak. not bad. ukurannya lebih tebal ketimbang kastengel komersial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://tinypic.com?ref=314f8mg" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i54.tinypic.com/314f8mg.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="298" height="223" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">ludes dalam wkatu kurang dari 24 jam</p></div>
<p>saya melihat ada kastengel di rak makanan organik.</p>
<p>saya menjumputnya. ini bikinan<a href="http://healthychoiceindonesia.com/menu/home.html"> healthy choice</a>. harganya pun lebih murah ketimbang sekotak kastengel dengan ukuran yang sama yang saya bungkus minggu lalu, hanya 55,000 rupiah. yang ini, sudah jelas lebih sehatnya (konon kata kotaknya sih).  sayang, hanya tinggal sekotak.</p>
<p>not bad.</p>
<p>ukurannya lebih tebal ketimbang kastengel komersial lainnya yang pernah saya makan. besarnya sejari telunjuk orang dewasa. rasanya memang tak lebih manis dari kastengel yang lain, dan ini cenderung agak eneg kalau makan dalam jumlah yang berlebihan sekaligus.</p>
<p>well. good choice. healthy choice. will grab other cookies later, setelah saya menghabiskannya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/30/kastengel-dari-healthy-choice/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sambel pecel cap kalkun</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 05:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kalkun]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[sambel pecel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6565</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga saya begitu menyukai &#8216;sambel pecel cap kalkun untuk gado-gado. Merek ini begitu legendaries di keluarga saya. Kalau bukan kalkun, sepertinya racikan gado-gado tidak lagi mantap. Inilah yang terus membenak hingga saat ini; kalau masak gado-gado, bumbu pecelnya harus cap kalkun. Ibu membelinya di dalam pasar kranggan. Ada satu lapak yang sudah menjadi langganan ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 331px"><a href="http://kelompoktony.blogspot.com/2007/08/sambel-pecel-kalkun-warna-orange-yang.html" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i56.tinypic.com/28882md.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="321" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">cap kalkun </p></div>
<p>Keluarga saya begitu menyukai &#8216;sambel pecel cap <a href="http://kelompoktony.blogspot.com/2007/08/sambel-pecel-kalkun-warna-orange-yang.html" target="_blank">kalkun</a> untuk gado-gado.</p>
<p>Merek ini begitu legendaries di keluarga saya. Kalau bukan kalkun, sepertinya racikan gado-gado tidak lagi mantap. Inilah yang terus membenak hingga saat ini; kalau masak gado-gado, bumbu pecelnya harus cap kalkun.</p>
<p>Ibu membelinya di dalam pasar kranggan. Ada satu lapak yang sudah menjadi langganan ibu untuk membeli sambel pecel ini. saat ini, saya sendiri tak ingat persis dimana warung langganan ibu di dalam pasar.</p>
<p>Saya sempat berselingkuh dengan mengganti bumbu pecel itu dengan bumbu-tak-bermerek dari sebuah warung pecel khas Surabaya. Ya, itu home-made bumbu pecel. Hanya saja, saya tetap membeli bumbu pecel cap kalkun.</p>
<p>Seperti kemarin, saat esti dan saya memutuskan untuk membikin gado-gado, esti langsung membongkar harta karunnya dan menjumput satu bungkus bumbu pecel: cap kalkun.</p>
<p>I wish you were here with us, mom.</p>
<p>&#8220;kamu ga pernah beli kalkun ya?&#8221; tanya esti, sesaat sebelum mengolah gado-gado.</p>
<p>saya menggeleng, menegaskan bahwa saya selalu membeli ayam, sapi, atau babi.  &#8220;dimana cari kalkun disini?&#8221; seloroh saya.</p>
<p>sesaat, saya dan esti terdiam.</p>
<p>kami menggelak sesudahnya. rupanya esti membincangkan bumbu pecel kalkun, bukan daging kalkun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/07/04/sambel-pecel-cap-kalkun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keripik daun kenikir dan daun pepaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 11:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. Olala! Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, saya tidak mengunduh keripik daun kemangi maupun keripik daun bayam, seperti biasanya. Tapi keripik daun pepaya dan keripik daun kenikir. </p>
<p>Olala! </p>
<p>Ajaib sekali keripik yang saya unduh saban saya pulang ke jogja. Saya tak pernah membayangkan ada keripik beginian. </p>
<p>Rasanya nyaris seperti keripik bayam pada umumnya. Bedanya, ada aroma wewangian &#8216;yang ga biasa&#8217; sesudah mulut ini mengunyah keripik daun kenikir dan keripik daun pepaya. Tapi apapun itu, tetap nikmat kok; wong saya ino penyuka keripik. </p>
<p>Potongan keripik daun pepaya berbentuk persegi kecil, sebesar jempol tangan orang dewasa. Sementara potongan keripik daun kenikir lebih lembut, seperti daun yang dicacah. </p>
<p>Dalam perjalanan ke jogja berikutnya, keripik daun apa yang akan saya unduh ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/26/keripik-daun-kenikir-dan-daun-pepaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mbuntut di cut meutia</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 09:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sop buntut]]></category>
		<category><![CDATA[sop buntut cut meutia]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6529</guid>
		<description><![CDATA[lama sekali saya engga mlantrang ke kawasan masjid cut meutia, jakarta pusat. Seberang pinggir masjid itu, ada jalan kecil berjudul &#8220;jalan menteng kecil&#8221; &#8230; Eh, atau &#8220;jalan menteng dalam kecil&#8221; &#8230;. Pokoknya itulah, satu-satunya jalan supermini yang tembusannya entah-ke-mana. Begitu belok ke jalan kecil itu, menderet warung permanen. Salah satu diantaranya, yang cukup kondang djaja, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama sekali saya engga mlantrang ke kawasan masjid cut meutia, jakarta pusat.</p>
<p>Seberang pinggir masjid itu, ada jalan kecil berjudul &#8220;jalan menteng kecil&#8221; &#8230;<br />
Eh, atau &#8220;jalan menteng dalam kecil&#8221; &#8230;. Pokoknya itulah, satu-satunya jalan<br />
supermini yang tembusannya entah-ke-mana.</p>
<p>Begitu belok ke jalan kecil itu, menderet warung permanen. Salah satu<br />
diantaranya, yang cukup kondang djaja, adalah &#8220;sop buntut cut mutia&#8221;. Sop<br />
buntut goreng atau biasa, sama enaknya. Seporsi 30 ribu, dan dijamin pulang dengan hati bahagia.</p>
<p>Siang tadi saya pesan sop buntut goreng untuk aku makan sebagai sarapan,<br />
sekaligus makan siang. Lutut ini sudah gemetar, karena habis marah-marah dengan kurir yang salah kirim barang; padahal tenggorokan ini rasanya sakit banget buat omong, apalagi buat teriak2 marah-marah. Mendadak, tenggorokan ini luwes saja teriak-teriak. Tapi buntutnya, lututku gemetar sesudahnya. Ada rasa marah, sebel, dan juga &#8230; Lapar. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sop buntut goreng datang dengan nasi yang ditakar sangat mungil. Sumpah dah, mungil gila pokoknya! Cawan kuah sop terpisah dengan dua iris buntut goreng ekstra besar. Meski goreng, daging buntut ini tidak manja dengan tulang buntutnya. Jadinya, mudah sekali terlepas.</p>
<p>Sial. Giliran buntutnya besar, knapa nasinya mungil! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi ya sudah lah. Toh kebahagiaan itu juga muncul sesaat setelah sesendok nasi (diusahakan cidukannya sekecil mungkin, agar terkesan telap-telep makannya) dan sruputan kuah serta cuilan buntut goreng itu menggudang di lidah. Nyam.</p>
<p>Dan mendadak, secepat kilat, piring ini kosong, dengan menyisakan kuah di cawan dan irisan buntut goreng yang masih ngawe-awe. Sial.</p>
<p>Tapi, masa mau nambah lagi sih. Di depan saya duduk mas-mas ganteng, pake kacamata &#8230; Mengesankan dia ini sungguh jinak sekaligus cerdas. Lihat barang bagus bgini, masa sih mau nambah lagi. Kalo saya makan dengan zus indah, ato sama kibow, pasti engga jaim buat teriak &#8220;nasinya, nambah tiga lagi donk!&#8221; Tiga porsi nasi itu, terang saja untuk femi, untuk femi adi, dan untuk fransisca femi adi. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan saya perhatikan masnya ga nambah nasi. Jadilah saya teriak, &#8220;pak, minta<br />
diitungin ya!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/08/mbuntut-di-cut-meutia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bakpao babi acang; d/h Lim Thiam Kie</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/12/02/bakpao-babi-acang-dh-lim-thiam-kie/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/12/02/bakpao-babi-acang-dh-lim-thiam-kie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 16:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bakpao]]></category>
		<category><![CDATA[bakpao acang]]></category>
		<category><![CDATA[bakpao babi]]></category>
		<category><![CDATA[jati baru]]></category>
		<category><![CDATA[lim thiam kie]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6187</guid>
		<description><![CDATA[serunya meniatkan diri untuk mampir di warung bakpao acang di kawasan jati baru, tenabang. yay, sudah lama sekali saya ingin mampir; tapi selalu kalah oleh hal lain. takut keburu hujan. khawatir keburu macet. susah belok. engga bisa berhenti. &#8220;permisi, buka? mau cari bakpao babi, ada?&#8221; kata saya, straight forward, begitu melihat bapak-bapak yang tengah kongko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img710.imageshack.us/i/goodday.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img710.imageshack.us/img710/6359/goodday.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">because of bakpao!</p></div>
<p>serunya meniatkan diri untuk mampir di warung bakpao acang di kawasan jati baru, tenabang.</p>
<p>yay, sudah lama sekali saya ingin mampir; tapi selalu kalah oleh hal lain. takut keburu hujan. khawatir keburu macet. susah belok. engga bisa berhenti.</p>
<p>&#8220;permisi, buka? mau cari bakpao babi, ada?&#8221; kata saya, straight forward, begitu melihat bapak-bapak yang tengah kongko di dalam restoran jadul itu.</p>
<p>ruangan di restoran itu seperti tak terawat. lengang. beberapa kursi bertumpukan rapi di atas meja. lampu meredup, dan tak cukup membikin ruangan terlihat terang. dan saya menemukan bapak-bapak itu duduk di tangga, persis di sebelah kanan pintu masuk, tengah berbincang sambil menyedot rokok.</p>
<p>benak saya sudah membayangkan bakpao putih nan mulus, hangat, dan isinya bukan kacang, melainkan babi. sedep. dan saya sudah mulai menadah iler saya sejak saya membaca tulisan <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=572637621#!/profile.php?id=572637621&amp;v=wall" target="_blank">asnil bambani amri</a>, kolega saya, tentang <a href="http://industri.kontan.co.id/v2/read/industri/53023/" target="_blank">fun pao, saudara mudanya bakpao</a>.</p>
<p>saya ingin membekal untuk nonton harry potter. nonton film sembari nyemil popcorn iu biasa. namun, menjadi luar biasa bila nonton dengan mencuil dua bakpao babi. berukuran besar. mulus. putih. hangat. duh &#8230;</p>
<p>saya membungkus empat, dua untuk saya, dan dua lagi untuk ucrit, kolega saya.</p>
<p>humh.</p>
<p>sebelum bernama acang, bakpao yang sudah ada sejak tahun 1943 ini dulunya bernama lim thiam kie. saya berusaha mencari jejak sejarah bakpao ini melalui google, tetapi nihil. yang ada, hanya keterangan bahwa bakpao ini sudah tidak ada lagi. tega tega tega.</p>
<p>&#8220;babi? yang kacang juga ada &#8230;&#8221; kata bapak yang jual.</p>
<p>dengan semangat, saya menegaskan lagi, &#8220;babi!&#8221;</p>
<p>begitu dandang dibuka, isinya adalah tatanan bakpao yang putih mulus; dengan corak kerut yang membedakan isinya. bersama dengan bakpao isi babi itu, berdampingan dengan akur bakpao isi telor asin. ah, tidak. hati saya sudah <em>teteg, </em>bakpao isi babi.</p>
<p>hangat. kepulan asap tipis itu menandakan bahwa bakpao ini tengah dihangatkan diatas perapian kecil. ya. bukankah bakpao lebih enak disantap hangat?</p>
<p>yang membikin saya terkejut adalah bungkusnya. ya, bungkus bakpao itu bukanlah kertas koran atau kertas bekas hvs; melainkan kertas cokelat yang jamak saya gunakan untuk menyampul buku tulis saat sekolah dasar dulu. oh my goodness!</p>
<p>kertas itu jelas menyerap minyak maupun air; dan tidak meninggalkan bekas tinta di makanan yang mewadah di dalamnya. bersih. dus, ini sehat buat pencernaan saya! <em>terimakasih, pak lim!</em></p>
<p>kantong saya hanya robek Rp 6.000 per bakpao. buru-buru saya naik metromini 640. tak sabar untuk segera tiba di djakarta theatre di bilangan sarinah.</p>
<p>&#8220;aaaah &#8230; bakpao babiiiiii &#8230;&#8221; kata ucrit, jatuh cinta.</p>
<p>saat tubuh ini menghenyak ke kursi, saya bergegas mencuil makanan putih nan mulus itu. tekstur yang agak kasar membikin kerongkongan menjadi sedikit seret. well. layaknya kehidupan, tak semuanya selalu mulus kan? :p nyatanya, kekasaran maupun keseretan terobati saat gigitan ini mendapati daging babi diantara sekepal pao putih itu.</p>
<p>daging babinya mengkel. daging babinya sekel.</p>
<p>saya pun mencipratkan saos sambal untuk diadukan dengan gurihnya daging babi yang membongkah di tengah itu.</p>
<p>yaps. dan dua bakpao babi jatah saya itu sudah habis sebelum harry potter berlaga. dem. *menyesal, kenapa engga beli 4!*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/12/02/bakpao-babi-acang-dh-lim-thiam-kie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mengunduh kebahagiaan kecil dari guyonan aneka mbelek</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/11/15/mengunduh-kebahagiaan-kecil-dari-guyonan-aneka-mbelek/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/11/15/mengunduh-kebahagiaan-kecil-dari-guyonan-aneka-mbelek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 13:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[hasbi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6135</guid>
		<description><![CDATA[tempo hari mas hasbi, kolega saya di pabrik kata-kata ini mencuil roti bakar yang ada di kubikel saya. tapi tidak hari ini. mungkin sudah kenyang. mungkin belum lapar. mungkin barusan makan. dan kami berbincang melalui yahoo messanger. nyatanya, dia barusan mengasup jangan lodeh wayu. bukan wayu kemarin, tapi kemarin lusa. saya menggelak sendiri di balik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img264.imageshack.us/i/happinessa.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img264.imageshack.us/img264/3438/happinessa.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">are you happy?</p></div>
<p>tempo hari mas hasbi, kolega saya di pabrik kata-kata ini mencuil roti bakar yang ada di kubikel saya. tapi tidak hari ini.</p>
<p>mungkin sudah kenyang. mungkin belum lapar. mungkin barusan makan. dan kami berbincang melalui yahoo messanger.</p>
<p>nyatanya, dia barusan mengasup jangan lodeh wayu. bukan wayu kemarin, tapi kemarin lusa. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya menggelak sendiri di balik kubikel saya. ya, karena perbincangan kami njijiki, nggilani. soal mbelek dan lencung yang kami padukan dengan jangan lodeh, lalapan, tempe baceman, hingga pizza dan sandwich. olala &#8230;</p>
<p>&#8220;siapa bilang mencari bahagia itu sulit? mbayangke mbelek wae kita bisa terbahak-bahak &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>memang demikian. obrolan <em>oouch </em>banget dah. nyatanya bisa membikin perut kami kaku, dan harus sedikit menenggelamkan kepala dibalik kubikel pendek ini.</p>
<p>dan <em>happiness is a decision. </em></p>
<p>femi: mas kok tadi gak mampir mejaku sih<br />
femi: ono roti tawar<br />
hasbi: Tadi abis makan&#8230;sangu. Nang ngomah ono jangan lodeh wayu&#8230;eman-eman yen kebuang&#8230;tak cangking nang kanotr wae..<br />
femi: kok lodeh wayu?<br />
femi: lodeh wingi?</p>
<p><span id="more-6135"></span><!--more--><br />
hasbi: bukan&#8230;wingi kan mainggu. Kuwi lodeh Sabtu<br />
femi: ngat nget ngat nget &#8230;<br />
hasbi: tul&#8230;nganti ra ono wujud-e terong&#8230;<br />
femi: brarti koyo gambas alum kae<br />
hasbi: wah wis ra wujud&#8230;ono sing luwih mirip&#8230;ning njijik-i&#8230;<br />
femi: opo?<br />
hasbi: moh&#8230;.ah&#8230;<br />
femi: angger entek we gpp<br />
hasbi: koyo lahar dingin di pagi hari&#8230;<br />
hasbi: ning uenaakkkkk polllllll<br />
hasbi: wis ra ono gizine&#8230;.mung kari toksin&#8230;.<br />
hasbi: ning muantep&#8230;.<br />
femi: nek segone anget karo tempe anget &#8230;<br />
femi: luwih enak mesti mas<br />
hasbi: yen aku senenge kombinasi lodeh nget-ngetan, sego anget, gereh besek&#8230;<br />
hasbi: aku pernah punya ide bikin rumah makan dengan menu andalan lodeh wayu&#8230;<br />
hasbi: kok do nggeguyu yo&#8230;<br />
femi: mungkin wes mbayangke<br />
femi: sajak nggilani<br />
hasbi: iyo&#8230;<br />
femi: kecuali nang ngisor mejo dicepakke ember nggo mukok<br />
hasbi: wah ide menarik&#8230;<br />
hasbi: terus mukok-ane ditambahke jangan neh&#8230;<br />
femi: ojo lali cepakke ciduk janganan<br />
hasbi: nek mung lomba jijik-jijik-an aku wani fem&#8230;.<br />
femi: nang pinggir ember<br />
femi: nek perlu tambahi kloso<br />
femi: nang ngisor mejo<br />
femi: dadi nek mangan, iso ngedep ember<br />
femi: mukok meneh<br />
femi: trus dicampurke<br />
femi: njuk le mangan malah lesehan<br />
hasbi: jossss&#8230;..<br />
hasbi: nyamikane&#8230;tempe bacem, jejere di sediani cowek isi mbelek lencing..ben iso kanggo dulitan&#8230;.<br />
hasbi: mbelek lencung&#8230;<br />
hasbi: yen ono rumah makan  dengan menu andalan: Aneka Sambel&#8230;rumah makan kita kasih menu andalan: Aneka Mbelek&#8230;<br />
femi: hahahahahaahhahahahaha<br />
hasbi: hahahahahahahaha&#8230;&#8230;<br />
femi: nek bebek pak yogi nduwe andalan bebek sambel ijo, iki andalane lodeh wayu baceman tempe sambel mbelek<br />
femi: meh nggawe mbelek penyet sisan ra?<br />
hasbi: top markotop&#8230;.<br />
hasbi: terus kita undang Bondan Winarno&#8230;.<br />
hasbi: bayangkan parasnya, Fem&#8230;.<br />
femi: karo william wongso<br />
femi: ari galih<br />
femi: sarah quinn<br />
femi: barra patirajawane<br />
femi:<br />
hasbi:<br />
femi: &#8220;maknysus &#8230;&#8221;<br />
hasbi: Kalau ada yang protes kok mbeleknya kurang pedes, kita bilang : &#8220;Silakan kalau mau bikin sendiri, klosetnya di sana&#8230;.&#8221;<br />
femi: ojo2 do antri mbelek-e bondan<br />
femi: wah<br />
femi: maknyus to<br />
hasbi: &#8230;top&#8230;top<br />
hasbi: siapa bilang mencari bahagia itu sulit?<br />
hasbi: mbayangke mbelek wae kita bisa terbahak-bahak&#8230;.<br />
femi: chef ari galih menyebutnya: harmoni alam<br />
femi: hahahahahaahahahahahahaha<br />
femi: ho oh ki<br />
femi: entas dimas njaluk rekomendasi mangan mbengi opo<br />
femi: meh tak jawab: aneka mbelek khas hasbi maulana<br />
hasbi: huahahahaha&#8230;..<br />
femi: aku ngguyu kepingkel2 dewe ki nang kene<br />
hasbi: kalau mau elite dikit juga boleh kok dikasih toping meses atau keju parut&#8230;<br />
femi: &#8220;pizza mbelek akan datang dalam 15 menit &#8230;&#8221;<br />
hasbi: sedia juga menu sandwich dengan mayonaise lencung<br />
femi: hahahahahahaha &#8230;<br />
hasbi: roti bakar juga bisa deh&#8230;<br />
femi: **langsung nglirik toasterku**<br />
hasbi: biar terasa istimewa kita cari mbelek bayi yang masih menyusui<br />
femi: selene lencung po piye?<br />
femi: baby mbelek, maksutnya?<br />
hasbi: yoi&#8230;.<br />
femi: gizinya pasti lebih bermutu<br />
hasbi: aku kepngkel ditahan&#8230;duh&#8230;mengkel ki wetengku<br />
femi: yo ngguyu to<br />
hasbi: pasti lebih kaya protein, apalagi kalau bayi masih asi eksklusif&#8230;<br />
hasbi: ndak koyo wong gendeng&#8230;.<br />
hasbi: enggak ku sangka, mbelek ternyata bisa membawa kebahagiaan walau sejenak&#8230;<br />
femi: sandwich jerman nek nang kene jenenge &#8216;mbelek frankfruter&#8217;<br />
hasbi: tapi serius ki, aku tau duwe konco sing mangan bacem tempe dudulit-ke mbelek lencung&#8230;<br />
femi: aku mulai kepingkel ket aneka sambal mbelek kuwi<br />
femi: ah, tenane<br />
femi: nggilani tenan<br />
femi: piye rasane<br />
femi: pasti mengalahkan candu<br />
hasbi: kata dia, &#8220;Iki latihan survival!&#8221;<br />
femi: hahahahahaahahahah<br />
hasbi: konco ngomah<br />
femi: gendeng<br />
hasbi: tergila-gila jadi taruna<br />
hasbi: tapi gagal&#8230;<br />
hasbi: saiki dadi instruktur gym di Tegal&#8230;.<br />
femi: buset dah<br />
hasbi: bodinya mantap&#8230;.<br />
femi: awake gagah ngono mesti<br />
femi: asupan gizinya mbelek tapinya<br />
hasbi: aku selalu bilang: itu dampak lencung di masa muda&#8230;<br />
hasbi: coba wae Fem&#8230;sopo ngerti bisa menurunkan kadar gula darah&#8230;.<br />
femi: hahahahahahahahaahahahahahahahahaha<br />
femi: matur nuwun &#8230;<br />
hasbi: pas diprikso nang Lab, petugase bingung&#8230;.&#8221;kok darahnya mengandung zat aneh ya,&#8230;.<br />
femi: mengko malah gula darahku njuk frozen<br />
femi: hahahaahahahahahahah<br />
femi: getihku ra abang meneh mengko<br />
femi: ning coklat lencung kae<br />
hasbi: iyo&#8230;dadi getih alien&#8230;.<br />
femi: golongan darahku jadi L<br />
femi: bukan A lagi<br />
hasbi: hauhaahahahha<br />
femi: varian baru jenis golongan darah<br />
femi: sing iso donor mung mas hasbi<br />
hasbi: waduh..dadi kepising tenanan aku&#8230;.<br />
femi: kono mas<br />
femi: ojo lali mbungkus sithik<br />
femi: sopo ngerti acong, titis po bagus butuh<br />
hasbi: oke&#8230;sip<br />
hasbi: roti tawar-e isih tyo?<br />
femi: sele lencung?<br />
femi: tropicana slim<br />
hasbi: kok lencung&#8230;<br />
hasbi: sele kopet&#8230;.<br />
femi: lencung jam<br />
hasbi: paling ra doh soko sele kacang&#8230;.<br />
femi: sele rendah kalori rasa kopet<br />
femi: hahahahahaahahah<br />
hasbi: kebetulan aku mau tuku kacang bawang nang lampu merah lebak bulus&#8230;<br />
femi: diproduksi PT Hasbifood Indonesia, Bogor<br />
femi: meh dicampurke kopet po piye mas?<br />
hasbi: kita ekspor&#8230;.<br />
femi: ojo lali tambah bawang dam lombok abang<br />
hasbi: lalap kangkung&#8230;<br />
hasbi: dadi &#8220;kopet kangkung&#8221;&#8230;<br />
hasbi: eh&#8230;bagus ya namanya<br />
hasbi: ???<br />
femi: hahahahahahahaha<br />
femi: haduh<br />
femi: uwis mas<br />
femi: cangkemku kesel ki ngguyu terus &#8230;<br />
hasbi: wis&#8230;wis&#8230;<br />
hasbi: wetengku kaku&#8230;.<br />
hasbi: tolong diarsip ya&#8230;.percakapan kita<br />
hasbi: yen kelak kau nyalon presiden&#8230;iso mbok jadikan HL&#8230;.<br />
femi: aku taruh di blog ya<br />
femi: dasar mas hasbi<br />
hasbi: wah&#8230;edan&#8230;&#8230;.<br />
femi: kopet man<br />
femi: mbangane tak celuk kopet boy<br />
hasbi: sori yen aku nyalon presiden&#8230;.<br />
femi: kenomen<br />
hasbi: mbok kirimke nang TV One&#8230;<br />
hasbi: rekaman masa lalu kandidat presiden&#8230;<br />
femi: nek dadi presiden, susah kuwi mengko nek travelling nang LN<br />
femi: nang eropa dan amerika pake tisu nek ngelap silit<br />
hasbi: wis&#8230;wis&#8230;.<br />
hasbi: mengko ndak mulai neh&#8230;.<br />
femi: hiasane nang nduwur piring dadi pucet<br />
femi: soale dasarane tisu<br />
femi: kurang dramatis<br />
femi: nek nganggo godong pring po godong gedang kan luwih dramatis<br />
hasbi: bener&#8230;.<br />
femi: uwis ah<br />
hasbi: sik ah&#8230;.arep nulis analisis buat halaman satu koran&#8230;<br />
hasbi is typing&#8230;<br />
hasbi: BTW. Bener, ya, kata pepatah modern: Happiness is decision&#8230;<br />
femi: yaps<br />
femi: setuju</p>
<p>(catatan: terang saja, tokoh yang ada di sini hanya untuk lelucon saja.  tidak bermaksut menyinggung atau apapun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/11/15/mengunduh-kebahagiaan-kecil-dari-guyonan-aneka-mbelek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>soto satu setengah, tempe tujuh</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/18/soto-satu-setengah-tempe-tujuh/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/18/soto-satu-setengah-tempe-tujuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 10:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[soto]]></category>
		<category><![CDATA[soto lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[umbulharjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6079</guid>
		<description><![CDATA[soto lamongan racikan cak sodik dan cak ngun adalah favorit saya. letaknya ada di seberang terminal lawas umbulharjo, jogja. soto lamongan, kuning, tanpa koya yang jamak saya jumpai di soto-soto lamongan lainnya, irisan dagingnya tebal, dengan tambahan tempe goreng yang tebal, dan garing. kuahnya gurih segurih-gurihnya soto. oouch! dan saya memesan satu soto; sembari mengudap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>soto lamongan racikan cak sodik dan cak ngun adalah favorit saya.</p>
<p>letaknya ada di seberang terminal lawas umbulharjo, jogja. soto lamongan, kuning, tanpa koya yang jamak saya jumpai di soto-soto lamongan lainnya, irisan dagingnya tebal, dengan tambahan tempe goreng yang tebal, dan garing. kuahnya gurih segurih-gurihnya soto.</p>
<p>oouch!</p>
<p>dan saya memesan satu soto; sembari mengudap tempe goreng garing nan tebal. kurang, saya menambah setengah soto lagi, plus irisan iso, dan masih terus mengudap tempe goreng garing nan tebal.</p>
<p>&#8220;sampun pak &#8230; sotonya satu setengah, dan tempenya tujuh &#8230; &#8221; kata saya. ujung bibir cak sodik sudah sedikit tertarik ke atas; namun ia menahannya; barangkali agar tak terlalu terlihat mengejek saya.</p>
<p>&#8220;hahaha &#8230; iya pak, sotonya satu setengah, tempenya tujuh &#8230;&#8221; saya mengulang kembali sambil tertawa, membuatnya lepas tertawa.</p>
<p>ya ya. sepanjang tahun ini saya tak mampir di warung soto ini. jadi, wajar saja to bila saya merapelnya sekaligus. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/18/soto-satu-setengah-tempe-tujuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mendoan barito dan kenangan yang menggudang</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/06/09/mendoan-barito-dan-kenangan-yang-menggudang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/06/09/mendoan-barito-dan-kenangan-yang-menggudang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 17:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[barito]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mendoan]]></category>
		<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5780</guid>
		<description><![CDATA[di seberang bubur ayam barito, mendoan mencatatkan segudang kenangan. tentu saja, dengan sejumlah kolega dekat. ah, tak terhitung banyaknya. memesan mendoan lima ribu, menunggu dengan sabar sembari  menikmati pemandangan di sekitar, dan sesudahnya menyantapnya dengan riang. si mas penjualnya juga terlihat cihuy. dandannya tak kalah necis dengan ABG jaman sekarang. sneakers, colorful t-shirt dan topi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img576.imageshack.us/i/ngeduk.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img576.imageshack.us/img576/8586/ngeduk.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">mengundang ingatan</p></div>
<p>di seberang bubur ayam barito, mendoan mencatatkan segudang kenangan.</p>
<p>tentu saja, dengan sejumlah kolega dekat. ah, tak terhitung banyaknya. memesan mendoan lima ribu, menunggu dengan sabar sembari  menikmati pemandangan di sekitar, dan sesudahnya menyantapnya dengan riang.</p>
<p>si mas penjualnya juga terlihat cihuy. dandannya tak kalah necis  dengan ABG jaman sekarang. sneakers, colorful t-shirt dan topi. tak  heran, saban bertandang ke sana dan berpakaian apa adanya, sering keki  sendiri dengan dandanan si mas penjualnya. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>di sebuah sore, sigit menjemput. kami bertemu janji untuk mengunjungi mendoan barito. di sore yang lain, saya juga punya janji kecil dengan xaxa. saat bola raksasa mulai tenggelam di lain hari, mendoan ini saya lahap dengan si soe. gerimis hujan yang merintik juga menyeret saya ke barito dengan abang, atau juga mbakyu.</p>
<p>aih.</p>
<p>&#8220;gimana, mau mendoan barito?&#8221; tawar abang, semalam, sambil tersenyum mengundang ingatan. ya, ya, ya. saya tahu persis, kami sama-sama mengeduk ingatan pada sebuah malam yang membawa kami ke mendoan barito; dan sesudahnya mencuatlah ujaran, &#8220;dulu mbakyumu sering bawa ini &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>dan lagi, kami menggelak semalam. tanpa harus secara verbal menegaskan memorinya yang tetap saja tertinggal.</p>
<p>ya, mendoan barito, dan kenangan yang menggudang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/06/09/mendoan-barito-dan-kenangan-yang-menggudang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menantang gurita sawah resto</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/03/06/menantang-gurita-sawah-resto/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/03/06/menantang-gurita-sawah-resto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 16:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[gurita]]></category>
		<category><![CDATA[gurita cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah resto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5485</guid>
		<description><![CDATA[saya engga pernah membayangkan makan gurita. rasanya &#8230; mmm &#8230; yacks! tapi saya pernah menjajal sekali setelah &#8216;tertipu&#8217; oleh cihuy nya foto di sushi tei. hehehe &#8230; ya, baby gurita kalau engga salah ingat namanya. dan saat menelannya, saya dan yusri, kolega saya, harus buru-buru menggelontorinya dengan air. membayangkan guritanya gitu lo &#8230; engga nahan! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img704.imageshack.us/i/gurita.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img704.imageshack.us/img704/363/gurita.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">gurita rica</p></div>
<p>saya engga pernah membayangkan makan gurita. rasanya &#8230; mmm &#8230; yacks!</p>
<p>tapi saya pernah menjajal sekali setelah &#8216;tertipu&#8217; oleh cihuy nya foto di sushi tei. hehehe &#8230; ya, baby gurita kalau engga salah ingat namanya. dan saat menelannya, saya dan yusri, kolega saya, harus buru-buru menggelontorinya dengan air. membayangkan guritanya gitu lo &#8230; engga nahan!</p>
<p>tapi, rupanya agak lain dengan gurita yang ini. gurita saus tiram maupun gurita woku dan gurita rica yang bisa dinikmati di Sawah Resto di Jogjakarta. nendangnya ampyun-ampyun! untungnya Sawah Resto sudah mengolahnya menjadi bentuk irisan berbentuk dadu sehingga tidak mengejutkan saat terpajang diatas meja. tapi, tentakel yang melekat pada gurita tetap dibiarkan begitu saja. lihat saja tekstur yang mencuat dari balik rempah-rempah gurita woku di Sawah Resto.</p>
<p>woku memang jamak digunakan untuk memasak seafood. tak hanya gurita, di Sawah Resto pun tersaji kepiting woku  belanga yang juga diolah dengan bumbu-bumbu masakan Minahasa yang memamerkan aroma sedap pandan, kemangi dan sereh.</p>
<p>dari namanya, yaitu woku belanga, sudah ketahuan gurita dan kepiting di Sawah Resto dimasak di belanga alias panci. dus, gurita dan kepiting belanga ini berkuah pedas nan segar lantaran kekayaan rempah-rempah yang menyurungnya. misalnya saja, rajangan kasar batang dan daun bawang, sobekan daun kunyit, daun jeruk, daun kemangi. tentu saja, plus rempah rahasia dari sang koki.</p>
<p>pilihan lainnya, gurita maupun kepiting rica atau rica-rica. tahu sendiri, rica atau rica-rica berarti cabe atau lombok. bumbu rica terbilang minimalis. hanya gilingan cabe merah dan cabe rawit, bawang putih dan  bawang merah, ditambah sedikit minyak dan kucuran perasan lemon cui. saat bumbu ini dilekatkan pada gurita maupun kepiting, <em>Pidis!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/03/06/menantang-gurita-sawah-resto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gudeg wijilan, dan perbincangan yang hangat</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/12/26/gudeg-wijilan-dan-perbincangan-yang-hangat/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/12/26/gudeg-wijilan-dan-perbincangan-yang-hangat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 14:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[gudeg]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[wijilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=4981</guid>
		<description><![CDATA[pagi-pagi, si akang sudah menjemput untuk sarapan gudeg di wijilan. dan whuzzzzz &#8230; kami melesat menyambangi warung gudeg yang sarat oleh penyuka gudeg dan pencicip gudeg.  lesehan di amben bambum, kami memesan menu yang sama: nasi gudeg komplit! kelezatan gudeg jogja memang engga bisa diangkut dari gudeg di jakarta atau belahan lain di indonesia. gudeg, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><img src="http://img685.imageshack.us/img685/3995/gudeg.jpg" alt="gudeg jogja memang oye!" width="320" height="245" /><p class="wp-caption-text">gudeg jogja memang oye!</p></div>
<p>pagi-pagi, si akang sudah menjemput untuk sarapan gudeg di wijilan.</p>
<p>dan whuzzzzz &#8230; kami melesat menyambangi warung gudeg yang sarat oleh penyuka gudeg dan pencicip gudeg.  lesehan di amben bambum, kami memesan menu yang sama: nasi gudeg komplit! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kelezatan gudeg jogja memang engga bisa diangkut dari gudeg di jakarta atau belahan lain di indonesia. gudeg, ya hanya di jogja.</p>
<p>tapi bisa jadi gudeg ini menjadi lebih enak karena teman makan yang menyenangkan dan perbincangan yang seru. mulai dari menggosipkan teman, membagi cerita tentang keluarga, hingga merangkai puzzle masa depan *wuih, yang terakhir istilahnyeee &#8230;* tapi ya memang begitu itu adanya.</p>
<p>seporsi gudeg sudah habis, ditambah seteko teh poci, duh, nyamleng bener.</p>
<p>dan kami menggelak untuk hal-hal yang memang layak ditertawakan. saling pamer produk <em>apple, </em>mm &#8230;. buktinya gudeg ini engga berkurang kenyamlengannya.</p>
<p>manis gudegnya. krecek yang sedikit pedas (nyaris engga berasa pedas). areh yang mlekoh dan gurih. mm &#8230;</p>
<p>ya, gudeg jogja memang oye. engga bisa diangkut dari permata hijau di jakarta. sumpah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/12/26/gudeg-wijilan-dan-perbincangan-yang-hangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

