kangen sushi, rindu kamu

Comments Off

oishii ...

makan sushi tak ubahnya seperti mengumpulkan energi yang hilang.

tapi kali ini bukan hanya makan sushi, tetapi juga meninggalkan jejaknya di koran di pabrik kata-kata.  dan ada cuilan harap, semoga rindu yang pongah ini terkikis. semoga ada tumpukan energi yang menggeliatkan hidup di depan sana.

tapi sushi bukan hanya shoyu, itamae, atau wasabi.

sushi adalah kenangan tentang gedung tertinggi di jakarta yang saya injak dengan lelaki berpjamas kotak-kotak merah itu. selebihnya, sushi adalah gelak yang kami ronce seiring dengan matahari yang mulai menenggelamkan langit terang jakarta.

nyatanya, tak mudah untuk membikin paragraf pertama. karena tentang sushi adalah tentang lelaki yang menghujani telepon cinta di ujung minggu.

satu, dua, tiga jam berlalu.

serpihan raga ini seolah kembali. lewat jemari yang menari diatas keyboard; mencoba menggudangkan kembali cuilan memori yang tercerai-berai.

ya, belakangan hidup menggelinding, ya menggelinding begitu saja. ujung bibir ini tertarik keatas, ya tertarik begitu saja. dan ujung minggu terlewatkan dengan adem, tanpa telepon cinta dari lelaki dengan gelak yang menyenangkan itu.

dan kesibukan menenggelamkan saya; hingga dua tahun berlalu.

sushi; dan gumpalan energi itu sepertinya kembali.

pontang-panting patah-pinggang

Comments Off

OMG!

saya tak pernah se-hectic ini. sumpah.

aktivitas di pabrik kata-kata ini selalu dimulai dengan menenggelamkan diri pada editing berita online, memutuskan headline terbaik dan menggunting sisi kanan dan kiri foto. selebihmya, secangkir kopi susu hangat dan pukis menjadi pasangan serasi memulai hari.

sesudahnya, saya harus menggeret trolley, menadah belanjaan berita dari kolega di pabrik ini. menggabungkan jadi satu belanjaan sawit, kopi, kakao dan kedelai; menggabungkan jadi satu belanjaan soal listrik, ekspor dan mimpi pemerintah; menggabungkan jadi satu belanjaan soal penerbangan, persepatuan dan juga persusuan.

sembari membincangkan ini-itu, saya mulai mengunggahkan berita-berita online kembali, dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. ya, bahkan blogging pun tak lagi sempat. browsing di sejumlah situs berita pun tak lagi bisa. bukaan saya kembali sama dengan kemarin-kemarin:  TOP AGR bloomberg. oouch!

dan saya harus kaku meratapi layar datar dell widescreen, melesakkan diri dalam editing berita cetak. mengkonfirmasi ini-itu, menambal sulam tulisan dan memburu riset di gudang data.

telepon mendering, mendering, mendering. saya berharap bisa menyumpal kuping dan membungkam suara telepon itu.

saya pulang larut saban malam; dan patah pinggang.

acara membanting telepon

Comments Off

membikin alek bungkam

belakangan, membanting telepon menjadi aktivitas yang menyenangkan. *whoops*

bukan, bukan. kalau ada pilihan lain untuk tidak membanting telepon, tentu saja saya akan melakukannya. hanya saja, rasa letih yang amat sangat dan juga tumpukan pekerjaan yang menggelayut benak. duh!

usai menyumpal kuping, maka saya membanting telepon. sebentar mengurai kesal dan mencoba meraup energi yang tersisa.

alek hanya diam, mencoba mengerti darah yang menggejolak akibat tenggat yang tinggal sebentar lagi. *terimakasih alek, untuk mengerti betapa tangan ini hanya dua, kuping ini hanya dua sementara pekerjaan menggunung!*

saya capek.

deg-degan setiap hari jumat

Comments Off

gilingan ...

andai saja semua menggelinding tanpa kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan akan deadline yang bakal terlewatkan! *sigh!*

tapi saya tetap mensyukurinya; menysukuri waktu yang menggelinding cepat, singkat dan seperti berlari sangat kencang!

dan setiap jumat kekhawatiran itu selalu sama: jam berapa tulisan selesai? jam berapa semua beres? ada bahan yang kurang? bantuan apa yang kamu butuhkan dari saya?

oouch!

bukan, bukan. saya tidak terburu-buru untuk bergumbira di ujung minggu.ini masih ada di working-hour-zone. jadi … humpffh!

harusnya saya tak punya perasaan seperti ini. mempercayai kolega, adalah hal terpenting dalam rangkaian kerja. hanya saja, melihat tulisan belum menggudang di kotak email, rasanya belum lega. payahnya, perasaan ini selalu sama setiap jumat.

saya yakin mereka bisa mengerjakannya. ya, saya sangat yakin itu. tapi, memiliki kecemasan seperti ini nyatanya sangat tidak enak!

mimpi iPad

Comments Off

bukan mimpi basah

mimpi basah? itu mah sudah biasa. yang engga biasa adalah mimpi iPad.

hew! tapi beberapa kolega saya juga memimpikan iPad. dus, bukan hanya saja saja yang menginginkan teknologi anyar dari apple ini. “gimana, kok ulang tahunmu sama dengan dirilisnya iPad …?” sergah esti, kakak saya. :)

dari AFP, saya membaca hari ini tak kurang dari 300.000 iPad ludes di pasaran AS pada penjualan hari pertama. angka penjualan itu termasuk pengiriman pre-order sekaligus pembelian di gerai-gerai apple.

selebihnya, para user sudah mengunduh lebih dari 1 juta aplikasi dari App Store dan lebih dari 250.000 ebook dari iBookstore.

tak sabar saya menimangnya. tak sabar saya menyentuhnya.

sejumlah kontroversi tentang kesukaan dan ketidaksukaan produk apple ini juga sudah mulai dikoarkan oleh para blogger di belahan dunia bagian barat sana.

ya, saya sabar menanti. :)