<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Femi Adi Soempeno &#187; patah hati</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/patah-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 09:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>dua agama, satu cinta</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 11:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6838</guid>
		<description><![CDATA[perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama. sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama. saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama.</p>
<p>sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama.</p>
<p>saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si ini. si itu. si ini. si itu.</p>
<p>agen asuransi saya bercerita tentang kehidupannya yang harmonis: dia hidup dengan lelaki yang berbeda agama dengannya.  &#8220;kami bikin perjanjian fem.  kalau dia mau agama anak kami ikut dia, ya dia harus konsisten untuk ngajarin agamanya pada anak kami, dan begitu juga sebaliknya,&#8221; katanya. mereka menikah di paramadina.</p>
<p>kolega saya juga menikah dengan cara  yang unik. demi menjaga wasiat orang tua yang anaknya harus menikah dengan cara muslim, maka yang non-muslim pun hijrah ke muslim. sesudahnya, keduanya kembali menjalani hidup dengan agama masing-masing.</p>
<p>teman saya yang lain justru `abangan&#8217;. dia bisa menikahi siapa saja, agama apa saja.</p>
<p>kerabat saya tengah menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang beda agama. tarik ulur siapa yang pindah agama apa pun terus terjadi. keduanya kuat, keduanya taat.</p>
<p>apakah Tuhan pernah jatuh cinta?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jenuh di jakarta?</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/10/jenuh-di-jakarta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/10/jenuh-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 11:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[bekas pacar]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6533</guid>
		<description><![CDATA[mendadak seorang bekas pacar bertanya pada saya, pagi ini: &#8221; apakah kamu pernah mengalami kejenuhan hidup di jakarta?&#8221; dan saya menggeleng. sesudahnya, saya terus memikirkan pertanyaan itu, dan juga jawaban cepat saya yang menegaskan bahwa saya tak menemukan kejenuhan hidup di belantara beton dan keriuhan klakson. mungkin jawaban saya itu bohong. sial. masa sih saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mendadak seorang bekas pacar bertanya pada saya, pagi ini: &#8221; apakah kamu pernah mengalami kejenuhan hidup di jakarta?&#8221;</p>
<p>dan saya menggeleng.</p>
<p>sesudahnya, saya terus memikirkan pertanyaan itu, dan juga jawaban cepat saya yang menegaskan bahwa saya tak menemukan kejenuhan hidup di belantara beton dan keriuhan klakson.</p>
<p>mungkin jawaban saya itu bohong. sial.</p>
<p>masa sih saya tidak menemukan kejenuhan hidup di jakarta. meninggalkan rumah jam 7pagi, atau 7.15 pagi, atau jam 7.30 pagi. pulang sekitar jam 7malam, atau jam 8malam. begitu setiap hari.</p>
<p>dan weekend, saya menghabiskan hari untuk berbaring di ranjang. mandi sesukanya. makan sekenanya. berpakaian seadanya. selebihnya, keluar untuk cari udara segar.</p>
<p>dan sesungguhnya saya bosan. tidak ada hal baru dalam hidup saya kecuali pertemuan kecil dengan kerabat yang membikin hati saya bergetar; atau</p>
<p>tapi bosan dan jenuh, sama atau tidak ya?</p>
<p>hanya saja, saya bersyukur, masih dikelilingi oleh orang-orang yang begitu baik mengerubungi saya. menemani saya makan. menjadi lawan berbincang.</p>
<p>dan juga, menjadi teman tidur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/10/jenuh-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ibaraki, dan gadis jepang yang duduk bersisisan sepanjang malam</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/12/09/ibaraki-dan-gadis-jepang-yang-duduk-bersisisan-sepanjang-malam/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/12/09/ibaraki-dan-gadis-jepang-yang-duduk-bersisisan-sepanjang-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 03:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[tokiko onose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6252</guid>
		<description><![CDATA[gajayana mengusung saya dari jogja ke jakarta. selalu seperti ini. ya, dengan gajayana. kereta ini lebih asik ketimbang taksaka maupun argolawu, meskipun saat melesak ke dalamnya, harus mengusir satu dua orang yang sebentar menyabotase kursi penumpang dari jogja. tapi apapun itu, saya harus berterimakasih pada gajayana. tahu kenapa? karena gajayana membikin saya tinggal lebih lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>gajayana mengusung saya dari jogja ke jakarta.</p>
<p>selalu seperti ini. ya, dengan gajayana. kereta ini lebih asik ketimbang taksaka maupun argolawu, meskipun saat melesak ke dalamnya, harus mengusir satu dua orang yang sebentar menyabotase kursi penumpang dari jogja.</p>
<p>tapi apapun itu, saya harus berterimakasih pada gajayana. tahu kenapa? karena gajayana membikin saya tinggal lebih lama di jogja; empat atau lima jam lebih lama ketimbang argolawu maupun taksaka.</p>
<p>dan orang yang duduk di sebelah saya, adalah seorang perempuan jepang. relawan erupsi merapi; yang hendak bertolak ke papua.</p>
<p>kami tak banyak bicara. selain sudah tengah malam sejak keberangkatan dari jogja, saya memilih untuk menyibukkan diri dengan transkrip wawancara. perempuan itu juga memilih diam, tak membuka pembicaraan.</p>
<p>dia hanya bilang bahwa dia ini mahasiswa S2 di Jepang; belajar soal konflik sosial. &#8220;sesungguhnya tak banyak yang bisa dipelajari soal konflik bila kuliah di Jepang. di Indonesia, barngkali lebih baik,&#8221; katanya. ya, memang benar begitu. Indonesia lebih punya banyak contoh kasus konflik sosial.</p>
<p>dlam pembicaraan singkat itu, saya menyebutkan kota Ibaraki, di Jepang. &#8220;Ibaraki tidak jauh dari Tokyo. yay, itu tempat yang bagus dan menyenangkan untuk tinggal &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>humh. ibaraki. lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah. apa kabar?</p>
<p>&#8230;</p>
<p>pagi hari, saya bangun dengan hati berantakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/12/09/ibaraki-dan-gadis-jepang-yang-duduk-bersisisan-sepanjang-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>memilih diam, memilih bungkam</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/10/memilih-diam-memilih-bungkam/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/10/memilih-diam-memilih-bungkam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 11:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[ibaraki]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6034</guid>
		<description><![CDATA[terdiam, kami duduk berdua. dan anyep. tak banyak yang bisa kami urai selain ke-diam-an dan ke-anyep-an yang membikin hati kami meranggas. dan yang membikin kami terlihat &#8216;hidup&#8217; adalah tumpukan pekerjaan, sapa hangat teman-teman, dan juga ritme kehidupan. pagi menuju malam, malam menuju pagi. dan kami kian menjarak. lagi, lagi, lagi dan lagi. saya hanya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img297.imageshack.us/i/moodf.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img297.imageshack.us/img297/2694/moodf.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">anyep</p></div>
<p>terdiam, kami duduk berdua.</p>
<p>dan anyep. tak banyak yang bisa kami urai selain ke-diam-an dan ke-anyep-an yang membikin hati kami meranggas.</p>
<p>dan yang membikin kami terlihat &#8216;hidup&#8217; adalah tumpukan pekerjaan, sapa hangat teman-teman, dan juga ritme kehidupan. pagi menuju malam, malam menuju pagi.</p>
<p>dan kami kian menjarak. lagi, lagi, lagi dan lagi.</p>
<p>saya hanya bisa tersenyum getir. pun laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah itu. tak ada jemari yang menggerak diatas papan kunci. tak ada janji temu di awal minggu melalui serat-serat fiber optik.</p>
<p>dan lagi, kami terdiam, duduk berdua.</p>
<p>ego kami sudah meluruh, sejak dua tahun silam. segudang permakluman, pengertian, penerimaan-yang-begitu-besar, rasa hangat dan tumpukan rindu itu pun kami kangkangi. oversuplai, kami saling menggerojokkan rasa cinta. tidak, tidak, kami memang tidak ingin membaginya untuk yang lain. stok ini memang hanya antara saya dan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah itu.</p>
<p>saat ini lebih baik diam, dan bungkam. bukan hanya saya, tetapi juga dia.</p>
<p>kami mencoba mengurai enam tahun yang kami cecap. bersama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/10/memilih-diam-memilih-bungkam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>maaf, saya sudah berpikir negatif</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/06/maaf-saya-sudah-berpikir-negatif/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/06/maaf-saya-sudah-berpikir-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2010 14:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[tokiko onose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6012</guid>
		<description><![CDATA[maafkan saya. ya, maafkan saya. sudah terlalu nyinyir dengan permintaan menelpon ke nomer yang biasa ditelepon. sudah terlalu emosi lantaran lama tak dapat kabar. sudah terlalu menumpuk energi negatif. saya tak bisa menutupi ini semua. kekesalan, kejengkelan, rasa sedih, dan rindu yang amat sangat. celakanya, kabar tak juga datang menghampiri. yang ada hanyalah adanya permintaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img828.imageshack.us/i/negative.jpg/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" title="image courtesy: tumblr" src="http://img828.imageshack.us/img828/4219/negative.jpg" border="0" alt="" width="263" height="320" /></a></p>
<p>maafkan saya. ya, maafkan saya.</p>
<p>sudah terlalu nyinyir dengan permintaan menelpon ke nomer yang biasa ditelepon. sudah terlalu emosi lantaran lama tak dapat kabar. sudah terlalu menumpuk energi negatif.</p>
<p>saya tak bisa menutupi ini semua. kekesalan, kejengkelan, rasa sedih, dan rindu yang amat sangat. celakanya, kabar tak juga datang menghampiri. yang ada hanyalah adanya permintaan ini itu di saat yang tidak tepat!</p>
<p>&#8220;tempo hari telepon rusak, baru diganti &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>sorry for being negative; meski sesungguhnya saya tak sungguh kesal dengan keadaan yang belakangan menghampiri.</p>
<p>hanya setumpuk rindu. hanya setumpuk kangen. selebihnya, waktu dan aktivitas yang kian menjarak.</p>
<p>semoga semuanya menjadi lebih baik. relasi ini. bukankah jejalin ini sudah terbangun sejak enam tahun silam?</p>
<p>maafkan saya. ya, maafkan saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/06/maaf-saya-sudah-berpikir-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bagaimana kabar hatimu?</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/02/13/bagaimana-kabar-hatimu/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/02/13/bagaimana-kabar-hatimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 03:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5232</guid>
		<description><![CDATA[pertanyaan itu menguar begitu saja: bagaimana kabar hatimu? dan jawabannya sederhana, simpel, tapi nggerus ati: dempil. ya, patah hati memang selalu begitu rasanya.   dan patah hati menjelang hari valentine begini, rasanya memang engga cukup signifikan. tapi, kalau memang harus begitu, ya bagaimana lagi? kecuali bisa memilih untuk tidak patah hati pada momen-momen hari kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img709.imageshack.us/i/2596261434144c312511.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img709.imageshack.us/img709/6295/2596261434144c312511.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">so sorry to hear that!</p></div>
<p>pertanyaan itu menguar begitu saja: bagaimana kabar hatimu? dan jawabannya sederhana, simpel, tapi <em>nggerus ati</em>: dempil.</p>
<p>ya, patah hati memang selalu begitu rasanya. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   dan patah hati menjelang hari valentine begini, rasanya memang engga cukup signifikan. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tapi, kalau memang harus begitu, ya bagaimana lagi? kecuali bisa memilih untuk tidak patah hati pada momen-momen hari kasih sayang. jadi, yang bisa dilakukan saat ini adalah mencintai diri sendiri sembari menata hati.</p>
<p>setidaknya, pelajaran berharga sudah dikantongi: kesetiaan, kejujuran. that&#8217;s life lessons. dan setiap orang pasti memiliki masa untuk mengunduh pelajaran itu. tak harus dengan pasangan, tetapi juga dengan keluarga, dan juga sahabat.</p>
<p>hati yang dempil itu kemungkinan akan makan waktu untuk menumbuh dan merekat kembali menjadi utuh. tapi, ya nikmatilah gelindingan waktu untuk merekatkan hati yang dempil itu. sering kali, kesibukan dan aktivitas justru menjadi lem ampuh untuk itu.</p>
<p>dan yakin, pasti ada rencana indah dibalik ini semua! <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>(ps: postingan ini ini buat adikku yang lagi dempil hatinya)</em></p>
<p><em>image courtesy: <a href="http://www.flickr.com/photos/27256614@N08/2596261434/" target="_blank">flickr</a></em></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px;">http://www.flickr.com/photos/27256614@N08/2596261434/</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/02/13/bagaimana-kabar-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kamar 331, hotel ambacang padang</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/10/05/kamar-331-hotel-ambacang-padang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/10/05/kamar-331-hotel-ambacang-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 15:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[asupan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[ambacang]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[hotel ambacang]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sumatra barat]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=3885</guid>
		<description><![CDATA[entah, berapa kali saya memutar video pendek mengenai detik-detik runtuhnya hotel ambacang, rabu pekan lalu. sementara, di sudut dinding ruang mungil di rumah sewa saya, tergantung tag yang tahun lalu tertempel dengan gagahnya di tas sepeda lipat saya. yaitu tag ambacang, kamar 331, bersama dengan tag pesawat garuda &#8212;untuk sepeda saya&#8212; yang saya tumpangi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>entah, berapa kali saya memutar <a href="http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/10/05/91617/Detik-detik-Ambruknya-Hotel-Ambacang-Padang" target="_blank">video pendek mengenai detik-detik runtuhnya hotel ambacang</a>, rabu pekan lalu.</p>
<p>sementara, di sudut dinding ruang mungil di rumah sewa saya, tergantung tag yang tahun lalu tertempel dengan gagahnya di tas sepeda lipat saya. yaitu tag ambacang, kamar 331, bersama dengan tag pesawat garuda &#8212;untuk sepeda saya&#8212; yang saya tumpangi dari padang ke jakarta.</p>
<p>dan saya tetap membelalak untuk memanggil ingatan saya tentang lorong itu. tentang lobi itu. tentang lift itu.</p>
<p>tahun silam. dan lewat dari setahun sudah.</p>
<p>saya datang hanya dengan mengusung dua tas besar. satu tas travel bag berisi pakaian, buah tangan dan juga perkakas sepeda. selebihnya adalah bungkusan besar hitam berisi sepeda lipat. uda yang berada di front office pun menggiring tas saya ke kamar 331, kamar yang dipilihnya setelah pemesanan saya jauh-jauh hari sebelum saya menjejakkan kaki ke tanah minang.</p>
<p>front office itu. saya sering menyambangi uda yang berjaga, sekadar memastikan perjalanan saya yang tanpa tujuan di kota padang. melancong ke kawasan pecinan. mencicipi rendang padang. berpotret di pantai padang. sejenak melamun di jembatan siti nurbaya. bersujud syukur di katedral padang.</p>
<p>lift dan lorong itu. kami bertautan hangat. untuk mengantarnya sebentar keluar. untuk mengamitnya erat. untuk membikin temu janji di lain waktu. saya mencandanya; padanya saya bilang, saya seperti berjalan bersama om-om. hingga tangan ini melambai pada pagi, mengucap selamat jalan padanya. dan saya harus kembali ke front office, karena kunci kamar saya tertinggal di kendaraannya.</p>
<p>dan kini saya harus mengasup <a href="http://www.google.co.id/search?q=ambacang%2Bgempa%2Bpadang&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a" target="_blank">berita yang mengerikan tentang padang dengan ratsan nyawa yang melayang dan ribuan orang yang kehilangan tempat berteduh. tentang ambacang dengan ratusan korban tertimbun dibawahnya. </a></p>
<p>buru-buru saya menutup komputer jinjing ini. memilih untuk tidur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/10/05/kamar-331-hotel-ambacang-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menimang bingkisan CD usang</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/07/20/menimang-bingkisan-cd-usang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/07/20/menimang-bingkisan-cd-usang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 10:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[asupan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1985</guid>
		<description><![CDATA[usang. saya menimang setumpuk cd dengan kenangan usang. cd kla project. dan, hati saya tak menggetar. saya mengecek semuanya, satu per satu. yaps, asli. baru. licin. kotak transparan dengan kepingan pipih dan balutan sampul cd citarasa lawas itu baru dibukus dari gerai. mungkin di jakarta, mungkin di jogja, mungkin di bandung, mungkin di entah-di-gerai-manapun. tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>usang.</p>
<p>saya menimang setumpuk cd dengan kenangan usang. cd kla project. dan, hati saya tak menggetar.</p>
<p>saya mengecek semuanya, satu per satu. yaps, asli. baru. licin. kotak transparan dengan kepingan pipih dan balutan sampul cd citarasa lawas itu baru dibukus dari gerai. mungkin di jakarta, mungkin di jogja, mungkin di bandung, mungkin di entah-di-gerai-manapun.</p>
<p>tak ada pesan disana.</p>
<p>di bungkusnya, hanya tertera nama saya. alamat yang dituju. tanpa alamat pengirim. ada sobekan kecil bekas pengait yang menandai paket ini adalah dikirim dengan menggunakan jasa kurir. tapi karena bukan saya yang menerima, bisa dipastikan saya tak tahu bagaimana mengeceknya.</p>
<p>saya hanya tertegun menerimanya. sama sekali tak ada catatan apapun yang bisa menandai si pengirim cd ini.</p>
<p>mungkin lupa; atau mungkin sengaja tidak membubuhi dengan lembaran kertas yang sarat dengan kecupan tengah hari maupun  guratan sidik jari. tak membekas. pun, tak ada wewangian kenzo, calvin klein atau sejenisnya di amplopnya.</p>
<p>baik hati sekali dia, membungkus semua kepingan cd milik kla project. saya berani bertaruh, tak cukup satu gerai untuk mendapatkan semua koleksi ini. bisa jadi empat atau lima, bahkan enam gerai harus dia jelajahi untuk membuatnya menjadi lengkap, genap, utuh; sekaligus menyejarah.</p>
<p>padahal di ujung ruangan, saya siap membuang tumpukan kaset sejenis; gulungan pita yang merekam uaran kla project. teknologi sudah berganti. masa pun sudah berlalu. kaset-kaset yang terbungkus plastik transparan dengan kenangan usang; siap diangkut, dan dibuang.</p>
<p>dan saya harus menghadapi setumpuk yang lain. yang sama. kla project.</p>
<p>saya membungkusnya kembali. dan meletakkan begitu saja di sisi plastik transparan yang membalut teknologi dan kenangan lawas.</p>
<p><em>(untuk kamu yang mengirimkan cd kla project, terima kasih banyak. kamu begitu repotnya menyambangi satu gerai ke gerai yang lain untuk menggenapi koleksi cd saya. cd dengan lagu-lagu yang menggunungkan kenangan. menumpukkan angan. dan menerbangkan asa. tapi saya tak membutuhkannya lagi. sungguh. saya tak membutuhkannya lagi. ya, ya, sesekali saya masih mendendangkannya. ringan. tanpa kenangan. tanpa getir. mendendang begitu saja. anyway, terimakasih.)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/07/20/menimang-bingkisan-cd-usang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>energi amarah dan gelindingan csl</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/07/07/energi-amarah-dan-gelindingan-csl/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/07/07/energi-amarah-dan-gelindingan-csl/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 15:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cipinang]]></category>
		<category><![CDATA[curve sl]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[esti]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[folding bike]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatinegara]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[mas offy]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1945</guid>
		<description><![CDATA[lama tak menjejakkan kaki ke pedal dahon csl. saya pun menggelindingkan sepeda lipat ini ke cipinang jaya; menyambangi keluarga mas offy. pada mas offy, saya akan menitipkan beberapa barang untuk esti, kakak saya. 15.30 WIB, saya memulainya dari kebayoran lama-palmerah-pejompongan-manggarai-proklamasi-matraman-jatinegara-cipinang pukul 17.17 WIB. riang, saya menggowes pedal besi saya. matahari masih menggigit kulit saat saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama tak menjejakkan kaki ke pedal <a href="http://www.dahon.com/intl/curvexl.htm" target="_blank">dahon csl. </a></p>
<p>saya pun menggelindingkan sepeda lipat ini ke cipinang jaya; menyambangi keluarga mas offy. pada mas offy, saya akan menitipkan beberapa barang untuk esti, kakak saya.</p>
<p>15.30 WIB, saya memulainya dari kebayoran lama-palmerah-pejompongan-manggarai-proklamasi-matraman-jatinegara-cipinang pukul 17.17 WIB.</p>
<p>riang, saya menggowes pedal besi saya. matahari masih menggigit kulit saat saya harus membaur dengan injakan pedal gas kendaraan SUV, MPV, bus, bajaj, metromini dan juga roda dua. meski jam kerja belum usai, nyatanya jalanan tak menyusut kepadatannya.</p>
<p>berpeluh, saya melaju mendahului jejeran mercy, bmw, toyota, honda, ford, yang harus sabar mengantri di sepanjang aspalan yang memadat macet. ban mini 16&#8243; harus kencang menands lubang-lubang jalanan; mengisyaratkan bahwa saya harus pandai-pandai mencermati gerusan air dan terik yang mengikis aspal ibukota.</p>
<p>dalam perhentian akhir, saya berbincang dengan seorang teman melalui bb messanger. padanya saya mengabarkan, tumpukan energi ini kian menggunung. kesal, sedih, marah, rindu, sebal, cemburu, benci, kangen. padanya juga saya memamerkan, lebih dari energi amarah yang menggunung ini, saya <em>mancal cangkeme </em>blablabla hingga bisa menggelinding hingga ke cipinang.</p>
<p>&#8220;owh, rupanya masih ada yang dendam kesumat,&#8221; selorohnya. dan kami pun menggelak; bahwa energi amarah yang berlebih nyatanya bisa dikonversi untuk memberi tenaga pada sepeda yang bebas bahan bakar. yah, energi amarah inilah bahan bakarnya.</p>
<p>saya berharap sore tadi gerimis meluruhkan amarah saya ditengah jejakan pedal besi yang menyemangat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/07/07/energi-amarah-dan-gelindingan-csl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: sayangnya, bukan kami yang membikin ujung ceritanya</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 00:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bangsat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1920</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://femiadi.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1920">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1920" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/06/30/sayangnya-bukan-kami-yang-membikin-ujung-ceritanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menyimpan cemburu dalam kamar</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/06/23/menyimpan-cemburu-dalam-kamar/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/06/23/menyimpan-cemburu-dalam-kamar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 15:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1893</guid>
		<description><![CDATA[saya meminjam selarik kalimat franky sahilatua, &#8220;menyimpan cemburu dalam kamar &#8230;&#8221; ya, saya sudah menggudangkannya. setumpuk rasa cemburu yang saya simpan dan saya tata rapi. lihat saja di sudut kamar itu. ada setumpuk cemburu yang saya simpan rapi. tak banyak, namun cukup menggerus energi. entah, darimana saya mendapatkan rasa cemburu itu. sebentar, biar saya tengok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya meminjam selarik kalimat franky sahilatua, &#8220;menyimpan cemburu dalam kamar &#8230;&#8221;</p>
<p>ya, saya sudah menggudangkannya. setumpuk rasa cemburu yang saya simpan dan saya tata rapi. lihat saja di sudut kamar itu. ada setumpuk cemburu yang saya simpan rapi. tak banyak, namun cukup menggerus energi.</p>
<p>entah, darimana saya mendapatkan rasa cemburu itu. sebentar, biar saya tengok kembali gunungan cemburu itu.</p>
<p>mungkin dari suara bocah kecil di ujung telepon. bisa jadi juga, dari ponsel yang ditolak; emoh untuk mengangkat. juga, dari bualan manis yang membuai telinga ini dan sontak melumerkan semua kemarahan dan kekesalan. atau, dari perjalanan yang mendadak dibatalkan dan temu janji yang tak kunjung terpenuhi. ada juga dari kebohongan-kebohongan yang *diam-diam* saya mengetahuinya dan menyimpan rapat-rapat ke-tahu-an itu. dan juga, dari serakan catatan yang saya kumpulkan dari jejaring elektronik ini.</p>
<p>kecemasan, kekhawatiran, rasa takut kehilangan, terenda bersama dengan cemburu-cemburu-cemburu itu. dan saya hanya menumpuknya dengan rapi di sudut kamar.</p>
<p>saya berharap ada yang bersedia memungut rasa cemburu itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/06/23/menyimpan-cemburu-dalam-kamar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>telepon cinta</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/12/01/telepon-cinta-4/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/12/01/telepon-cinta-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 09:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[renanda]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kangen]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[telepon cinta]]></category>
		<category><![CDATA[tokiko onose]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[01/12 10.11a 01/12 10.13a 01/12 10.18a gara-garanya adalah tetangga kubikel yang mencuatkan pertanyaan soal berapa nilai yen terhadap rupiah. juga, nilai yen terhadap dolar AS. wah, saya jadi terusik oleh lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah. mendadak, saya jadi rindu padanya. mendadak, saya jadi ingin menelponnya. menelpon. tidak. menelpon. tidak. persis jam 10.11, saya menelponnya. dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img37.imageshack.us/i/ph3v.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img37.imageshack.us/img37/3295/ph3v.jpg" border="0" alt="" width="300" height="282" /></a><p class="wp-caption-text">hati saya selalu merah jambu</p></div>
<p>01/12 10.11a</p>
<p>01/12 10.13a</p>
<p>01/12 10.18a</p>
<p>gara-garanya adalah <a href="http://dengkulis.wordpress.com" target="_blank">tetangga kubikel</a> yang mencuatkan pertanyaan soal berapa nilai yen terhadap rupiah. juga, nilai yen terhadap dolar AS. wah, saya jadi terusik oleh lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah. mendadak, saya jadi rindu padanya. mendadak, saya jadi ingin menelponnya.</p>
<p>menelpon. tidak. menelpon. tidak.</p>
<p>persis jam 10.11, saya menelponnya. dan oops, secepat kilat saya mematikan ponsel saya. harusnya saya tak menelponnya. bukankah laki-laki yang senyumnya seringan kapas ini melarang saya menelponnya? yah. saya tak boleh menelponnya.</p>
<p>hanya saja, tetangga kubikel yang satu itu makin heboh saja bertanya tentang yen. cilaka. saya jadi ingin menelponnya kembali.</p>
<p>dan saya menelponnya kembali. persis jam 10.13. tapi, kok tidak dijawab. setelah mendengarkan pesan singkat #$%6gT^75RvfTUGi(*76%$3uyhg&amp;6% dalam bahasa doraemon yang tak saya mengerti, saya meninggalkan pesan suara. itu juga setelah beberapa detik saya meminggirkan keraguan saya untuk meninggalkan jejak buatnya.</p>
<p>&#8220;hai, apa kabar? kamu baik-baik aja disana? bagaimana jepang? nggak kena PHK kan? jepang resesi &#8230; semoga kamu baik-baik aja. femi, jakarta.&#8221; klik. saya matikan, buru-buru.</p>
<p>sesungguhnya kekhawatiran yang terlalu berlebihan. ehm. barangkali, laki-laki yang membawa hangat di pagi hari di bulan januari 2008 ini tak semengerikan yang saya bayangkan. yah, saya mungkin terlalu berlebihan.</p>
<p>jantung saya berdegup dengan kencang. ya Tuhan, ada apa ini.</p>
<p>tak lama, ponsel saya berbunyi, dari +81 XXXXX uwh. kali ini saya tidak keliru!</p>
<p>dan kami berbincang, sebentar. dan saya menyambung dengan menelponnya kembali.</p>
<p>persis pukul 10.18, saya sungguh mulai menikmati kembali gelaknya, tawanya yang renyah, juga cerita yang terbagi sempurna.</p>
<p>kaki yang terbalut kaus kaki warna merah dan biru ini terus berjalan mengitari meja di ruang rapat. kami berbincang, dan bertukar rindu.</p>
<p>sedikit penyesalan, rasa kangen yang menumpuk, dan juga, mimpi yang tak pernah usai.</p>
<p>yah, 36:42 adalah waktu yang berharga, dan sangat membikin hati ini membuncah. saya bahagia meski separo hati saya mengatakan tak seharusnya saya menelponnya.</p>
<p>saya harus berterima kasih pada Si Pemilik Hidup. pagi yang basah di bulan desember, membawa saya kembali kepadanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/12/01/telepon-cinta-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

