May 28
Femi Adikubikel jakarta, KONTAN, liburan, plesiran, teman

males ahajakan itu datang jauh-jauh hari.
“ayo ikut ke pulau tidung … biar aku ada yang motret …” katanya. oouch! rupanya, ajakan itu tidak untuk membagi kegembiraan dan tidak datang dari tulusnya pertemanan. melainkan, permintaan untuk menggudangkan kegembiraannya. dem.
jadi inget yang dibilang lily allen … but all you do is take … :p saya pernah mengalami hal yang sama buruknya dengan ajakan itu, bahkan barangkali lebih buruk.
dalam perjalanan ke Potsdam, ibukota Branderburg yang letaknya tak jauh dari Berlin. saat itu, saya tak cukup cerdas mencium mimpi buruk itu karena saya tahu persis bahwa jalan-jalan bersama berarti mengunduh rasa penasaran dan rasa letih bersama-sama. selain itu, juga mengasup buncah kegembiraan atas kunjungan pertama ke kawasan itu.
kami berjalan beriringan, sekitar 12 orang. setiap orang dari kami mencoba memuaskan kesenangan dengan membikin podcast, audio, potret bahkan mengumpulkan catatan-catatan kecil. termasuk, saat tiga ekor sapi melintas di depan Neues Palais.
“femi, please take my pictures …” katanya. klik!
sesudahnya …. klik klik klik klik klik klik … hingga perjalanan usai. sementara, ia tak cukup punya keinginan untuk membantu memotret saya. owh, bahkan saya pun mual bila mengingatnya.
ah, saya capek menggudangkan keriangan orang lain; sementara itu keriangan saya terkikis. jadi, maaf ua, kali ini saya memilih untuk tidak ke pulau tidung. alasannya sederhana saja, karena ajakan yang sangat klise, “ayo ikut ke pulau tidung … biar aku ada yang motret …”
Apr 03
Femi Adifriends from heaven, isu indonesia, plesiran batu cinta, jalan-jalan, legenda, mitos, perjalanan, plesiran, pulau asmara, situ patenggang, situ patenggang bandung

yay! ekspedisi ke pulau asmara
“kita namai saja perjalanan kali ini: ekspedisi pulau asmara,” kata indah.
saya mengiyakan. nanik juga engga menolak.
dan jadilah perjalanan hari ini adalah ekspedisi pulau asmara. pada kenyataannya, dalam ekspedisi ini kami berperahu menuju pulau asmara untuk melihat batu cinta.
duh!
situ patenggang nyatanya memiliki ceritanya sendiri: sebuah cerita cinta dari seorang putra prabu dan titisan dewi yang terpisah dan saling mencari. akhirnya bertemu di sebuah tempat yang dinamakan batu cinta.
nah, menurut mitosnya, konon siapapun yang singgah ke Batu Cinta dan mengelilingi pulau asmara, maka akan mendapatkan cinta yang abadi. percaya? mm … apapun itu, amin amin amin aminnnn …
bersemangat, kami langsung nyengklak ke perahu yang kami sewa @Rp 20.000 *thanks to nanik* sayangnya, tak ada yang menutur tentang apa, siapa dan bagaimana batu cinta dan pulau asmara ini menjadi melegenda. pun mamang yang melajukan perahu kami, diam seribu bahasa. alhasil, turis-turis macam kami hanya jeprat-jepret sebagai bukti fisik “I’ve been there!”
siapa tahu, ini justru awal dari perjalanan kisah cinta yang kami miliki sendiri-sendiri.
Apr 02
Femi Adifriends from heaven, plesiran bandung, indah, jalan-jalan, plesiran, sahabat, teman

menyiapkan energi untuk piknik esok hari
biasanya, saya dan indah tidur larut saat malam pertama kami berjumpa.
ya, biasanya gosip seolah tumpah ruah di dalam ruangan yang hangat, dengan kringkelan selimut yang membalut tubuh kami. tetapi rasanya tidak untuk malam ini.
kami memilih untuk menundanya hingga besok pagi. “istirahat aja, besok harus bangun pagi. nggosyipnya besok aja!” begitu kami bersepakat.
dan kami sudah mendesain acara esok pagi: kawah putih di bandung selatan, acara makan-makan nan menyenangkan, bergosip tentang si anu dan si anu, hingga membagi mimpi. OMG!
hari ini sudah cukup. perjalanan dari jakarta ke bandung yang menyenangkan, memanjakan lidah di kartika sari dan juga es durian mang aip, belanja baju di FO yang parkirannya sarat dengan kendaraan pelat B, dan gigglebox yang engga enak.
ya, malam ini kami harus buru-buru tidur.
“besok harus pakai baju warna cerah, biar hasil potretnya bagus!” pesan indah. iya, iya. saya menyiapkan rok warna paling ngejreng yang saya punya.
Oct 23
Femi Adiragam cuatan bonn, cologne, femi, germany, jalan-jalan, jerman, koln, kolsch, plesiran, travelling
saya mengenakan kemeja dengan sopan, dan berbaris rapi di pelataran kedutaan besar jerman.
ya, saya memburu visa untuk kembali ke jerman, pertengahan bulan november depan. sebentar belajar tentang web 2.0. sembari mencicipi lezatnya Kölsch di Cologne yang pucat, top-fermented dan hanya bisa didapatkan di Cologne. urutan antrian sudah saya dapatkan; nomer 3. yups, bukan nomer yang mensyaratkan keringat dingin selama puluhan menit.
“ada potret lain?” tanya si pemeriksa dokumen. saya pun menyodorkan potret yang sama dengan jumlah yang lebih banyak. tapi si pemeriksa dokumen kemudian menggelengkan kepalanya. “yang seperti itu!” katanya, sambil menunjukkan poster potret-visa-yang-benar.
ya, potret saya sangat berbeda. posisi tubuh saya miring, dengan kepala yang menghadap depan dengan senyum termanis yang saya pasang untuk siapapun yang melihatnya.
saya pun langsung ngabur, ke sabang. “3,5 kali 4,5 senti; 70% kepala!” pesan saya pada gerai potret di sabang.
saya mengamati potret yang dibikin oleh cheppy, kolega saya di pabrik kata-kata. potretnya apik, menurut saya. dengan tatanan lampu yang sempurna tanpa guratan bayangan di kacamata. pun, sore itu saya melihat kesabaran cheppy yang begitu dahsyatnya yang menata lampu naik-turun-miring agar menciptakan gambaran femi yang sempurna.
“lain kali potretnya engga usah pakai kacamata ya. frame-nya terlalu tebal,” kata si penyeleksi dokumen; setelah saya kembali dari sabang dan menyerahkan dokumen dengan potret-visa-yang-benar pada bagian yang lebih berwenang.
whew. salah lagi …
Oct 19
Femi Adifriends from heaven, kegemaran, plesiran jakarta, jalan-jalan, jogja, kerabat, makan-makan, plesiran, sahabat, teman, travelling, wartawan

Done!
Kami sudah meneken rencana perjalanan kecil ini.
Saya dan dia; seorang sahabat yang kerap menjadi benaman ujung minggu saya yang sepi. Saya dan dia; seorang sahabat yang kerap membumbui ujung minggu saya dengan cotsu (bacotan asu) dan juga nukilan kisah hidupnya.
“Nanti aku mau mulai browsing ah …” Katanya, mantap.
Beruntung saya memilikinya. Teman yang memiliki daya jelajah yang tinggi. Teman yang tak ragu berpayung hujan dan bertopi srengenge dalam setiap aktivitasnya.
Dengannya, saya yakin perjalanan ini akan memberikan keriangan kecil bagi hidup kami. Lebih dari itu, perjalanan ini juga akan menguatkan persahabatan ini.
Older Entries