<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; sakit</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/sakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>jahe merah, obat batuk mujarab</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 06:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[jahe merah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[serambi botani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6937</guid>
		<description><![CDATA[tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan. saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus. &#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tenggorokan saya terasa sakit, dan juga perut dan dada menyesak saat badan ini terguncang, berjibaku dengan virus yang ada di tenggorokan.</p>
<p>saya batuk. dan terbatuk-batuk. batuk terus.</p>
<p>&#8220;minum jahe merah mbak. dari batuknya sih kendengerannya batuk angin ya. minum jahe merah, direbus, pakai gula jawa lebih baik &#8230;&#8221; begitu kata ibu-ibu yang meladeni saya di tiki, tak jauh dari rumah saya. beberapa kali saya terbatuk di depannya, saat menunggu paket saya dicetakkan receipt-nya.</p>
<p>jahe merah? saya tak pernah tahu khasiat jahe itu.</p>
<p>&#8220;jahe merah itu lebih kuat pedesnya daripada jahe yang biasanya &#8230; itu pasti manjur deh. lebih cepet ketimbang pakai obat &#8230;&#8221; katanya lagi.</p>
<p>oke. saya mencatatnya.</p>
<p>kebetulan, laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya, juga batuk. enam sachet jahe merah pun dia bungkuskan untuk saya. wow, adayang instan! bentuknya bubuk atau butiran halus, ditambah dengan sejumlah rempah-rempah. saya hanya butuh menyeduhnya dengan air panas mendidih saja. owh, rasanya &#8216;nylekit&#8217;.</p>
<p>saya meminumnya sampai habis. much much much much better!</p>
<p>ketagihan, saya mencoba membeli jahe merah di serambi botani, di gandaria. kali ini berbeda dari jahe instan yang dibungkuskan oleh laki-laki yang selalu membikin saya ingin mencubitnya. kali ini, jahe merah dari serambi botani dicetak seperti gula jawa: bundar, pipih dengan ketebalan sekitar 0,5 centimeter.  jahe merah ini bergula jawa merah. saya hanya perlu menyeduhnya dengan air panas mendidih dari ketel bunyi milik saya.</p>
<p>sama panasnya, meski tidak senylekit jahe merah instan bubuk.</p>
<p>thanks. saya menyukai jahe merah sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/01/jahe-merah-obat-batuk-mujarab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>saat punggung tak bisa kembali muda</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/16/saat-punggung-tak-bisa-kembali-muda/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/16/saat-punggung-tak-bisa-kembali-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 15:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[scoliosis]]></category>
		<category><![CDATA[tulang punggung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6642</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;coba membungkuk. tangan diletakkan pada lutut,&#8221; kata dokter alexander mathius. saya memathui perintahnya. &#8220;berasa engga kalau punggung kanan lebih tinggi daripada sebelah kiri?&#8221; tanyanya. saya mengiyakan. dugaannya sementara adalah scoliosis.  &#8220;tapi untuk membuktikannya, coba rontgen ya &#8230;&#8221; katanya. lagi, saya mematuhi perintahnya. Scoliosis (from Greek: skoliōsis meaning from skolios, &#8220;crooked&#8221;)[1] is a medical condition in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;coba membungkuk. tangan diletakkan pada lutut,&#8221; kata dokter alexander mathius.</p>
<p>saya memathui perintahnya.</p>
<p>&#8220;berasa engga kalau punggung kanan lebih tinggi daripada sebelah kiri?&#8221; tanyanya. saya mengiyakan.</p>
<p>dugaannya sementara adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scoliosis" target="_blank">scoliosis</a>.  &#8220;tapi untuk membuktikannya, coba rontgen ya &#8230;&#8221; katanya. lagi, saya mematuhi perintahnya.</p>
<p><em><strong>Scoliosis</strong> (from <a title="Greek language" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greek_language">Greek</a>: <a title="Romanization of Greek" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romanization_of_Greek">skoliōsis</a> meaning from <a title="Romanization of Greek" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Romanization_of_Greek">skolios</a>, &#8220;crooked&#8221;)<sup id="cite_ref-0"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scoliosis#cite_note-0">[1]</a></sup> is a medical condition in which a person&#8217;s <a title="Vertebral column" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vertebral_column">spine</a> is curved from side to side. Although it is a complex three-dimensional deformity, on an X-ray, viewed from the rear, the spine of an individual with scoliosis may look more like an &#8220;S&#8221; or a &#8220;C&#8221; than a straight line. Scoliosis is typically classified as either <a title="Congenital" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Congenital">congenital</a> (caused by vertebral anomalies present at birth), <a title="Idiopathic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Idiopathic">idiopathic</a> (cause unknown, subclassified as infantile, juvenile, adolescent, or adult, according to when onset occurred), or <a title="Neuromuscular" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neuromuscular">neuromuscular</a> (having developed as a secondary symptom of another condition, such as <a title="Spina bifida" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spina_bifida">spina bifida</a>, <a title="Cerebral palsy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cerebral_palsy">cerebral palsy</a>, <a title="Spinal muscular atrophy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spinal_muscular_atrophy">spinal muscular atrophy</a>, or <a title="Physical trauma" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Physical_trauma">physical trauma</a>).</em></p>
<p>dan saya rontgen tulang belakang, dengan posisi terlentang dan miring.</p>
<p>sudah sejak lama punggung ini sakit. terasa lebih lelah usai aktivitas jurnalistik seharian, outdoor maupun indoor. <em>dikretek</em>, rasanya uenak banget, dan nagih.</p>
<p>&#8220;scoliosis idiopathic. engga usah takut. ini jamak terjadi pada perempuan. barangkali sudah terjadi sejak lama, dan berasa bahwa ada yang berbeda dengan punggung kamu. bisa jadi ini karena genetika, atau juga terlalu sering membawa beban berat secara asimetris di punggung. tidak ada obatnya. hanya bisa terapi dengan cara berenang seminggu tiga hingga empat kali,&#8221; kata dokter alex.</p>
<p>saya hanya terdiam.</p>
<p>ini to yang bikin punggung saya sering nyeri, bahkan harus mengganjalnya dengan bantal punggung. tulang belakang saya bengkok. ini terlihat jelas dari potret tulang belakang saya. miring. berbentuk huruf S.</p>
<p>tapi saya tak bisa mengembalikan punggung saya lagi seperti dulu. saat belum bengkok.</p>
<p>ya, saya butuh berenang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/16/saat-punggung-tak-bisa-kembali-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rp 348.000 = ongkos pipis di mall</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/11/08/rp-348-000-ongkos-pipis-di-mall/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/11/08/rp-348-000-ongkos-pipis-di-mall/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 11:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6126</guid>
		<description><![CDATA[kaget bener saya, klaim laboratorium saya ditolak dengan alasan: pemeriksaan ke laboratorium atas permintaan sendiri. lalu, seharusnya atas permintaan siapa ya? bagian keuangan? bagian sirkulasi? bagian security? minta surat pengantar dari klinik? olala &#8230; ongkos berlaborat itu memang tak terlalu mahal: Rp 348.000 untuk periksa urin dan darah untuk kadar gula darah, asam urat, BUN, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img38.imageshack.us/i/roadclose.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" title="image courtesy: flickr" src="http://img38.imageshack.us/img38/4903/roadclose.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">cukup sudah ... </p></div>
<p>kaget bener saya, klaim laboratorium saya ditolak dengan alasan: pemeriksaan ke laboratorium atas permintaan sendiri.</p>
<p>lalu, seharusnya atas permintaan siapa ya? bagian keuangan? bagian sirkulasi? bagian security? minta surat pengantar dari klinik? olala &#8230;</p>
<p>ongkos berlaborat itu memang tak terlalu mahal: Rp 348.000 untuk periksa urin dan darah untuk kadar gula darah, asam urat, BUN, lemak, hati, ginjal. usia 30 tahun, sudah semestinya cek darah rutin tahunan; dan saya sudah memulainya sejak tiga tahun silam.</p>
<p>barangkali harus menunggu sakit, opname, bahkan mati untuk bisa cek laboratorium gratis dan mendapat penggantian klaim. dus, yang sadar kesehatan engga perlu difasilitasi; bisa jadi, karena cek darah dan urin macam begini dianggap &#8216;iseng&#8217; saja.</p>
<p>padahal, saya engga iseng lho. saya sadar betul sesadar-sadarnya, bahwa kesehatan ini aset. bukankah ada kalimat klise seklise-klise-nya: mencegah lebih baik ketimbang mengobati.</p>
<p>gilingan ah.</p>
<p>kalau harus sakit dulu, lantas berobat ke klinik, dan mendapat surat pengantar untuk ke laborat agar free of charge  &#8230;  waduh, siapa sih yang mau sakit dulu? biar dibayar, saya juga engga mau kok sakit.</p>
<p>dengan Rp 348.000, saya tahu benar kadar gula darah saya yang meningkat begitu tajamnya, sehingga saya bisa mengatur pola makan, kebiasaan, dan juga asupan gizi agar sesuai dengan hitungan ahli gizi, internis dan hasil laboratorium. dengan begini, saya mencegah pekerjaan saya yang menjadi berantakan akibat saya absen, dan saya juga mengantisipasi pengeluaran pabrik kata-kata yang lebih besar akibat gula darah saya terlalu tinggi karena telat mengantisipasi.</p>
<p>humpf. aneh, bener-bener aneh.</p>
<p>beruntung saya tahu betul bagaimana siklus tubuh saya. ini jauh lebih penting ketimbang penggantian atau fasilitas pabrik kata-kata untuk ongkos laboratorium itu. kalau begitu, saya akan menganggap Rp 348.000 sebagai ongkos pipis di mall saja; lebih lucu ketimbang menyebutnya sebagai &#8216;ongkos pipis di laboratorium&#8217;.</p>
<p><em>(ps: saking jengkelnya, saya menulis status di ym saya: klaim laboratorium ditolak karena &#8220;permintaan sendiri&#8221;. aneh. berharap mati saja, karena pasti itu &#8220;bukan permintaan sendiri&#8221;)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/11/08/rp-348-000-ongkos-pipis-di-mall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>siap berumur pendek</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/25/siap-berumur-pendek/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/25/siap-berumur-pendek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 11:13:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[panti rapih]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6092</guid>
		<description><![CDATA[saya dan esti, kakak saya, mengolok-olok diri saya sendiri. gara-garanya adalah selembar kertas yang memuat hasil laboratorium yang &#8216;positif&#8217; itu. dem. &#8220;so sorry &#8230;&#8221; katanya. ya, ya, itu ungkapan usai saya mengabarkan sejumlah diet yang harus saya jalani. &#8220;aku sudah membayangkan bagaimana aku mati nanti. ya, siap mati di usia lebih muda. dengan komplikasi jantung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img87.imageshack.us/i/beerzq.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img87.imageshack.us/img87/7643/beerzq.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">bye, beer ... </p></div>
<p>saya dan esti, kakak saya, mengolok-olok diri saya sendiri.</p>
<p>gara-garanya adalah selembar kertas yang memuat <a href="http://femiadi.com/2010/10/19/secarik-kertas-positif/" target="_blank">hasil laboratorium yang &#8216;positif&#8217;</a> itu. dem. &#8220;so sorry &#8230;&#8221; katanya. ya, ya, itu ungkapan usai saya mengabarkan sejumlah diet yang harus saya jalani.</p>
<p>&#8220;aku sudah membayangkan bagaimana aku mati nanti. ya, siap mati di usia lebih muda. dengan komplikasi jantung, ginjal &#8230; &#8221; kata saya padanya.</p>
<p>huahahahaha &#8230;</p>
<p>kami membayangkan ibu, yang meninggal di usia yang masih muda, 56 tahun karena komplikasi diabetes, ginjal, dan jantung. hidup pun menggelinding dengan tidak mudah. makan nasi dengan porsi yang secuil, menyingkirkan yang manis-manis, hingga mengkonsumsi obat-obatan sepanjang hidup. termasuk, meninggalkan bir! owh no!</p>
<p>&#8220;udah, ubah pola hidupmu. bawa makan sendiri, no beer, wheat bread, chicken breast only, daripada nanti merembet kemana-mana,&#8221; katanya.</p>
<p>okey. rupanya esti belum siap kalau si bungsu mati. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>adik ibu saya, om joko, juga terbahak dengan cerita saya yang harus diet. &#8220;wah, kamu sekarang jadi pabrik gula? baguslah, dekat dengan madukismo dong ya?!&#8221; selorohnya. uwh, dem.</p>
<p>saatnya olahraga, kembali yoga, bersepeda dan makan dengan asupan gizi yang pas untuk tubuh saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/25/siap-berumur-pendek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pergelangan tangan kanan</title>
		<link>http://femiadi.com/2009/09/09/pergelangan-tangan-kanan/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2009/09/09/pergelangan-tangan-kanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 16:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=2416</guid>
		<description><![CDATA[dalam sebuah perjalanan pulang ke rumah kos tahun lalu, sebuah kendaraan menabrak saya yang hendak menyeberang jalan; persis di depan kantor. alhasil, saya harus membalut pergelangan tangan kanan saya. ngilu, nyeri, sakit. saya harus membebatnya dengan kain penguat yang harus dibeli di apotek. saya sungguh benci terlihat seperti orang sakit; mengundang tanya begitu banyak orang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dalam sebuah perjalanan pulang ke rumah kos tahun lalu, <a href="http://femiadi.com/2008/06/03/tangan-yang-tak-lagi-kuat/" target="_blank">sebuah kendaraan menabrak saya </a>yang hendak menyeberang jalan; persis di depan kantor.</p>
<p>alhasil, saya harus membalut pergelangan tangan kanan saya. ngilu, nyeri, sakit. saya harus membebatnya dengan kain penguat yang harus dibeli di apotek. saya sungguh benci terlihat seperti orang sakit; mengundang tanya begitu banyak orang.</p>
<p>dan kini terulang lagi. bukan, bukan. bukan tabrakannya, tetapi ngilunya, nyerinya, sakitnya. dan saya kembali ke apotek untuk membeli bebat; dan membungkus pergelangan tangan saya.</p>
<p>dan masih, saya benci terlihat seperti orang sakit begini; dan lagi-lagi mengundang tanya begitu banyak orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2009/09/09/pergelangan-tangan-kanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kursi malas dan bantal batik, perpaduan yang sempurna</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/09/26/kursi-malas-dan-bantal-batik-perpaduan-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/09/26/kursi-malas-dan-bantal-batik-perpaduan-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 02:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kursi malas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Saya pikir, saya lekas sembuh bukan karena imunos maupun dexaflox dan theragran-m yang diberikan dokter sidharto, tapi karena kenyamanan kursi malas di rumah. Sungguh, kursi malas itu enggan membuat saya beranjak. Kursi itu terbikin dari pentil berwarna biru. bagian kakinya bisa ditarik memanjang sehingga kaki bisa selonjor dengan nyamannya. Sementara itu bagian punggung kursi bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir, saya lekas sembuh bukan karena imunos maupun dexaflox dan theragran-m yang diberikan dokter sidharto, tapi karena kenyamanan kursi malas di rumah.</p>
<p>Sungguh, kursi malas itu enggan membuat saya beranjak. Kursi itu terbikin dari pentil berwarna biru. bagian kakinya bisa ditarik memanjang sehingga kaki bisa selonjor dengan nyamannya. Sementara itu bagian punggung kursi bisa disetel hingga landai. Ditambah, ada dua bantal batik yang menyangga punggung agar lebih nyaman, Jadinya, bisa bermalas-malasan dengan sempurna.</p>
<p>Enaknya.</p>
<p>Kursi itu dipesan ayah secara khusus untuk ibu, delapan tahun silam. Ketidakberdayaan ibu untuk merebah di kasur, membikin ayah memesan kursi model jadoel itu. toh, ibu tetap tidak bisa menggunakannya dengan baik. Pentil yang menjadi penopang kursi justru membikin ibu kesulitan untuk mengangkat tubuhnya. Hasilnya, ya si bungsu ini yang pancikan demi menggeret tubuh ibu ke atas.</p>
<p>Dan kini giliran saya yang menggunakannya. Membikin badan ini menyembuh lebih cepat. Bukan karena obat, tapi karena kursi malas ini.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/09/26/kursi-malas-dan-bantal-batik-perpaduan-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>obat-obatan terlarang</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/09/25/obat-obatan-terlarang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/09/25/obat-obatan-terlarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 02:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Sejak tahu ibu menenggak hampir sepuluh obat sekali makan saat ia harus berbaring di rumah sakit, saya tahu bahayanya obat bagi tubuh. Salah satu penetral obat yang kadung masuk ke tubuh adalah gelontoran air putih yang begitu banyak, nyak! Sayangnya, ibu tak mampu mengguyuri tubuhnya dengan air putih. Endapan obat enggan pergi dari ginjalnya. Ditambah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tahu ibu menenggak hampir sepuluh obat sekali makan saat ia harus berbaring di rumah sakit, saya tahu bahayanya obat bagi tubuh.</p>
<p>Salah satu penetral obat yang kadung masuk ke tubuh adalah gelontoran air putih yang begitu banyak, nyak! Sayangnya, ibu tak mampu mengguyuri tubuhnya dengan air putih. Endapan obat enggan pergi dari ginjalnya. Ditambah, jantungnya membengkak. Pengeluaran tak begitu bagus. Tubuh ibu membengkak. Dan ibu harus berpasrah untuk pulang pada si pemilik hidup.</p>
<p>Dan sejak itu, saya tak pernah memasukkan obat dalam tubuh saya. Kalaupun ada, itu pasti sangat terpaksa karena harus berkejaran dengan deadline dan jadual kepulangan. Kalaupun ada obat dari dokter, hanya saya tenggak satu-dua kali saja. selebihnya, masuk keranjang sampah.</p>
<p>Tapi saya tidak bisa menghindar dari obat kali ini. imunos, theragran-m dan dexaflox harus masuk ke tubuh. Ditambah lagi, enzyplex. Owh! Masih lagi, spirulina untuk penguat pencernaan.</p>
<p>Rasanya mual ada begitu banyak obat yang masuk ke tubuh. Lebih dari delapan gelas saya gerojogkan ke dalam tubuh demi mengusir endapan obat. Masih ditambah tambalan keringat yang berlebihan, yaitu dengan susu beruang dan pocari.</p>
<p>Semoga yang terbaik datang untuk tubuh ini. amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/09/25/obat-obatan-terlarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pocari sweat dan bear brand</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/09/23/pocari-sweat-dan-bear-brand/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/09/23/pocari-sweat-dan-bear-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 22:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[bear brand]]></category>
		<category><![CDATA[pocari sweat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[susu beruang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1123</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan kulkas saya selalu penuh dengan pocari sweat dan bear brand. Saat mulai terkapar di Jakarta dua minggu lalu, tidak sedikit kerabat yang menganjurkan untuk mengasup pocari sweat. Wah. Sebenarnya saya tak begitu suka minuman ini. rasanya asing di lidah saya, tidak sebersahabat teh hangat atau cokelat panas kesukaan saya. Rasanya malah seperti kolaborasi air, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan kulkas saya selalu penuh dengan pocari sweat dan bear brand.</p>
<p>Saat mulai terkapar di Jakarta dua minggu lalu, tidak sedikit kerabat yang menganjurkan untuk mengasup pocari sweat. Wah. Sebenarnya saya tak begitu suka minuman ini. rasanya asing di lidah saya, tidak sebersahabat teh hangat atau cokelat panas kesukaan saya. Rasanya malah seperti kolaborasi air, gula dan garam dengan sedikit perasan jeruk nipis. Hiyh.</p>
<p>Toh, saking banyaknya yang meminta saya untuk mengisi tubuh dengan pocari, saya pun menurutinya. Awalnya, saya hanya bisa menghabiskan satu botol saja. selebihnya, saya memilih jus jambu merah dan teh prendjak dengan gula tropicana. Setiba di jogja, saya makin menggila menukarkan lembaran rupiah saya dengan pocari sweat. Dalam sehari, saya bisa menghabiskan sedikitnya lima botol pocari.</p>
<p>Susu beruang? Ah, yang ini jangan ditanya. Ini susu steril kesukaan saya. Plain, dan enak diminum selagi dingin. Entah sugesti, entah karena khasiatnya, saya selalu merasa lebih baik setelah minum susu beruang ini.</p>
<p>Dan sampai hari ini, kulkas saya masih penuh dengan pocari dan susu beruang. Tapi maaf ya, kali ini saya sedang tidak ingin berbagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/09/23/pocari-sweat-dan-bear-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>belimbing dan kenangan dengan ayah</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 02:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[bingkisan]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[panti rapih]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tipes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1143</guid>
		<description><![CDATA[jantung saya terasa mau berhenti saat mendapatkan sekeranjang buah dari teman. Belimbing. Ya, belimbing. Bukan belimbing wuluh, tetapi belimbing bintang. Belimbing selalu mendekatkan saya pada ingatan akan ayah. Sejak kepindahan kami sekeluarga 20 tahun silam ke Bumijo, ada pohon yang selalu dirawat dengan baik oleh ayah, yaitu belimbing bintang. Pohon ini ada di ‘rumah kecil’, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jantung saya terasa mau berhenti saat mendapatkan sekeranjang buah dari teman. Belimbing. Ya, belimbing. Bukan belimbing wuluh, tetapi belimbing bintang.</p>
<p>Belimbing selalu mendekatkan saya pada ingatan akan ayah.</p>
<p>Sejak kepindahan kami sekeluarga 20 tahun silam ke Bumijo, ada pohon yang selalu dirawat dengan baik oleh ayah, yaitu belimbing bintang. Pohon ini ada di ‘rumah kecil’, begitu kami biasa menyebut. Pohon ini dulunya kecil, bahkan saya tak pernah mengira akan berbuah manis hingga ayah tutup usia, dua tahun silam.</p>
<p>Ayah rajin merawatnya, memberinya ruang untuk mengokohkan akar. Hingga batangnya mengeras, dedaunan merindang dan membikin pelataran kecil di rumah kecil menjadi teduh. Sesekali, batang pohon belimbing menjadi latar belakang untuk acara potret keluarga.</p>
<p>Belimbing berbuah. Ayah tak pernah sanggup untuk memetiknya sendiri. Dan ayah membikin ‘sengget’ alias bilah bambu panjang dengan pisau di bagian ujung untuk memotong buah belimbing yang matang agar terjatuh dan bisa ditangkap dengan tangan. Selebihnya, ayah juga yang paling rajin memungut belimbing yang berjatuhan, membersihkannya, dan mengiriskannya untuk kami.</p>
<p>Bunga pohon belimbing kecil, dan sangat mengotori pelataran. Dedaunan yang kuning dan mengering usai musim panen belimbing, tak kurangnya membuat ayah bekerja lebih giat agar pelataran tetap terlihat bersih. Dan ayah tak pernah mengeluh.</p>
<p>Belimbing yang ada di tangan saya ini selalu mengingatkan saya pada ayah. Yang setia pada semua tanamannya. Yang mencintai tanamannya. Yang merawat kehidupan untuk semua tetumbuhannya. Termasuk belimbing. Ulat dalam belimbing yang membusuk disingkirkannya agar kami bisa tetap makan buah belimbing dari kebun sendiri. ayah selalu mengiriskan untuk kami.</p>
<p>Ayah pergi, belimbing pun mati. Bulik tidak seperti ayah. Dia benci tanaman. Semua tanaman ayah dimusnahkan, termasuk belimbing.</p>
<p>Semoga ayah tidak marah ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/09/21/belimbing-dan-kenangan-dengan-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>enggan sembuh</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/08/02/enggan-sembuh/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/08/02/enggan-sembuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[panti rapih]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[sudah sejak seminggu yang lalu saya mendaftar di rumah sakit pantirapih. saya memeriksakan tangan saya pada dokter syaraf. sakit sekali. masih sakit. pergelangan tangan kanan, persis di urat sebelah pojok. ini masih rentetan kesakitan akibat ditabrak orang, april lalu. &#8220;fisioterapi ya &#8230;&#8221; kata dokter joko. ah. apa pula ini. panjang sekali mejanya. ditabrak, rontgen, urut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sudah sejak seminggu yang lalu saya mendaftar di rumah sakit pantirapih.</p>
<p>saya memeriksakan tangan saya pada dokter syaraf. sakit sekali. masih sakit. pergelangan tangan kanan, persis di urat sebelah pojok. ini masih rentetan kesakitan akibat ditabrak orang, april lalu.</p>
<p>&#8220;fisioterapi ya &#8230;&#8221; kata dokter joko. ah. apa pula ini. panjang sekali mejanya. ditabrak, rontgen, urut, dan sekarang fisioterapi.</p>
<p>sesekali sakit itu datang.</p>
<p>saat bangun pagi. saat menyangga tubuh. saat memeras cucian. saat menarikan <em>sothil</em> diatas wajan. saat membuka selai strawberry.</p>
<p>mungkin tak akan sembuh. bahkan, tak bisa sembuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/08/02/enggan-sembuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sakit kanker dan rahasia umur</title>
		<link>http://femiadi.com/2008/07/24/sakit-kanker-dan-rahasia-umur/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2008/07/24/sakit-kanker-dan-rahasia-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 23:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[leukemia. blog]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/?p=1002</guid>
		<description><![CDATA[tak ada yang tahu soal usia. hanya Dia saja. pagi tadi ada ajakan pulang ke jogja bersama. dari abang. istrinya baru saja mengangkat kankernya. &#8220;tapi mau mutus rantai keturunan kanker,&#8221; katanya. iya. apapun dilakukan agar tak menyebar. agar tak beranak pinak dan menggerogoti tubuh. abang juga cerita tentang tantenya. empat puluh tahun silam, perempuan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tak ada yang tahu soal usia. hanya Dia saja.</p>
<p>pagi tadi ada ajakan pulang ke jogja bersama. dari abang. istrinya baru saja mengangkat kankernya. &#8220;tapi mau mutus rantai keturunan kanker,&#8221; katanya. iya. apapun dilakukan agar tak menyebar. agar tak beranak pinak dan menggerogoti tubuh.</p>
<p>abang juga cerita tentang tantenya. empat puluh tahun silam, perempuan ini sudah mengangkat rahimnya. kanker juga. empat dasawarsa tak ada tanda penyebaran kanker. bahkan bibit secuil pun tak ada. &#8220;tiba-tiba minggu lalu dadanya sesak, diperiksa, ternyata ada kanker di paru-parunya. dicek lagi, ternyata itu sekunder, yang primer ada di rahim,&#8221; bebernya. dan itu sudah stadium empat. owh. &#8220;dan secara medis, sudah nggak lama lagi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>kanker.</p>
<p>kanker sudah mengantarkan ayah saya pada ibu di rumahnya yang baru. juga beberapa teman yang lain. seperti pencabut nyawa saja. saya masih ingat betul bagaimana suster perawat dengan canggung bilang, &#8220;ya mbak nya tahu sendiri lah bagaimana orang yang sudah kena kanker &#8230;&#8221; ia tak mau meneruskan kalimatnya.</p>
<p>senyatanya, ada pula yang memainkan penyakit ini. sebuah blog yang kini tak lagi mengudara menyisakan polemik panjang tentang leukemia yang dideritanya. dideritanya? ah, tidak juga. serangkaian jawaban masih saya simpan. apalagi kalau bukan soal kebohongannya. saya heran. saat semua orang menginginkan sehat, kenapa justru mengaku-aku sakit demi meraih simpati dan menggemukkan hits pada blognya. heran.</p>
<p>apapun itu, penderita kanker hidup dariNya. dan juga, dari segenap karma baik yang dikantonginya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2008/07/24/sakit-kanker-dan-rahasia-umur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>diare akut</title>
		<link>http://femiadi.com/2007/05/17/diare-akut/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2007/05/17/diare-akut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2007 09:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>femi adi soempeno</dc:creator>
				<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[diare]]></category>
		<category><![CDATA[femi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.wordpress.com/2007/05/17/diare-akut/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;sakit apa?&#8221; &#8220;diare!&#8221; &#8220;hah &#8230; kampungan banget sih sakitnya!&#8221; &#8220;kalo sal sakit mah sama aja, orang kota juga kena diare, buktinya gue orang jogja kota juga kena diare &#8230; padahal rumah gue ga kampung-kampung banget lo &#8230;&#8221; &#8220;akut ga?&#8221; &#8220;akut, udah dari hari selasa &#8230;&#8221; &#8220;ya ampun &#8230; ndeso tenan penyakit lo itu &#8230;&#8221; kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;sakit apa?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;diare!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;hah &#8230; kampungan banget sih sakitnya!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;kalo sal sakit mah sama aja, orang kota juga kena diare, buktinya gue orang jogja kota juga kena diare &#8230; padahal rumah gue ga kampung-kampung banget lo &#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;akut ga?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;akut, udah dari hari selasa &#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;ya ampun &#8230; ndeso tenan penyakit lo itu &#8230;&#8221;</em></p>
<p>kalau boleh memilih, saya tak ingin punya penyakit diare. penyakit ini hinggap saat saya masuk angin, saat stress dan saat saya memasukkan makanan yang tak sehat ke mulut saya.</p>
<p>tiga botol wine sekali tenggak untuk sendiri, tak urung membikin saya diare. lemas. bonusnya, jackpot seharian dan hangover tak karuan. &#8220;saya kapok, besok nggak gini lagi deh &#8230;&#8221; begitu gumam saya pada diri sendiri setiap kali efek ini menyeruak. toh, besok saya lakukan lagi. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tapi saya sedang tidak minum wine.</p>
<p>mungkin masuk angin yang berkawin dengan stress yang tak terhingga. owh. so complicated!</p>
<p>edisi reguler. edisi khusus. 1 tahun ayah. mencari romo. menghubungi banyak orang. persiapan jalan-jalan. memenuhi permintaan kakak tersayang. howwh &#8230; dua malam tidur di kolong dengan sleeping bag tipis.</p>
<p>genap.</p>
<p>saya diare akut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2007/05/17/diare-akut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

