Jul 25
Femi Adikegemaran, kubikel, pit-pitan pit-pitan, sepeda, sepeda lempit, sepeda lipat

leyeh-leyeh
selalu saja begini.
janji temu di pagi hari selalu membikin saya tidak tidur dengan nyenyak. begitu pula pagi ini. saban sejam, saya terbangun, mengkawatirkan jarum jam yang bergerak terlalu cepat ke kanan. saya takut bangun kesiangan dan melewatkan temu janji ini.
sesungguhnya ‘hanya’ bersepeda saja. dengan mas anton, kolega di pabrik kata-kata saya. kami berencana gowes bareng di gelaran ulang tahun kompas.
saya menggelindingkan roosy, sepeda lempit biru ROO D7. semalam, saya sudah menyiapkannya dengan baik. membersihkan cipratan hujan yang mengering. mengisi angin yang mulai mengempis.
yay, saatnya mejeng!
nyatanya, susah untuk menggowes sekeluar dari kawasan gedung kompas. tak kurang dari 20.000 pesepeda menggelinding di jalanan ibukota. panjangnya barisan pun mencapai 6 kilometer dari lintasan sepanjang 15 kilometer.
nyatanya, rute gatot subroto-kuningan-komdak-sudirman-senayan engga bikin keringat. malah, butiran ini berpeluh usai goyang donat irma dharmawangsa. aw aw aw …
(terimakasih buat mas anton yang membikin saya menggelindingkan roosy lagi. :p)
Jul 03
Femi Adifriends from heaven, pit-pitan jakarta, KONTAN, pit-pitan, sahabat, sepeda, sepeda lempit, sepeda lipat, tas sepeda, teman
rasanya baru bulan lalu saya dan abang menyambangi tandike untuk membungkus dua tas sepeda; untuk saya dan untuknya.
beberapa waktu sebelumnya, ia bahkan memamerkan tas sepeda anyar dengan hydropack. namun kini kami memburu tas lagi. oouch! eh, bukan kami, tapi abang!
“tasku yang pertama beli itu kegedean. lalu yang kemarin kita beli itu buat hydropack engga muat. sekarang butuh yang engga terlalu gede, dan pas buat dimasuki hydropack 3 liter,” bebernya.
oke!
kami menyusuri warung buncit. melewati satu-dua perempatan. tolah-toleh kanan kiri. engga juga kami menemukan tandike.
setelah tanya kanan kiri … yaps! transaksi pun di mulai. melihat ini itu. memegang ini itu. berargumen ini itu. menimbang pengen beli ini itu.
“ini aja …” katanya, membungkus deuter merah apik. yay, merah!
ini tas ketiga.
“rupanya aku beli banyak tas. bahkan tas istriku kalah banyak denganku,” katanya. OMG!
desember masih lama. cukup untuk menabung membelikan tas manis untuk abang.
Jun 08
Femi Adifriends from heaven, pit-pitan, plesiran folding bike, jakarta, seli, sepeda, sepeda lempit, sepeda lipat, tas, tas sepeda, teman

bukan susu ultra
ah, sebenernya saya engga berencana membeli tas.
topeak yang biasa saya cantelkan di handle bar, dan tumi maupun eddie bauer sling bag yang saya cantelkan di punggung, sudah lebih dari cukup untuk bersepeda dari rumah ke kantor.
ketiganya serupa: mungil, apa adanya, simpel. selebihnya, desain yang cihuy, awet dan mengangkut seperlunya.
gara-gara abang mengajak ke tandike, saya jadi ikutan melirik tas warna kuning-oranye yang mejeng di papan pejengan.
nyatanya, engga banyak bedanya. mungil, apa adanya, simpel. selebihnya, desain yang cihuy, awet dan mengangkut seperlunya.
dan rupanya tas ini didesain untuk para pesepeda. pengait bahunya ringan, transparan. tak bakal menjadi penampung keringat di bahu sepanjang kaki menggowes dari cidodol hingga pabrik kata-kata ini. H20 nya juga bisa memuat satu liter. di bagian depan, ada ekstra lampu kelap-kelip; memberi tanda pada bajaj dan angkot agar tidak menyeruduk sembarangan.
sedappppp … :p
May 17
Femi Adikegemaran, pit-pitan dahon, seli, sepeda lempit, sepeda lipat

suka yang lebih besar
sebulan terakhir saya meminjam sepeda abang.
dahon vitesse d7 dengan ukuran ban 20″. menyenangkan, dan gelindingannya terasa berbeda dengan csl ban 16″ milik saya. bergantian menggunakannya saban hari, pun rasanya jadi kagok saat menggowes keduanya.
nyatanya sepeda lipat ban 20″ lebih nyaman ketimbang ban 16″. rasanya lebih kokoh genjotannya, mantap gowesannya. *halah*
saya pun berpikir membungkus sepeda 20″ saya di rumah, ROO D7; sepeda yang umurnya hanya selisih satu-dua minggu dengan viesse d7 milik abang.
saya hanya perlu memasang carrier, agar tas pak pos saya yang berwarna kembang-kembang dan polkadot itu bisa mewadahi semua perkakas saya.
juga, fender untuk menampik semprotan kotoran jalanan yang menyiprat ke punggung.
ada yang mau menggowes dengan saya?
May 07
Femi Adikegemaran, kubikel, pit-pitan arm warmer, bicycle, bike, cycling, jakarta, pit-pitan, sahabat, seli, sepeda, sepeda lempit, sepeda lipat, teman, thermal sleeves

biar kagak item
saya masih ingat persis kapan saya membeli arm warmer atau thermal sleeves: usai saya menggudangkan kisah merah jambu yang telah saya rangkai bersamanya selama empat tahun.
dus, semahal apapun thermal sleeves itu, saya bungkus dah. kebetulan, mereknya primal; gambarnya tatoo naga berwarna. pokoknya superkeren dah. dipake engga melorot-melorot, juga ademan.
waktu itu abang, kolegadi pabrik kata-kata ini, dan juga saya, berburu asesoris sepeda ke tangerang. mm … tokonya apa ya, saya kok engga ingat. karena mereka sedang melihat, menawar, menebak dan mencatat soal frame sepeda MTB, saya putar-putar lihat asesoris. dan saya menemukan primal yang superkeren itu.
senengnya! entah, sensasi belanja meminggirkan rasa sedih saya walau sebentar.
saya memakainya untuk menahan panas saat bersepeda. well, kadang juga kalau malas pakai jaket saat berkendara motor, saya juga menggunakannya. biar engga item!
dua tahun lewat, dan abang membungkuskan saya arm warmer nike. yaaay!!! “aku inget, kamu tempo hari nyari thermal sleeves yang kayak primal dulu …” katanya.
ember. *makasih ya. makasih banget. bener lo kang, makasih!*
habis primal terbitlah nike. kali ini, tanpa ada acara patah hati.
Older Entries