<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; sepeda</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/sepeda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>red-spicy dipasporin ke negeri jiran</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 22:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[garuda indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tour de kuala lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6976</guid>
		<description><![CDATA[ini saat yang tepat untuk menguji ketangguhan bungkus sepeda. saya sudah membungkus red-spicy saya ke dalam kotak sepeda saya.  bungkusan saya memang tak sesempurna pegowes lain yang sangat mlipit mengepak sepeda. tapi bagi saya ini sudah cukup. ubo-rampe sepeda ada disana, mulai dari minyak rantai, kunci-kunci,  hingga pompa. kotak sepeda ini sungguh cihuy. warnanya hitam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini saat yang tepat untuk menguji ketangguhan bungkus sepeda.</p>
<p>saya sudah membungkus red-spicy saya ke dalam kotak sepeda saya.  bungkusan saya memang tak sesempurna pegowes lain yang sangat <em>mlipit</em> mengepak sepeda. tapi bagi saya ini sudah cukup. ubo-rampe sepeda ada disana, mulai dari minyak rantai, kunci-kunci,  hingga pompa.</p>
<p>kotak sepeda ini sungguh cihuy. warnanya hitam, dan dijahit rapi. ada softboard di dalam pembungkus ini sebagai pembentuk kotak kayaknya kardus sepeda.  dibawahnya, ada roda sehingga cukup nyaman untuk mengeretnya dengan energi yang minimal. ah, saya merasa red spicy akan aman.</p>
<p>untuk pertamakalinya, basikal saya akan dipasporkan ke negeri jiran. saya deg-degan, jangan-jangan nanti rodanya hilang satu setibanya di kuala lumpur. mati lah awak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/18/red-spicy-dipasporin-ke-negeri-jiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selle royal plugin ergogel, gel yang hilang</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[plugin ergogel]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[selle royal]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6863</guid>
		<description><![CDATA[saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya. promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin. tapi saya justru kehilangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya masih ingat betul alasan saya membungkus sadel anyar dari toko sepeda beberapa waktu lalu: karena itu adalah sadel buat perempuan, dan ada gel nya.</p>
<p>promosi di bungkus sadel itu bunyinya begini: ANATOMICALLY DESIGNED FOR WOMAN. PLUGIN SUPERIOR ROYALGEL COMFORT IN THE GENITAL AREA. yah, bahkan sadel saja mengenal jenis kelamin.</p>
<p>tapi saya justru kehilangan gel itu. entah kemana. perjalanan di gunung tangkub/abang merontokkan gel dari sadel saya. entah kemana.</p>
<p>mungkin terjatuh saat saya membalikkan sepeda. mungkin tersangkut dedahanan saat saya menyandarkan sepeda.</p>
<p>&#8220;mas, gel nya hilang &#8230; &#8221; kata saya pada abang.</p>
<p>&#8220;oowh &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;itu dia nempel disitu &#8230;&#8221; kata om swastika, sambil menunjuk pantat saya. saya pun langsung memegangnya. engga ada.  &#8220;yah, dipegang lagi &#8230; &#8221; katanya, sambil tergelak.</p>
<p>ya sudahlah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/selle-royal-plugin-ergogel-gel-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Water bladder bag pengganti termos air</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[deuter]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</guid>
		<description><![CDATA[Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. &#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa. Ya, ya. Menarik! Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. </p>
<p>&#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa.</p>
<p>Ya, ya. Menarik! </p>
<p>Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. Mau posisi horisontal atau vertikal, tetap saja tak meninggalkan kekhawatiran akan ngglimpangnya gelas di sekitar kubikel, atau tersenggolnya termos air. Asik kan? </p>
<p>Saya sendiri membayangkan saya akan bekerja di depan layar komputer, dan meletakkan bladder di sisi kiri saya, tepat diatas tumpukan buku dan kertas-kertas press conference yang menggunung. Saya, yang biasanya menjauhkan posisi gelas dan termos dari area papan kunci, pastinya akan lega untuk menaruh water bladder bag dimana saja. </p>
<p>Coba ah ide gila ini. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih, lisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kami berbincang sampai rokoknya habis</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/23/kami-berbincang-sampai-rokoknya-habis/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/23/kami-berbincang-sampai-rokoknya-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 06:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta 10K]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[seli]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6771</guid>
		<description><![CDATA[terik membuat kami terlena dalam perbincangan yang panjang tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. ya, saya berbincang dengan teman yang saya sering menyebutnya &#8216;cangkeme ra tata&#8217;. memang demikian adanya. mulutnya kadang terlalu iseng, bahkan keterlaluan isengnya, dengan penuh kevulgaran tanpa tedeng aling-aling, seolah lupa tentang siapa yang dibincangkan, aturan sosial soal topik perbincangan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>terik membuat kami terlena dalam perbincangan yang panjang tentang masa lalu, masa kini dan masa depan.</p>
<p>ya, saya berbincang dengan teman yang saya sering menyebutnya &#8216;cangkeme ra tata&#8217;. memang demikian adanya. mulutnya kadang terlalu iseng, bahkan keterlaluan isengnya, dengan penuh kevulgaran tanpa tedeng aling-aling, seolah lupa tentang siapa yang dibincangkan, aturan sosial soal topik perbincangan, dan selalu menghasilkan gelak dan pisuhan dalam waktu yang bersamaan. dem.</p>
<p>kami berbincang dari impiannya membungkus rumah dengan kokok jago yang membangunkannya tiap pagi, hingga soal impian membikin bisnis **hah, ga salah tuh???**</p>
<p>tentu saja, obrolan tentang bekas pacar hingga bir menyelip disana-sini.</p>
<p>&#8220;oo &#8230; itu yang kamu menulis tentang &#8216;berbagi hati&#8217; itu bukan ya &#8230;&#8221; selorohnya saat saya membincang tentang lelaki dari masa lalu. hahahahaha.</p>
<p>sial. masih ingat saja dia. dia mengenal lelaki dari masa lalu itu dengan begitu baiknya. saya pun membagi cerita tentang komen-komen di halaman putih ini, yang membuat saya akhirnya mengambil keputusan untuk menutup ruang komen.</p>
<p>&#8220;setiap punya pacar, aku selalu mendadak pengen beli rumah &#8230;&#8221; katanya. bagus lah. saya senang mendengarnya. setidaknya, saya akan menjumpainya di hari minggu dengan alasan bangun siang yang masuk akal. **gotcha!**</p>
<p>awalnya lelaki dengan cangkem ra tata ini hanya mampir untuk sebatang rokok. sesudahnya, rokoknya habis.</p>
<p>terimakasih sudah menemani minggu pagi agak siang, setelah temu janji yang tak pasti untuk bergowes bersama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/23/kami-berbincang-sampai-rokoknya-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bike trip: tangkuban perahu, wangi hutan pinus dan hujan romantis</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[bike trip]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali corporation]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6791</guid>
		<description><![CDATA[terimakasih untuk abang yang menebalkan portfolio bersepeda saya di jalur yang tak biasa: tangkuban perahu. setelah jogja-borobudur yang membikin saya mandek di tanjakan juminten, dan niteride di cibubur-cibinong, saya kembali ikut gowes dengan abang dan koleganya. saya tak pernah tahu medan di kawasan ini. tapi saya bersyukur, ketidaktahuan ini justru membikin nyali saya tidak ciut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih untuk abang yang menebalkan portfolio bersepeda saya di jalur yang tak biasa: <a href="http://femiadi.com/2011/10/09/terlanjur-basah-ya-sudah-gowes-sekalian%E2%80%A6/" target="_blank">tangkuban perahu</a>.</p>
<p>setelah jogja-borobudur yang membikin saya mandek di tanjakan juminten, dan niteride di cibubur-cibinong, saya kembali ikut gowes dengan abang dan koleganya.</p>
<p>saya tak pernah tahu medan di kawasan ini. tapi saya bersyukur, ketidaktahuan ini justru membikin nyali saya tidak ciut. dus, saya mengiyakan saja tawaran abang. &#8220;ga usah dibayangin track-nya. liat besok aja. pokoknya asik dah,&#8221; katanya, sesaat sebelum kami berangkat ke bandung.</p>
<p>ya, sepertinya itu lebih baik. jauh lebih baik.</p>
<p>hanya tiga dari kami yang perempuan, termasuk saya. sementara yang lainnya adalah laki-laki dengan jam terbang yang sudah mencapai level FSA alias full speed ahead. owh, dem. dan dari ketiga perempuan ini, tentu saja hanya saya yang selalu ada di barisan paling belakang, dan paling sering dibantu marshall. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>wangi hutan pinus. teman-teman baru. gelak tawa.</p>
<p>adakah yang lebih asik ketimbang itu? saya rasa tidak ada.</p>
<p>kelengkapan perkakas bersepeda seperti bodi protektor yang dipakai pegowes, sempat membikin saya jiper. wah, saya engga pake. saya hanya komat-kamit, ya, cuma doa saja yang akan menopang siku, lutut, kaki, tangan dan tubuh agar tidak lecet-yang-berlebihan. huwashawusblahblahblah, terjadilah padaku menurut kehendakMU, amin-amin-amin.</p>
<p>lagu yang diperdengarkan dari blackberry, seperti kata abang, membuat gowesan kami terasa seperti naik odong-odong. haduh. di sela itu, saya bersyukur, ada begitu banyak orang baik yang berbagi teknik bagaimana bersepeda dengan tepat: bagaimana mengendalikan sepeda di turunan, bagaimana menggowes di tanjakan, bagaimana menyelinap diantara akar-akar pohon dan juga batang-batang pohon yang berusia puluhan, bahkan ratusan tahun. aih.</p>
<p>&#8220;trek &#8230; trek &#8230; trek &#8230;&#8221; begitu teriak om heru, saat saya menggowes di depannya. haduh, sial. saya langsung menepi, dan kapok berada di depannya. cilaka kalau menghadapi pegowes-tangguh-berusia-diatas-limapuluh. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   tak cuma diajari, saya juga dikerjai.</p>
<p>sekitar 98% tanjakan yang saya lalui, saya memilih untuk menuntun sepeda saya. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  kalau mas rufus bilang, &#8220;saya engga cocok di tanjakan &#8230;&#8221; oops. &#8216;engga cocok&#8217; itu sebenernya dibaca &#8216;engga mampu&#8217;, dalam istilah yang lebih cool. baiklah. saya pun mengiyakan, dengan anggukan yang begitu mantapnya.</p>
<p>hujan membikin hutan di tangkuban perahu terasa lebih romantis. **uhuy** wangi tanah dan hutan terasa lebih tajam, dan gelap terasa lebih menyandera.  **ehm**</p>
<p>kecelakaan terjadi saat medekati jayagiri. sayang, saya tak menjadi saksi matanya. pak darjoto terpeleset saat menggelinding di turunan di tanah yang basah. ah, saya yakin, kecelakaan ini tak akan menyurutkan niat dan nyalinya untuk bersepeda, setelah enam sepeda plus satu double cab dia bungkus untuk memuaskan rasa penasarannya.  **semoga lekas sembuh**</p>
<p>terimakasih untuk dua marshall dari tangkuban perahu, yang menyurung sepeda dan menemani saya di garis paling belakang. juga, terimakasih untuk mas erry yang menantang, &#8220;di bali, ikut kan?&#8221;</p>
<p>ya, saya pasti ikut. saya akan ikut di bike trip selanjutnya, di bali.</p>
<p>terimakasih untuk om ijay, yang sudah memberikan tumpangan pp jakarta-bandung-jakarta dan menginspirasi saya mengangkut 100 ml spray ethylchloride untuk kram saat menggowes. sudah pasti, terimakasih untuk abang yang mengajak saya ke tangkuban perahu, dan rekaman tertulisnya untuk fun-trip ini.</p>
<p>sampai ri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/09/bike-trip-tangkuban-perahu-wangi-hutan-pinus-dan-hujan-romantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terlanjur Basah, Ya Sudah Gowes Sekalian…</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/10/09/terlanjur-basah-ya-sudah-gowes-sekalian%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/10/09/terlanjur-basah-ya-sudah-gowes-sekalian%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[offroad]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[xc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6787</guid>
		<description><![CDATA[FunBike RC3 di Tangkuban Perahu seri kedua Hujan deras masih mengguyur kota Bandung sore itu (Sabtu, 7/10). Udara dingin terasa menusuk kulit, sementara kabut mulai turun. Mungkin sebagian besar orang memilih tinggal di dalam rumah, membungkus rapat dirinya dengan jaket atau sweater untuk mengusir hawa dingin, sambil minum teh hangat atau menonton teve. Tapi tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FunBike RC3 di Tangkuban Perahu seri kedua</p>
<p>Hujan deras masih mengguyur kota Bandung sore itu (Sabtu, 7/10). Udara dingin terasa menusuk kulit, sementara kabut mulai turun. Mungkin sebagian besar orang memilih tinggal di dalam rumah, membungkus rapat dirinya dengan jaket atau sweater untuk mengusir hawa dingin, sambil minum teh hangat atau menonton teve.</p>
<p>Tapi tidak buat kami, RC3’ers (anggota Rajawali Cycling Community). Sore itu, kami menembus kota Bandung bermodal sepeda MTB plus sisa tenaga, menempuh perjalanan tak kurang dari 18 km –menurut Paman GoogleMaps&#8211;  dari Punclut di Bandung Utara, menuju perumahan Batununggal, di daerah Buah Batu, Bandung Selatan. Namun cuaca berkabut dalam terjangan hujan justru menjadikan suasana kota Bandung begitu syahdu sekaligus mistis. Sungguh kesempatan yang takkan terulang, gowes di Bandung dalam hujan menghabiskan sisa tenaga setelah seharian gowes di Tangkuban Perahu.</p>
<p>Hari itu, RC3 memang sedang punya hajat penting. Salah seorang anggota BOD, Darjoto Setyawan ikut dalam acara gowes offroad menempuh rute Tangkuban Perahu- hutan Jayagiri &#8211; Lembang dan finish di Punclut. Bukan cuma anggota BOD, CEO business unit Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) Rudiantara juga turut serta. Jadilah gowes kali ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan komunitas pesepeda RC.</p>
<p>Memori hutan pinus</p>
<p>Gowes melintasi kota Bandung sebenernya cuma partai pamungkas. Setelah malam hari sebelumnya kami harus berjibaku melawan kemacetan Jakarta pada hari Jumat sore. Berangkat dari kantor jam 7 malam sehabis kerja seharian, kami baru tiba di Batununggal lewat tengah malam. Untungnya, perut sudah diganjal nasi padang Sederhana di rest area km.57 tol Cipularang. Tanpa banyak membuang waktu, malam itu kami cepat-cepat naik ke peraduan untuk menyimpan tenaga.</p>
<p>Sabtu pagi jam 5.00, beberapa teman sudah bangun untuk sholat subuh. Keruan yang lain ikut bangun tak lama kemudian. Setelah membersihkan diri, kami mulai menurunkan sepeda dari mobil, merangkai dan melakukan setting. Pagi itu kami cukup cemas karena matahari sedikit tertutup awan dan bahkan sempat gerimis sebentar. Jam 6.30, saat setting tengah dilakukan, datanglah sarapan yang tak mungkin kami tolak, sate sapi, sate ayam dan sate susu plus lontong. Kami tahu, perut harus diisi sebelum aktifitas fisik yang akan kami lakukan sepanjang pagi hingga siang itu.</p>
<p><span id="more-6787"></span></p>
<p>Jam 7.30; 11 sepeda sudah siap di atas mobil bak terbuka L300.  Pendekar pemetik bunga – Jai hwa cat / JHC (Fahizal), Pendekar muda –PM (Miko), PFu (Rufus) dan PJS (Indra Jaya) memilih naik di mobil bak terbuka bersama sepeda, sementara tiga orang srikandi, PCS (Darjoto), Pendekar Atlet Punclut / PAP (Hendi)  dan PLC (Chris) diantar dua mobil lainnya. Kami sudah janjian dengan HHM (Heru Prijono) dan PKB (Rudiantara) bertemu di parkiran taman wisata Tangkuban Perahu jam 8.30.</p>
<p>Jarak Batununggal-Tangkuban Perahu ternyata tidak dekat. Di tengah jalan, kami melewati beberapa rombongan penggemar jalur nanjak alias uphiller. Bahkan, salah satu rombongan beranggotakan kakek-kakek karena rambut dan kumis para goweser tersebut sudah putih semua. “Gilaaaa….,” cuma itu yang bisa terucap dari mulut kami sebagai ungkapan decak kagum atas semangat dan nafas yang keluar-masuk dari setiap tarikan otot betis yang mereka lakukan.</p>
<p>Jam 8.40 akhirnya kami tiba di parkiran taman wisata Tangkuban Perahu. HHM, PKB dan rombongan marshall sudah menunggu. Tanpa ba-bi-bu, kami segera menurunkan sepeda, memakai perlengkapan dan men-test sepeda masing-masing. Ada sedikit masalah, beberapa sepeda lupa diberi pelumas dan terpaksa menggunakan pelumas darurat, membeli minyak goreng dari warung di sekitar parkiran.</p>
<p>Briefing dan Doa adalah agenda rutin berikutnya. Setelah itu, kami rombongan ber-15 segera meluncur melewati jalan aspal yang sudah rusak, melewati portal masuk ke arah hutan jayagiri. Sebelum sampai di ujung jalan aspal yang rusak, kami berpapasan dengan beberapa down hiller karena di situ juga terletak trek mini down hill untuk mereka yang gemar meloncat-loncat bersama sepeda dengan fork minimal 180 mm.</p>
<p>Jam 9.30, kami sampai di tepi hutan pinus. Di situ ada spot yang ciamik untuk melepas hobi narsis karena memiliki background pemandangan hutan pinus berbukit-bukit. Kami pun tak ingin ketinggalan. “Foto keluarga…foto keluarga….,” demikian teriak marshall memberi komando agar semua rombongan berhenti sejenak dan berfoto bersama-sama. Foto seluruh rombongan ini penting karena setelah memasuki trek, biasanya kami tercecer, tercerai berai menurut kekuatan fisik dan nafas masing-masing. Selain dengan kamera, beberapa teman tak lupa minta difoto dengan blackberry nya agar bisa langsung mengubah profil picture ataupun memposting perjalanan ini di grup bbm.</p>
<p>Dan perjalanan yang sesungguhnya pun dimulai. Trek awal memasuki hutan pinus harus kami tempuh melewati single trek yang telah rusak akibat sering dilewati oleh motorcross. Akibatnya tanah di tengah menjadi lebih dalam dan pedal sulit dikayuh. “Gimana caranya? Ngga bisa digowes neh sepedanya,” begitu celoteh Darjoto di tengah etape pertama ini. Kami pun bingung memberi resep. Beruntung PFu tak lama kemudian memberi jawaban cerdas, “Ini cuma part of the game, Pak.”</p>
<p>Etape pertama akhirnya kami lewati. Keringat mulai mengucur. Bahkan sebagian perserta harus mengeluarkan tekhnik tertinggi yang dimiliki, menuntun sepedanya untuk dapat melewati satu-dua tanjakan curam. Etape berikutnya adalah melewati hutan pinus Jayagiri dengan satu-dua drop off menantang karena harus melewati akar-akar pinus yang menonjol nan licin.</p>
<p>Di awal etape kedua ini, kami justru bersyukur karena gerimis membasahi tanah sehingga debu tak mengganggu. Beberapa teman mulai berteriak di tengah hutan, melepas keasyikannya menikmati suasana hutan pinus Jayagiri yang berpemandangan indah. Sementara, beberapa lainnya, mulai menghitung sisa nafas dan otot paha, berapa lama lagi mereka mampu bertahan agar tidak mengalami kram. “Butuh waktu satu tahun buat kita melewati drop off hutan Jayagiri,” kata PJS. Ya, waktu kami pertama kali mengunjungi trek Tangkuban Perahu bulan Juli 2010, lebih setahun yang lalu, banyak dari kami yang masih menuntun sepeda karena nyali dan kemahiran mengendalikan sepeda masih belum cukup.</p>
<p>Naik-turun di jalan beraspal</p>
<p>Di tengah keasyikan menikmati single trek dan drop off kecil-kecil, hujan gerimis yang sudah reda berganti dengan hujan deras. Kami mulai khawatir. Jas hujan seadanya yang dibeli dengan harga Rp 6.000 dikeluarkan. Cuma beberapa yang siap dengan jas hujan khusus untuk sepeda. Namun kecemasan kami bukan soal basah akibat hujan, namun trek yang menjadi licin akibat basah.</p>
<p>Dan benar saja. Menjelang akhir etape kedua, di sebuah turunan lebar yang sebenarnya sangat mudah dan tidak berbahaya, PCS terjatuh. Sebabnya, tak lain karena tanah yang basah sehingga roda belakang meleset saat rem ditarik. Bukan jatuh yang keras akibat kehilangan control, “Tapi saya jatuh terakhir tahun 1969. Setelah 42 tahun jatuh lagi dari sepeda, ya lumayan,” ungkap Darjoto. Kami memang sangat was-was. Sebab gowes kali ini adalah gowes perdana off road buat Pak Darjoto. Bila sukses, kami yakin makin banyak trek yang akan dijajal. Sebaliknya bila gagal, kami tidak tahu harus bagaimana agar semangatnya tidak patah.</p>
<p>Evakuasi pun dilakukan. Setelah berjalan 500 meter, kami berhenti di warung kecil di tengah hutan Jayagiri. Warung The Iis namanya, merujuk pada nama si empunya warung. Di situ kami makan gorengan dan minum teh panas hangat sepuasnya. Walau di warung kecil, rasa teh panasnya sungguh mengalahkan rasa earl grey di hotel berbintang lima. Apalagi saat harus membayar. Cuma Rp 57.000 untuk kami ber-15 makan dan minum.</p>
<p>Setelah PCS diangkut dengan mobil dan langsung menuju finish di Punclut, kami melanjutkan gowes. Kewaspadaan dan kehati-hatian jauh berkurang karena etape terakhir adalah jalan aspal dari Lembang ke Punclut. Tapi bukan berarti kami bersantai. Sebab, jalan yang harus kami tempuh adalah jalan beraspal dengan tanjakan dan turunan yang curam dan panjang. Mobil evakuasi sempat dipanggil untuk menjemput srikandi, tapi semangat yang menyala tak menyurutkan para srikandi untuk meneruskan perjalanan, kendati harus menuntun sepeda di tanjakan.</p>
<p>Dan akhirnya sekitar jam 14.00 kami tiba di rumah PCS di punclut. Rumah Djoglo dengan hamparan pemandangan kota Bandung. Sungguh indah. Kami pun bercanda-ria melepas kelelahan. Sebagian mengganti pakaian yang basah dengan pakaian kering. Dan semakin lengkaplah kenikmatan hari itu ketika kami disodori nasi timbel lengkap dengan tahu-tempe dan ayam goring plus tambahan lauk mulai dari iga bakar, gurame hingga semur jengkol.</p>
<p>Dan saat semuanya selesai, kami punya masalah. Mobil untuk mengangkut orang dan sepeda ternyata tidak cukup. Sebab satu mobil harus tinggal di rumah Punclut menunggu PCS diurut. Dan jadilah, sebagian pendekar kembali hujan-hujanan dari Bandung Utara ke Bandung Selatan. Terlanjur basah, ya sudah gowes saja sekalian sebagai gowes pamungkas. Dan kami bukan mengumpat, tapi justru bersyukur tiada tara beroleh kesempatan menikmati kota Bandung di sore hari dalam siraman air hujan. Sungguh suatu berkah kami boleh sehat dan menikmati kebersamaan menunggangi kereta angin.</p>
<p>Sampai ketemu di trip berikutnya yang pasti akan lebih seru….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/10/09/terlanjur-basah-ya-sudah-gowes-sekalian%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>off-road niteride: cilukba</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/08/07/off-road-niteride-cilukba/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/08/07/off-road-niteride-cilukba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 06:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[cibubur]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6632</guid>
		<description><![CDATA[saya siap menggelindingkan sepeda off road specialized XC di jalanan cibubur; niteride here I come! sesungguhnya saya tak pernah niteride di jalur off road. sesungguhnya saya mengkhawatirkan bagaimana saya melihat jalanan, dengan lampu mini yang ada di handle bar. sesungguhnya saya tak berani membayangkan rute cilukba, rute yang belum pernah saya tempuh sebelumnya. jalanan berbatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya siap menggelindingkan sepeda off road specialized XC di jalanan cibubur; niteride here I come!</p>
<p>sesungguhnya saya tak pernah niteride di jalur off road. sesungguhnya saya mengkhawatirkan bagaimana saya melihat jalanan, dengan lampu mini yang ada di handle bar. sesungguhnya saya tak berani membayangkan rute cilukba, rute yang belum pernah saya tempuh sebelumnya.</p>
<p>jalanan berbatu padat. tanah merah. jalanan aspal kampung. jalanan semen kampung. jalanan berpasir. jalanan berbatu lepas.</p>
<p>saya tak bisa menipu diri saya dengan mengatakan bahwa saya tak takut dengan jalanan itu. siapa yang mau jatuh seperti nangka, terjerembab tak tahu bagaimana mencari tempat yang empuk dan tepat untuk mendarat.</p>
<p>dan bahu pun mengencang. lengan saya mulai memadat.</p>
<p>dan saya terjungkal. saya jatuh menghindari lubang yang  semestinya justru tidak saya hindari.</p>
<p>owh. lutut kanan saya &#8230;</p>
<p>dan bagian yang paling menakutkan adalah saat melintasi rel kereta, menyeberangi pematang sawah dari ketinggian, dengan bebatuan yang menjurang di bawah. sial. jalanan makin menyempit. bebatuan lepas makin menggunduk. dan saya harus tetap menuntun sepeda.</p>
<p>terimakasih untuk abang, yang terus mengajari saya &#8216;bagaimana bersepeda&#8217; sembari lutut ini mengayuh. bagaimana menanjak, bagaimana menggelindingkan sepeda di turunan, bagaimana melewati jembatan kecil, bagaimana melintasi jalanan bebatuan.</p>
<p>amazing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/08/07/off-road-niteride-cilukba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bandana oranye doreng dari abang</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 11:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita bumijo]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[gowes]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih buat abang yang sudah membungkuskan headwear oranye untuk saya. Motifnya oranye doreng, mirip ijo-dorengnya tentara, hanya saja ini oranye. Ah, saya bahkan lupa bahwa saya mengiyakan tawaran abang untuk dibelikan headwear ini. &#8220;Kalo lo nyepeda, keringatnya ga akan jatuh di wajah. Dia akan terserap oleh bandana itu,&#8221; katanya, promosi. Iya iya. Terimakasih. Saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih buat abang yang sudah membungkuskan headwear oranye untuk saya. </p>
<p>Motifnya oranye doreng, mirip ijo-dorengnya tentara, hanya saja ini oranye. Ah, saya bahkan lupa bahwa saya mengiyakan tawaran abang untuk dibelikan headwear ini. &#8220;Kalo lo nyepeda, keringatnya ga akan jatuh di wajah. Dia akan terserap oleh bandana itu,&#8221; katanya, promosi.</p>
<p>Iya iya. Terimakasih. Saat ini tube9 headwear sudah di tangan. &#8220;Windproof, breathable, non-restraining, comfortable, sun &#038; dust protection, all season use,&#8221; begitu promosi di bungkus headwear ini.</p>
<p>Saya akan segera mengenakannya. Tak kurang ada sembilan gaya yang bisa diaplikasikan dari headwear ini. Mulai dari syal, penutup hidung dari debu, bandana, kerudung, gelang, ikat rambut.</p>
<p>Dan saya akan mulai mengenakannya untuk perjalanan gowes ke borobudur, besok pagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/24/bandana-oranye-doreng-dari-abang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>matahari terbit dari balik kasur</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/06/02/matahari-terbit-dari-balik-kasur/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/06/02/matahari-terbit-dari-balik-kasur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 03:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[cidodol]]></category>
		<category><![CDATA[dahon]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6510</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini alarm membangunkan saya jam empat pagi. Speda lipat dahon csl kesayangan saya sudah siap di ruang tengah, sejumlah lampu sudah terpasang, begitu juga speedometer.   Semalam, jam 1 pagi, sepulang  dari konser Kla Project, pompa mini mengembusi angin untuk kedua bannya yang sudah nyaris rata. Tas deuter berkapasitas seliter sudah terisi dengan dompet, handuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 309px"><a href="http://tinypic.com?ref=2rztd03" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://i56.tinypic.com/2rztd03.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" width="299" height="224" border="0" /></a><p class="wp-caption-text">hohahem ...</p></div>
<p>Pagi ini alarm membangunkan saya jam empat pagi.</p>
<p><a href="http://www.dahon.com/" target="_blank">Speda lipat dahon</a> csl kesayangan saya sudah siap di ruang tengah, sejumlah lampu sudah terpasang, begitu juga speedometer.   Semalam, jam 1 pagi, sepulang  dari konser Kla Project, pompa mini mengembusi angin untuk kedua bannya yang sudah nyaris rata. Tas deuter berkapasitas seliter sudah terisi dengan dompet, handuk kecil, etc; bersisian dengan <a href="http://www.dahon.com/bikes/2008/curve-sl" target="_blank">sepeda beroda 16&#8243; </a>itu.</p>
<p>Tapi mendadak saua engga bisa menggerakkan kakiku. betis kanan saya kram. Sakit sekali.</p>
<p>Selang dua puluh menit sesudahnya, kaki saya bisa sedikit digerakkan, dan saya bersegera turun dari ranjang dan mencari counterpain di kamar ganti. saya mengolesi betis kanan dengan salep pengurai sakit otot itu. Lumayan.<br />
saya  merebahkan tubuhku sebentar. betis ini masih terasa mengencang. terang saja, saya ogah kram saat mengayuh sepeda untuk menikmati &#8220;matahari yang terbit dari atas sadel&#8221; &#8212; meminjam istilah abang. saya berencana akan menyambut pagi di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Selamat_Datang_Monument" target="_blank">bundaran HI</a>.</p>
<p>Semuanya siap. Hanya perlu meregangkan betis kanan sejenak.</p>
<p>Dan matahari pun terbit <a href="http://femiadi.com/category/cerita-cidodol-residence/" target="_blank">dari balik kasur</a>, ditengah reriuhan tetangga yang mulai menjejakkan kaki mereka diatas mesin jahit listrik, membikin pakaian-pakaian anak-anak, ibu-ibu yang gerumpi pagi, dan juga anak-anak muda yang memanasi tunggangan mereka.</p>
<p>saya bangun jam 8.25.</p>
<p>Sial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/06/02/matahari-terbit-dari-balik-kasur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bersepeda = golden ticket?</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/28/bersepeda-golden-ticket/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/28/bersepeda-golden-ticket/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 13:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6103</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;besok minggu kalau kamu gowes ada temennya lho, bapakku. mau?&#8221; tanya beib. &#8220;ow, apa ini golden ticket untuk jadi mantunya?&#8221; sambar saya, cepat. dan kami menggelak. bualan dan ocehan tidak bermutu nan gombal menjadi santapan utama saban perbincangan kami. kali ini, soal bersepeda. ya, di jogja, beib memang gemar bersepeda. dulunya, saya meninggalkan ROOD7 saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img183.imageshack.us/i/dahon1.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img183.imageshack.us/img183/5653/dahon1.jpg" border="0" alt="" width="320" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">whoops ... mau jadi mantunya?</p></div>
<p>&#8220;besok minggu kalau kamu gowes ada temennya lho, bapakku. mau?&#8221; tanya beib.</p>
<p>&#8220;ow, apa ini golden ticket untuk jadi mantunya?&#8221; sambar saya, cepat.</p>
<p>dan kami menggelak. bualan dan ocehan tidak bermutu nan gombal menjadi santapan utama saban perbincangan kami. kali ini, soal bersepeda.</p>
<p>ya, di jogja, beib memang gemar bersepeda. dulunya, saya meninggalkan ROOD7 saya di Jogja untuk bersepeda dengan beib. tapi, sepeda itu saya tarik ke jakarta karena kayuhan si kecil CSL terlalu mungil.</p>
<p>dan sekarang beib ada di jakarta. bukannya menawarkan gowes dengannya, malah dengan bapaknya. huwh.</p>
<p>urusan merayu calon mertua, saya sudah terlatih. wkwkwkwk &#8230; apalagi, kalau untuk urusan merayu dengan strategi bersepeda, jelas femi jagonya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/28/bersepeda-golden-ticket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>licinnya tutup asinereng</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/10/26/licinnya-tutup-asinereng/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/10/26/licinnya-tutup-asinereng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 13:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[plesiran]]></category>
		<category><![CDATA[folding bike]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[popeye]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6094</guid>
		<description><![CDATA[malam ini saya menjumpai teman saya di bellagio, kuningan. kami punya temu janji untuk makan malam, berbincang, membual dan bertukar kisah. sudah berapa lama kami tak berjumpa ya; bisa dua atau tiga minggu! owh, ini jelas diluar kebiasaan kami. dan saya menggelindingkan CSL saya, melewati slipi, dan belok kanan ke gatot subroto, melewati semanggi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img535.imageshack.us/i/dahonn.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img535.imageshack.us/img535/715/dahonn.jpg" border="0" alt="" width="400" height="178" /></a><p class="wp-caption-text">oouch, harus hati-hati! </p></div>
<p>malam ini saya menjumpai teman saya di bellagio, kuningan.</p>
<p>kami punya temu janji untuk makan malam, berbincang, membual dan bertukar kisah. sudah berapa lama kami tak berjumpa ya; bisa dua atau tiga minggu! owh, ini jelas diluar kebiasaan kami.</p>
<p>dan saya menggelindingkan CSL saya, melewati slipi, dan belok kanan ke gatot subroto, melewati semanggi dan membelok ke jalan tikus di dekat masjid, yang berujung pada kawasan mega kuningan. owh, sungguh dahsyat yang membikin jalan tikus ini. potongan kilometernya bisa jauh bener.</p>
<p>tapi ada yang menjadi catatan saya kali ini; saat menggelindingkan sepeda usai hujan dengan jalanan yang agak licin dan bertanah: asinereng jalanan sangat licin.</p>
<p>barangkali ban mungil CSL 16&#8243; saya yang tak sanggup melaluinya. lubang besi ini terasa licin dan menggeleyotkan sepeda saya. rasanya mau jatuh. rasanya mau rubuh.</p>
<p>ya, saya harus mencatat ini; sebagai &#8216;ass hole&#8217; yang harus diperhatikan bila menggelindingkan ban 16&#8243; di jalanan jakarta yang membasah setelah diguyur hujan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/10/26/licinnya-tutup-asinereng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gowes bareng kompas, engga berkeringat</title>
		<link>http://femiadi.com/2010/07/25/gowes-bareng-kompas-engga-berkeringat/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2010/07/25/gowes-bareng-kompas-engga-berkeringat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 11:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegemaran]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lempit]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=5936</guid>
		<description><![CDATA[selalu saja begini. janji temu di pagi hari selalu membikin saya tidak tidur dengan nyenyak. begitu pula pagi ini. saban sejam, saya terbangun, mengkawatirkan jarum jam yang bergerak terlalu cepat ke kanan. saya takut bangun kesiangan dan melewatkan temu janji ini. sesungguhnya &#8216;hanya&#8217; bersepeda saja. dengan mas anton, kolega di pabrik kata-kata saya. kami berencana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://img228.imageshack.us/i/gowes.jpg/" target="_blank"><img style="border: 0pt none;" src="http://img228.imageshack.us/img228/5684/gowes.jpg" border="0" alt="" width="248" height="306" /></a><p class="wp-caption-text">leyeh-leyeh</p></div>
<p>selalu saja begini.</p>
<p>janji temu di pagi hari selalu membikin saya tidak tidur dengan nyenyak. begitu pula pagi ini. saban sejam, saya terbangun, mengkawatirkan jarum jam yang bergerak terlalu cepat ke kanan. saya takut bangun kesiangan dan melewatkan temu janji ini.</p>
<p>sesungguhnya &#8216;hanya&#8217; bersepeda saja. dengan mas anton, kolega di pabrik kata-kata saya. kami berencana gowes bareng di gelaran ulang tahun kompas.</p>
<p>saya menggelindingkan roosy, sepeda lempit biru ROO D7. semalam, saya sudah menyiapkannya dengan baik. membersihkan cipratan hujan yang mengering. mengisi angin yang mulai mengempis.</p>
<p>yay, saatnya mejeng!</p>
<p>nyatanya, susah untuk menggowes sekeluar dari kawasan gedung kompas. tak kurang dari 20.000 pesepeda menggelinding di jalanan ibukota. panjangnya barisan pun mencapai 6 kilometer dari lintasan sepanjang 15 kilometer.</p>
<p>nyatanya, rute gatot subroto-kuningan-komdak-sudirman-senayan engga bikin keringat. malah, butiran ini berpeluh usai goyang donat irma dharmawangsa. aw aw aw &#8230;</p>
<p>(terimakasih buat mas anton yang membikin saya menggelindingkan roosy lagi. :p)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2010/07/25/gowes-bareng-kompas-engga-berkeringat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

